Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 04.
Sementara itu jauh dari hutan.
Di sebuah desa kecil.
Seorang pria duduk didalam sebuah kedai sambil memperhatikan luka yang masih terlihat di bahunya, beberapa orang duduk mengelilinginya "Jadi kau benar-benar bertemu goblin?" tanya salah satu dari mereka.
Pria itu mengangguk "Ya..."
"Dan kau kalah?"
Pria itu terdiam, tangannya mengepal "...A-aku hampir mati"
Beberapa orang tertawa "Seekor goblin? Kau serius?"
Pria itu langsung membanting tangannya ke meja 'Brak!' "Jangan tertawa!" kedai mendadak hening, pria itu menarik nafas "Aku pernah bertemu goblin biasa sebelumnya.." ia menunjukkan bekas luka di bahunya "Tapi goblin ini berbeda.." wajahnya terlihat serius "Gerakan goblin itu sangat cepat, kekuatannya tidak masuk akal, saat pedang kami beradu.. aku bahkan tidak bisa menahannya"
Salah satu dari mereka mulai memperhatikannya dengan serius "Lalu bagaimana kau bisa selamat?"
Pria itu menatap mereka "...Aku menggunakan trik remeh melemparkan pasir ke wajahnya dan beruntung bisa selamat" beberapa orang terdiam, lalu pria orang itu menundukkan kepalanya "Kalau bukan karena trik remeh itu.." tangannya gemetar "..Aku mungkin sudah mati!"
Suasana kedai kembali dipenuhi bisikan "Goblin yang bisa mengalahkan seoarang petualang.."
"Di hutan sebelah mana?"
"Seberapa kuat dia sebenarnya?"
Pria itu menggeleng "Aku tidak tahu..." ia kemudian menatap keluar jendela ke arah hutan yang sangat jauh "Tapi kalau kalian bertanya padaku..." ia berhenti sebentar "...Jangan pernah meremehkan goblin itu"
Kabar tentang goblin mulai tersebar, awalnya hanya satu orang, kemudian dua orang, lalu menjadi pembicaraan para pemburu kemudian para petualang.
Tentang seekor goblin aneh yang tinggal seorang diri dan jauh di dalam hutan sana, goblin yang pernah mengalahkan seorang petualang dan semakin banyak orang membicarakannya semakin besar pula cerita itu berubah.
Tidak ada seorangpun yang tahu kebenarannya, tidak ada yang tahu seberapa kuat goblin itu dan tidak ada seorang pun yang tahu bahwa goblin yang mereka bicarakan itu akan menjadi ancaman besar bagi manusia.
...
Kembali ke cerita goblin sekarang.
Goblin kembali menjalankan kehidupannya seperti biasa yang melakukan latihan, berburu dan lain sebagainya.
Namun semakin hari ia mulai merasa ada sesuatu yang berbeda, bukan pada tubuhnya melainkan pada perasaannya. Ia sedang duduk di atas sebuah batu besar sambil memakan daging serigala, kemudia ia melihat sekelilingnya.
Sepi, tidak ada banyak serigala, tidak ada monster yang berani mendekat, bahkan hewan-hewan buas yang biasanya berkeliaran di sekitar itu sudah mulai menjauh darinya.
Goblin mengunyah daging dengan wajah datar "...Membosankan" ia melihat bangkai beberapa serigala yang baru saja ia buru, belasan serigala, semua sudah ia kalahkan tanpa mengalami luka berarti.
Ia kemudian berdiri dan melihat ke arah pohon yang sangat jauh di depannya, dibalik hutan tempat ia tinggal selama ini terdapat wilayah yang belum pernah ia datangi.
Hutan dalam.
Tempat yang bahkan sejak awal ia hindari, konon katanya semakin jauh seseorang masuk kedalam hutan, semakin banyak monster dan hewan buas berbahaya yang tinggal di sana.
Goblin itu terdiam sesaat "...Mungkin di sana" tangannya mengepal "Masih ada yang lebih kuat" untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa kembali bersemangat.
Kalau hutan ini sudah tidak bisa memberinya sesuatu untuk berkembang, maka ia akan mencari tempat yang lebih berbahaya.
...
Beberapa hari kemudian, goblin berdiri di depan batas antara hutan tempat tinggalnya dengan hutan dalam.
Pohon-pohon di sana jauh lebih besar, batangnya sangatlah lebar dan tinggi hingga membuat cahaya matahari hampir tidak bisa menembus dedaunan.
Udara terasa lembap, bau tanah bercampur dengan bau busuk menyengat yang tidak pernah ia cium sebelumnya.
Krrssk...
Suara langkah kaki goblin yang terus berjalan semakin dalam, semakin jauh dan semakin gelap. Suara burung mulai menghilang digantikan oleh suara aneh dari kejauhan sana.
"Krrr..." goblin berhenti, matanya menyipit "..Suara apa itu?" ia tetap berjalan, beberapa saat kemudian tanah yang diinjaknya mulai berubah, tidak lagi kering melainkan basah dan berlumpur.
Plof.
Kakinya tenggelam sedikit lalu ia mengangkat kakinya "...Rawa?" semakin ia masuk ke dalam, semakin banyak genangan air yang muncul, beberapa pohon bahkan tumbuh dari dalam air, akar-akarnya menjalar ke mana-mana, kabut tipis menggantung di atas permukaan rawa dan bau busuk semakin kuat.
Goblin menutup hidungnya "Ugh..." ia belum pernah melihat tempat seperti ini, tiba-tiba sesuatu muncul dan mengagetkannya.
Splassh!
Sesuatu yang besar bergerak di dalam air, goblin langsung mundur dan menarik pedangnya "A-apa itu?!" air rawa berguncang kemudian sesuatu yang besat muncul dari dalamnya.
Seekor monster seperti kadal raksasa keluar perlahan, tubuhnya jauh lebih besar daripada goblin, mulutnya di penuhi oleh gigi tajam, matanya menatap lurus ke arahnya.
Grrrr...
Goblin membeku "...Be-besar sekali!" monster itu membuka mulut "GRAAAAH!" kemudian menerjang, goblin langsung berlari ke samping.
Swoosh!
Rahang monster itu hampir menggigit tubuhnya, goblin mencoba menyerang balik.
Tebas!
Sraakh!
Pedangnya hanya meninggalkan goresan kecil di kulit monster tersebut "..Keras!" monster itu mengayunkan ekornya dan berhasil membuat tubuh goblin terpental menghantam pohon "Ugh!"
Ia mencoba berdiri namun monster itu sudah ada di depannya, goblin mengangkat pedangnya dengan cepat 'Klang' pedangnya terpental "Ah?!" monster itu kembali menyerang, goblin berusaha menghndarinya tapi terlambat.
Buk!
Tubuh kecilnya terlempar ke dalam lumpur, ia terbatuk-batuk sambil berusaha bangkit tapi monster itu terus mengejarnya, goblin itu tidak punya pilihan lain selain berlari.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama ia kembali merasakan sesuatu yang sudah hampir ia lupakan, yaitu rasa takut.
Hari itu goblin kalah, besoknya kalah lagi dan terus kalah.
Ia hampir mati beberapa kali, namun ia berhasil melarikan diri, tubuhnya penuh dengan luka.
Saat ia sedang beristirahat di sebuah tempat yang cukup aman, berbaring sambil menahan rasa sakit "...Tempat macam apa ini?!" ia menatap semua luka-lukanya.
Biasanya luka seperti ini membutuhkan waktu cukup lama untuk pulih namun beberapa hari kemudian lukanya mulai membaik.
Goblin berdiri kembali menatap rawa dari kejauhan "...Aku akan kembali"
Hari demi hari berlalu goblin terus menghadapi monster yang berbeda-beda, ada monster besar yang hidup di dalam rawa, ada serangga raksasa, ada ular yang tubuhnya hampir sebesar pohon disini, ada monster yang memiliki cakar panjang dan mampu bergerak sangat cepat di dalam kabut.
Dan setiap hari goblin kalah, terkadang ia berhasil melarikan diri, terkadang tubuhnya penuh luka parah, terkadang ia bahkan tidak mampu berdiri.
Namun anehnya...
Setiap ia kembali menghadapi para monster yang sama, pertarungannya sedikit berbeda, monster kadal yang dulu menjatuhkannya dengan satu serangan kini serangannya bisa ia tahan, cakar yang dulu tidak bisa ia hindari sekarang bisa ia lihat lebih cepat.
Pedangnya yang dulu hanya mampu meninggalkan goresan kecil kini mampu menembus kulit monster tersebut.
Sraakh!
Darah mengalir "...Berhasil!" monster itu mengaum dan kembali menyerang, namun kali ini goblin tidak mundur, ia melompat menghindar lalu berputar sambil menusukkan pedangnya.
Jleebh!
Monster itu mengaum kesakitan, lalu goblin menarik pedangnya dan mundur, nafasnya berat tapi kali ini dia menang.
...
Dua bulan lebih telah berlalu goblin mulai terbiasa dengan rawa, tubuhnya yang dulu kesulitan bergerak di lumpur kini mampu bergerak jauh lebih cepat, matanya mulai terbiasa dengan kabut, telinganya menjadi lebih peka terhadap suara di dalam air.
Ia juga sudah terbiasa dengan bau busuk dan udara lembab yang sebelumnya membuatnya tidak nyaman.
Bukan hanya itu saja, tubuhnya juga mulai terbiasa dengan racun-racun dari beberapa tumbuhan dan mahluk hidup di sana, namun ada satu hal lain yang mulai ia sadari.
Rasa lapar yang tinggi, ia baru saja menghabiskan daging dari monster yang ia kalahkan, namun perutnya masih terasa kosong "...Masih lapar?" ia melihat sisa daging di depannya sudah habis, ia mengusap perutnya "Padahal aku baru makan.." ia tidak tahu kenapa.
Semakin kuat tubuhnya, semakin banyak pula yang dibutuhkan tubuhnya, makanan, air, nutrisi dan semuanya meningkat.
Awalnya ia menganggapnya hanya karena latihan yang semakin berat, namun lama kelamaan ia mulai menyadari sesuatu.
Perubahan itu selalu muncul setelah ia menghadapi lingkungan yang lebih sulit, rawa yang penuh racun membuat tubuhnya menjadi tahan, lingkungan gelap membuat matannya semakin terbiasa, lumpur yang berat membuat kakinya semakin kuat, monster-monster yang lebih cepat membuat tubuhnya belajar bergerak lebih cepat.
Goblin terdiam "...Tunggu!" ia duduk di atas sebuah batu, kemudian mengingat semua yang telah terjadi sejak parasit aneh itu masuk ke tubuhnya.
Ia ingat bagaimana tubuhnya terasa berbeda, bagaimana kekuatannya meningkat, bagaimana ia mampu melewati batas yang sebelumnya tidak bisa dilewati.
Dia menyentuh dadanya "...Mahluk itu!" ia mulai memahami sesuatu.
Mungkin mahluk parasit aneh itu tidak memberikan kekuatan secara langsung, mungkin bukan seperti mendapatkan kekuatan secara tiba-tiba (kekuatan sistem) melainkan tubuhnya beradaptasi.
Goblin melihat tangannya "...Jadi begini caranya" ia mengepalkan tangan.
Semakin berbahaya lingkungan yang ia hadapi, semakin tubuhnya dipaksa untuk berubah.
Semakin kuat monster yang ia lawan, maka semakin tubuhnya berusaha mengejar kekuatan mereka, dan jika ia terus berada di tempat seperti ini maka dirinya akan menjadi lebih kuat.
Waktu terus berjalan, hutan dalam yang awalnya terasa seperti tempat kematian perlahan berubah menjadi tempat latihan bagi goblin.
Ia masih kalah, masih terluka, masih harus melarikan diri dari beberapa monster, namun jarak antara dirinya dan monster-monster tersebut semakin mengecil.
Setiap pertarungan mereka membuat tubuhnya berubah sedikit demi sedikit.
Meskipun tidak mengetahui apa sebenarnya parasit itu, namun satu hal yang ia pahami, ia tidak jadi kuat secara instan tapi ia bisa menjadi kuat dengan cara beradaptasi.
Selama masih ada lingkungan yang lebih keras, maka masih ada kemungkinan dirinya menjadi lebih kuat.