NovelToon NovelToon
Beri Aku Waktu Untuk Pulih

Beri Aku Waktu Untuk Pulih

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:470
Nilai: 5
Nama Author: Rosemeera_

​Reno selalu percaya bahwa tugas terbesarnya di dunia adalah bertahan hidup dan melindungi adiknya, meski harus mengubur luka masa kecilnya rapat-rapat.

​Namun, ketika usahanya runtuh dan wanita yang dicintainya, Kareen, menuntut kepastian di tengah kegagalan, Reno dihadapkan pada pilihan terberat: memaksakan diri bertahan meski hancur, atau melepaskan demi menyembuhkan lukanya sendiri.

​"Tunggu aku. Tapi kalau aku terlalu lama... menikahlah dengan orang yang bisa membuatmu bahagia."

​Ketika masa lalu melukainya dan masa depan tak memberi kepastian, mampukah Reno menemukan kembali potongan dirinya yang hilang sebelum waktu benar-benar memisahkan mereka?

​Sebuah kisah tentang luka masa kecil, impian yang patah, dan keberanian untuk memulihkan diri sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemeera_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Kontak Baru dan Perjalanan Pulang

Pagi terakhir di Bandung terasa jauh lebih hangat meski hawa dingin Ciumbuleuit masih tersisa tipis-tipis di udara. Sesi penutupan pelatihan dan penyerahan sertifikat di aula utama berjalan lancar. Saat para peserta lain sibuk saling berfoto bersama dan bertukar kartu nama, aku berdiri sendirian di area lorong utama stasiun kereta api, menunggu jadwal keberangkatan kereta penumpangku menuju Jakarta.

"Sudah siap-siap mau berangkat, Reno?"

Suara renyah yang kini mulai terasa familiar itu terdengar dari arah samping. Aku menoleh dan menemukan Kareen sedang berjalan mendekat sambil membawa tas jinjingnya, menyunggingkan senyum ramah yang menjadi ciri khasnya.

"Iya, sebentar lagi keretanya masuk ke jalur satu," jawabku pelan. Aku menatapnya sejenak, menimbang-nimbang perasaan canggung yang merayapi benakku, sebelum akhirnya keberanian yang tak biasa mendorongku merogoh ponsel dari saku celana. "Kareen ... kalau boleh dan kamu tidak keberatan, apakah aku bisa minta nomor ponselmu?"

Kareen sedikit terkejut dengan alisnya yang terangkat tipis, namun sedetik kemudian senyumnya mengembang jauh lebih lebar. "Tentu saja boleh! Aku malah sempat berpikir kamu tipe orang yang bakal langsung menghilang tanpa kabar begitu acara pelatihan selesai."

"Dulu mungkin iya," aku ku jujur sambil terkekeh canggung. "Tapi kali ini aku mau tetap menjaga hubungan baik. Lagipula, siapa tahu suatu hari nanti aku butuh teman mengobrol atau bertukar pikiran kalau kepalaku mulai berisik lagi."

Kareen tertawa renyah, lalu mengambil ponsel dari tanganku dan dengan lihai mengetikkan serangkaian angka di layar touchscreen tersebut. "Ini nomor WhatsApp pribadiku. Ingat ya, kabari aku kalau kamu sudah sampai di Jakarta dengan selamat nanti."

"Pasti, nanti aku kirim pesan," jawabku singkat sambil menyimpan kontak baru itu dengan nama Kareen Penyelia SDM Bandung.

Tak lama kemudian, suara pengumuman kedatangan kereta menggema nyaring melalui pengeras suara stasiun. Aku melambaikan tangan singkat pada Kareen yang berdiri melambaikan tangan balasan di peron, sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam gerbong penumpang. Di sepanjang perjalanan menyusuri rel menuju Jakarta, tatapanku tertuju pada pemandangan hijau yang melintas cepat di luar jendela. Hati yang biasanya selalu diliputi rasa cemas, paranoid, dan beban berat, kini rasanya jauh lebih tenang dan tertata.

Dua jam perjalanan berlalu tanpa terasa, hingga akhirnya aku melangkah menyusuri gang sempit menuju kontrakan kami di Jakarta. Bau harum tumisan kangkung dan gurihnya lauk goreng langsung menyambut indra penciumanku saat aku membuka pintu depan yang berderit pelan.

"Mas Reno!"

Rayan langsung keluar dari area dapur kecil dengan celemek kain yang masih terpasang di badannya, tersenyum lebar dan cerah menyambut kedatanganku. Ruang tengah yang sempit itu tampak begitu bersih dan rapi, persis seperti saat aku meninggalkannya tiga hari yang lalu.

"Rayan ... Mas sudah pulang," ucapku pelan. Aku melangkah mendekat, lalu tanpa ragu merengkuh kedua bahu adikku dan memeluknya dengan erat—sebuah pelukan hangat dan penuh rasa syukur yang sudah sangat lama tidak pernah kuberikan padanya.

Rayan sempat tertegun menahan napas, kaget dengan kehangatan yang tak biasa ini. Namun sedetik kemudian, ia membalas pelukanku tak kalah erat, menyandarkan kepalanya di bahuku. Dalam keheningan ruang tamu yang sederhana itu, aku berbisik dalam hati, berjanji tidak akan lagi membiarkan jarak dan ketakutan memisahkan kami. Mulai hari ini, kontrakan kecil ini resmi menjadi tempat pulang yang sesungguhnya bagi kami berdua.

1
Laksmi Harsa
nunngguin bab selanjutnya nih kak... 💪
Rosemeera_: Wah, makasih banyak dukungannya! Makin semangat nulisnya nih. Jangan lupa simpan/favoritkan cerita ini ya Kak biar langsung dapet notif pas bab baru rilis!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!