"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-
"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-
"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-
Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengagum Rahasia
Serena mencoba mencari kesibukan lain supaya tidak bosan selama tinggal di rumah, ia mencari tempat flower class untuk mengisi waktu luangnya. Tetangga sebelah rumahnya selalu pergi dini hari dan pulang tengah malam.
Gadis itu duduk-duduk santai di depan rumah sambil menikmati suasana di malam hari, dari kejauhan mobil Narendra sudah masuk ke halaman rumah sewa.
"Kayak ada suara orang jalan!"-gumam Serena-
"Masih jam segini kok! Bukannya dia pulang tengah malam yaa?"-ucapnya pelan-
"Kok jadi merinding begini sih"-melihat jam di ponselnya-
Ia melihat sekeliling namun tak ada orang yang lewat, rumah di sebelahnya juga masih sepi dan terlihat gelap. Hanya lampu teras rumah yang menyala terang. Tiba-tiba ia merasa seperti ada orang yang berdiri di belakangnya.
"Duhh...siapa lagi sih ini?!"-gumamnya pelan sambil melihat bayangannya-
"Kok tinggi banget?! Mirip si tiang listrik itu!!"-memberanikan diri menoleh ke belakang-
"Lahh...kok nggak ada sih!! Hadehh...kurang kerjaan banget tuh hantu!!"-celetuknya santai-
"Lagi santai malah ganggu aja!! Mau ikutan nimbrung apa gimana sih?!!"-ucapnya dengan kesal-
Bayangan tinggi itu adalah sosok Narendra, ia sengaja melakukan keisengan untuk membuat takut Serena. Namun gadis itu justru mengomel saat tahu ada yang mengganggu dirinya.
Setelahnya gadis itu masuk ke dalam rumah, baru saja berjalan beberapa langkah ada aroma wangi yang tercium olehnya. Aroma parfum pria yang sangat maskulin terbawa oleh angin malam yang dingin.
"Siapa nih yang pake parfum? Sebotol kali pakainya!!"-celetuk Serena sambil melirik ke belakang-
"Haduhh... benar-benar ganggu banget!!"-ucapnya kesal-
"Siram aja kalau tiba-tiba muncul!!"-mengambil selang air di depan rumah-
Narendra yang mendengarnya hanya bisa menahan tawa, gadis kecilnya bertingkah sangat imut dan lucu. Serena kembali duduk santai di depan rumahnya, sambil standby membawa selang air kalau tiba-tiba muncul hantu iseng di hadapannya.
Cukup lama dirinya duduk di luar, hembusan angin malam semakin menusuk tulang. Serena memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.
"Udah masuk dia! Baguslah kalau begitu"-ucapnya sambil tertawa kecil-
"Lebih baik aku duduk diluar sebentar"-mengeluarkan rokok dari saku jaketnya-
"Astaga...aku lupa lagi?!"-Serena beranjak keluar rumah sambil berlari-
"Haa!! Dia kenapa?! Pake acara lari segala"-menatap kepergian Serena-
"Semoga masih ada di sana!!"-berlari ke arah taman-
Serena mencari buku catatan kecilnya untuk jadwal flower class yang dirinya ikuti, buku itu tertinggal di taman. Namun nyatanya buku catatan itu terjatuh di jalan saat dirinya buru-buru pulang ke rumah.
Buku kecil itu di temukan dan dibawa oleh Narendra, namun dirinya tidak menyadari jika buku itu milik Serena.
"Punya siapa sih?!! Ngapain juga aku ambil!!"-melempar buku itu di meja-
"Foto?!! Bunga?!! Evellyn Arkatama?!!"-mengernyitkan dahinya-
"Evellyn?!! Siapa dia?!"-bacanya sekali lagi-
"Arkatama?!! Bukankah keluarga Arkatama hanya punya 1 anak perempuan?!!"-ucapnya sambil membaca kembali nama itu-
Serena beberapa kali mencari bukunya di sekeliling taman, namun tetap saja tak kunjung di temukan. Akhirnya memutuskan untuk kembali lagi kerumahnya.
Buku catatan itu perlahan dibuka oleh Narendra, terdapat tulisan nama "Serena Evellyn Arkatama" di bagian tengah buku.
"Jadi buku ini punya dia?"-gumamnya pelan-
"Jadwal flower class?!! Dia ikut kelas bunga?"-celetuknya pelan-
"Viktor!!! Kamu tau kelas bunga?!! Acara apaan sih!!"-tanyanya melalui panggilan telepon dengan percaya diri-
"Haaa? Kelas bunga? Maksudnya apaan Bos?"-jawabnya sambil menahan tawa-
"Bos mau ikutan kelas Bunga?!! Mungkin pengajar di tempat itu Bunga"-jelas Viktor dengan santai-
"Nggak berguna sama sekali kamu ini!!! Ngapain juga aku ikutan kelas bunga?"-ucapnya dengan nada emosi-
"Lagian kalau tanya hal-hal aneh banget"-keluh Viktor-
"Cari tahu apa itu kelas bunga?!!! Awas kalau sampai salah info!!"-ucapnya dengan tegas-
Setelah panggilan itu berakhir, Viktor mencari tahu yang di maksud oleh Bosnya. Dia mencari tahu lewat internet dan yang membuatnya lebih terkejut adalah jika itu adalah kelas untuk merangkai bunga.
Viktor di buat penasaran kenapa Bosnya menjadi membahas tentang kelas bunga, nggak mungkin juga seorang Narendra Oliver Pradipta mengikuti kelas merangkai bunga.
"Siapa yang ikut kelas bunga?"-gumamnya sendiri-
"Nggak mungkin kan Bos ikutan kelas feminim begini?!!"-memijat pelipisnya-
"Punya Bos ada aja gebrakannya! Sekalinya tertarik perempuan malah random banget orangnya!!"-menghela nafas panjang-
Serena pulang melewati rumah Narendra dengan lesu, ia lupa mengambil foto jadwal yang sudah ditulisnya. Dirinya tak menyangka jika buku itu akan hilang.
"Tumben tengah malam baru pulang?"-ucapnya dengan suara berat-
"Berisik kamu!!! Ngapain sih! Ikut campur banget"-jawabnya dengan ketus-
"Di antar siapa jam segini baru pulang?!"-tanyanya dengan sengaja-
"Huft ...denger yaaa!!! Tiang listrik sok tau! Aku lagi cari buku catatanku yang hilang di taman"-jawab Serena dengan emosi-
"Ngapain juga bawa buku catatan ke taman? Mau nagih hutang kamu?!!"-celetuknya iseng-
"Apaaa!!! Kamu pikir aku rentenir apa?!! Nggak jelas banget sih!!"-melempar Narendra dengan sandalnya-
Dengan perasaan penuh emosi, Serena langsung masuk ke rumahnya. Menghindari pertanyaan yang menyebalkan dari tetangga sebelah rumah itu.
Keesokan paginya sandal dan buku catatan miliknya sudah ada di kursi depan rumah. Sebelum di kembalikan, Narendra sempat mengambil foto jadwal flower class Serena.
"Loh...siapa yang taruh buku disini? Bukan si tiang listrik kan!"-gumamnya pelan sambil mengintip rumah di sebelahnya-
"Haish...kebetulan aja nih buku ada disini"-ucapnya pelan-
Jadwal kelas hari ini sekitar jam 10 pagi dan Serena harus datang lebih awal karena tempatnya yang sedikit jauh dari rumahnya saat ini.
Narendra mengikuti Serena sampai di tempat kursus, Ia ingin memastikan jika gadis itu sampai dengan aman.
"Gemesin banget sih anak itu"-celetuk Narendra dalam mobil-
"Astaga... lama-lama bisa gila aku"-menggigit jari tangannya sendiri-
Selesai dari flower class, Serena langsung kembali ke rumahnya. Baru beberapa langkah dirinya ditahan oleh seseorang yang membawa buket bunga dan kue coklat untuknya.
"Nona Serena?"-sapanya ramah-
"Siapa ya? Ada urusan apa?"-jawabnya sedikit jutek-
"Ada buket dan kue untuk Nona. Katanya dari penggemar rahasia Nona"-jelas pengantar buket bunga itu-
"Haaa?! Penggemar? Ada-ada saja!!"-celetuknya pelan-
Serena langsung pulang sambil membawa buket bunga dan bingkisan kue coklat, sepanjang jalan dirinya penasaran dengan orang pengirim buket bunga itu.
Bahkan di depan rumah sewanya ada beberapa bingkisan makanan dan hadiah lucu untuknya. Hal itu membuat dirinya semakin penasaran, siapa orang dibalik barang-barang yang diterimanya.
"Siapa sih orangnya? Penggemar rahasia? Ish....kok bisa sih!!"-merasa geli dengan dirinya sendiri-
"Ngapain juga kagum sama aku!! Nggak ada kerjaan aja orang itu!"-menghela nafas panjang-
Tetangga sebelah rumahnya atau bisa dikatakan Narendra selalu mengawasi pergerakan Serena, kemanapun dirinya pergi selalu saja ada hal yang membuatnya bingung siapa sosok pengagum rahasianya itu.
"Apalagi ini?! Minuman coklat?! Dari siapa?!"-melihat sekeliling rumahnya-
"Disini nggak ada kamera CCTV kan yaa?"-melihat ke sudut-sudut atas rumah-
"Nggak mungkin tetangga sebelah dong yaa"-duga Serena-
"Ishh...minta di pukul orang ini!! Berasa di awasi tau nggak sih!!!"-celetuknya dengan kesal-
Bahkan diam-diam Narendra memasang penyadap suara di rumah yang di tempati Serena. Dia ingin tau apa saja yang dilakukan oleh gadis incarannya itu.
"Ngomel terus sih dia ini! Untung lucu"-ucapnya sambil tertawa kecil-
~Ada ya orang punya pengagum rahasia malah ngomel begitu... wkwkwkwk! Agak lain emang si Rena ini~😂