Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.
Shen Hao Feng.
Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.
Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.
Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. Mendekati Pertarungan Puncak
Lili Yan menahan tinju Shen Hao Feng dengan bagian payung yang terbuka meski dia sedikit mundur. "Kekuatan yang luar biasa... Aku merasa seperti berhadapan degan seorang Naga." Lili Yan sekuat tenaga menghempas balik Shen Hao Feng.
Shen Hao Feng juga tidak memaksa dan menerima adanya jarak. "Kenapa kau tidak menyerang? Kau meremehkanku?."
Lili Yan tertawa kecil. "Tentu saja tidak tuan..." Lili Yan memutar payungnya dan ruang sekitar Shen Hao Feng di penuhi benda tajam berupa jarum perak. "Kalau kita bertarung tanpa menekan ranah sepertinya aku akan menang."
Shen Hao Feng mendengus. "Kau terlalu percaya diri." Kedua mata Shen Hao Feng menyala emas lagi dan dari atas langitnya. Sebuah tangan emas besar menuju posisi Lili Yan.
"Tangan penghakiman!." Shen Hao Feng melemparnya dengan keras ke Lili Yan.
"Hm! Mata Lili Yan menyipit.
"Gh!... Tetua!." Murid-murid lain walau mereka langit puncak juga bisa tertekan oleh energi telapak tangan besar itu.
Lili Yan sendiri merasa tubuhnya gemetar kalau saja ranahnya memang Langit puncak maka dia sudah pasti jadi bubur. "Ya aku mengerti!."
Lili Yan merubah arah semua jarum ke atas dan bergerak cepat mengatasi tangan emas Shen Hao Feng.
Namun jarum-jarum itu saja tidak cukup untuk menghentikan serangan Shen Hao Feng.
"Sial! Semuanya bantu aku juga!." Lili Yan menembak serangan energi.
"Baik!."
Murid-murid lain bergegas mengumpulkan energi dan menembaknya.
"Krek-
"Bom!..." Tangan emas Shen Hao Feng meledak hingga beberapa murid mampu terhempas.
"Hump!!!..." Chang Jia beserta Fei Xuen tiba-tiba saja menyerang murid-murid lain hingga pertumpahan darah tak terhindarkan.
Chen Ming dan Ning Mei menggunakan ilmu pedang mereka dengan baik dan cepat sehingga lawan tidak bisa dengan mudah membaca arah pedannya.
"Lakukan formasi!." Pasukan Kekaisaran menciptakan formasinuntuk membentuk Naga emas yang lebih kecil.
"Serang!."
"Grarrr!!..." Naga Emas meraung dan mengarah Lili Yan dan beberapa murid di dekatnya.
"Hei..." Lili Yan menatap tajam Shen Hao Feng. "Bukankah kalian terlalu meremehkanku?." Ia menghilang di tempatnya dan naga Emas yang semakin dekat tiba-tiba sesuatu mencekiknya hingga hancur.
"Uhak!." Pasukan Kekaisaran tumbang sebab menerima serangan balik.
Bayangan besar menutupi medan, Chang Jia dan lainnya melihat monster iblis berukuran besar dengan tubuh besat dan kepala kerbau. Lili Yan berdiri di atas kepala mahluk ini dengan sombong.
"Monster Iblis?!." Cheng Ming dan Ning Mei terkejut.
Chang Jia segera menyelesaikan bagiannya dan mengangguk pada Fei Xuei. Fei Xuen juga mengangguk dan segera membantu Chang Jia.
Shen Hao Feng tertawa pelan dan menjentikkan jarinya hingga dua naga besar mengikuti Chang Jia dan Fei Xuen. Naga Jade dan Naga Perak.
"Kau tahu sekte kalian bukanlah kelas kami." Cibir Shen Hao Feng.
"A-apa." Wajah Lili Yan pucat pasi melihat dua Naga besar datang. "Monster iblis cepat habisi mereka berdua!."
"Guhh!!..." Monster iblis mengaum namun auman saja tak cukup untui membuat gentar Naga hebat.
"Murid-murid cepat laporkan situasi ini kepada Tetua lain! Kekaisaran Shen telah melawan Sekte Dewa Agung dan tidak boleh di biarkan!." Sentak Lili Yan.
"S-siap!." 3 yang selamat bergegas kembali dan hanya tersisa Lili Yan.
"Heh." Lili Yan berkeringat dingin. "Walau naga pasti pun-
"Tebasan Naga Jade!.." Fei Xuen menyerang tebasan dan Naga Jade berteriak lalu memotong kedua kaki Monster Iblis.
Chang Jia melompat ke langit dan pedang perak nya bersinar keperakan. Wajah Naga Perak membuka mulutnya muncul di belakang.
"Aku akhiri ini." Chang Jia melesat dari tempatnya dan tiba di belakang monster Iblis. Merasa kurang, Chang Jia memberikan serangan lebih dari lengan, perut, dada, punggung, hingga leher.
"Cursh!.." Tubuh monster iblis terpotong-potong dan tewas sebelum tahu apa yang membunuhnya.
"Eh?." Sudut bibir Lili Yan berkedut. "M-monster iblisku mati?!."
"Ya!." Chen Ming dan Ning Mei kompak ke sisi Lili Yan dan mereka segera menebas Lili Yan hingga mati.
"Selesai..." Chen Ming bernafas dalam, pertarungan ini membuatnya yang ranah Bumi kelelahan.
"Ya..." Ning Mei tertawa pelan. "Itu tadi luar biasa tapi..." Dia melihat Shen Hao Feng yang diam saja sepanjang pertarungan. "Aku tidak bisa melihat leluhur bertarung."
Chen Ming merasakan kekecewaan yang sama tapi merasa mengerti juga saat yang bersamaan sebab mana mungkin sosok yang kuat melawan yang lemah?.
Shen Hao Feng memandang Hao Chen melalui mata emasnya. "Hao Chen. Serahkan Zirah Maharaja itu dan aku biarkan kau pergi."
Hao Chen terkejut juga tak terima."Apa-
Sing!...
Chang Jia dan Fei Xuen dengan sigap menekan pedang mereka masing-masing ke leher Hao Chen.
"Sebaiknya kau terima tawaran Guru." Ancam Chang Jia melalui tatapan tajam.
"Serahkan dan berikan kepada Grandmaster."
Hao Chen meneguk ludah nya dengan berat. "B-baik." Hao Chen mengeluarkan zirah emas kehitaman yang akan cocok dengan Shen Hao Feng.
"I-ini." Hao Chen merasa berat hati untuk memberi zirah Maharaja secara cuma-cuma.
Shen Hao Feng tersenyum puas saat mendapat zirah itu di tabgannya. "Dengan begini kita impas. Tapi." Shen Hao Feng berpaling pandangan ke suatu tempat.
"Aku tadi merasakan artefak lainnya yang muncul dan sepertinya ada pertempuran besar juga."
Chang Jia dan lainnya terbang cepat ke sisi Shen Hao Feng termasuk pasukan yang masih hidup.
"Yah..." Shen Hao Feng tersenyum tipis. "Waktunya membuat kekacauan." Ia pergi dengan cepat diikuti lainnya.
....
Sedangkan di suatu tempat yang jauh dari posisi Shen Hao Feng.
Jing Yun membunuh ratusan murid Sekte dengan mudah dan tersenyum puas setelah mendapatkan 3 harta. 2 Special dan 1 suci.
"Aku sangat beruntung." Jing Yun lanjut berjalan dengan santai. Dari pada berlari Jing Yun memilih merampok kalau tidak mau patuh maka bunuh!.
....
"kyah... Hahaa!!..." Pria dengan aura pembunuh yang pekat tertawa gila di atas ular iblisnya saat bertarung dengan ribuan murid Sekte berbeda-beda.
"Aku Rong Qui akan mencabut kepala kalian dari lehermu." Rong Qui tertawa gila yang membuat lawannya ketakutan sebelum bertarung.
"S-sial apa-apaan dengan dia ini."
"Benar... Dia sudah membunuh 400 lebih Murid dan banyak tetua tapi masih mampu melawan!."
"D-dia monster!."
Rong Qui terkikik seperti iblis kemudian membantai ribuan murid dengan mudah. Petir menggelegar dan hujan darah memenuhi medan saat Rong Qui selesai membunuh.
"Ah... Artefak." Rong Qui mendapatkan lebih banyak artefak sebab membunuh begitu banyak orang. "Selanjutnya cari orang kuat... Khekhe, sang pedang Api. Jing Yun." Ia berlari pergi.
....
"Hum!." Mata besar Mong Haochen terbuka dan aura kegelapan keluar membentuk pasukan Monster iblis seukuran manusia paling lemah tahap Bumi Akhir dan paling kuat langit puncak.
"Pergi! Bunuh semua penyusup dan persembahkan jiwa-jiwa mereka padaku!." Mong Haochen tertawa.
"Au, gau!."
Para monster menunduk pada Mong Haochen sebelum menghilang melalui pergerakannya yang senyap dan cepat.
"Ah... Aku merasakan adanya hawa keberadaan Dewa Fana lain." Mong Haochen menemukan posisi Shen Hao Feng. "Shen Hao Feng..." Terkejut.
"Dia masih hidup ya? Hm... Lupakan. Lagi pula semua akan mati hari ini!." Tertawa keras.
....