NovelToon NovelToon
My Professor, Wo Ai Ni

My Professor, Wo Ai Ni

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dosen / Komedi
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.

Gen 8 klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Leerant Tahu Kelemahan Katerina

Leerant menatap layar PC nya yang hanya kosong, tidak ada tulisan di sana padahal besok hari Jumat. Hari waktu pengumpulan tugas. Dia menghela napas panjang berulang kali namun semua ide yang dibahas dengan Katerina, seolah hilang begitu saja.

"Semua gara-gara kamu bilang ketemu Tristan! Aku jadi tidak konsentrasi!" sungutnya sambil mengetuk-ngetuk kepalanya dengan pensil.

Leerant rasanya ingin melempar buku Oscar Wilde tapi dia ingat lagi ucapan Cecilia.

"Kamu dan Xiao Kate itu kesenjangannya lebar sekali! Xiao Kate lebih muda dari kamu sudah dapat gelar PhD! Kamu?"

Leerant cemberut mengingat ucapan ibunya apalagi dibilang dia anak manja dan mokondo. Haaiiishhh! Definisi harga diri dinistakan oleh ibu kandung sendiri! Leerant tahu, dia harus lebih pintar dari Katerina ... Dia tahu otaknya nyampe dan buktinya kuliah lancar tanpa harus belajar tekun.

Hanya di tesis dan mata kuliah bahasa Inggris saja yang dia jeblok.

Leerant mengacak-acak rambutnya apalagi dia membayangkan Katerina sedang bersama dengan Tristan di apartemennya. Dadanya semakin panas saja.

"Hiiiihhhh! Ayo otak! Jangan mikir aneh-aneh!" seru Leerant. "Yoooossss! Akan buktikan bahwa aku bisa membuat tugas paper!"

Jari jemarinya mulai mengetik apa yang di benaknya saat membaca buku The Picture of Dorian Gray. Leerant membayangkan saat dia berdiskusi berdua dengan Katerina. Bagaimana wajahnya tampak semangat saat Leerant mulai membuka pemikirannya tentang Dorian Gray.

Tiba-tiba Leerant mendapatkan inspirasi untuk bisa meraih hati Katerina. Bibirnya tersungging senyuman.

"Aku tahu kelemahan Katerina!"

***

Apartemen Katerina

"Jadi Tante Karina dan Oom Ravi pindah ke Taiwan?" tanya Tristan saat melakukan panggilan video ke Katerina. Pria itu sudah berada di apartemennya.

"Iya. Oom Ravi kan cukup lama di Stockholm terus sekarang dipindahkan ke Taiwan. Biar ada suasana baru," jawab Katerina sambil memakai krim malamnya.

"Tante Karina keluar dari kampus Stockholm dong?"

Katerina mengangguk. "Yang senang Rafa. Dia mengaku bosan di Stockholm jadi pengen sesuatu yang baru. Memang pendidikan di negara Skandinavia, bagus. Tapi Rafa suka sesuatu yang baru. Bahkan mau belajar bahasa Mandarin."

"Rafa belum bisa bahasa Mandarin?" Tristan tampak memasang masker wajahnya.

"Bisa sedikiiiitttt tapi. Yang jago di keluarga Swedia itu Opa Stefan dan Oom Magnus. Nggak heran sih, soalnya Oom Magnus salah satu head desainer dari Koenigsegg yang kemana-mana. Jadi sama Opa Stefan sudah dididik bisa banyak bahasa," jawab Katerina.

"Oom Magnus istrinya siapa?" tanya Tristan.

"Percaya atau nggak, saudara kakak sepupunya pangeran Swedia. Masih ada gelar princess gitu. Ketemunya juga nggak banget. Gara-gara protes mobilnya mogok dan Oom Magnus yang urus. Lady Estelle namanya," senyum Katerina.

"Padahal sepupu kamu dikabarkan dekat dengan putri Swedia kan?"

( setting cerita ini bersamaan waktunya saat Alucard diberitakan akan bertunangan dengan Margareth ).

"Mas Drakuli? Tahu tuh!" kekeh Katerina.

"Tapi keren lho Kate. Dua negara Skandinavia bisa besanan."

"Kita lihat saja besok. Apakah Mas Drakuli mau nikah sama putri Swedia atau nggak," senyum Katerina.

"Kamu kok sepertinya nggak yakin," goda Tristan.

"Mas Drakuli itu orang yang ogah menikah. Beda dua tahun dari Mas Andre tapi bumi dan langit! Mas Andre itu khas anak pertama dan putra mahkota, Mas Drakuli ... Ya gitu deh!"

Tristan tersenyum. "Sudah malam, Kate. Bobok gih."

***

Keesokan paginya

Leerant datang ke kampus dengan wajah percaya diri. Dia cukup bangga dengan dirinya sendiri karena berhasil membuat paper dan itu lebih dari seribu kata! Otaknya semalam bisa diajak kompromi dengan hatinya hingga dia berhasil mencurahkan semua pemikirannya tentang Dorian Gray dan juga sudut pandang Oliver Wilde.

Leerant tahu otaknya sangat eksakta bukan sastra tapi entah mengapa, dia merasa Katerina sangat tahu dengan kemampuan analisis dirinya. Dan dosennya itu benar! Leerant dibuat berpikir empat dimensi yang membuat dirinya paham dengan novel itu.

Dia masuk ke ruang kuliah dan melihat Bambam asyik mengobrol dengan temannya. Melihat Leerant datang, Bambam melambaikan tangannya.

"Gege! Sebelah sini!" panggilnya dan Leerant pun berjalan menuju meja yang sudah dibooking Bambam.

"Thanks Bam." Leerant meletakkan tasnya dan duduk di kursinya. Dia menunggu Katerina datang.

Tak lama gadis itu pun masuk dengan kaus turtle neck warna biru tua lengan panjang, celana jeans warna putih model cutbray dan sepatu DocMart warna maroon. Dandanan Katerina tidak terlihat seperti dosen yang bergelar PhD.

"Good morning everyone. Sudah selesai tugas kalian?" sapa Katerina sambil tersenyum.

"Sudah Laoshi," jawab mahasiswanya.

"Oke. Kumpulkan semuanya di atas meja." Katerina menatap satu persatu para mahasiswanya. Dia senang karena mereka semua membuat tugasnya termasuk Leerant.

"Oke. Sekarang kita mulai kuliahnya. Siapa yang tahu soal phonetic?"

***

Usai kuliah, Leerant bergegas keluar kampus dan menuju suatu tempat. Hujan tipis membasahi jalan-jalan tua di pinggiran kota Taipei ketika Leerant menyusuri deretan pasar loak yang hanya buka setiap akhir pekan. Baginya, tempat itu bukan sekadar pasar barang bekas, melainkan lautan sejarah. Rak-rak kayu dipenuhi buku usang, piring antik, mesin tik, hingga lukisan yang telah memudar dimakan waktu.

Di sudut paling belakang, seorang kakek penjual buku memanggilnya. "Kau suka novel detektif?"

Leerant mendekat. Tangannya berhenti pada dua buku bersampul keras yang sudah menguning. Debunya tebal, tetapi judulnya masih terbaca jelas.

The Sword of Judge Bao dan Detective Dee.

Keduanya merupakan edisi bahasa Inggris cetakan pertama. Jantung Leerant berdegup kencang. Ia membuka halaman pertama dengan hati-hati. Kertasnya rapuh, aroma buku tua langsung memenuhi udara. Di bawah halaman judul tercetak tahun penerbitan yang membuatnya nyaris tak percaya.

"Aku ambil dua-duanya."

Kakek itu tersenyum kecil. "Buku itu menunggu pembaca yang tepat."

Sore harinya, Leerant berjalan menuju kampus dimana Katerina masih mengajar. Dia membawa tas kanvas cokelat yang berisi dua harta karun tersebut.

Katerina baru saja menyelesaikan kuliah mengenai sastra era Victoria. Mahasiswa keluar satu per satu sambil membawa catatan.

Melihat Leerant berdiri di depan pintu, Katerina tersenyum. "Ada apa Leerant?"

Leerant menggeleng pelan. "Aku membawa sesuatu."

Dia meletakkan tas di atas meja dosen. Perlahan Leerant mengeluarkan buku pertama.

Katerina membaca judulnya, "The Sword of Judge Bao. Leerant… jangan bilang…"

Buku kedua ikut diletakkan di sampingnya. Detective Dee.

Katerina menutup mulutnya sendiri karena terkejut. Dia segera mengenakan sarung tangan katun yang biasa dipakai untuk menangani buku langka di perpustakaan. Dengan sangat hati-hati dia membuka halaman pertama.

Matanya membesar. "First English Edition…" Suaranya nyaris berbisik.

Dia membalik beberapa halaman lagi, memeriksa kolofon, jenis huruf, hingga cap penerbit. Tidak ada keraguan. Ini benar-benar cetakan pertama.

Katerina mengangkat kepalanya. "Kamu tahu betapa berharganya ini?"

Leerant tersenyum malu. "Aku menemukannya di pasar loak. Kupikir orang yang paling pantas memilikinya adalah kamu."

Katerina terdiam lama. Baginya, hadiah semacam ini jauh lebih menyentuh daripada perhiasan atau benda mewah. Dua novel itu adalah bagian penting perkembangan sastra detektif Tiongkok yang diterjemahkan ke dunia Barat, sesuatu yang sering ia bahas dalam kelas, tetapi hampir mustahil ditemukan dalam kondisi sebaik ini.

Dia menatap Leerant dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Terima kasih… Ini mungkin hadiah paling berarti yang pernah kuterima dari seorang mahasiswa."

Leerant tertawa kecil. "Anggap saja hadiah dariku karena mau belajar bahasa Inggris."

Katerina ikut tertawa. "Terima kasih."

***

Yuhuuu up malam yaaaaaa gaeeesss

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Septi Lahat
lee lee,, nympe di jakarta juga dirimu😁😁😁
senang liat Yelena bisa tertawa kembali,, ank cwek memang perasa banget, apalgi klo sdh mengalami peristiwa yg tragis kayk Yelena,, semangat ya Lena n Kate🥰🥰🥰
Teuing Saha🙃
Pelan² ya Lee, jika memang jodoh gakan kemana
Noey Aprilia
Ga ykin kl tristan ank kndung mreka...
gila bgt smp tega ky gt,pdhl binatang aja syng bgt sm anknya....
Laahhh...ni mnusia kklkuannya sm ky setan....😠😠😠....
km ngpn lee?????
ky jelangkung tba2 nongol.....
Marsiyah Minardi
Wowww Leerant ,gercep
Di sengaja apa ga ya pertemuan mereka
Kalau benar pelakunya keluarga Ma ,hukumnya pakai ala ala Klan Pratomo aja biar mereka minta ssndiri kematiannya
Murti Puji Lestari
astagaaaa tolee tiba tiba nongol, macam tole akamsi polda😅
amilia amel
pasti otaknya dari keluarga Ma
Mereka belum tau apa kalo ada yang menyenggol anggota keluarga Pratomo akan mendapatkan balasan seribu kali lipat🤭🤭🤭
kok tega banget nyelakain menantunya
sefi dwi handriyantin
ya ampun keluarga Tristan bener-bener mengerikan.. targetnya Kate dan Yelena tapi malah kena ke Tristan.. semoga cepat terungkap dan pelakunya segera ketangkap.. biar nyahok tu keluarga Ma.. jangan kasih ampun.. akhirnya Lee ketemu Kate.. misi mendekati janda dimulai..
Rohmatul Kusumaningayu
si leerant bandel amat tau2 udah di jkt aja nyamperin kate sama lena. mana tau pula keberadaan mereka. semoga dom, liam, dan alden segera menemukan titik terang nya
Meeta Baggio
Gilee.....kelakuan dajjal keluarga ma yaa....semoga Dom and the team bisa menemukan bukti2 yg lain nyaa. wow..
Lee akhirnya bisa ketemu dengan Kete yaa
Teuing Saha🙃
Aku juga kangen Abang ku😭
Septi Lahat
duh gemesh liat Yelena,, smg happy selalu ya kalian mama n ank gadisnya🥰🥰🥰
Ani
baca bab ini sambil dengerin lagu sesi potret 😭😭😭😭😭😭 nyesek banget
Andriani Rahmi
😭😭😭😭sesak sekali... anak sekecil itu bs bilang begitu hebat banget... 😭😭😭😭
Elsa Fanie
🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺
sri supadmi
😭
Meeta Baggio
Kita semua tau dan mengerti Kate tak mudah melepas dan menjalan kan nyaa....kamu boleh nangis lohh biar hati nya lega....tetap kuat dan semangat semua sayang kalian 😭😭😭
awesome moment
😭😭😭gower n lho. lena terpaksa liat klakuan dajjal ortu appanya. smg dom sm liam bisa menemukan bukti klakuan jahat Ma fam
Noey Aprilia
Nyesek.......tau bgt rsanya jd kate sm lena.. 😭😭😭.....
Marsiyah Minardi
Duhhh Thorrr ,jadi banjir air mataku ini 😭😭😭😭
Boleh peluk Yelena ga ?
☠ᵏᵋᶜᶟ ꋬꋪi_❄zc❖
siapa yg potong bawang merah part ini.
mewek asli saya pas Yelena meluk mama nya 😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!