NovelToon NovelToon
After The Last Goodbye

After The Last Goodbye

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

Di balik gemerlap kariernya sebagai aktor papan atas, Ethan Voss menyimpan rahasia besar: pernikahan tanpa cinta bersama Mia Taylor. Pernikahan yang lahir dari utang budi itu terikat perjanjian ketat—dirahasiakan dari publik, tanpa keterikatan emosional, dan wajib berakhir dalam empat tahun.

Selama empat tahun, Mia bertahan hidup bagai bayangan. Ia menelan dinginnya sikap Ethan dan rasa sakit saat melihat pria itu memamerkan kemesraan bersama kekasihnya di media. Saat masa perjanjian usai, Mia pergi dengan tenang, meninggalkan Ethan yang mengira dirinya telah bebas.

Namun, kepergian Mia justru menyisakan kehampaan mendalam. Setelah menemukan rahasia pengorbanan tulus sang mantan istri, Ethan sadar ia telah membuang cinta sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Jarak Yang Terkikis

Hening seketika merayapi ruang rias. Permintaan Ethan menggantung di udara, menciptakan atmosfer canggung yang membuat Marcus dan penata rias saling berpandangan kikuk.

Mia membeku. Jemarinya yang menempel pada pinggiran kotak beludru merapat kencang. Ia tahu ini hanyalah provokasi halus dari Ethan, sebuah ujian untuk menguji ketahanannya.

Namun, teringat ancaman profesionalisme dan amanat Mark yang dibebankan ke pundaknya, Mia menghela napas pelan, memaksakan jemarinya agar berhenti gemetar.

“Baik, Tuan Ethan,” sahut Mia datar, berusaha mempertahankan topeng profesionalitasnya.

Ia kemudian mengambil jam tangan platinum dari dalam kotak. Langkah kakinya menuju ke samping kursi Ethan terasa begitu berat, seolah-olah lantai yang ia pijak bertransformasi menjadi lumpur hisap.

Saat ia berdiri tepat di samping Ethan, aroma sandalwood dan bergamot yang sangat familier mendadak menusuk inderanya. Aroma itu adalah wewangian khas yang selalu dipakai Ethan sejak dulu. Aroma yang kerap membawanya kembali pada kenangan masa lalu yang berusaha keras ia kubur.

“Tangan Anda, Tuan,” pinta Mia tanpa berani menatap wajah pria itu.

Ethan mengangkat lengan kirinya perlahan, mengulurkannya pada Mia. Tatapannya tak pernah lepas dari wajah Mia, menyapu bulu mata perempuan itu yang lentik dan pipinya yang merona tipis akibat menahan gugup.

Dengan jemari yang dingin, Mia menyentuh pergelangan tangan Ethan untuk melingkarkan jam tangan mewah tersebut. Sentuhan kulit mereka yang tak sengaja membuat sengatan listrik menjalar seketika.

Mia sempat terperanjat kecil, namun ia dengan cepat menguasai diri, berfokus melingkarkan tali jam dan menguncinya dengan hati-hati.

Ethan terkekeh sinis, sangat pelan hingga hampir tak terdengar. Ia menyadari getaran halus pada jemari Mia saat menyentuh kulitnya. Kehadiran Mia yang sedekat ini adalah tujuannya.

Ia sengaja memanfaatkan wewenang perhiasan itu demi mengikis jarak dan emosional yang selama telah memisahkan mereka.

Setelah jam tangan terpasang sempurna, Mia beralih mengambil sepasang kancing jas bertatahkan berlian. Tugas ini menuntutnya untuk berdiri lebih dekat lagi.

Ia harus menunduk, merapatkan posisinya ke arah dada dan lengan jas hitam yang dikenakan Ethan.

Napas hangat Ethan terasa mengusap puncak kepalanya, membuat tengkuknya meremang. Setiap kali jemarinya menyelipkan kancing berlian ke lubang lengan jas Ethan, dadanya bergemuruh hebat. Jarak mereka kini tak lebih dari sepuluh sentimeter.

“Kamu masih menggunakan parfum yang sama, Mia,” bisik Ethan sangat pelan, hanya diperuntukkan bagi telinga Mia yang berada tepat di dekat wajahnya.

Jemari Mia sempat terhenti di kancing jas kedua. Jantungnya berdegup serasa ingin melompat keluar. Namun, ia enggan menunjukkan kerapuhannya di hadapan lelaki yang kini menjadi bintang besar itu.

Mia segera menyelesaikan kancing terakhir, merapikan lipatan lengan jas Ethan dengan gerakan cepat, lalu lekas mengambil satu langkah mundur untuk memperlebar jarak.

“Semua perhiasan sudah terpasang dengan benar dan sempurna, Tuan Ethan,” ucap Mia seraya menundukkan kepala sedikit, menghindari tatapan tajam yang masih menguncinya melalui cermin.

“Saya akan mengawasi dari area luar set selama proses syuting berlangsung,” imbuhnya.

Ethan memperhatikannya mundur, mengusap pelan kancing jas di lengannya, tempat di mana bekas sentuhan jemari Mia masih terasa hangat. Senyum tipis yang penuh arti terukir di sudut bibirnya.

****

Kamera bergerak lambat menyusuri set studio yang megah. Begitu sutradara menyerukan kata "Action!", aura di sekitar Ethan berubah total dalam hitungan detik.

Sosok pria sinis yang tadi memprovokasi Mia di ruang rias mendadak menguap, berganti menjadi karakter dingin, memesona, dan penuh kendali yang dituntut oleh skenario.

Ethan membawakan dialognya dengan artikulasi sempurna. Intonasinya pas, begitu kaya emosi namun tetap tenang.

Sutradara di balik monitor berkali-kali mengangguk puas, terpikat oleh karisma alami yang dipancarkan sang aktor utama.

Namun, hanya Mia yang menyadari permainan tersembunyi di balik profesionalisme itu.

Di tengah adegan intens, Ethan mengangkat lengan kirinya perlahan, membiarkan cahaya lampu set memantul sempurna pada jam tangan platinum di pergelangan tangannya. Dengan gerakan halus yang terkesan sangat alami, jemari Ethan mengusap pelan kancing jas bertatahkan berlian di lengan bajunya, tepat di titik tempat jemari Mia bersentuhan dengan kulitnya beberapa menit yang lalu.

Saat mengucapkan kalimat puncaknya, tatapan Ethan sekilas menerobos kerumunan staf, mengunci mata Mia yang berdiri kaku di samping papan pembatas set. Hanya selintas, tak sampai dua detik, tetapi dampaknya membuat napas Mia tertahan seketika.

“Dapat! Cut! Perfect, Ethan! Good job!” seru sutradara lewat pengeras suara memecah ketegangan. Para staf bersorak kecil dan bertepuk tangan memuji eksekusi adegan yang mulus tanpa perlu pengulangan.

Ethan tersenyum tipis pada kru, lalu menerima botol air mineral dari asistennya. Langkah kakinya yang santai membawa Ethan berjalan mendekati batas area pengawasan perhiasan, tempat Mia berdiri meremas papan catatannya erat-erat, berusaha keras menutupi riak panik di dadanya.

“Bagaimana, Nona Mia?” bisik Ethan dengan nada rendah saat ia melintas tepat di sebelah perempuan itu, memiringkan kepala sedikit tanpa menghentikan langkahnya.

“Apakah perhiasan pilihanmu sudah terlihat cukup berkilau di bawah lampu kamera?”

Mia mengetatkan rahangnya, membiarkan aroma sandalwood dan bergamot kembali mengusik pertahanannya. Ia harus mengakui satu hal dalam hati, Ethan bukan sekadar pria dari masa lalu yang pandai memprovokasi, melainkan seorang profesional tangguh yang tahu betul cara mengendalikan panggung.

“Perhiasan kami berkualitas. Kilaunya selalu terjaga dan dirawat sepenuh hati,” ucap Mia bangga.

Ethan hanya tersenyum. Senyum yang hampir tidak pernah ia perlihatkan pada Mia saat wanita itu masih menjadi istrinya.

“Sudah makan? Mau makan siang bersamaku?” tawar Ethan kemudian. Membuat Mia menghentikan gerakan jemarinya di atas papan catatan.

Tawaran yang keluar dari mulut Ethan itu terdengar wajar di telinga orang lain, tetapi bagi Mia, itu tidak lebih dari umpan baru untuk menariknya ke dalam jaring masa lalu.

“Terima kasih atas tawarannya, Tuan Ethan,” sahut Mia, berusaha menjaga nada suaranya setenang mungkin.

“Namun, tugas saya adalah memastikan seluruh perhiasan tetap aman hingga proses pengambilan gambar hari ini benar-benar selesai. Saya sudah menyiapkan makan siang saya sendiri.”

Ethan tak langsung membalas. Ia meneguk air mineralnya perlahan, membiarkan keheningan tipis merayap di antara mereka. Tatapan matanya yang tajam meneliti setiap inci ekspresi wajah Mia, mencari celah di balik dinding kokoh  profesionalitas yang dibangun wanita itu.

“Satu jam istirahat tidak akan membuat jam tangan atau kancing jas ini melayang hilang, Mia,” ujar Ethan santai, lalu melipat kedua tangannya di depan dada.

“Lagipula, sebagai penanggung jawab perhiasan, bukankah kamu harus tetap berada di dekat barang bermerek ini? Mengawasinya dari jarak dekat di meja makan tentu jauh lebih efisien.”

Mia tidak menjawab. Ia membeku, menatap ujung sepatunya.

“Hei, Ethan. Ke sini sebentar.” Sutradara di ujung set mendadak memanggil Ethan untuk mendiskusikan adegan berikutnya.

Ethan tidak langsung berbalik. Ia hanya memiringkan kepala, memberikan senyuman tipis yang sarat akan kemenangan terselubung.

“Pikirkan lagi, Mia. Kalau sampai barang ini lecet, siapa yang akan disalahkan,” bisik Ethan pelan di telinga Mia sebelum kemudian melangkah pergi.

Mia menatap punggung Ethan yang menjauh dengan dada yang kian bergemuruh. Ia tahu betul, jarak yang berusaha ia bentangkan kini semakin terkikis. Bukan hanya oleh tugas pekerjaan, melainkan oleh tekad Ethan yang enggan melepaskannya begitu saja.

–tbc–

1
Tiara Bella
what Liam nyosor tp gk kena....
Tiara Bella
ngeyel bngt si Ethan km ya
Tiara Bella
rumit jg ya hubungan mereka Mia sm Ethan.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): yaaah lumayan rumit sih🤧🤧 karir Ethan juga bakal jadi taruhan kalau sampai pernikahan rahasianya terbongkar. tapi skenario yg dia perankan dlm film akan jadi kenyataan stlh ini, seorang laki² yg mempertaruhkan segalanya demi seorang wanita🤧
total 1 replies
Tiara Bella
yah ms Mia msh ngarepin si Ethan sh....
Tiara Bella
visual Liam ganteng bngt...../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Tiara Bella: hooh....Ethan jg ganteng tp aku gk suka sm sifatnya yg plin plan....
total 2 replies
Tiara Bella
tuh kan Liam udh nyari tw tentang Mia dan Ethan.....
Tiara Bella
terima aja Mia ngapain ngarepin Ethan yg udh pernah ngecewin km
Tiara Bella
jangan² Liam Vincen ini tw klu Mia mantan istrinya Ethan.....
Tiara Bella
saingan Ethan ini Liam vance ini ternyata.....
Tiara Bella: hooh ya....
total 2 replies
Tiara Bella
Liam siapa lg ini apakah dia suka sm Mia.....
Tiara Bella
bingunin orng sh Ethan mah ya....
Tiara Bella
mwnya apa sh Ethan ini Herman aku
Tiara Bella
nh loh Ethan km bingung skrng.....
Tiara Bella
bener kenapa hrs skrng Ethan setelah ceria br nyariin....
Tiara Bella
Ethan yg aneh ....bilang aja bang klu suka....🤭
Tiara Bella: hooh....
total 2 replies
Tiara Bella
penyesalan pasti dtngnya belakangan.....
Tiara Bella: hooh....
total 2 replies
Tiara Bella
baru terasa setelah gk ada ya kan Ethan.....
Tiara Bella
salam kenal aku mampir Thor.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): salam kenal juga. makasih udah mampir😊😊🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!