Amir adalah seorang pemuda yatim piatu yang selama bertahun-tahun hidup menderita sebagai menantu yang sama sekali tidak dianggap oleh keluarga istrinya, meskipun ia sudah bekerja keras banting tulang dari pagi hingga larut malam setiap harinya. Kesabarannya diuji hingga batas maksimal ketika ibu mertua dan adik iparnya dengan kejam menendangnya ke dalam danau saat ia sedang memancing, hanya demi memaksanya menceraikan istrinya yang hendak dijodohkan dengan pria kaya. Namun, di saat Amir tenggelam dan hampir kehilangan nyawanya, ia justru membangkitkan [Sistem Check-in Memancing] yang akan mengubah jalan hidupnya yang menyedihkan menjadi seorang legenda yang bergelimang harta dan kekuatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Bukan pelampungnya yang tertarik ke bawah, tapi seluruh joran Amir tersentak keras hingga ia hampir terlempar melewati pagar kapal.
Zzzzzzzzzzrrrrt!!!
Reel pancing menjerit sangat melengking seolah roda giginya akan hancur berantakan menahan tarikan gravitasi dasar laut.
"Dapat kau kali ini!"
Amir menahan posisi jorannya dengan otot lengan yang menonjol tegang karena tekanan.
Tarikan kali ini sangat berbeda dengan Ikan Pari Magma kemarin yang meronta liar ke segala arah di dalam kawah.
Beban misterius di ujung senar ini menarik statis lurus ke bawah layaknya Amir sedang mencoba memancing sebuah gunung yang tenggelam.
"Sistem, makhluk ini sama sekali tidak meronta, tapi beratnya terus bertambah secara gila-gilaan!"
Amir mengerang menahan rasa sakit di bahu kirinya, namun Teratai Penyembuh Abadi terus meregenerasi sel ototnya secara instan dari dalam.
Ia menggertakkan giginya dan mulai memutar gagang reel dengan sisa tenaga super manusianya yang tiada habisnya.
Srek srek srek.
Pertarungan fisik yang sangat brutal ini memakan waktu lebih dari satu jam tanpa ada pihak yang mau mengalah.
Keringat bercucuran membasahi kemeja kargo Amir meskipun hawa angin laut di sekitarnya sangat dingin menusuk tulang.
Sedikit demi sedikit, benda misterius itu mulai ditarik mendekati permukaan laut hitam.
Cahaya biru terang mulai menembus kegelapan air, membuat perairan laut di sekitar yacht Amir bersinar terang benderang.
Byaaar!
Permukaan air pecah meledak saat benda itu ditarik keluar dengan paksa menuju udara bebas.
Itu bukanlah monster laut berdaging tebal atau ikan mutan raksasa berwajah menyeramkan.
Benda itu adalah sebuah senjata magis kuno peninggalan era dewa yang terlupakan.
Sebuah trisula raksasa yang terbuat dari kristal biru laut dan memancarkan petir-petir air di sekitar mata bilahnya.
Trisula itu melayang mengambang di udara bebas dan aura kesadaran kuno tiba-tiba menyapu paksa pikiran Amir.
"Siapa manusia fana rendahan yang berani menarik senjataku dari tidur panjangnya di dasar jurang kegelapan."
Sebuah suara serak dan berat menggema langsung di dalam otak Amir, membuat kepalanya mendadak berdenyut nyeri.
Amir tidak gentar sedikit pun menanggapi tekanan mental itu, ia justru melepaskan aura Intimidasi dari Keris Naga Darah Majapahit miliknya.
"Aku adalah Amir, manusia yang akan menaklukkan semua keajaiban di seluruh dunia ini!"
"Tunduk lah pada perintahku sekarang juga dasar barang rongsokan dewa!"
Amir menarik paksa senarnya hingga Trisula angkuh itu menghantam geladak kapalnya dengan sangat keras.
Brak!
Cahaya biru dari trisula itu berkedip liar seolah meronta menolak perintah dari majikan barunya.
Namun kail ajaib dari sistem menancap terlalu kuat di gagang trisula, menekan secara mutlak energi kesombongan benda kuno tersebut.
Perlahan tapi pasti, kilatan cahaya petir air itu meredup dan trisula raksasa itu menyusut menjadi ukuran tombak manusia normal.
Ding!
[Selamat, Tuan berhasil memancing Senjata Ilahi: Trisula Penakluk Samudra]
[Tingkat Kelangkaan: Mitos]
[Deskripsi: Senjata magis peninggalan dewa laut kuno yang menyimpan kesadarannya sendiri di dalam kristal intinya]
[Efek Pasif: Tuan mendapatkan kemampuan bernafas di dalam kedalaman air selamanya dan bisa mengendalikan arus ombak lautan dalam radius sepuluh kilometer]
[Apakah Tuan ingin menukarkan senjata ini seharga 1.000.000 Poin Sistem atau menyimpannya untuk diikat pada jiwa Tuan?]
Mata Amir terbelalak membaca hadiah dari sistem yang sudah benar-benar melampaui batas logika dunia manusia.
Satu juta poin berarti sepuluh triliun rupiah murni jika ia bersedia mengonversinya ke rekening bank.
Namun kemampuan pasif mutlak yang ditawarkan jauh lebih menggoda untuk dikoleksi seumur hidupnya.
"Menjadi penguasa ombak lautan dan bisa bernafas di dalam air tanpa tabung oksigen, ini adalah kemampuan yang membuatku setara dengan dewa laut Poseidon."
"Sistem, simpan dan ikat Trisula Penakluk Samudra ini kepadaku sekarang juga tanpa sisa!"
[Terkonfirmasi dengan sukses]
[Item Trisula Penakluk Samudra berhasil diikat secara permanen. Kesadaran senjata ilahi telah tunduk patuh pada Tuan]
Wush.
Trisula kristal biru itu menghilang meresap masuk ke dalam tubuh Amir, berubah menjadi sebuah tato kecil berbentuk trisula yang menyala biru di pergelangan tangan kanannya.
Seketika itu juga, Amir bisa merasakan energi lautan yang maha luas di sekitarnya mengalir tenang dalam aliran darahnya.
Ia mengangkat tangan kanannya dan mencoba menggerakkan arus air Palung Kematian hanya dengan mengibaskan tangannya pelan ke atas.
Byur!
Sebuah pilar air setinggi dua meter tiba-tiba menyembur keluar dari permukaan laut hitam mengikuti arah gerakan tangan Amir.
"Kekuatan ini sangat luar biasa dan tidak masuk akal, dunia manusia akan segera tunduk sepenuhnya di bawah kakiku."
Amir tertawa penuh kemenangan memecah keheningan lautan hitam yang kini telah menjadi taman bermain pribadinya.