NovelToon NovelToon
Nona Muda Jatuh Miskin

Nona Muda Jatuh Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:558
Nilai: 5
Nama Author: BUNGA LYONA

Valeska Aurelia punya tiga prinsip hidup: habiskan uang, tabrak aturan, dan jangan pernah dengarkan orang lain.

Sebagai putri tunggal konglomerat ternama, Valeska terbiasa hidup bak ratu yang tak tersentuh hukum. Pesta malam, mobil sport, dan deretan kartu kredit tanpa limit adalah makanan sehari-harinya.

Sampai dalam semalam, sebuah skandal besar menghancurkan bisnis keluarganya. Ayahnya dipenjara, aset disita, dan semua kartu kreditnya diblokir. Valeska yang kemarin dipuja-puja kini terdepak dari istananya dan terpaksa angkat kaki hanya dengan membawa satu koper berisi barang-barang tak berguna.

Dari kamar seluas lapangan basket ke kontrakan sempit yang airnya sering mati, Valeska dipaksa menghadapi kenyataan pahit: dia tidak tahu cara menyapu, kaget melihat harga mi instan, dan harus mencari uang sendiri.

Mampukah si Nona Muda yang ugal-ugalan ini bertahan hidup tanpa uang sepeser pun, atau gengsi setinggi langitnya justru bikin hidupnya makin berantakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUNGA LYONA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Tanpa Mama

Saat bel pulang sekolah berbunyi, Valeska melangkah keluar dari gerbang SMA Nusantara dengan gontai. Di dekat parkiran motor, Elang sempat menghentikan laju motornya dan menawarkan tumpangan. Namun, rasa gengsi dan amarah Valeska yang membakar dada membuatnya menolak mentah-mentah. Dengan tatapan benci, Valeska memalingkan wajah dan terus melangkah pergi begitu saja.

Alhasil, tanpa sisa uang jajan sedikit pun untuk naik angkot, Valeska terpaksa berjalan kaki menuju rumah kontrakannya di Gang Mawar. Jarak berkilometer-kilometer menembus teriknya sore harus dia tempuh. Seragamnya basah oleh keringat, dan kedua betisnya terasa begitu pegal dan panas, seolah-olah mau pecah di setiap langkahnya.

Begitu memasuki Gang Mawar yang sempit, mata Valeska yang sembap menangkap sosok Mamanya yang sudah berdiri di depan pintu kontrakan. Di samping Mamanya, bertengger sebuah tas pakaian sedang.

"Ma...?" panggil Valeska dengan napas terengah-engah dan kaki yang gemetaran hebat. "Mama mau ke mana bawa tas begitu?"

Mamanya menatap Valeska dengan mata yang memerah dan sembap. Beliau memegang kedua bahu Valeska, suaranya bergetar parau.

"Valeska... Mama enggak bisa diam aja di sini nungguin keajaiban. Kita butuh uang buat bayar kontrakan, makan kamu, dan biaya sekolah kamu," ujar Mamanya berusaha tenang meski matanya berkaca-kaca. "Kebetulan ada teman lama Mama yang nawarin pekerjaan di luar negeri. Sore ini Mama harus berangkat ikut dia."

Deg!

Kata-kata Mamanya menghantam dada Valeska begitu telak. Kakinya yang tadinya pegal mendadak terasa lemas total.

"Enggak! Enggak boleh, Ma!" jerit Valeska histeris, langsung memeluk erat lengan Mamanya sambil menggelengkan kepala kencang. "Mama enggak boleh tinggalin Valeska! Papa udah ditangkap, terus kalau Mama pergi juga, Valeska sama siapa di sini?! Valeska takut, Ma... Valeska enggak bisa sendirian!"

"Valeska, dengarin Mama—"

"Enggak mau! Mama jahat!" amuk Valeska makin menjadi-jadi, menyentak tangan Mamanya dan memukuli dadanya sendiri. "Kalian semua jahat! Kenapa semuanya ninggalin Valeska?! Aku enggak bisa hidup di tempat kumuh ini sendirian! Aku enggak mau, Ma! Enggak mau!"

"VALESKA, CUKUP!"

Bentakan menyayat hati dari Mamanya seketika membungkam amukan Valeska. Mamanya mengguncang keras kedua bahu Valeska dengan air mata yang meleleh deras menetas di pipinya.

"SADAR, VALESKA! BUKA MATA KAMU!" bentak Mamanya dengan suara pecah menahan rasa sakit. "Mama juga enggak mau ninggalin kamu! Mama takut, Mama hancur! Tapi kalau Mama tetap di sini tanpa kerjaan, minggu depan kita mau makan apa, hah?! Kita mau tidur di mana?! Kamu pikir Mama tega ninggalin anak Mama sendirian?!"

Valeska mematung, dadanya naik turun diiringi isak tangis yang tertahan. Tangisan Mamanya yang pecah di depan mukanya membuat seluruh kemarahan Valeska menguap, berganti dengan rasa bersalah yang teramat sangat.

"Kamu harus kuat, Valeska..." bisik Mamanya melunak, merengkuh kepala Valeska dan memeluknya erat-erat di tengah gang sempit itu. "Cuma ini satu-satunya cara supaya kita bisa bertahan hidup. Tolong... kali ini aja, bantu Mama dengan cara jadi anak yang kuat..."

"Mama udah bayar sewa kontrakan ini buat satu tahun ke depan," bisik Mamanya pelan di tengah isak tangis mereka, berusaha menenangkan Valeska yang masih berguncang hebat. "Mama... Mama sampai harus pinjam uang ke teman Mama itu demi mastiin kamu punya tempat tinggal yang aman selama Mama pergi. Jadi kamu tenang aja, kamu enggak bakal diusir dari sini."

Valeska mendongak dengan mata sembap, menatap wajah Mamanya yang tampak begitu lelah dan pasrah.

"Terus Mama di sana gimana?" tanya Valeska parau dengan suara yang nyaris habis. "Mama mau hubungin aku pakai apa? HP Mama..."

"Ponsel Mama udah Mama jual tadi siang buat tambah-tambah ongkos berangkat," potong Mamanya lembut, mengusap bekas air mata di pipi Valeska. "Nanti begitu Mama sampai di sana, kerja, dan pegang uang, Mama langsung beli HP baru buat hubungin kamu. Kamu pegang HP kamu baik-baik, jangan sampai hilang atau dijual kecuali terdesak banget."

Mamanya kemudian mengambil tas pakaian sederhananya, lalu menunjuk ke arah rumah kayu di ujung gang.

"Satu lagi, Val... Kalau kamu butuh bantuan atau ada apa-apa yang darurat, kamu langsung ngomong sama Nek Izah," pesan Mamanya. "Nek Izah itu yang punya kontrakan ini. Beliau orangnya baik, tadi udah Mama titipin pesan juga buat merhatiin kamu sedikit-sedikit."

Sebuah mobil travel berwarna putih berhenti di mulut gang yang sempit, membunyikan klakson dua kali. Mamanya menarik napas panjang, mengecup dahi Valeska cukup lama sambil menahan lelehan air mata yang tak kunjung berhenti.

"Mama berangkat ya, Valeska... Janji sama Mama, kamu harus jaga diri baik-baik. Jangan nakal lagi, jangan bikin masalah," bisik Mamanya parau.

"Ma... Mama..." panggil Valeska lirih, jemarinya sempat menahan ujung baju Mamanya.

Namun, Mamanya buru-buru berbalik dan berjalan cepat menuju mobil travel tanpa menoleh lagi, takut pertahanannya runtuh total jika melihat wajah putrinya sekali lagi. Pintu mobil tertutup rapat, dan kendaraan itu perlahan menghilang di balik belokan jalan utama.

Valeska berdiri sendirian di tengah Gang Mawar yang mulai dipeluk remang-remang senja. Di rumah kontrakan cat hijau yang sempit dan sepi itu, cewek yang dulu hidup dilayani dan dimanja kini benar-benar ditinggalkan sendirian menatap masa depannya yang serba tidak pasti.

Langkah kaki Valeska terasa sangat berat saat berjalan masuk kembali ke dalam rumah kontrakan berukuran sempit itu. Pintunya dia kunci rapat dari dalam, lalu dia menyandarkan punggungnya di pintu kayu yang lapuk.

***

Malam mulai turun, membawa kegelapan dan kesunyian yang menakutkan di dalam ruangan cat hijau pudar itu. Valeska menatap sekeliling. Tidak ada lampu gantung kristal, tidak ada suara denting sendok Bi Sumi yang menyiapkan makan malam, dan kini... tidak ada lagi kehangatan Mamanya.

"Gue beneran sendirian..." bisik Valeska, suaranya bergema samar di ruangan kosong tersebut.

Lapar yang hebat mulai melilit perutnya. Seharian ini dia cuma mengisi perut dengan susu cokelat pemberian Elang dan berjalan kaki kilometeran dari sekolah. Dengan jemari gemetar, Valeska membongkar dus kardus di pojok ruangan tempat Mamanya menaruh beberapa barang sisa.

Di sana hanya ada satu bungkus mie instan, sebotol air mineral, dan sebuah kompor gas portable kecil dengan tabung gas yang sudah mau habis.

Valeska mematung menatap mie instan itu. Seumur hidupnya, dia tidak pernah mengoperasikan kompor gas sendiri, apalagi memasak air. Namun, perutnya yang perih memaksanya untuk bergerak.

Dengan panik dan canggung, Valeska mencoba memutar pemantik kompor gas tersebut.

Cletek! Cletek!

BZZZZT!

Percikan api menyambar cepat, memicu suara desis kencang dari tabung gas yang longgar. Valeska menjerit kaget, refleks melompat mundur sampai punggungnya menabrak dinding semen.

"Aaghh! Mama!" pekiknya panik, menutup kedua matanya dengan tangan karena takut kompor itu meledak.

"Kenapa, Nduk?! Ada apa?!"

Suara renta penuh kepanikan terdengar dari luar, disusul ketukan kencang di pintu depan. Valeska buru-buru membuka kunci pintu dengan napas memburu dan wajah pucat pasi.

Seorang wanita tua berkerudung lusuh berdiri di sana—Nek Izah, pemilik kontrakan. Nenek itu langsung mengendus bau gas yang menyengat, lalu menerobos masuk dan mematikan kenop kompor dengan cekatan.

"Aduh, kamu ini toh, Nduk... Pasang selang gasnya belum pas kok sudah dinyalakan," ujar Nek Izah sambil menggeleng-gelengkan kepala. Nenek itu mengusap dada pelan, menatap Valeska yang berdiri gemetaran di pojok ruangan dengan mata sembap.

Valeska menunduk dalam-dalam. Rasa malu, takut, dan bodoh bercampur jadi satu. Seorang cewek yang dulu merasa bisa menguasai dunia, kini bahkan tidak tahu cara menyalakan kompor tanpa hampir membakar rumahnya sendiri.

Nek Izah mendesah halus. Ketegasan di raut wajah rentanya berganti menjadi rasa iba. Mamanya Valeska tadi memang sudah cerita sedikit sebelum berangkat, menitipkan anak tunggalnya yang tidak pernah hidup susah ini.

"Kamu belum makan toh?" tanya Nek Izah lembut.

Valeska tidak menjawab, hanya mengangguk pelan sambil meremas rok seragamnya yang lusuh.

Nek Izah tersenyum tipis, merangkul bahu Valeska pelan. "Ya sudah, matikan lampunya. Ikut Nenek ke rumah di depan. Ada nasi hangat sama tempe goreng. Daripada kamu kelaparan di sini."

1
Paw_chan🐾
bagus seru ceritanya
BUNGA LYONA: makasihh😍
total 1 replies
Fadillah Ahmad
Covernya Bagus... 👍 Cuma yaaa itu, sinopsisnya 'Belum bisa' menggetarkan hatiku 🙏🙏🙏 tidak ada adegan menegangkan, atau situasi menegangkan yang bisa menjadi Pertimbanganku. 🙏🙏🙏 Novel ini, masuk Berandaku soalnya... 😁😁😁🙏 'Mungkin' Lain kali aku akan mampir 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad: Baik Kak 🙏🙏🙏😁 Dari Segi Pemilihan Cover yang aku suka dari Novel ini... 🙏🙏🙏 Cuma, Unruk Sinopsia Kurang Kak 🙏🙏🙏 Kalau, judul sudah bagus 👍 Hanya di Sinopsis saja yang kena... 🙏🙏🙏😁
total 2 replies
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
wkwkwk 🤣🫵
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
He no no ya, gaboleh gitu
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
Ko lucu kalo di bayangin 🙈 jadi kaya rival gitu. moga akur nanti
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
Hedehhh Valeska Valeska🙂‍↔️🙂‍↔️/Facepalm/
♛ ⃟$𝑅࿐Λ𝐍𝐘Λ:𝙎𝙏𝘼𝙍𝆺𝅥⃝⭐🌊
Hai kaka, aku barusan baca deskripsi nya, dan itu menarik perhatian ku, semoga seru ceritanya. Semangat ya🥰💪
BUNGA LYONA: wahh makasih yaa😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!