NovelToon NovelToon
SAAT BAHAGIA BERSAMAMU

SAAT BAHAGIA BERSAMAMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Kholifah NH2

Marsya Arcelia Dealova, gadis cantik mahasiswi tingkat akhir yang dijodohkan dengan laki-laki pilihan dua keluarga.
Yang mana, calon suaminya itu adalah sahabat dari pacarnya.

Bagaimana Marsya akan menjani pernikahan itu? Mampukah dia berdiri diantara dua laki-laki, suami dan pacarnya?

Selamat datang di cerita ketiga ku, doain ya semoga cerita ini nggak gantung seperti yang udah udah😄
Dukung aku yaa

Selamat membaca~~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifah NH2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diam-Diam Ketemu Pacar

Menjelang siang, Marsya sudah pergi entah kemana. Gadis itu pamit kepada Sekar, dengan alasan ingin berbelanja bersama Bella. Namun Kyle tahu Marsya telah berbohong, sebab setelah melihat foto yang diunggah di sosial media milik Bella, sahabat dari istrinya itu sedang menemani ibundanya dirumah sakit. Dan sekarang, Kyle tidak tahu dimana istrinya itu berada. Sudah menghubungi Hendry, beliau pun mengatakan kalau puterinya tidak berkunjung kerumah. Lantas, kemana perginya Marsya?

Kyle kembali memeriksa ponselnya, pesan singkat yang dia kirim kepada Marsya beberapa jam lalu belum terjawab. Namun, ada hal yang menarik perhatian Kyle, hal yang membuat dia mengetahui keberadaan Marsya saat ini.

"Lol, akhirnya dua sejoli ini bersama lagi" , tulis Leo disebuah group chat yang berisi Kyle dan juga Erik. Tulisan yang Leo sematkan bersama sebuah foto yang menunjukkan kebersamaan Erik dengan Marsya ditempat Leo menjalankan pekerjaan paruh waktu yaitu coffee shop.

"Oh? Ternyata sama Erik?" Batin Kyle saat menatap foto tersebut, foto yang membuatnya kesal. Entah sejak kapan hubungan Marsya dan Erik membaik sampai keduanya bersatu lagi? Padahal Kyle mengingat betul sejak semalam Erik sama sekali tidak menghubungi Marsya. Ah, Kyle semakin kesal memikirkannya, dia lemparkan ponselnya kearah tempat tidur, ingin sekali rasanya dia membawa Marsya pulang, namun dia sudah mengatakan bahwa dia tidak akan melarang Marsya untuk bertemu Erik.

Satu jam, dua jam, tiga jam berlalu, tidak terasa waktu sudah menunjukkan sore hari dan Marsya belum juga kembali kerumah. Kyle tidak sabar lagi menunggu, menurutnya ini sudah keterlaluan, sudah terlalu lama Marsya bersama Erik diluar sana. Ditambah semua keluarga sudah bertanya dimana keberadaan Marsya hingga belum juga kembali sampai sekarang. Kyle langsung menyambar kunci mobilnya, dia hampiri Marsya yang kini berada di basecamp, tempatnya berkumpul bersama Erik dan Leo semasa mereka masih duduk di bangku SMA. Info keberadaan Marsya, Kyle dapatkan dari Leo yang juga berada disana.

Kedatangan Kyle saat itu, membuat Marsya tegang dan panik, dia tidak percaya Kyle berdiri dihadapannya. Seketika Marsya sedikit menjauhkan posisi duduknya dari Erik, dia dapat melihat jelas laki-laki itu sedang menahan amarahnya.

"Eh, lo disini, Kyle? Main sini" Ajak Leo pada Kyle yang sejak tadi asik bermain play station. Kyle pun bergabung, dia duduk bersama Leo diatas karpet yang digelar. Sementara Marsya, dia masih duduk bersama Erik diatas sofa.

"Kyle? Lo mau minum apa? Gue mau keluar, biar sekalian" Tawar Erik pada Kyle,

"Bebas" Jawab Kyle

Sepeninggal Erik membeli minuman, tersisa Marsya yang mencari kesibukan dengan bermain ponsel. Marsya masih diselimuti rasa tegang, aura Kyle masih terasa menakutkan. Marsya yang takut bersitatap dengan Kyle, akhirnya memilih undur diri ke toilet untuk menenangkan dirinya disana. Tidak lama, Kyle bangkit dengan alasan ingin kedapur, padahal dia ingin menyusul Marsya ke toilet itu. Tidak ada yang curiga, toh, Leo si 'penggila' games itu masih fokus pada permainannya, Leo tidak peduli kemana teman-temannya pergi.

Pintu toilet dibuka tanpa permisi oleh Kyle, membuat Marsya yang baru saja mencuci tangannya dibuat terkejut setengah mati.

"K-Kyle..." Marsya ketakutan, langkahnya perlahan mundur bersamaan dengan Kyle yang semakin mendekat,

"Udah puas? Udah jam berapa ini? Ngapain aja?"

"Kyle, aku sama Erik nggak ngapa-ngapain"

"Oh, ya? Terus kenapa chat gue nggak lo bales?"

"Oma, Mama, Papa, semua nyariin lo. Dan gue? Gue suami lo, tapi gue nggak tau apa-apa, Sya"

"Bahkan lo pergi nggak bilang dulu ke gue, gue bisa jawab apa ke mereka?"

"M-maaf, Kyle"

"Pulang. Ikut gue pulang sekarang" Ucap Kyle sebelum meninggalkan toilet, meninggalkan Marsya yang sedang menahan air matanya. Dia tidak menyangka Kyle akan semarah ini. Meski laki-laki itu tidak membentak atau berteriak, tetapi terlihat jelas Kyle begitu emosional. Wajahnya yang memerah dan rahangnya yang mengeras, sudah menjelaskan semuanya.

Marsya berlari menyusul Kyle. Leo, yang sedari tadi asik bermain, tidak menyadari bahwa Marsya dan Kyle sudah pergi meninggalkan tempat itu. Entah bagaimana Leo akan menjelaskan kepada Erik jika Erik bertanya nanti.

Selama perjalanan pulang, Kyle diam seribu bahasa. Dia tidak menggubris Marsya yang sedari tadi membujuknya dan meminta maaf. Entah bagaimana agar Kyle memaafkannya dan bagaimana juga Kyle harus memberi pengertian pada Marsya bahwa yang dia lakukan ini salah karena sudah berbohong dan mengabaikan keluarga yang khawatir mencarinya.

"Baru hari pertama dan lo udah berani bohongin Oma, Sya"

"Lo bilang shopping sama Bella? Bella dirumah sakit nemenin ibunya"

"Iya, aku bohong. Maafin aku, please"

"Apa lo selalu kayak gini? Bohongin Oma Rianti, bohongin orang tua lo, demi bisa ketemu Erik?"

"Iya"

"Astaga, Marsya" Kyle mengacak rambutnya frustasi, dia tidak tahan melihat sikap istrinya ini. Rela berbohong hanya demi bertemu kekasih yang tidak pernah direstui orang tuanya. Dan sekarang, Marsya bahkan berbohong juga kepada sang nenek, sungguh berani, pikir Kyle.

"Apa gue terlalu ngebebasin lo, Sya? Mentang-mentang gue izinin lo ketemu Erik, lo jadi kayak gini?"

"Berani bohong, pergi sampai lupa waktu. Kalau gue nggak datang kesana, apa lo ingat pulang?"

"Maafin aku, Kyle. Aku tau aku salah, aku harus gimana biar kamu maafin aku?"

"Jangan temuin Erik lagi"

***

Malam sudah larut dan Kyle belum juga kembali ke kamar. Marsya yang saat itu belum tidur, memberanikan diri menghampiri Kyle yang masih berada diruang kerja Hendry. Disana, Kyle terlihat sibuk bersama laptopnya, mengerjakan tugas akhir kuliah sambil memeriksa perkembangan dari usaha yang baru dia buka beberapa bulan ini. Sebuah bisnis di bidang otomotif, bisnis yang sesuai dengan passion nya. Kyle sangat menyukai hal yang berbau otomotif.

Sekilas Kyle menatap Marsya dipintu masuk sebelum kembali fokus pada laptopnya. Tatapan Kyle yang tajam, serta aura yang dingin membuat Marsya sadar bahwa suaminya ini masih marah dan kecewa atas sikapnya hari ini. Sudah terbukti sejak mereka berdua tiba dirumah, Kyle mulai mengacuhkannya.

"Kyle?..." Marsya memanggil sambil duduk diatas sofa, persis disamping Kyle, namun laki-laki dengan raut datar itu tidak menggubris.

"Aku udah nurutin kamu buat nggak temuin Erik lagi, tapi kenapa kamu masih marah?"

"Kenapa? Lo mau ngerayu gue? Minta gue tarik omongan dan izinin lo temuin Erik?"

"Enggak, kata siapa?"

"Oh, gitu?"

"Ish! Ngeselin banget jawabannya"

"Siapa yang ngeselin?"

"Lo, Kyle! Lo ngeselin!"

"Huh? Berani juga" Kyle mencubit hidung Marsya. Marsya balas dengan menggelitik pinggang Kyle sampai terkekeh geli. Sesaat kemudian, Kyle menarik Marsya kepelukannya. Berlagak mengacuhkan Marsya membuat Kyle tersiksa, karena sejujurnya, Kyle tidak tahan untuk memeluk dan mencium istrinya ini, Kyle merindukannya.

Perlahan, Kyle membaringkan Marsya pada sisi sofa. Dibawahnya kini, Marsya terlihat sangat cantik meski tanpa riasan. Wajah Marsya yang terlihat mengantuk, membuat Kyle merasa gemas. Ternyata, Marsya tidak menyerah membujuk dirinya meski terlihat tidak kuat menahan kantuk, padahal, bisa saja Marsya meninggalkannya tidur lebih dulu.

Kyle tersenyum manis, dia rapihkan anak rambut yang sedikit menutupi wajah Marsya. Jarak mereka yang sangat dekat, membuat Marsya mengagumi wajah Kyle yang sangat tampan. Struktur wajah yang sempurna, alis dan bulu mata yang cantik serta bibirnya yang tipis mampu membuat Marsya terbuai. Dia kagumi wajah Kyle cukup lama, dia baru menyadari suaminya ini begitu tampan dan rupawan.

"Ganteng banget" Gumam Marsya tanpa sadar, membuat Kyle mengerutkan dahinya

"Apa?"

"Eh? Enggak...itu...kamu maafin aku, Kyle?" Tanya Marsya mendadak kikuk, untungnya dia berhasil mengalihkan pembicaraan

"Ya" Jawab Kyle yang mengundang senyum dan perasaan lega Marsya,

"Hari ini, Erik cium lo dimana?"

"Enggak, dia nggak cium aku, bahkan aku ngejauh waktu dia mau peluk aku"

"Good girl" Kyle merasa puas dengan jawaban Marsya, tidak disangka istrinya begitu patuh hanya dengan satu kali peringatan. Kyle hadiahkan satu kecupan didahi Marsya, sebelum kecupan itu turun dan berlabuh dibibir mungil kesukaannya itu.

Dua kali, keduanya kalinya mereka saling berpagutan bibir dihari kedua pernikahan mereka. Ciuman yang terasa intens, ciuman yang sangat berbeda seperti kemarin. Malam ini, keduanya seakan bebas tanpa merasa malu ditatap banyak orang. Ya, Kyle tidak perlu menahan diri lagi, dia me-lu-mat habis seluruh bibir Marsya tanpa ampun, bibir merah muda beraroma manis dia lahap dengan rakus. Marsya yang berada dibawahnya, mulai kehilangan kendali, Kyle membuat seluruh tubuhnya terasa geli.

Drtt

Drtt

Drrt

Getaran ponsel Kyle membuat dia menghentikan kegiatannya. Kyle berdecak kesal, giginya terdengar saling menggertak, dia bangkit dari posisinya sambil meninju permukaan sofa. Kyle tidak suka situasi ini, dimana seseorang telah mengganggu momennya bersama Marsya. Sedangkan Marsya, dia justru terkekeh melihat reaksi Kyle yang lucu.

Leo, ternyata nama itu yang terpampang dilayar ponselnya. Ingin rasanya Kyle memakan hidup-hidup sahabatnya ini karena berani menelfon disaat yang tidak tepat di waktu yang hampir menunjukkan tengah malam.

^^^"Gue harap ini telfon penting"^^^

"Iya! Iya! Ini penting, mobil gue mogok, Kyle. Gue nggak bisa balik nih"

^^^"Urusannya sama gue?"^^^

"Ya, lo kan punya montir, telfon montir lo suruh cek mobil gue, nanti gue share-lok"

^^^"Bengkel udah tutup, montir udah balik"^^^

"Astaga, bantu gue, Kyle, telfon satu orang aja, nanti dia gue kasih tips gede, tenang"

^^^"Ck, ngerepotin"^^^

"Ayo lah, masa lo tega? Gue sendirian nih, takut ada begal, hehe"

^^^"Ya udah, tunggu"^^^

"Nah! Gitu dong! Ini baru my brother, lo-"

Kyle memutus telfonnya, dia pijat pelipisnya yang terasa sakit setelah menerima telfon dari Leo. Tanpa berlama-lama, dia telfon salah satu montir yang bekerja dibengkel mobilnya untuk datang menghampiri Leo dilokasi. Sungguh, jika bukan karena Leo teman dekatnya sejak sekolah dasar, Kyle malas melakukan ini. Apa lagi, telfon dari Leo ini sudah membuat Marsya tertidur lebih dulu. Alhasil, mereka tidak bisa melanjutkkan kegiatan yang sempat terhenti tadi.

"Ck, gara-gara Leo"

...•••••...

To be continued guyyssss

Hayy hayy gimana bab kali iniii??? Jangan lupa komen yaa

terimakasih dukungannya💕💕😘😘

1
rayhan dirgantara
belalai apa tu🫪🫪🫪🫪
rayhan dirgantara
hi nma aku rayhan ak suka crrita kmu ka aku kls 4sd ka
Kholifah NH2: anak kelas 4 sd bacanya komik yang lucu lucu aja ya dek, jangan yang ini nanti dimarahin mama🥰
total 1 replies
rayhan dirgantara
jjur krng pjng,bacany cma semenit torrr pjgngin lg dong smngat y😌
rayhan dirgantara
Kelazzzzzz
Tiaraa Kayla
ini kurang ajar si
Tiaraa Kayla
what😰
Tiaraa Kayla
rahasiain pernikahan tp mereka kiss di parkiran,ada yg liat ga th
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!