Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Hari ini Raisya dan Kaila sedang makan siang berdua di kantin kantor, kedua nya berbincang banyak hal.
"Sya, ada kabar baik nih. Sepupu aku tertarik dengan mobil mu!" Kayla berkata pada Raisya.
"Benarkah itu Kay?" Tanya Raisya dengan sangat antusias.
"Bener kok Sya, dia ngajak ketemuan nanti malam sekalian mau cek kondisi mobil nya!" Ujar Kayla lagi.
"Alhamdulillah, semoga mobil nya segera laku ya. Biar aku bisa dapetin hak ku!" Raisya berkata penuh harap.
"Aminnn, semoga aja ya!" Jawab Kayla sambil menikmati makanan nya.
"Oh ya Sya, keluarga mantan suami mu masih sering gangguin kamu gak?" Tanya Kayla lagi.
"Sejauh ini gak ya, tapi gak tahu ke depan nya nanti. Mungkin mereka tidak terima karena mobil nya mas Dimas di jadikan harta gono - gini!" Raisya kembali berkata.
"Wajar dong mobil itu di jadikan gono - gini, karena memang uang muka nya dulu pake uang mu. Lagi pula, Dimas kan gak pernah ngasih nafkah sama kamu selama ini. Anggap aja itu ganti uang nafkah untuk mu!" Ujar Kayla lagi.
Ketika mereka sedang makan sambil berbicara, tidak sengaja mata Raisya melihat seseorang yang dia kenal. Orang itu bekerja sebagai pelayan di restoran ini, kebetulan orang itu juga melihat Raisya.
"Alvin,,,,!" Raisya menyebut nama mantan kakak ipar nya tersebut.
Orang yang bernama Alvin langsung berjalan mendekati Raisya, seperti nya dia dendam punya dendam dengan Raisya.
"Oh, rupa nya kamu ada di sini ya!" Alvin berkata pada Raisya.
"Bukan urusan mu aku ada di mana saja!" Jawab Raisya dengan santai.
"Raisya, kamu harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah kamu lakukan pada ku dan keluarga ku!" Alvin berkata sambil menudingkan telunjuk nya ke arah Raisya.
"Memang nya apa yang telah aku lakukan?" Tanya Raisya dengan tenang.
"Kau telah membuat keluarga ku susah, kau juga telah menghancurkan kehidupan kami!" Kembali Alvin berkata dengan geram.
"Aku hanya mengambil kembali semua milik ku, khusus nya rumah yang kalian tempati dan kalian klaim sebagai milik kalian. Jika kalian mengalami kesulitan hidup saat aku mundur menjadi donatur untuk kalian, maka itu bukan lah urusan ku!" Raisya kembali berkata dengan tenang.
"Raisya,,, kau,,,,!" Alvin bersiap mengangkat tangan nya ingin menghajar Raisya.
"Apa kau sudah tidak butuh pekerjaan ini lagi?" Tanya Raisya.
Mendengar pertanyaan Raisya, Alvin menghentikan tangan nya di udara.
"Apa maksud mu Raisya?" Tanya Alvin.
"Dengar Alvin, aku bisa saja membuat mu kehilangan pekerjaan ini. Jadi jangan macam - macam dengan ku, sekali saja kau buat ulah pada ku maka aku pastikan kali ini aku akan membuat mu menderita!" Ancam Raisya
Alvin membeku di tempat nya berdiri, dia sadar melawan Raisya hanya akan menyulitkan diri nya sendiri.
"Pergi dari hadapan kami, kau membuat kami kehilangan selera makan saja!" Kayla mengusir Alvin.
"Awas kau Raisya, aku akan membalas mu lain kali!" Ujar Alvin sambil berlalu dari hadapan Raisya.
"Dah Alvin,,,,,!" Ledek Raisya sambil melambaikan tangan nya pada mantan kakak ipar nya tersebut.
"Baru aja di bahas, eh udah muncul aja tuh orang!" Guman Kayla.
"Biarin aja lah Kay, aku juga gak takut sama mereka!" Jawab Raisya sambil menikmati makan siang nya.
*******
Malam ini, Raisya dengan di temani oleh Kayla datang ke tempat yang sudah di tentukan. Dia membawa mobil nya Dimas, sedangkan Kayla membawa mobil nya sendiri. Jadi rencana nya dia akan pulang nebeng dengan Kayla saja nanti.
"Mas Devan!" Sapa Kayla pada seorang laki - laki yang sedang duduk di salah satu meja.
"Kayla,,,, kamu sudah datang!" Devan menyambut kedatangan wanita yang menjadi adik sepupu nya tersebut.
"Mas Devan, kenalin ini Raisya. Orang yang akan menjual mobil nya!" Kayla memperkenalkan Devan dan dan Raisya.
"Saya Raisya!" Raisya menyebut nama nya sambil mengulurkan tangan nya.
"Saya Devan, silahkan duduk!" Devan mempersilahkan kedua nya untuk duduk.
Raisya dan Kayla duduk di kursi yang ada di hadapan Devan, Devan memanggil pelayan dan langsung memesan makanan danminuman untuk Kayla dan Raisya, setelah sebelum nya menanyakan apa yang ingin mereka makan.
"Baik lah, sambil menunggu kita bisa mulai tentang mobil nya!" Devan berkata tanpa basa basi.
"Iya pak Devan, biar saya jelaskan dulu ya. Mobil itu adalah jenis SUV dan masih dalam masa angsuran. Angsuran nya baru berjalan 2 tahun dengan vendor selama 7 tahun, jadi masih tersisa 5 tahun cicilan lagi!" Jelas Raisya.
Devan mengangguk kan kepala nya, lalu Raisya menjelaskan semua nya lebih detail.
"Pak Devan, anda nisa mengecek kondisi nya langsung. Saat ini saya sudah membawa mobil itu ke sini!" Raisya kembali berkata.
"Baik lah, nanti akan saya cek sendiri. Bagai mana kalau sekarang kita makan dulu!" Tawar Devan.
"Boleh, aku juga udah laper banget!" Celetuk Kayla sambil tersenyum.
Ketiga nya lalu langsung makan malam bersama sebelum memeriksa lebih lanjut tentang mobil itu, Raisya senang sekali karena mobil Dimas akan segera laku. Dan dia bisa mendapatkan hak nya kembali, walaupun itu tidak seberapa jika di bandingkan dengan apa yang telah dia korban kan selama ini.
Setelah selesai makan malam, mereka mengecek langsung kondisi mobil itu. Mobil itu masih terlihat baru dan mengkilap, karena selama ini Dimas memang merawat nya dengan baik.
"Baik lah bu Raisa saya suka dengan mobil ini, dan saya setuju dengan harga yang ibu berikan!" Devan berkata sambil tersenyum.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak pak Devan!" Raisya senang sekali mendengar nya.
"Raisya, mau uang tunai atau transfer saja?" Tanya Devan lagi.
"Transfer saja pak, biar tidak ribet dan lebih aman!" Jawab Raisya.
"Baik lah saya akan transfer sekarang juga!" Ujar Pak Devan.
Devan mentransfer sejumlah uang yang telah mereka sepakati, dan tidak lupa dia juga menyerahkan surat menyurat mobil itu.
"Terima kasih pak Devan, ini sudah malam. Saya pamit dulu!" Raisya segera berkaitan setelah menyelesaikan semua urusan nya dengan Devan.
"Sama - sama Raisya, saya juga senang bisa menemukan mobil yang sesuai dengan keinginan istri saya!" Devan berkata sambil menjabat tangan Raisya.
Raisya dan Kayla segera pergi dari sana, mereka pulang dengan menggunakan mobil nya Kayla.
"Akhir nya mobil itu laku juga ya, aku udah gak sabar lagi melihat Dimas dengan gaya nya yang selangit tapi tidak punya mobil lagi, ha ha ha!" Kayla berkata sambil tertawa.
Raisya hanya tersenyum, dia sendiri geli membayangkan ekspresi wajah Dimas. Orang yang selama ini angkuh kini tanpa mobil lagi, begitu pula dengan keluarga nya yang sombong itu.
raisya ga ktmu sm jdohnya yg lbh baik????😁😁😁....
mksh crtanya kk....smnggttt....😘😘😘
skrng nkmti aja ksmbongn klian....
udh d usir sna sni,bntr lg jg d pcat....
mkanyaaa....hdp tu mst brsykur,jgn songong....😫😫😫