Jauh sebelum sejarah manusia dimulai, Dewi Angin Utara telah menjaga bumi dari balik bayang-bayang.
Namun ketika perang besar mengancam Agharta, Utara harus berpisah dari Zhuin, sosok yang telah dicintainya sejak ribuan tahun lalu.
Zhuin akan terus Ada, dengan berbagai wujudnya.
Dan setiap kehidupan, dia akan melupakan Utara.
Sementara Utara tetap mengingatnya.
Satu Dewi. Satu jiwa. Ribuan kehidupan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AraLum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6: TINGGAL DI BAWAH BUMI.
Feng Yao meletakkan tubuh kekasihnya yang sudah tidak bergerak.
Ia menatap wajah Zhuin beberapa saat.
Kemudian perlahan mengeluarkan sebuah cermin waktu.
Cermin itu memancarkan cahaya biru.
Di dalamnya terlihat kembali kejadian setelah peperangan.
Yang tersisa hanya puing-puing dan asap.
Perlahan, air mulai naik.
Bumi kembali berguncang hebat.
Gunung-gunung berapi mulai meletus hampir bersamaan.
DUARRR!
Feng Yao menepis gambar.
Ia melihat perlahan istana putih lenyap.
Sebagian Penjaga melarikan diri menuju gunung dan hutan.
Di kejauhan, Atlantis perlahan tenggelam ditelan ombak pasang.
Menara-menara putih keemasan satu per satu menghilang di bawah air.
Feng Yao terdiam.
Tiba-tiba, seorang Penjaga setia Master Yao muncul di hadapan Feng Yao.
Tubuhnya penuh luka. Ia adalah salah satu Penjaga yang berhasil selamat dari bencana itu.
“Putri...”
Feng Yao langsung menoleh.
“Kau...” Ia terlihat kaget.
“Di mana Master? Apa beliau selamat?”
“Master... berhasil kami selamatkan, Putri.”
Penjaga itu menundukkan kepala.
“Hamba datang untuk menjemput Putri dan Lord Zhuin, untuk diberikan penghormatan terakhir.”
Feng Yao terdiam.
Ia tahu maksud kedatangan Penjaga itu.
Bukan hanya untuk menyelamatkan dirinya.
Tapi juga membawa Lord Zhuin pulang untuk penghormatan terakhir.
“Di mana Master?”
“Master bersembunyi di jurang kaki Gunung Agarth.”
Mereka pun segera pergi menuju jurang Gunung Agarth. Tempat itu tersembunyi, dikelilingi tebing-tebing cadas yang tinggi dan curam.
Setelah sampai, Penjaga itu segera menghadap Master Yao.
“Master, hamba telah menjemput Tuan Putri dan Lord Zhuin untuk diberikan penghormatan terakhir.”
Feng Yao berjalan mendekati Master Yao.
“Ayah...”
Mata Feng Yao merah dan sembab.
Master Yao langsung memeluk putrinya dengan hangat.
“Ini sudah menjadi takdir, Putriku. Jangan terlalu kau ratapi.”
Feng Yao hanya terdiam dalam pelukan ayahnya.
“Sekarang bumi atas sudah rusak parah. Untuk sementara, tidak bisa ditinggali.”
Master Yao mengusap kepala putrinya.
“Kita harus tinggal di lorong bumi sampai kondisi membaik.”
Feng Yao hanya bisa mengikuti apa yang tersisa.
Buminya telah musnah.Zhuin pun telah tiada.
Tidak ada lagi Istana Putih.
kerajaan Agharta seperti yang dulu ia kenal.
Para Penjaga yang tersisa akhirnya memilih untuk tinggal di bawah bumi.
Mereka membawa apa pun yang masih bisa diselamatkan.Feng Yao hanya berdiri diam.
Menatap dunia yang pernah menjadi rumahnya.
Kini semuanya telah berubah.
Setelah beberapa lama, masa demi masa mereka lalui di bawah bumi.
Tak kurang dari enam masa telah berlalu.
Para Penjaga tidak pernah lagi keluar dari dalam perut bumi.
Mereka hanya menunggu sampai keadaan bumi atas kembali membaik.
Hingga suatu hari
Seekor burung biru tiba-tiba terbang masuk ke dalam lorong.
Para Penjaga yang melihatnya langsung terkejut.
Burung itu terbang melewati lorong-lorong Agharta, lalu hinggap di sebuah batu.
Di paruhnya terdapat setangkai daun.
Namun daun itu berbeda.
Bukan berwarna kebiruan seperti tumbuhan yang selama ini mereka kenal di bawah bumi.
Daun itu berwarna hijau.
Feng Yao yang melihatnya perlahan mendekat.
Ia menatap daun tersebut dengan heran.
“Hijau...?”
Sudah begitu lama ia tidak melihat warna seperti itu.
Ia mengulurkan tangannya.
Burung biru itu tidak melarikan diri.Malah tenang di telapak tangan Feng Yao.
Feng Yao mengambil daun tersebut dari paruhnya.
Untuk pertama kalinya setelah enam masa, sesuatu dari dunia luar telah sampai kepada mereka.
Feng Yao menatap ke arah lorong yang gelap.
“Mungkinkah... bumi atas sudah berubah?”