NovelToon NovelToon
Stasiun Terakhir: S1 The Ice Wall

Stasiun Terakhir: S1 The Ice Wall

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:151
Nilai: 5
Nama Author: Ketoprak Encok

Dunia telah membeku dalam badai es abadi yang dikuasai dengan tangan besi oleh Aether Corp. Setelah adiknya tewas dibunuh secara kejam oleh pasukan korporasi, Ren yang sekarat bangkit dari ambang kematian berkat The Engine System—sebuah sistem purba misterius yang menyatu dengan jantungnya.

​Berbekal kereta rongsokan, Ren memulai pelarian maut sambil merekrut kru inti yang luar biasa: Leo (mekanik jenius), Soju (navigator handal), Yuna (koki dan dokter tangguh), serta Gavin (informan cerdas). Bersama-sama, mereka berjuang menaikkan level kereta dari rongsokan biasa menjadi mesin perang lapis baja kelas Dreadnought yang tak terbendung.

​Dari menembus Tembok Es Raksasa menuju Benua Aether Bawah yang penuh misteri, hingga melancarkan perang total melawan armada militer korporasi dan menembus jantung pusat bumi (Tartarus), perjalanan ini adalah pertaruhan hidup dan mati demi meruntuhkan tirani, menuntaskan misi balas dendam, dan merebut kembali kebebasan bagi umat manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ketoprak Encok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

Suara derit logam yang meregang terdengar begitu memekakkan telinga, berpadu dengan deru mesin reaktor kereta Vanguard yang mendadak tertahan di tengah gulita terowongan bawah tanah. Kereta itu tidak bisa maju, pun tidak dapat mundur. Seluruh bodi gerbong seolah-olah terkunci dalam cengkeraman tak kasat mata yang menjerat erat bagian roda penggerak dan pipa pembuangan uap.

Di dalam kabin utama, lampu-lampu panel kontrol berkedip dengan intensitas cahaya merah yang menyilaukan. Layar hologram utama memproyeksikan peringatan berulang-ulang, menampilkan teks berukuran besar yang berdenyut tanpa henti:

[PERINGATAN KRITIS: Gerbong Terjerat Jaring Termal-Kristal!]

[Analisis Sinyal Biologis: Mendeteksi Kehadiran Musuh Kategori Boss Sub-Tier...]

[Nama Entitas: The Ice-Web Queen (Ratu Laba-Laba Es).]

[Rekomendasi Darurat: Siapkan Sistem Pertahanan Maksimal.]

Udara di dalam kabin mendadak berubah menjadi sangat dingin. Embun es langsung menebal di balik kaca jendela kecil, membentuk pola-pola kristal rumit yang merambat cepat menutupi seluruh permukaan transparan. Bau amis ozon dan cairan kimia pembeku menyeruak masuk melalui sistem ventilasi, membuat rongga dada terasa sesak.

Gavin, yang duduk di depan terminal komputernya yang kini menyala dengan pendaran darurat, tampak mengetik dengan kecepatan yang tidak wajar. Jari-jarinya menari liar di atas keyboard, keringat dingin membasahi pelipisnya dan mengalir menetes melewati dagunya. Lensa kacamata tebalnya bergetar hebat saat ia membaca barisan data kode error yang terus bermunculan di layar.

"Sial... sialan!" geram Gavin dengan suara bergetar panik, matanya terbelalak menatap grafik integritas jaring yang melilit kereta mereka. "Jaring ini bukan sekadar serat es biasa! Ini adalah kabel polimer termal yang diperkuat dengan serat kristal bawah tanah. Semakin roda kita mencoba berputar, semakin erat ikatan jaring itu melilit poros mesin utama! Kalau kita paksa maju, as roda lokomotif bisa patah berkeping-keping!"

Di sisi lain kabin, di dekat rak penyimpanan amunisi, Leo bergerak dengan sigap namun dengan raut wajah yang dipenuhi ketegangan luar biasa. Pemuda berambut biru itu membanting penutup kotak senjata, menarik keluar meriam portabel Spark-Viper, lalu memasang modul baterai plasma ekstra ke bagian samping larasnya. Tangannya cekatan memasukkan sabuk amunisi ke dalam slot tembak, sementara napasnya memburu di balik kepulan uap napasnya sendiri.

"Gavin! Beritahu aku kelemahan struktural jaring itu dari hasil pemindaian satelit lokal!" teriak Leo di tengah suara dengung reaktor yang mulai melambat.

"Aku sedang mencarinya!" balas Gavin setengah berteriak, matanya tak pernah lepas dari layar monitor yang dipenuhi garis-garis merah berkedip. "Tapi makhluk itu... The Ice-Web Queen—ia bukan mutan biasa. Ia adalah penguasa terowongan tua ini. Sinyal biometriknya menunjukkan bahwa ia memiliki lapisan pelindung es padat dan mampu memuntahkan cairan asam pembeku yang dapat melumerkan baja dalam hitungan detik!"

Di tengah kepanikan dan kesibukan luar biasa yang melanda kabin kendali tersebut, Ren justru duduk tenang di kursi operator utamanya.

Wajahnya datar, tanpa ekspresi sedikit pun. Matanya menatap lurus ke arah layar monitor eksternal yang menampilkan kegelapan total terowongan di luar sana, tempat di mana bayangan-bayangan kaki laba-laba raksasa merayap mondar-mandir dengan suara ketukan tajam yang memantul di dinding batu.

Tanpa memedulikan teriakan panik Gavin atau kesibukan Leo menyiapkan senjata, tangan kanan Ren merogoh saku mantelnya. Dari dalam bungkus plastik vakum kedap udara, ia mengeluarkan sebuah benda bundar berwarna putih kekuningan dengan taburan gula bubuk tipis di atasnya—sebuah kue sus beku sisa perbekalan sebelumnya.

Ren membawa kue sus itu ke mulutnya, lalu menggigitnya pelan.

Kres...

Suara gigitan kecil itu terdengar sangat kontras di tengah suasana tegang penuh ancaman maut. Ren mengunyahnya dengan tenang, wajahnya tetap polos tanpa beban, seolah ia sedang duduk santai di kedai kopi alih-alih terjebak di sarang monster bawah tanah yang siap merobek gerbong mereka.

Leo, yang sedang mengangkat meriam Spark-Viper ke dekat jendela palka, tanpa sengaja melirik ke arah Ren. Melihat sang Kapten dengan santainya menikmati kue sus di tengah situasi hidup dan mati membuat urat di pelipis Leo mendadak menegang.

Kesabaran pemuda berambut biru itu akhirnya habis.

Dengan langkah cepat, Leo menghampiri kursi operator, lalu—tanpa ragu sedikit pun—ia mendaratkan sebuah hantaman telapak tangan ke bagian belakang kepala Ren dengan cukup kuat (geplak).

"Woy! Kapten!" pekik Leo dengan suara frustrasi, wajahnya merah padam karena amarah dan stres. "Kita ini sedang dikurung oleh ratu laba-laba raksasa di dalam terowongan es yang gelap, kereta kita hampir remuk, dan kau... kau masih sempat-sempatnya makan kue sus dengan wajah selugu itu?! Apa isi kepalamu sebenarnya, hah?!"

Ren tersentak kecil akibat hantaman di kepalanya. Ia menelan suapan kue sus terakhir di mulutnya, lalu perlahan-lahan menoleh menatap Leo dengan mata tajam namun tetap mempertahankan ekspresi datarnya yang khas. Tidak ada kemarahan di wajahnya, hanya rasa bingung kecil atas reaksi berlebihan rekan se timnya itu.

"Enak," jawab Ren singkat, merespons pertanyaan Leo dengan kalimat yang sama sekali tidak nyambung.

Gavin, yang duduk terpaku di depan komputernya, hanya bisa meringis lebar sambil menepuk jidatnya sendiri. Ia memejamkan mata rapat-rapat, merasa bahwa keputusan bergabung dengan kru kereta ini mungkin adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya. "Kita benar-benar sudah gila," gumam Gavin pelan pada dirinya sendiri.

Sebelum Leo sempat melayangkan protes atau omelan lanjutan kepada Ren, seluruh gerbong Vanguard mendadak bergetar hebat dengan guncangan yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya.

Bum!

Suara hantaman masif menggema dari bagian atas atap gerbong. Lampu-lampu darurat di dalam kabin berkedip liar, lalu padam seketika, menyisakan pendaran biru redup dari The Core Engine di dada Ren dan kilatan merah dari layar monitor Gavin. Suara desis cairan asam yang mendesis memakan lapisan baja atap terdengar sangat dekat, diikuti oleh suara erangan serak dan mengerikan yang keluar dari balik dinding es terowongan—suara rintihan The Ice-Web Queen yang bersiap menyambut mangsanya.

Di tengah kegelapan yang kembali mencekam, bayangan besar dengan delapan kaki panjang berselimut kristal es perlahan-lahan merayap turun menutupi seluruh kaca depan gerbong, menampakkan sepasang mata merah menyala yang menatap tajam menembus kegelapan tepat ke arah mereka.

Huhu maaf kalo gak nyambung! Soalnya aku nulisnya sesuai yang aku pikirin. Thanks udah baca

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!