NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 23

Alensky sudah memakai gaun yang dari tadi tergeletak di atas kasurnya, malam ini akan ada drama besar yang harus di mainkan di tengah keluarga Rudolf.

"Dasar Tranaka gila, kenapa juga dia menarik ku dalam masalah keluarganya, tidak tau apa kalau aku juga_"

Ting!

Seketika lampu di otaknya menyala.

"Sial, kenapa aku baru menyadari nya, dia sudah memanfaatkan ku, bukankah seharusnya aku juga bisa melakukan hal itu?, lagi pula masalah kita hampir sama" tercetak senyum lebar di bibirnya, Alensky senang bukan main seperti menang undian.

Kali ini tak ada keberatan, tak ada protes lagi, dan gaun itu terpasang cepat sekali, selanjutnya Alensky memoles wajahnya dengan make up yang lumayan bisa terlihat.

Garis wajahnya seketika berubah lebih tegas, warna merah darah lipstik yang di pakai juga merubah penampilannya seketika.

Bukan hanya itu, gaun yang awalnya tergerai rapi, di gunting untuk mendapatkan belahan yang menawan.

Saat bercermin, Alensky terkejut dengan dirinya sendiri.

"Wow, kau begitu cantik Alensky, lumayan" ucapnya pelan dengan senyuman yang sudah merekah.

Masih separoh jalan make up di wajahnya, riasan di matanya masih belum selesai saat bel pintu apartemennya berbunyi.

Alensky menyambar ponsel, lalu menekan sebuah tombol dari dalam kamar, sampai akhirnya pintu itu terbuka dengan sendirinya.

"Masuklah!" Teriak Alensky.

Tranaka yang sudah ada di ambang pintu sempat terkejut, tidak biasanya dia mendengar suara Alensky penuh semangat saat di paksa untuk menurutinya, apa gadis ini baik-baik saja?, batin Tranaka.

Masuk dan duduk di sofa, Tranaka sesekali memperhatikan sekitar, nampak biasa saja, bahkan ornamen di ruangan itu wajar-wajar saja, tidak menunjukkan kemewahan apapun.

Sampai akhirnya_

"Maaf menunggu lama" Alensky keluar dengan gaunnya.

Tranaka seperti di tarik dari dunia nyata, wajah dan penampilan Alensky di luar prediksi nya, dia seperti tak mengenali sosok bidadari yang saat ini ada di depan matanya.

"Hus, sadar!" Alensky mengangkat tangan dan mengibaskan di depan mata Tranaka beberapa kali.

Tranaka terkejut, kemudian berkedip sesaat, lalu menatap kembali.

Cantik jelas, luar biasa bahkan, begitu mempesona, riasan yang tegas masih bisa di toleransi olehnya, tapi belahan yang menunjukkan sebagian besar pahanya saat berjalan_?

"NO!" Ucap Tranaka.

"Apa?"

Alensky terkejut, tidak mengerti apa maksud perkataan Tranaka barusan.

"Ganti gaun mu, kenapa sampai robek sepanjang itu, lihat pa-hamu!" Teriak Tranaka yang jelas tidak akan rela orang lain melihatnya, apalagi menjadi tontonan para lelaki hidung belang di luaran sana.

"Kau kuno sekali, ini bagus, sengaja tadi aku gunting untuk memberi kesan_"

"Murahan?" Sahut Tranaka nampak tak senang.

"Ck, ini elegan, kenapa juga murahan" sahut Alensky merasa tak nyaman dengan kata-kata yang di lontarkan.

"Tidak ada waktu berdebat Alensky, ganti gaun mu, dan kita segera berangkat"

"Aku tidak punya, ini saja"

"Ya Tuhan!" Tranaka hanya bisa menghembuskan nafasnya, berharap jika belahan itu tidak akan semakin lebar dan membuat sesuatu di dirinya seketika muncul untuk menerkamnya, dasar wanita!. batin Tranaka.

Akhirnya kemenangan ada di pihak Alensky tentu saja, dengan langkah pasti kini berjalan di samping Tranaka.

Tidak bisa di hindari Tranaka sesekali melirik belahan samping yang sekarang terbuka normal, berharap tidak sampai melebar di ujung sana.

Namun saat Alensky masuk dan duduk di dalam mobilnya, Tranaka di buat panas dingin dengan kulit putihnya yang ter ekspos nyata.

"Shiit!"

Tranaka dengan cepat menarik gaun Alensky untuk di kondisikan.

"Kenapa?, ada yang tergoda?"

"Diam, pak Jalan!"

Perintah dari Tranaka segera di lakukan, setidaknya membuatnya lega karena sikapnya tidak terlalu tertebak oleh wanita di sebelahnya.

Dan benar sekali, Tranaka tergoda.

Malam ini Tranaka sengaja menjemput Alensky dengan menggunakan mobil yang berbeda, lengkap dengan sopirnya.

Perbincangan di mulai, Alensky setidaknya mengawali sesuatu untuk memastikan penampilan.

"Menurut mu malam ini aku bagaimana?" Tanya Alensky.

"Gila"

"Mana mungkin orang gila menjadikan seorang Tranaka sampai beberapa kali mencuri pandang, siapa yang kelihatanya tergoda duluan?"

"Alensky?!"

Sahut Tranaka mulai kesal juga, karena apa yang dikatakan Alensky tidak ada yang salah sama sekali, bahkan dirinya mati-matian harus menahan hasratnya saat sebuah pa-ha mu-lus di pertontonkan di depan mata sesaat tadi.

"Okey, aku paham siapa yang tak akan terpesona oleh keturunan keluarga Nu_"

hampir saja Alensky kebablasan, untuk segera tersadar dan menghentikan kalimatnya sebelum selesai.

Sementara Tranaka masih menunggu kelanjutannya.

"Keluarga apa?, Kenapa tidak di lanjutkan?" Tranaka kini menatap Alensky.

"Maksud ku keluarga ku, memang keluarga siapa lagi" Alensky berusaha untuk membelokkan pembahasan.

"Aku merasa ada seseorang yang menutupi sesuatu dari ku" ucap Tranaka yang sudah kembali meluruskan pandangan ke depan.

"Kalau aku terbuka kau siap melihatnya?"

Alensky dengan pelan mulai memegang kancing gaun bagian depan.

"Shit!, apa yang kau lakukan?!" Tranaka terkejut, wanita di sebelahnya benar-benar gila?, batinnya.

Dan Alensky tertawa.

Suasana berubah, yang awalnya sedikit menegangkan kini sedikit lebih santai, sang sopir yang di depan ikut tersenyum melihat kelakuan penumpangnya yang ada di belakang.

Dan Alensky merasa ini saat yang tepat untuk mengatakan sebuah kesepakatan.

"Apa yang terjadi jika malam ini sandiwara kita di ketahui?" Ucapnya tiba-tiba.

"Apa maksud mu?"

Tranaka menoleh cepat, beruntung pembatas mobil antara ruang depan dan tengah sudah di tutup sebelumnya.

"Pertunangan Tranaka dan Meriya harus dilanjutkan kembali, benar begitu?"

"Jangan macam-macam Alensky" tatapan tajam dan peringatan di berikan.

"Okey, semua aku pastikan aman jika kita sepakati satu hal lagi"

"Apa?"

Tanya Tranaka yang mulai cemas.

"Setidaknya kita bekerja sama harus saing menguntungkan bukan?, jadi aku akan bersikap manis berperan sebagai kekasih mu, dan sebaliknya kau juga harus begitu"

"Maksud mu?"

"Oma, wanita yang paling berkuasa di hidupku menginginkan ku untuk mencari pasangan, dan aku bosan dengan semua laki-laki yang disuguhkan, semuanya aneh dan membuatku pusing"

Tranaka mengangkat satu alisnya lebih tinggi, rupanya kebetulan sekali Alensky punya masalah yang serupa rupanya.

"Okey, aku setuju"

YES, Alensky tentu merasa senang dan menang, setelah dia bisa mendapat uang satu Milyar dan membayar Tranaka, dia akan terlepas dari belenggunya, dan itu artinya dia bebas dari kekuasaan Tranaka gila.

"Oh senangnya!" Teriaknya dalam hati.

Sementara itu, Tranaka juga punya rencana sendiri, dia tau jika pasti ada sesuatu di kepala wanita yang tengah tersenyum sendiri di sampingnya, seorang Alensky tidak akan mudah menyerahkan dirinya begitu saja.

"Deal?" Tanya Alensky sambil memberikan tangannya.

Tranaka tersenyum tipis dan menyambutnya, keduanya berjabat tangan seperti pebisnis yang menandatangani kontrak kerja sama.

Yuk mana nih komennya, jangan lupa LIKE VOTE dan HADIAH nya.

1
Siti Aisah
oh. astaga alensky malah menikmati 😲
ismi
ihh kok jatuhnya alen jadi murce sih kak,mau saja disosor 😄😄😄
Sinho: makasih komennya kak😍🙏
total 1 replies
Kaylaa
malah nyosor...kayak bebek....nnt ketagihan lhooo🤭
Sinho: makasih komennya kak
total 1 replies
Mundri Astuti
tuh kan sama gilanya berdua 😄
Sinho: makasih komennya kak
total 1 replies
Sinho
Hari ini Update ada kendala, masih di konfirmasi ke pihak Noveltoon ya, mohon bersabar
Widi Yanti
hari ini belum up ya kak?
Nurul Ambar
wah mungkin tranaka jodohx alensky
Sinho: Amin, semoga kak😍
total 1 replies
Mutia
Aduh Alen...knp jadi spt wanita murahan...dg gaun yg dibelah....
Sinho: Aken agak membuat sensasi kayaknya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
dasar samanya berdua ... mang jodoh nya si Ale kali yak 😛
Sinho: makasih komennya kak
total 1 replies
Siti Aisah
kurang -kurang thor lgi seru udah habis aja.. pokoknya sehat selalu🤗
Sinho: makasih kak😍🙏
total 1 replies
Siti Aisah
ternyata naka tak bisa jauh-jauh dari ci cantik ,lanjut sampai begadang aku baca nya thor.... mengejar karya mu 🤗
Sinho: Makasih kak😍
total 1 replies
Siti Aisah
jangan di paksa nnti alensky nanti kabur😄
ismi
lanjut kak,,kok sekarang cuma satu babgk kayak dulu 2/3 bab 😭😭
Sinho: sabar kak, nanti ada Doble up lagi😍
total 1 replies
Siti Aisah
lanjut pinisiran.. awas kau naka ada rahasia antra kamu dan ibu marni😜
Siti Aisah
mulai ....membuat teka teki 🤭
Siti Aisah
belum kapok tu Mak Lampir belum di hajar sm ci cantik
Siti Aisah
naka tenang alen hanya menunggu waktu nanti ci memey bakal memohon ..
Siti Aisah
hajar alen hajar akupun sudah tidak sabar🤭
Siti Aisah
sekali kibas tamat kamu memey
Siti Aisah
tidak tahu saja kalau hati alensky dan tangannya sudah ingin mengacak-acak😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!