NovelToon NovelToon
RNG Absolut: Dari Pecundang Jadi Legenda

RNG Absolut: Dari Pecundang Jadi Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anime / Game / Slice of Life
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: webnakama

Kurosawa Kaito adalah pria paling sial di seluruh Jepang bukan kiasan, itu fakta yang bisa dibuktikan lewat statistik. Payung selalu ketinggalan pas hujan deras, promosi kerja direbut orang lain di detik terakhir, bahkan mesin ATM pernah menelan kartunya di hari gajian.

Semua berubah saat sahabatnya memaksanya mencoba Aeon Requiem, VRMMORPG full-dive terbaru yang sedang jadi fenomena dunia. Saat membuat karakter, Kaito yang selama ini terlalu sial untuk berharap apa pun asal memasukkan seluruh poin stat awal ke satu parameter yang paling sering diabaikan pemain lain: Luck (Keberuntungan).

Yang tidak ia sangka: sistem game ini menghitung keberuntungan bukan sebagai angka kosmetik, tapi sebagai variabel nyata yang memengaruhi drop rate, critical hit, event tersembunyi, bahkan takdir NPC. Seorang pemain yang di dunia nyata tidak pernah menang undian apa pun, kini menjadi satu-satunya orang yang ditakdirkan untuk selalu beruntung di dunia yang bukan dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon webnakama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4 — Drop yang Mustahil

Slime Kayu itu akhirnya sampe di depan Kaito, jaraknya nggak lebih dari dua meter. Bentuknya lucu sebenernya, gumpalan kayu kecil yang bentuknya kayak batu bundar ditumbuhin lumut, gerak-gerak pelan kayak roti yang lagi mengembang.

Kaito berdiri kaku, inget-inget lagi apa yang barusan Elder Tomo jelasin soal gestur nyerang. Katanya cukup gerakin tangan kayak mau nonjok ke depan, sistem bakal otomatis nerjemahin itu jadi serangan sesuai senjata yang dia pegang dan yang dia pegang sekarang cuma pedang kayu standar starter yang muncul di tangannya begitu dia masuk area tutorial.

"Oke, gampang. Cuma nonjok doang." gumamnya ke diri sendiri.

Dia maju satu langkah, ngayunin pedang kayu itu ke arah si slime dengan gerakan yang kalo jujur agak canggung dan kaku, refleks orang yang seumur hidup nggak pernah megang senjata apa pun selain pisau dapur.

Tapi begitu pedang itu nyentuh tubuh si slime, semuanya berubah drastis.

Layar di depan matanya berkedip terang, warnanya kuning keemasan, dan tulisan gede muncul ngambang di udara:

CRITICAL HIT!

Efek visualnya berlebihan banget buat serangan pertama yang canggung tadi, percikan cahaya emas nyebar dari titik pedangnya kena, suara "DENG" nyaring yang biasanya, kalo Kaito inget bener dari cerita Souma, cuma muncul pas nyerang boss level tinggi, bukan monster tutorial paling lemah sedunia.

Slime Kayu itu langsung meledak jadi partikel cahaya, ilang seketika. Nggak sempet ngelawan balik, nggak sempet ngeluarin animasi kalah biasa. Cuma... lenyap.

Kaito berdiri diem, natap tempat kosong di depannya. "...Lah?"

Sebuah panel drop muncul di depan matanya, nunjukin item yang baru aja dia dapetin. Kaito berharap paling banter dapet "Lumut Basah" atau semacam item sampah lain yang biasa didapetin dari monster level satu. Tapi yang muncul di panel itu bikin dia berkedip dua kali, mastiin dia baca dengan bener.

[Fragmen Batu Keberuntungan Kuno] Rarity: Epic Item langka yang hampir tidak pernah ditemukan di area level rendah. Konon berasal dari sisa reruntuhan sebuah kuil purba yang sudah lama terkubur.

Kaito diem beberapa detik, terus keluarin ketawa kecil yang lebih ke arah bingung daripada seneng. "Ini pasti bug."

Dari pinggir padang, Elder Tomo NPC tutorial yang tadinya berdiri anteng ngawasin dengan senyum ramah standar tiba-tiba diem sebentar, ekspresinya berubah, terus jalan mendekat dengan langkah yang, buat ukuran NPC, keliatan agak buru-buru.

"...Menarik," gumam Elder Tomo, natap ke arah panel drop yang masih ngambang di depan Kaito. "Sudah lama sekali aku tidak melihat item semacam itu keluar dari monster area tutorial."

Kaito ngangkat alis. "Emang bisa gitu ya, Pak? Maksudnya... apa ini emang bagian dari skrip lo?"

Elder Tomo diem sebentar, kepalanya sedikit miring, ekspresinya kayak lagi mikir sesuatu yang di luar dialog standarnya. "Aku... tidak yakin bagaimana menjawabnya."

Jawaban itu berasa aneh banget buat sesosok NPC tutorial yang seharusnya cuma jalanin skrip sambutan biasa. Tapi Kaito, yang masih awam total soal cara kerja game beginian, cuma nganggep itu semacam respon acak yang dirancang biar kerasa "hidup," terus ngelanjutin nyoba nyerang monster lain di sekitarnya buat mastiin apa yang barusan itu emang cuma kebetulan.

Nggak jauh dari situ, dua orang pemain baru lain lagi latihan juga, satu cewek berambut pendek yang lagi nyerang Slime Kayu lain dengan tongkat sihir, satu cowok gempal yang keliatannya lagi nyoba-nyoba kombinasi serangan. Keduanya sempet noleh pas denger suara "DENG" nyaring tadi.

"Eh, lo denger itu?" bisik si cewek ke temennya.

"Denger. Itu suara critical buat monster tinggi kan? Kok bisa dari area tutorial?"

Mereka berdua ngelirik ke arah Kaito, terus balik lagi ke aktivitas masing-masing, walau sesekali masih curi-curi pandang.

Si cowok gempal yang rupanya nggak tahan penasaran, akhirnya jalan mendekat sambil nyengir canggung. "Bro, lo baru banget kan? Item apaan tuh yang barusan nongol?"

Kaito yang masih setengah nggak percaya sendiri, nunjukin panel drop-nya. Cowok itu natap layar itu sebentar, terus matanya membelalak. "Anjay, itu Epic rarity? Gila, gue udah main tiga hari dan paling banter dapet item Uncommon doang."

"Serius? Gue kirain ini emang wajar buat pemain baru," kata Kaito, jujur.

"Wajar dari mana coba, gue tuh udah farming di sini dari kemaren, item paling bagus gue cuma pedang kayu upgradean dikit. Lo baru masuk terus langsung dapet ginian?" cowok itu ketawa nggak percaya.

Si cewek berambut pendek ikut nimbrung, ekspresinya campuran antara heran dan sedikit iri yang coba disembunyiin. "Beruntung banget lo, ya."

Kaito cuma bisa nyengir kikuk, nggak tau harus jawab apa. Buat pertama kalinya seumur hidup, kata "beruntung" dialamatkan ke dirinya, dan rasanya asing banget, kayak baju orang lain yang kekecilan buat dia pakai.

Kaito coba lagi ke monster ketiga, setengah buat mastiin, setengah buat ngalihin obrolan yang mulai bikin dia canggung.

Dia ayunin pedangnya lagi.

CRITICAL HIT!

Sama persis. Cahaya emas, suara nyaring, slime meledak jadi partikel dalam sekali pukul. Dan panel drop yang muncul kali ini nunjukin item lain bukan yang sama kayak tadi, tapi tetep aja kelihatan langka, lengkap sama border ungu di sekelilingnya yang biasanya nandain rarity tinggi.

[Kalung Benang Nasib] Rarity: Rare Aksesori sederhana yang konon dulu dipakai peramal untuk membaca arah takdir. Efek: +5% peluang menghindari serangan pertama dalam pertarungan.

Kaito berdiri diem, natap dua item langka yang baru aja dia dapetin dalam dua kali serangan doang, sementara di seluruh dunia game ini, ribuan pemain lain termasuk Souma yang udah main dua bulan mungkin belum pernah dapet item serupa sekalipun.

"Ini... beneran bug kan?" gumamnya lagi, kali ini lebih ke diri sendiri, suaranya agak gemetar antara excited dan parno.

Dia coba lagi ke monster berikutnya. Hasilnya sama. Ke monster kelima, keenam. Sama lagi. Setiap kali pedangnya nyentuh musuh, entah gimana caranya, selalu berujung critical hit dengan drop yang jauh di atas rata-rata buat area selemah ini.

Elder Tomo yang dari tadi ngawasin dari jarak deket dengan ekspresi yang makin lama makin susah dibaca, akhirnya nyeletuk lagi. "Petualang... boleh aku bertanya sesuatu?"

"Silakan," jawab Kaito, masih setengah fokus ke panel inventory-nya yang sekarang udah penuh sama item-item berwarna ungu dan warna emas yang setau dia dari omongan Souma semalem, biasanya butuh usaha berminggu-minggu buat didapetin.

"Bagaimana kau mengalokasikan atributmu tadi?"

Kaito ngangkat kepala, ngeliat Elder Tomo dengan tatapan curiga. "Kenapa emang?"

"Tidak apa-apa," kata si NPC, senyumnya balik lagi ke mode ramah standar, walau ada sesuatu di nada suaranya yang kerasa nggak sepenuhnya santai. "Hanya penasaran."

Kaito, yang nggak nangkep ada apa-apa di balik pertanyaan itu, jawab jujur aja. "Gue taro semua ke LUK. Iseng doang sih, soalnya katanya stat itu nggak berguna."

Elder Tomo diem sebentar, lama banget sampe Kaito ngerasa agak canggung sendiri. Terus si kakek NPC itu ngangguk pelan, kayak lagi nyimpen informasi itu di suatu tempat yang jauh lebih dalem dari sekadar percakapan tutorial biasa.

"Menarik sekali," katanya lagi, sebelum akhirnya mundur ke posisi semula, ninggalin Kaito yang makin bingung sendiri.

Kaito buka panel inventory-nya lebar-lebar, ngeliatin semua item yang udah dia kumpulin cuma dalam waktu kurang dari sepuluh menit di area yang seharusnya paling gampang dan paling nggak berharga di seluruh dunia game ini. Dia inget ada fitur wiki bawaan sistem yang bisa dipake buat ngecek info item, jadi dia coba tap salah satu item paling langka yang dia dapet.

[Fragmen Batu Keberuntungan Kuno] Estimasi drop rate dari monster area tutorial: 0.0003% Belum pernah tercatat berhasil didapatkan oleh pemain manapun di server ini.

Kaito natap angka itu lama banget, sampe rasanya kayak angka-angkanya mulai kabur di depan matanya.

Nol koma nol nol nol tiga persen. Dan dia dapet itu di serangan pertamanya. Bukan cuma sekali tapi empat item langka lain juga nangkring rapi di inventory-nya, semuanya dengan angka persentase yang sama-sama absurd kecilnya.

Sepanjang hidupnya, Kaito selalu jadi orang yang kalah di setiap taruhan kemungkinan, sekecil apa pun itu. Dan sekarang, buat pertama kalinya, dia lagi berdiri di sisi yang berlawanan, sisi yang bahkan menurut sistem game itu sendiri, secara statistik hampir mustahil terjadi.

Dia nggak tau harus seneng atau justru makin was-was. Tangannya masih agak dingin pas nutup panel wiki itu, kayak ada bagian dari dirinya yang otomatis nyiapin diri buat kejutan buruk yang biasanya nyusul setelah hal bagus kejadian.

Karena kalau hidupnya udah ngajarin satu hal, itu adalah: sesuatu yang keliatan terlalu bagus buat jadi nyata, biasanya emang bukan buat dia.

Tapi buat sekarang, seenggaknya, item-item langka itu masih nangkring rapi di inventory-nya. Nggak ilang, nggak diambil paksa, nggak berubah jadi lelucon kayak biasanya. Dan itu aja udah cukup bikin dia berdiri diem beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya, coba nyerna kenyataan yang belum pernah dia rasain seumur hidup.

1
Zyren Vale
ikut meramaikan 🔥
Zyren Vale
kena kutukan nih
Zyren Vale
inti bumi kah
Tio Buki
Hadiah untukmu thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Semangat ya thor🙏👍💪
Tio Buki
Lanjut
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Mampir gan👍👍👍👍
Tio Buki
Hadiah untukmu thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Ngak tau saya, yang hanya buang buang waktu saja
Tio Buki
Mungkin nama spesial
Tio Buki
Apa itu
Tio Buki
Tidak mengapa
Tio Buki
Bumi ya
Tio Buki
Siapakah dia
Tio Buki
Wow
Tio Buki
Seberapa jau kah
the virtuso
saling support yah thor👍
Giooooo
Keren ceritanya thorku 💪
Author Melda
salah suport kak mampir yah ke novel ak KKN DESA MATI👍
Author Melda: terimakasih kak👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!