NovelToon NovelToon
Petualangan Mayanza

Petualangan Mayanza

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:721
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Berawal dari membaca buku yang ditemukan di lemari tua, Mayanza mempunyai kekuatan merapal mantra.
Kesalahan mengambil bunga teratai emas..
Menentukan nasib di Kehidupan Mayanza

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buku Tua yang terbakar..

"Kita akan pergi ke Ke Istana Nebula" kata Raja Yuko.

Aku ikut-ikut saja.

Pasukan berkuda di depan di pimpin panglima. Didepanku Raja Yuko dan Swanzi berserta asistennya.

Sementara aku di kawal pengawal yang kemarin selamat dari hutan.

Perjalanan berkuda kami menghabiskan waktu satu jam lebih.

Kami berhenti di pinggiran pantai.

Air laut berombak tinggi.

Kuda-kuda diberi makan.

Aku memakan bekal roti.

Duduk sendiri di bebatuan tidak membaur.

Aku menatap Swanzi yang berbincang akrab dengan Raja.

pengawal mendekat.

"Nona, apakah nona mau menambah makanan" katanya

aku menggeleng kepala.

"Tidak ini cukup, berapa lama kita akan tiba di Istana Nebula" tanyaku.

"Mungkin satu jam perjalanan lagi" jawabnya menunduk.

Ini sudah setengah perjalanan dan sudah mulai siang, matahari bersinar lebih terik dan udara kelembabannya tinggi kulitku kering.

"Apa disini ada tanaman lidah buaya" tanyaku

"Di Istana kerajan zink sekarang seharusnya banyak" kata pengawal.

"Apa ada panah dan busur yang lebih? Aku boleh pinjam" kataku melihat busur panahnya yang terbuat dari rotan berukir.

"Ada, kami membawa pasokan senjata di dalam kereta. Nanti akan aku serahkan pada nona"

"Apa Nona bisa menggunakannya"

Sudah kutebak pertanyaan ini, terakhir aku meminjam pedang aku tidak kuat mengangkatnya.

Tapi ini perang masa aku harus mati konyol.

Tanpa senjata.

"Boleh aku pinjam sebentar panahmu" pintaku.

Pengawal meminjamkan busur panahnya. Terasa ringan namun kokoh.

Aku menarik anak panah mengambil sasaranku dengan fokus.

Ternyata sasaranku meleset malah jatuh ke tanah.

Ku pungut anak panah itu.

"Jangan banyak buang tenaga, kalau kau tidak bisa jangan dipaksakan lebih baik kembali ke camp" kata Raja Yuko mendekat.

"Kalau kembali ke duniaku" kataku.

"Sudah kau lakukan semalam bukan" tatapnya dingin.

Sialan!! Aku ketahuan.

"Yang pasti aku bertanggung jawab kembali" kataku lagi.

kutinggalkan Raja Yuko sendiri.

**

Kabut tebal tampak bangunan istana tua.

kabut keabu-abuan.

Derap kaki kuda mendekat jembatan kayu.

Jembatan kayu itu diturunkan perlahan, suara berderit rantai di turunkan.

Istana Nebula apa ada Raja lagi disini.

Pasukan maju melewati jembatan.

Membuka pedang dari bungkusannya untuk siaga.

Kabut tebal, pandangan fokus sangat pendek kurang lebih 2 meter.

Busur panah yang baru dan anak panah melingkar di bahuku.

Dadaku berdegup kencang, langkah pelan kuda menambah ketegangan.

"Kamu Takut" kata Swanzi dari depan melihatku dengan senyum yang menyeramkan.

memasuki gerbang suasana tidak tambah terang...

Malah gelap.

Jembatan ditarik menutup pintu gerbang.

Raja Yuko turun dari kuda.

Kami mengikat kuda.

"Hormat hamba baginda" kata Seorang Pria tampan berkulit putih pucat berjubah putih dan seorang wanita berambut lurus dengan jubah putih mengajak Raja Yuko untuk masuk ke istana.

Aku menebak-nebak ini siapa. Mengikuti dari belakang dan memperhatikan gerak gerik sekitar.

"Nona, sebaiknya saya yang pegang busur dan anak panah ini berat" kata pengawal

"Tidak apa" kataku menolaknya.

Kupandangi istana yang luas bagai kastil tua.

Ornamen di dalam istana terdapat ukiran dan patung-patung tetua.

Aku berhenti melangkah disana ada gambar-gambar raja terdahulu berjejer rapi.

Kutatap dengan jelas Raja Yuko VII.

"Nona... Nona dipanggil" kata Pengawal yang menemaniku.

"Ya.. " aku mendekat.

"Jadi ini orangnya" kata Pria berbaju putih itu.

"Mayanza... " aku mengulurkan tangan dia bingung.

Aku lupa disini berkenalan dengan menunduk.

Raja Yuko menepis tanganku.

Aku akhirnya menunduk.

Melirik Raja Yuko di sebelah.

"Aku Pangeran Kohi dan ini permaisuriku" katanya memperkenalkan diri.

"Senang bertemu dengan anda, eh yang mulia" kataku kaku lalu menutup mulut tidk sengaja.

"Ceroboh." Kataku dalam hati.

"Kami juga senang bertemu denganmu, sudah lama kami menantikan kedatanganmu" jawabnya.

"Hentikan basa-basinya" kata Raja Yuko menoleh padaku.

Aku melirik mata kesal.

Sungguh tidak ada harga dirinya tabib yang terpilih ini, pikirku.

"Kapan terakhir mereka menyerang?" kata Raja Yuko

"Kemarin sore" kata Pangeran Kohi.

Siang sudah lewat, kami dihidangkan makanan.

Aku tidak selera makan, karena makanan mereka daging. Masakan kurang matang, daging juicy kemerahan sementara Swanzi lahap makan steak di sampingku.

Wajah Permaisuri sangatlah pucat.

Setelah makan,

"Maafkan hamba, apakah Yang Mulia kurang sehat? Maaf kalau hamba lancang" tanyaku dengan sopan.

"Iya, aku kurang enak badan beberapa hari ini sering mual" kata Permaisuri.

"Boleh aku periksa detak jantung Yang Mulia? " tanyaku.

Jantungnya tidak ada detakan.

Aku terkesiap.

Diam sejenak.

Aku menoleh ke arah Swanzi.

Dia hanya berjalan santai dengan jubah panjangnya yang menyapu lantai istana mondar mandir menikmati keindahan Istana Nebula.

"Bagaimana? " tanya putri.

"Putri harus banyak istirahat" kataku

"Ya... Mungkin karena aku sedang hamil" katanya mengusap perutnya.

"Ya... Perbanyak makan buah-buahan segar dan minum susu" kataku menggunakan ilmu dasar makanan bergizi.

"Baiklah... " katanya

"Tapi disini sudah lama tidak ada buah segar" katanya lagi.

"Ini apel untuk putri semoga putri suka" kataku menyerahkan apel yang kubawa, masih segar.

Putri tersenyum senang mengenggam apelku.

"Terima Kasih Mayanza" katanya

Aku menunduk memberi hormat.

**

"Sepertinya kalian akrab" kata Raja Yuko.

"Siapa!? " aku menunjuk diriku dengan jari ke hidung.

Berpura-pura tidak tau maksudnya.

"Tolong... " pengawal berlari ke istana.

Di luar istana mahluk berbentuk kelelawar raksasa dengan mata merah sedang mengunyah seorang pengawal, kelelawar mengisap darahnya.

Swanzi maju kedepan melukai sayapnya.

Kelelawar itu mengamuk mengeluarkan suara jeritan.

Langit berkabut itu menghitam.

Udara terasa lebih berangin.

Kepakan sayap bersuara mendekat.

Kami di serang monster kelelawar.

Pengawal masing-masing melawan dengan pedangnya.

aku ingat aku punya panah, dari balik tiang istana aku tembakan busurku meleset.

Kedua kali hampir mengenai perwira yang mau menebas ku kemarin.

Aku berusaha fokus bahuku di cengkram kaki kelelawar.

aku di bawa terbang tinggi... Sampai ketinggian diatas atap istana busur panah emas melesat memanah tubuh kelelawar aku jatuh...

sebelum ketanah aku sudah diamankan sinar biru milik Swanzi.

"Merepotkan.. Masuk istana" teriak panglima.

Aku tidak mau mengalah.

Akhirnya aku mengeluarkan mantra yang terpatri di pikiranku.

Ku gabungkan kedua lenganku... Membentuk bunga teratai di angkasa cahaya emas terang memecahkan gerombolan kelelawar yang ada di atas istana kurentangkan tangan bunga itu pecah... Kelelawar hancur menjadi abu awan berubah terang dengan asap keabuan yang memudar.

sementara di halaman istana mereka masih bertarung dengan kelelawar yang tersisa.

Aku tetap percaya diri membidikkan panah kearah Kelelawar terbesar yang dilawan Raja Yuko dan Pangeran Kohi.

Tubuh Kelelawar itu terluka dan mengeluarkan darah banyak, sebelah kakinya sudah terputus sayapnya koyak.

Swanzi merapalkan mantra. Raja Yuko melompat menebas kepala Kelelawar.

kelelawar tumbang namun kakinya sempat mencengkram kuat tubuh Pangeran Kohi ikut ambruk jatuh dan terluka.

Bahunya terkoyak terluka parah.

Aku menjatuhkan panahku berlari...

Pengawal berlari membawa masuk Pangeran Kohi.

Nafasnya terlihat lemah.

Permaisuri menangis.

Aku mengeluarkan peralatan dari buntelan

tas kain sutra ku. Ada racikan bunga teratai yang sudah kusiapkan kuoles ke bahu Pangeran Kohi.

kurapalkan mantra luka Pangeran Kohi sembuh, aku lega.

dan tidak aku duga, seorang dari belakangku memanah sesuatu yang nembus perutku.

Aku muntah darah.

Jatuh tengkurap.

Tenagaku habis.

Kudengar suara teriakan. Tubuhku di guncang-guncang.

Apakah aku mati??

**

Aku berjalan di sebuah lorong...

Gelap berkabut...

Sementara baju yang kukenakan jubah putih yang panjang.

Aku berjalan lurus kedepan, di tuntun cahaya terang di depan lorong gerbang tapi perjalananku terasa sangat jauh.

Kulihat Cahaya terang gerbang terbuka di jaga kedua pengawal yang menyilangkan tombaknya masing-masing menghalangi pintu.

Aku mau masuk..

"Belum saatnya, jangan pergi" sebuah tangan raksasa dengan cahaya menyedot tubuhku kembali.

Tubuhku tersedot kuat dalam pusaran...

**

Aku terbangun.

Diatas Kasur berwarna putih... Jendela dengan gorden putih cahaya lilin.

Perutku masih terasa nyeri kulihat tidak ada luka tapi baju putihku banyak darah.

Buku Kayu Tua di meja sampingku.

"Sudah lebih baik, tidurmu nyenyak" tanya Raja Yuko datang dari arah pintu.

"B... Baik... " kataku tergagap.

Kusentuh buku di sampingku.

Belum sepenuhnya buku itu kuraih.

Buku itu diambil Raja Yuko.

Dia membukanya.

"Buku Catatan ini bagaimana bisa di tanganmu?" kata Raja Yuko.

Aku menceritakan dari mana asal buku itu sampai ada di tanganku.

Tiba-tiba dia melemparnya ke perapian, buku itu terbakar..

aku masih lemah.

ingin meraih buku itu, tapi tubuhku sangat lemah dan aku jatuh.

aku mengeluarkan air mata.

marah.

Aku sangat marah kutatap dengan amarah Raja Yuko di hadapanku. Air mataku menetes, bukan karena sedih.

Aku berbalik ke kasur dengan gemetaran.

Kulentikan jari.

Merapal mantra yang aku bisa, dengan sisa tenaga.

Kembali ke Duniaku....

**

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜...

1
Tory Ambay Satu
Mantap👍👍
Tory Ambay Satu
👍👍
Tory Ambay Satu
Semakin seru ceritanya👍
Novita Tory: terima kasih, dukung dan baca juga ceritaku yang lainnya ya🤭
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Seru banget ya, Raja Yuko😍
Novita Tory: /Chuckle/🙏
total 1 replies
Novita Tory
🤭Aku memikirkan nasib ayam berwarna putih😅🥲
Tory Ambay Satu
Bagus banget alur ceritanya 👍
Novita Tory: Makasih...
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Mantapp banget ceritanya👍
Novita Tory: makasih😊selamat membaca..
baca juga karyaku yang lain ya...
total 1 replies
Novita Tory
Lanjut untuk episode selanjutnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!