NovelToon NovelToon
Kontrak Naga

Kontrak Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Seorang gadis tanpa bakat.
Menjadi aib bagi sebuah keluarga sihir api yang berkuasa.
Sebuah pengkhianatan yang menjatuhkannya ke jurang maut.

Tapi di kegelapan jurang, takdir memilihnya.
Kontrak dengan naga kuno mengubahnya menjadi wadah dari seluruh elemen.

Dari sampah keluarga ... menjadi ancaman bagi dunia.
Dari yang dibuang ... menjadi yang ditakuti.

Ini kisah tentang kebangkitan.
Ini kisah tentang KONTRAK NAGA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33 desa mati

Satu minggu perjalanan membawa mereka ke sebuah desa di perbatasan Aqualis dan Venthora. Lima anak muda itu berdiri di depan gerbang desa yang tampak sunyi.

Angin semilir menerbangkan rumput-rumput kering dan debu hitam ke langit. Mereka tercengang, terpaku di depan gerbang saat rasa hampa menyergap hati dan pikiran mereka.

"Desa ini kosong." Suara gumaman Kael memecah hening.

Mereka tiba di desa yang tidak berpenghuni. Bukan karena dibantai. Tak ada jejak pembantaian di sana. Mereka melangkah masuk, menatap kanan dan kiri jalan.

Semua penduduk menghilang, tapi rumah mereka utuh. Makanan masih tersaji di atas meja. Sebanyak dua ratus penduduk lenyap tak bersisa.

Mereka menatap tanah yang mereka pijak, terdapat jejak hitam seperti tinta yang hidup.

"Ini bukan sihir manusia," kata Elio. Wajahnya pucat, suaranya bergetar ngeri.

Mata birunya yang biasa memancarkan ketenangan kini bergetar hebat. Ia berlutut di dekat ambang pintu sebuah rumah kayu, menatap semangkuk sup yang sudah dingin, tapi belum sempat basi.

Sendoknya masih tergeletak di samping mangkuk, seolah-olah sang pemilik baru saja berdiri untuk menyambut tamu, lalu menguap begitu saja ke udara.

"Ini Kegelapan," lanjutnya setelah melihat dengan teliti apa ia rasakan di dalam rumah tersebut.

Kael menendang batu hingga hancur membentur pagar. "Iblis sialan itu benar-benar sudah terbangun dari tidur panjangnya!" Dia mendengus marah.

Rayn mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih. "Pertama kalinya dalam seribu tahun."

Sementara Darian, pemuda berwajah dingin itu telah kehilangan aura dinginnya. Matanya terbuka dan ada serpihan bening di kedua sudutnya, sepanjang memeriksa keadaan desa.

"Ini benar-benar terjadi. Kabar itu bukan isapan jempol semata. Para penduduk benar-benar hilang, desa menjadi mati," gumamnya dengan hati yang perih.

Itu terlalu cepat terjadi, padahal kabar kebangkitan Nocthus baru diketahui.

"Ke mana mereka semua pergi? Tidak ada yang tahu," gumam Elio dengan kepala tertunduk dan helaan napas yang dalam.

Eliya melangkah maju, melewati keheningan yang mencekam. Angin malam berembus lambat, membawa bau besi yang samar dan hawa pekat yang membuat bulu kuduk berdiri. Angin ini tidak terasa alami, ianya membawa bisikan tanpa suara yang memicu sakit kepala hebat.

Eliya berjongkok, menyentuh jejak hitam di tanah itu. Dingin, dan terasa menggerogoti. Rasa ngilu langsung menjalar dari ujung jarinya, terus naik ke pergelangan tangan, seolah-olah ada ribuan jarum es yang mencoba menembus kulitnya.

Eliya menarik tangannya dengan cepat dan berdiri tegak sebelum zat pekat itu sempat merayap lebih jauh.

Tanda mahkota sihir di pergelangan tangannya bergetar. Seperti ketakutan akan datangnya sesuatu dari kegelapan.

Enam tanda yang terukir di pergelangan tangan dengan berbakat macam warna itu meredup secara bergantian. Memancarkan denyut energi yang tidak stabil.

Ini pertama kalinya hal tersebut menunjukkan reaksi ketakutan yang begitu nyata. Biasanya, tanda-tanda itu selalu menjadi sumber kekuatan dan keberaniannya. Namun sekarang, ia terasa seperti beban yang siap hancur.

Lalu, suara waspada Zharvion mengiang di kepala Eliya cukup keras hingga menyentak tubuhnya.

"Itu bawahan Nocthus. Bayangan. Berhati-hatilah!"

Suara naga kuno itu terdengar lebih berat dari biasanya. Ada nada kecemasan yang jarang ia tunjukkan.

"Jangan biarkan zat itu menyentuh darahmu, Anak Muda. Bayangan tidak membunuh raga. Mereka melahap keberadaan." Suaranya kembali menggema setelah terdiam beberapa saat.

"Apa kita terlambat?" tanya Elio, berdiri sambil membersihkan debu dari jubah putihnya. Wadahnya masih terlihat tegang, tapi juga ada jejak kesedihan mendalam di sana.

"Jika dua ratus orang di desa perbatasan ini hilang dalam semalam, berapa lama sampai mereka mencapai ibu kota Aqualis?" tanyanya cemas. Aqualis adalah tempat kelahiran penyihir air.

"Kita tidak terlambat kalau kita memburu mereka sekarang," jawab Kael tegas.

Ia mengepalkan tangannya dengan kuat hingga sihir angin di dalam darahnya bergejolak. Bilah-bilah pedang yang terbentuk dari angin, berkilau di bawah cahaya bulan yang redup, memantulkan tekadnya yang membara.

"Jejak ini masih baru. Makhluk-makhluk itu pasti belum pergi jauh," katanya lagi dengan sangat yakin.

Rayn menggelengkan kepala, mencoba bersikap lebih realistis. Hanya dia satu-satunya yang terlihat tenang.

"Memburu mereka di kegelapan malam seperti ini sama saja dengan bunuh diri, Kael. Kita tidak tahu berapa banyak jumlah mereka. Satu desa lenyap tanpa ada satu pun jeritan atau tanda-tanda perlawanan. Itu artinya mereka menyerang dengan kecepatan yang tidak masuk akal," ujar Rayn menjelaskan pemikirannya.

Eliya berbalik, memandangi jalan setapak yang mengarah ke dalam hutan Venthora yang gelap gulita. Jejak hitam seperti tinta hidup itu menjalar ke sana, membelah semak-semak dan meninggalkan tanaman yang layu serta mati di jalurnya.

Hutan itu terlihat seperti mulut monster raksasa yang siap menelan siapa saja yang berani melangkah masuk.

"Jejak ini menuju Venthora. Darian, bagaimana keadaan di sana? Kau sudah memberitahu semua orang?" tanya Eliya menatap Darian yang sejak tadi terdiam.

"Aku sudah melakukannya. Apa kita akan pergi ke sana?" Darian terlihat cemas.

Eliya menggelengkan kepala dan berkata dengan pelan, "Yang dikatakan Rayn benar." Ia menjeda, menarik napas panjang.

"Tapi kita juga tidak bisa berdiam diri di sini. Keheningan desa ini adalah peringatan. Nocthus tidak hanya sedang bangkit, dia sedang mengumpulkan kekuatannya. Jika dia berhasil mendapatkan kekuatannya maka dunia ini selesai," sambung Eliya cemas.

Tiba-tiba, keheningan malam pecah oleh suara gemeresik dari arah hutan. Mereka serentak menoleh, dan bersembunyi untuk melihat siapa yang bergerak di dalam hutan sana.

Jejak-jejak hitam di tanah mulai bergerak, menggeliat seperti cacing-cacing kegelapan, lalu perlahan bangkit berdiri. Cairan hitam itu berkumpul, membentuk siluet menyerupai manusia tanpa wajah dengan mata berwarna merah menyala. Tidak hanya satu, melainkan puluhan bayangan mulai muncul dari balik pepohonan, mengepung desa yang mati itu.

Mata Elio dan yang lainnya membelalak, napas mereka tercekat di tenggorokan. Makhluk-makhluk itu benar-benar hidup.

Sementara Kael menyeringai kecil, mempererat genggaman tangannya pada udara yang menguatkan sihirnya.

"Yah, sepertinya kita tidak perlu repot-repot memburu mereka," katanya tak sabar ingin bertarung.

Elio mulai merapalkan mantra pelindung, sementara Rayn menyiapkan busur panah apinya dengan kecepatan tinggi.

Sekali lagi Eliya merasakan tanda elemen sihirnya kembali berdenyut, kali ini bukan karena takut, melainkan karena amarah yang dipicu oleh hawa murni dari Zharvion.

Satu elemen terakhir yang tersisa harus segera ia temukan, atau bayangan-bayangan ini akan memastikan malam ini menjadi malam terakhir bagi kami semua.

"Bersiaplah," bisiknya pada mereka semua, saat bayangan pertama melompat menerjang ke arah kami.

1
beybi T.Halim
kok yaa kasihan,kan ada 4 kerajaan apakah tak ikut bertempur?? atau malah sdh mati semua🙈
Aisy Hilyah: nah itu, udah ngilang semua itu
total 1 replies
beybi T.Halim
ceritanya sungguh bagus,sepanjang episode nahan nafas terus,karakter eliya sang badai benar2 tangguh,kuat dan tentunya ada sisi melow nya ,dikelilingi pangeran tampan dari 4 kerajaan, tak sabar untuk episode berikutnya👍👍👍👍👍semangat
Aisy Hilyah: terimakasih banyak 😍😍
total 1 replies
beybi T.Halim
keren👍
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Pena Quality
nice
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!