NovelToon NovelToon
Dibayar 2M Menjadi Istri Duda Anak 1

Dibayar 2M Menjadi Istri Duda Anak 1

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:40k
Nilai: 5
Nama Author: sopiakim

Baru lulus SMA di usia 19 tahun, masa depan Aira hancur berantakan. Ayahnya berselingkuh hingga memiliki anak lain, dan mirisnya, Aira serta ibunya terpaksa tinggal seatap dengan keluarga baru sang ayah demi bertahan hidup. Tekanan batin yang luar biasa membuat sang ibu terserang stroke parah.

​Tanpa biaya pengobatan, Aira mengambil keputusan nekat: menerima penawaran 2 Miliar rupiah untuk menikah dengan Arka Danuartha, seorang duda kaya raya berumur 39 tahun yang dingin dan memiliki putra kecil bernama Elano.

​Kehidupan pernikahan beda 20 tahun ini penuh kejutan. Kepedihan masa lalu Aira dan sifat kaku Arka memicu berbagai momen canggung yang kocak sekaligus menggemaskan, terutama saat Aira belajar menjadi ibu sambung bagi Elano. Namun di balik sikap dinginnya, Arka perlahan menjadi pelindung yang menyembuhkan luka hati Aira. Dari pernikahan kontrak yang berawal dari kepedihan, mampukah cinta sejati tumbuh di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sopiakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24.Perangkap

Keesokan harinya, kediaman Danuartha disibukkan oleh persiapan menghadapi jamuan teh yang digagas oleh Nyonya Rosalia. Sesuai janjinya, Arka memanggil perancang busana langganan keluarga kerajaan serta seorang pelatih etika protokoler senior untuk mendampingi Aira di rumah.

Di dalam ruang tengah yang luas, Aira berdiri canggung dalam balutan gaun latihan. Di hadapannya, seorang wanita paruh baya berwajah kaku dengan kacamata minus—Nyonya Maya—memperhatikan setiap gerak-gerik Aira dengan tatapan mengintimidasi.

"Bahu ditarik ke belakang sedikit, Nyonya Aira. Jangan membungkuk," tegur Nyonya Maya dengan nada datar namun menuntut.

"Saat memegang cangkir porselen, jari kelingking tidak boleh ditekuk berlebihan. Dan ingat, dalam lingkaran wanita bangsawan, cara Anda tersenyum dan merespons sindiran halus adalah cerminan dari martabat suami Anda."

Aira menelan ludah, mencoba mempraktikkan setiap instruksi dengan jemari yang masih terasa kaku. Setiap kali ia melakukan kesalahan kecil—seperti cara memegang sendok teh yang salah atau posisi duduk yang kurang tegak—rasa minder di dadanya kembali berdenyut perih.

Ia merasa seperti seorang rakyat biasa yang sedang dipaksa memakai mahkota yang terlalu berat untuk kepalanya.

Arka, yang sengaja menunda keberangkatannya ke kantor untuk mengawasi dari lantai atas, melangkah turun. Pria berusia 39 tahun itu mengenakan kemeja abu-abu yang lengannya tergulung rapi.

Melihat raut tegang di wajah istrinya, Arka memberi isyarat tangan pada Nyonya Maya untuk menyudahi latihan sejenak.

"Cukup untuk hari ini," potong Arka tegas, suaranya yang berat memecah ketegangan di ruangan itu.

Nyonya Maya membungkuk sopan dan pamit mundur ke ruang istirahat.

Arka melangkah mendekati Aira yang langsung terduduk lesu di sofa. Pria itu berlutut di depan Aira, mengambil kedua tangan gadis itu yang terasa dingin, lalu mengusapnya lembut dengan jemari besarnya yang hangat.

"Mas..." bisik Aira lirih, menundukkan pandangan.

"Aira susah banget menghafal semua etika itu. Aira takut besok malah bikin Mas malu..."

Arka mengangkat wajah Aira pelan dengan ibu jarinya, menatap dalam-dalam ke dalam iris mata cokelat jernih yang tampak redup itu.

"Dengarkan Mas," tutur Arka lembut, menyalurkan rasa tenang lewat binar mata hitamnya.

"Mas memanggil instruktur bukan supaya kamu berubah menjadi orang lain, Aira. Mas hanya ingin kamu punya perisai agar tidak mudah diserang oleh wanita-wanita di sana. Kamu tidak perlu menjadi sempurna di mata mereka. Bagi Mas, ketulusanmu sudah lebih dari cukup."

Arka mendekatkan wajahnya, mengecup kening Aira sangat lama, lalu merayap turun mendaratkan ciuman hangat di bibir istrinya. Dekapan posesif dan kasih sayang Arka yang melimpah selalu berhasil memberikan sedikit hembusan kekuatan di tengah badai kecemasan Aira.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba.Ballroom Grand Hotel Danuartha tampak begitu megah dan mewah. Alunan musik klasik berpilin lembut di antara denting gelas kristal dan aroma bunga lili segar.

Puluhan wanita dari kalangan atas, istri para pejabat, pengusaha konglomerat, hingga sosialita papan atas hadir dalam balutan busana desainer bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Di sudut podium utama, Nyonya Rosalia Danuartha berdiri memegang cangkir tehnya dengan anggun. Gaun sutra berwarna marun yang dikenakannya memancarkan dominasi yang mutlak. Di sampingnya berdiri Dania, yang tersenyum culas dengan pandangan yang sarat akan dendam.

"Apakah kamu yakin gadis ingusan itu akan berani datang, Tante?" bisik Dania berlagak manis di sebelah Rosalia.

Rosalia menyunggingkan senyum tipis nan dingin. "Jika dia punya sedikit saja rasa tahu diri, dia harusnya lari. Tapi jika dia nekat datang, aku sudah menyiapkan panggung kecil untuk memperlihatkan pada Arka bahwa batu jalanan tidak akan pernah bisa disandingkan dengan berlian."

Tepat saat itu, pintu ganda ballroom terbuka lebar.

Petugas penyambut tamu mengumumkan dengan suara lantang, "Menyambut Nyonya Aira Danuartha."

Suasana ballroom yang tadinya riuh oleh bisik-bisik sosialita seketika hening. Seluruh pasang mata tertuju ke arah pintu masuk.

Aira melangkah masuk dengan perlahan. Ia mengenakan gaun malam berpotongan A-line berwarna biru malam (navy) hasil rancangan khusus dari desainer pilihan Arka. Gaun itu sangat sopan, berlengan panjang dengan aksen renda halus di bagian dada, dipadukan dengan tatanan rambut sanggul modern yang elegan. Wajahnya dipoles riasan tipis yang menonjolkan kecantikan alami dan kepolosannya.

Meskipun dadanya berdegup kencang bagaikan genderang perang dan matanya menangkap tatapan-tatapan menilai yang tajam dari sekeliling ruangan, Aira berusaha mengingat pesan Arka: Tegakkan bahumu, Aira.

Aira melangkah mendekati meja utama tempat Rosalia berada. Ia membungkuk sopan. "Selamat siang, Ibu."

Rosalia menatap Aira dari ujung rambut hingga ujung sepatu dengan iris mata yang dingin bagaikan es.

"Kamu datang juga rupanya. Kurasa Arka sudah menghabiskan banyak uang untuk memoles penampilannmu dalam semalam."

Sindiran halus tapi beracun itu langsung disambut tawa kecil tertahan dari beberapa wanita sosialita di sekitar mereka.

Aira meremas jemarinya di balik kain gaunnya, merasa dadanya seperti dihantam batu besar.

"Saya hadir untuk menghormati undangan Ibu," jawab Aira sebisa mungkin dengan suara yang tenang, walau getaran canggung tidak bisa sepenuhnya ia sembunyikan.

"Baguslah kalau kamu tahu cara menghormati," sahut Rosalia dingin.

"Karena kamu sudah menjadi bagian dari... keluarga ini, hari ini aku ingin memperkenalkanmu pada rekan-rekan yayasan. Kebetulan, tradisi yayasan kami selalu meminta anggota baru untuk memberikan kata sambutan dalam bahasa Prancis atau Inggris formal mengenai kontribusi sosial."

Deg.

Dada Aira seketika berdesir hebat. Wajahnya berubah pucat pasi.

Aira bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi, apalagi menguasai bahasa Prancis atau bahasa Inggris formal tingkat tinggi yang biasa digunakan oleh kalangan aristokrat. Ini adalah Jebakan terbuka yang sengaja dirancang Rosalia untuk mempermalukannya secara telanjang di depan puluhan media internal dan wanita papan atas.

Dania yang berdiri di samping Rosalia menyunggingkan senyum kemenangan yang amat puas. Beberapa wanita sosialita mulai berbisik-bisik bisik dengan nada mencemooh.

"Kenapa diam, Aira?" desak Rosalia dengan alis terangkat, suaranya sengaja dinaikkan agar terdengar oleh orang-orang di sekitar.

"Jangan bilang kamu bahkan tidak bisa menyusun satu kalimat formal pun? Apakah Arka tidak mengajarimu dasar-dasar diplomasi sebelum memamerkanmu sebagai istrinya?"

Bisik-bisik di ruangan makin tajam dan menyudutkan:

"Ternyata benar ya kabar burung itu, dia cuma gadis desa..."

"Kasihan Pak Arka, dapat istri tidak sepadan..."

"Bahkan tidak tahu etika bicara di depan umum..."

Aira berdiri terpaku di tengah ruangan. Rasa malu, minder, dan hinaan yang bertubi-tubi membuat air mata kepasrahan mulai menggenang di pelupuk matanya. Rasanya ia ingin lari dari ruangan megah yang penuh kepalsuan dan racun ini.

Namun, sebelum air mata Aira menetes membasahi pipinya—

Brak.

Pintu ganda ballroom kembali terdorong kuat. Derap langkah kaki yang tegap dan berat menggelegar menembus keheningan ruangan.

Arka Danuartha melangkah masuk dengan aura intimidasi yang begitu pekat dan dominan. Pria berusia 39 tahun itu mengenakan setelan jas hitam sempurna.

Wajahnya yang tegas tampak dingin membeku, sementara binar mata hitamnya memancarkan amarah yang sanggup melumat siapa saja yang berani menyentuh istrinya.

Di belakang Arka, dua pengawal pribadi dan Raymond mengekor dengan siap siaga.

Kehadiran Arka secara mendadak membuat seluruh wanita di ballroom menahan napas. Aura kekuasaan sang duda kaya raya itu seketika mengambil alih seluruh atmosfer ruangan.

Tanpa memedulikan tatapan puluhan orang atau keberadaan ibunya sendiri, Arka melangkah lurus mendekati Aira. Melihat mata istrinya yang berkaca-kaca dan tubuhnya yang gemetar pelan, dada Arka serasa disayat sembilu.

Arka melingkarkan lengan kokohnya di pinggang Aira, menarik tubuh gadis itu rapat-rapat ke dalam dekapannya di depan semua orang. Pria itu menunduk, mengusap air mata di sudut mata Aira dengan ibu jarinya yang hangat, lalu mengecup kening Aira dengan penuh kepemilikan dan kelembutan murni.

"Maaf Mas terlambat, Sayang," bisik Arka dengan suara beratnya yang melunak khusus untuk Aira.

Aira menggenggam kemeja Arka erat-erat, menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya dengan napas lega yang memburu.

Arka kemudian membalikkan badannya, menatap Rosalia dan seluruh wanita di ruangan itu dengan pandangan mata yang begitu tajam dan berbahaya.

"Ibu," buka Arka dengan nada suara dingin yang menggelegar pelan namun mematikan.

"Saya tidak tahu sejak kapan Yayasan Danuartha mengubah tradisi jamuan teh menjadi ajang untuk mengintimidasi istri saya."

Wajah Rosalia menegang seketika. "Arka! Jaga bicaramu di depan umum! Ibu hanya ingin menguji—"

"Istri saya tidak butuh diuji oleh siapa pun di ruangan ini," potong Arka tegas dan tidak bisa dibantah, matanya menyapu wajah Dania dan para sosialita yang langsung menunduk ketakutan.

"Aira adalah Nyonya Danuartha. Nilainya sebagai manusia dan sebagai istri saya tidak diukur dari bahasa asing yang ia kuasai, melainkan dari ketulusan dan kehormatan hatinya yang tidak dimiliki oleh wanita-wanita yang gemar melempar racun di sini."

Arka makin mempererat dekapannya di pinggang Aira, menatap ibunya dengan keteguhan seorang pria sejati yang tak akan pernah bisa diatur lagi.

"Jika kehadiran istri saya di tempat ini hanya untuk dijadikan bahan cemoohan," lanjut Arka dingin, "maka mulai detik ini, saya menarik seluruh pendanaan Danuartha Group untuk yayasan ini."

Pernyataan Arka bagaikan petir yang menyambar di siang bolong. Para pengurus yayasan dan Rosalia seketika terperanjat pucat pasi. Penarikan dana dari Arka berarti kehancuran bagi operasional yayasan mewah tersebut.

Tanpa menunggu balasan dari ibunya, Arka merangkul Aira, menuntun gadis itu berbalik dan melangkah keluar dari ballroom dengan penuh keanggunan dan dominasi mutlak.

Di dalam mobil mewah yang membawa mereka pergi, Aira duduk bersandar di dada bidang Arka. Pria itu masih melingkarkan lengannya erat-erat, mengecupi puncak kepala Aira berulang kali untuk menenangkan emosi istrinya.

Meski tindakan Arka siang itu begitu heroik dan membuktikan betapa besarnya rasa cinta serta kebucinan suaminya, jauh di dalam lubuk hati Aira, benih keraguan dan ketakutan justru makin tertanam tebal.

Aira tahu... Nyonya Rosalia tidak akan pernah berhenti sampai di sini. Konflik ini baru saja menaikkan tensinya, dan ikatan pernikahan mereka akan segera diuji oleh perlawanan yang jauh lebih kejam dan berbahaya dari sang ibu mertua.

_Bersambung

1
Les Tary
kirain pas dirumah nikah resmi juga ga tahunya nikah siri doang
Marina Tarigan
jgn takut tdk akan apa2 berdoalah dr ddh tahu apa yh harus dilakukan
Marina Tarigan
8 bln tfk masallah walaupun lahir kalau memang harus dilahirkan kok jgn takut pak bos
Marina Tarigan
setrlah tuan zarka sembuh dari bahaya yg mengerikan berlanjut dgn kocak terus perangai bos besar ini membuat perut sakit terus ketawa hanis gelap terang kembali
Marina Tarigan
mama pak Arka kemana ya kok gsk nampak lagi
Marina Tarigan
pria 39 tahum itu kok terus disebut2 sih kan bukan itu namanya
Marina Tarigan
sadarlah Arka tikus got sdh cengengesen mengharapkan ekor ikan teri
Marina Tarigan
jgn nanhis Aira achir pertarùngan sebentar lagi pak Arka aka. pulih
Marina Tarigan
muduh melulu kapan tenangnya
Marina Tarigan
tikus got semua uang dan kekayaan saja
Marina Tarigan
sirik semua lebih berharga tikus dp gila harta demu dilingkungan tuan Arka
Marina Tarigan
otak Dania seharusnya di blender dan kasih sm
tambak ikan biar jernih
Marina Tarigan
👍 lanjut sampai batas
Marina Tarigan
mati saja kamu Aira bodoh pergi saja kami supaya kamu dibumuh langsung oleh oranh2 yh benci kam u dengarlan suamimu
Marina Tarigan
ckapan tenang nya badai melulu anak kevil disahkan dgn ayah kandungnya yg rawat dari madih bayi nolej saja kalau gak dipenggal kepala yv mgambilnya Leamo daro ayahnya siapa yv berhak ngambil anak kecil ayahnya ada 2 saja
Marina Tarigan
ngapsin Dion bodoh kali kamu pakai akalmu Aura bukan pacarmu dulu kalian berdrmolah bersa.ma bergaul baik kamu vintsi Aira diam2 dan sekarang sdh kamu tahu lanvsung aira sdh menikah kenapa mau dizetir Dania sbgi seorang sarjana kamu bukan bodoh tapi kok ikutan Dania Arka bukan lawsnmu dek sadarlah
Marina Tarigan
sakitkan dilawan anak juga dihina didepan orang2 mknya jgn ehois ibu
Marina Tarigan
lanjut siapakah yg jancur setelah badai menerpa wanita. arogan. ehois atau Arka
Marina Tarigan
tdkkah capek mengjina Aira terus ibu yg ingin mengjancurkan batin Aira anak ibu yg akan melawsn ibu tetus mkn kejam fan tdk memikirkan perasaan ibu ibu hina Aira Arka tambah marah pd ibu mungkin tambah kejam melawan ibu sadarlah ibu
Marina Tarigan
👍👍👍 gimana zDania sombong kali kau ingin merusak harga diri keluarga Arka gimana sdh ditutup pintu kan masih sombong wanita setakah harta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!