NovelToon NovelToon
Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Nikahmuda
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.

Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?

Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 12.

Clarissa berdiri di samping kursi makan sembari tersenyum, melihat Stephen dan Aurora melangkah datang ke meja makan.

Ia pun dengan sigap menarik kursi makan untuk Aurora duduk, Stephen melirik kursi makan yang ditarik Clarissa, ia tampak tidak berminat menaruh Aurora duduk di sana.

Stephen menarik kursi makan lainnya di depan Clarissa, dan senyum senang Clarissa sedikit memudar, melihat Stephen tidak suka duduk di kursi yang ia tarik untuk Aurora.

Tapi ia tidak sakit hati melihat sikap dingin Stephen padanya.

Stephen meletakkan putrinya duduk pada kursi yang ia tarik, dan ia duduk di kursi lainnya di samping Aurora.

"Aurora sarapan dulu, ya? setelah itu baru Papa antar kamu pergi, oke?" kata Stephen dengan suara yang lembut pada putrinya, lalu meraih sarapan yang sudah di sajikan Clarissa ke hadapan Aurora.

Clarissa tersenyum melihat cara Stephen bicara pada putrinya, dan melihat Aurora menganggukkan kepalanya menjawab Stephen.

Clarissa meletakkan tubuhnya duduk ke atas kursi, yang tadi ia tarik untuk Aurora, "Hari ini kan sabtu, sepertinya Aurora tidak masuk sekolah TK, kan? bagaimana kalau kamu tinggalkan saja dirumah bersamaku, aku akan temani dia bermain di rumah!"

"Kenapa harus ditinggalkan dirumah bersamamu? kamu ingin mematahkan tangannya yang satu lagi, ya?!" Stephen melemparkan pandangan mata dinginnya pada Clarissa.

"A.. aku.. !" seketika Clarissa menjadi gugup, karena tidak ingat sudah melukai tangan Aurora, dan ia pun tidak tahu hendak menjawab apa.

Aurora menarik tangan Stephen, dan Stephen memandang putrinya untuk memahami apa yang diinginkan putrinya itu.

"Kamu tidak ingin sarapan? baiklah, Papa ajak kamu sarapan diluar saja, ya?" Stephen mengelus kepala Aurora dengan lembut, "Ayo!"

Aurora tampak tersenyum senang mendengar jawaban Ayahnya, memahami apa yang ia inginkan.

Stephen meraih tangan putrinya itu, dan Aurora pun turun dari atas kursi, lalu mereka pergi dari sana meninggalkan Clarissa memandang mereka pergi.

Wajah Clarissa tampak cemberut melihat Aurora yang dingin padanya, dan Stephen yang lebih mengutamakan keinginan putrinya.

Perlahan raut wajah Clarissa terlihat sedih melihat mereka meninggalkannya sendirian, rasanya ia ingin menangis.

Clarissa kemudian menghela nafas dengan panjang, dan bertepatan terdengar suara panggilan dari ponselnya.

Clarissa melihat nama Jennie pada layar ponselnya.

"Halo!" jawabnya dengan wajah yang lesu, dan terlihat tidak bersemangat setelah Stephen dan Aurora mengacuhkannya.

"Jennie, Stephen sekarang sangat membenciku, bahkan aku tidak boleh dekat dengan Aurora!" kata Clarissa tanpa menunggu Jennie hendak mengatakan apa, kenapa Jennie meneleponnya.

"Kamu sudah lama menyakiti mereka berdua, jadi wajar kalau dia menunjukkan rasa tidak sukanya padamu!" jawab Jennie.

Clarissa menghela nafas lesu, "Jadi, bagaimana aku dapat memperbaiki hubungan ku dengan Aurora, kalau aku tidak boleh dekat dengannya?"

Jennie di kantornya berpikir sebentar untuk menjawab pertanyaan Clarissa, "Oh, iya! kalau Stephen sibuk, atau kerja, biasanya dia menitipkan Aurora ke rumah orang tuamu!"

Wajah Clarissa seketika terlihat senang mendengar jawaban Jennie, ia lupa tentang ke dua orang tuanya.

Satu jam kemudian.

Tok! tok! tok!!

Clarissa mengetuk pintu pekarangan rumah orang tuanya.

"Siapa?!" terdengar suara Ayah Clarissa dari pekarangan rumah mereka.

Pintu pekarangan terbuka, dan Clarissa pun melihat Ayahnya, membuat wajahnya terlihat begitu senang sekali.

Ia tersenyum dengan lebarnya melihat Ayah yang sangat ia cintai berdiri di depannya.

Clarissa merentangkan lengannya terbuka dengan lebar, "Tuan Wilson! aku sangat rindu padamu!!" seru Clarissa, lalu kemudian berlari hendak memeluk Ayahnya seperti dulu ia lakukan.

"Huh!!"

Brak!!

"Akhhh!!"

Belum sempat kakinya berlari masuk untuk menghambur memeluk Ayahnya, dengan kencang Ayahnya menutup kembali pintu.

Dan Clarissa terkejut melihat pintu yang ditutup dengan cara dibanting itu.

Bersambung.........

1
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
tu kan salah paham lagi....
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
wahh Clarissa kamu dibohongin.
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...
Dilla Fadilla
lanjut thor up yg bnyk
kymlove...
bagus Clarissa dan Stephen.. bila perlu hancurkan keluarga anak nakal itu!!
kymlove...
Stephen mana weee
Guest
crazy up thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!