sebuah kisah dua orang asing yang ditakdirkan menjadi keluarga. tanpa tau bahwa pertemuan mereka akan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zean amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 12
Hari sudah berganti malam, langit perlahan menggelap, menyisakan cahaya bulan yang menerangi jalanan yang mulai ramai. Banyak orang beralu lalang untk pulang ke rumah mereka masing masing. begitu juga Adrian.
Vrumm...
mobil mewah berhenti di depan mansion megah di hadapannya.
"tuan,.. silahkan" ucap sang sopir sopan sambil membuka pintu penumpang.
Adrian keluar dengan jas rapi yang menambah nuansa berkelas pada dirinya.
dia masuk dan langsung disambut ramah oleh istrinya, nyonya Adrian.
"mas.. kamu sudah pulang." sapa Clara berjalan mendekati Adrian memeluk dan menciumnya, so sweet.
Adrian melepaskan pelukan nya pada Clara dan mengedarkan pandangan pada sisi sisi mansion seakan sedang mencari seseorang.
Clara menyadari hal itu, dia kemudian menjawab pertanyaan yang ada di pikiran Adrian.
"Mas, Gavin akan menginap dirumah temannya malam ini. " ucap Clara.
tentu saja hal itu mendapat kerutan tidak suka dari Adrian.
"dia izin padamu? " tanya Adrian. Clara tersenyum dan membuka layar hp nya yang berisi pesan dari Gavin.
pesannya :
"hey, wanita murahan. katakan pada Adrian, gua ga bakal pulang malam ini. menginap di rumah teman". isi pesan itu.
Adrian membaca pesan itu sambil mengeluh lelah. tidak ada sopan sopannya Gavin pada mereka.
" why, mas? " tanya Clara sambil terkekeh pelan. Clara kemudian memeluk Adrian kembali.
"dia mirip dengan mu..." ucapnya.
"Clara, kau tau apa yang dia lakukan tadi pagi? " tanya Adrian ingin mengadukan perbuatan Gavin. lagi lagi Clara terkekeh
"iya, dia membuat guru private nya marah." jeda,..
"mas, jangan memerahinya ya jika nanti dia pulang. Aku tau mas ingin yang terbaik untuknya. Tapi, jangan terlalu memaksanya. Gavin masih remaja, emosinya juga masih labil dan terkadang...
keras kepala. kamu tau mas? putraku juga sama sepertinya, sama-sama keras kepala. Kalau kita terlalu menekannya, mereka bisa semakin menjauh dari kita. " ucap Clara memberi pengertian.
"lalu? apa yang harus aku lakukan Clara? ujian nasionalnya semakin dekat, dia juga harus mengerjakan ujian ujian dasar sebelum itu terjadi. tapi jika dia tidak mau belajar, bahkan ujian dasar pun tidak akan bisa dia kerjakan. " jawab Adrian lelah.
Clara tersenyum, dan menepuk pundak Adrian.
"Mas ganti pakaian, dan kita makan malam. tentang Gavin aku yang akan memikirkan nya. " ucapnya tenang.
.....
"mau lagi? " tanya Ariel, menawarkan minuman alkohol di tangannya.
"ck, udah woy. udah teler lu. gua telpon kiara klo maksa. " jawab tian sinis.
ya, Gavin sekarang bersama teman temannya di kamar asrama milik bian.
"enak juga disini,..tenang." ucap Gavin menimbang mungkin dia bisa memakai asrama saja.
"bre,.. lu ga papa bareng kita? lu ga belajar? " tanya nathan.
hanya mendapat gelengan dari Gavin, dan kembali meneguk minuman di tangannya.
bukan apa, nathan khawatir padanya. dia sangat tau seperti apa Gavin. dan menurutnya, Gavin benar-benar keterlaluan. entah apa yang membuatnya begitu membenci mama tirinya itu. secara yang nathan dengar, mama tirinya itu merawat Gavin dari anak anak hingga dewasa seperti sekarang ini. tanpa sadar, nathan menatap Gavin lama. yang di tatap hanya mengangkat alis, tanda bertanya apa yang sedang nathan lakukan.
nathan hanya tersenyum, dan menggeleng pelan.
lihat sekarang, mereka semua sudah tepar. Gavin juga sudah mulai meracau gajelas. hanya sisa nathan yang waras. ingin mengatur posisi tidur mereka, tiba-tiba hp nya berbunyi.
dilayar pipih itu muncul nama "my sister," disana. itu adalah adiknya. dia kemudian mengangkat panggilan tersebut, dan melupakan Gavin dan lainnya.
....