NovelToon NovelToon
Memburu Langit Abadi

Memburu Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: RENDY Marcelius

Dia adalah monster yang dibuang dunia. Tapi matanya menyimpan rahasia yang membuat Langit gemetar.

Liu Xuanyuan — yatim piatu, dijuluki "Monster Bermata Ganda", hidup diabaikan di gerbang Sekte Awan Langit. Tidak ada yang tahu bahwa Pupil Ganda di matanya bukan kutukan, melainkan jendela ke segala kemungkinan yang takdir sembunyikan. Hingga sebuah cincin kuno jatuh ke tangannya, dan kebenaran tentang orang tuanya, tentang langit, dan tentang dirinya mulai terungkap satu per satu.

Dia tidak lahir untuk dipimpin. Dia lahir untuk memburu takdir yang ditulis orang lain.

Perjalanan dari penjaga gerbang yang tidak diinginkan... hingga menjadi satu-satunya yang berani menatap Langit Abadi dan berkata: "Aku tidak menerima takdirmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RENDY Marcelius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JALAN PULANG YANG TIDAK SAMA

Cahaya dari benih itu perlahan meredup, namun sesuatu yang jauh lebih dalam kini tertinggal di dalam diri Xuanyuan bukan kekuatan yang baru, melainkan kesadaran yang utuh. Ia berdiri di tengah kehampaan, dan untuk pertama kalinya, ia tidak merasa asing di tempat ini. Ia merasa... di rumah.

Lian Yue memegang tangannya. Jemarinya saling bertaut, dan di tempat yang tidak ada waktu itu, seakan ribuan tahun berlalu dalam satu tarikan napas.

"Mereka menunggu," bisiknya lembut. "Orang tuamu. Mereka menunggu kau cukup kuat untuk menemukan jalan ke sini."

Xuanyuan mengangguk, matanya menatap ke kedalaman kehampaan yang tak bertepi.

"Dan aku tahu ke mana harus pergi. Bukan ke tempat mereka bersembunyi. Tapi ke tempat mereka dikhianati. Ke tempat di mana semuanya dimulai."

Ia berbalik, dan di belakang mereka, kabut Kekosongan yang tadinya tertutup rapat kini terbelah membuka jalan yang tidak ada di peta mana pun, jalan yang hanya bisa dilihat oleh mereka yang tidak lagi terikat takdir.

"Kita pulang," katanya. "Tapi bukan ke tempat yang sama dengan yang kita tinggalkan."

Saat mereka melangkah keluar, dunia yang menyambut mereka bukan lagi lembah tersembunyi tempat Desa Tanam berada. Langitnya berbeda lebih biru, lebih jernih, dan di kejauhan, gunung-gunung menjulang dengan puncak yang diselimuti awan emas. Udara terasa lebih ringan, dan di setiap hembusan, ada aliran Qi yang halus namun tak berujung.

"Ini..." Lian Yue terhenti, matanya membelalak. "Ini Domain Langit Awal. Tempat yang diyakini hancur ribuan tahun lalu."

Xuanyuan menatap lurus ke arah istana terapung yang samar terlihat di antara awan.

"Di sinilah semuanya dimulai. Di sinilah orang tuaku hidup, mencintai, dan ditakdirkan untuk dihapus. Dan di sinilah aku akan menemukan sisa kebenaran yang belum terungkap."

Namun langit tiba-tiba bergetar. Awan emas berubah menjadi kelabu dalam sekejap, dan suara gemuruh yang berat bergema dari segala arah.

"Kau pikir keluar dari Kekosongan berarti kau bebas, anak yang hilang? Kau hanya berpindah dari satu halaman ke halaman lain. Dan bab ini... sudah kutulis sejak ribuan tahun lalu."

Xuanyuan tersenyum senyum yang dingin, tenang, dan penuh keyakinan yang tak tergoyahkan. Ia melangkah maju, dan di setiap langkahnya, bayangannya tidak lagi mengikuti tubuhnya. Bayangannya berjalan lebih dulu, membuka jalan, seakan tanah itu sendiri takut menyentuh kakinya.

"Kau boleh menulis halaman, Sang Penenun," suaranya bergema, lembut namun menembus setiap inci langit yang bergetar. "Tapi kau lupa satu hal. Kau lupa bahwa pena yang kau pegang... pernah berada di tangan orang tuaku. Dan tinta yang kau gunakan... adalah darahku sendiri."

Ia berhenti, lalu mengangkat satu tangan. Di telapak tangannya, benih yang ia terima di Kekosongan kini berubah bukan bercahaya, melainkan gelap pekat, seperti lubang kecil yang menelan cahaya di sekitarnya.

"Aku tidak akan menghancurkan ceritamu. Aku akan menulis ulang dari dalam. Dan di akhir cerita ini... bukan namamu yang akan dibaca. Tapi namaku."

Langit bergetar semakin hebat, seakan marah yang tertahan ribuan tahun akhirnya meledak. Namun Xuanyuan tidak bergeming. Ia menggenggam tangan Lian Yue di sisinya, dan bersama-sama, mereka melangkah maju menuju istana terapung, menuju masa lalu yang dikubur, menuju pertempuran yang akan mengubah segalanya.

Di kejauhan, di menara tertinggi yang tidak terlihat mata manusia, sehelai gulungan kertas tertulis sendiri dengan tinta yang gemetar ketakutan:

Bab 30: Pena yang Berbalik Menulis

Penulis: Tidak Dikenal

1
Eka P
h
Predi Siswanto
kapan kuat nya kalau kayak gini ini bukan pemburu langit tapi pemburu sampah bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!