NovelToon NovelToon
Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.

Ding!

​[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]

​[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]

​[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Di dalam aula kapal pesiar yang berantakan, ketujuh bos mafia menatap kertas kontrak di atas meja dengan tangan gemetar.

Bos Ma, yang tadi paling bersemangat untuk menyerang Yao Wi, kini wajahnya sepucat kertas. Dia mencoba mencari celah untuk selamat.

"Yao Wi, kau tidak bisa melakukan ini!" teriak Bos Ma dengan suara bergetar. "Kalau kau membunuh kami semua di sini, ribuan anak buah kami di tiga provinsi akan mengamuk! Bisnismu akan hancur karena kerusuhan setiap hari!"

Yao Wi hanya tersenyum bosan mendengar ancaman murahan itu.

"Kau pikir aku peduli dengan ribuan preman jalananmu?" balas Yao Wi santai. "Bai Lu, beri tahu babi gemuk ini apa yang akan terjadi kalau mereka menolak."

Bai Lu melangkah maju. Wajah cantiknya sangat dingin tanpa ekspresi.

"Jika kalian menolak, Pasukan Bayangan akan membuang mayat kalian ke laut. Setelah itu, lima ribu anak buah kalian yang kalian banggakan itu akan dibeli oleh Linzhou Corp," jelas Bai Lu dengan suara jelas. "Tuan Bos memiliki dana tak terbatas. Kami hanya perlu membayar setiap preman kalian sepuluh kali lipat dari gaji yang kalian berikan. Dalam satu malam, anjing anjing kalian akan berbalik menggigit majikannya sendiri demi uang Tuan Bos."

Mendengar penjelasan Bai Lu, pertahanan mental para bos mafia itu hancur total.

Bos Liu, pria kurus berkacamata, tiba tiba berdiri dari kursinya. Dia mencoba berlari menuju pintu keluar yang gelap. Dia ingin melompat ke laut untuk kabur.

Dor!

Sebuah tembakan peluru menembus betis kaki kanan Bos Liu.

"Arghhh!" Bos Liu berteriak kesakitan dan jatuh ke lantai. Darah segar mengalir dari kakinya.

Anggota Pasukan Bayangan yang menembaknya menurunkan senapan dengan sangat tenang, seolah dia baru saja menembak seekor tikus.

Yao Wi bahkan tidak berkedip melihat kejadian itu. Dia menatap sisa enam bos mafia yang kini kencing di celana karena ketakutan.

"Aku kehabisan kesabaran. Tanda tangani sekarang, atau kalian semua menyusulnya ke neraka," perintah Yao Wi mutlak.

Tanpa berani membantah lagi, Bos Ma dan yang lainnya berebut mengambil pulpen di atas meja. Tangan mereka gemetar hebat saat menandatangani kontrak penyerahan aset tersebut.

Mereka menyerahkan seluruh kasino, klub malam, jalur penyelundupan, dan ribuan anak buah mereka kepada Linzhou Corp secara gratis.

Yao Wi mengambil kontrak yang sudah ditandatangani itu dan memberikannya kepada Bai Lu.

"Mulai malam ini, kau adalah ratu dunia bawah di tiga provinsi ini, Bai Lu," kata Yao Wi. "Rapikan semua bisnis kotor mereka. Buang yang tidak berguna, dan jadikan sisanya sebagai jaringan informasi intelijen kita."

"Siap laksanakan, Tuan Bos! Saya tidak akan mengecewakan Anda," jawab Bai Lu sambil membungkuk hormat.

Yao Wi berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dari kapal pesiar, diikuti oleh pengawal pribadinya. Malam itu, seluruh kekuatan gelap di wilayah regional resmi bertekuk lutut di bawah kaki seorang pemuda.

Keesokan paginya, di lantai delapan ratus Menara Linzhou Corp.

Sinar matahari pagi menyinari ruang kerja Yao Wi yang mewah. Dia sedang duduk di kursi kebesarannya sambil memakan sarapan yang disiapkan oleh koki bintang lima.

Shen Yue masuk ke dalam ruangan dengan membawa tablet layar lebarnya.

"Tuan Bos, ini sudah hari ketiga," lapor Shen Yue. "Pangkalan militer Divisi Sembilan di ibu kota benar benar terisolasi. Mereka kehabisan bahan bakar, aliran listrik mereka diputus oleh perusahaan kontraktor, dan pasokan makanan mereka sudah habis kemarin sore. Jenderal Song sudah menelepon sebanyak lima puluh kali pagi ini."

Yao Wi mengelap mulutnya dengan serbet mahal dan tersenyum puas.

"Bagus. Tiga hari kelaparan sudah cukup untuk meruntuhkan kesombongan seorang jenderal negara," kata Yao Wi. "Sambungkan panggilan videonya ke layar besar di ruanganku."

"Baik, Tuan Bos," jawab Shen Yue.

Layar raksasa di dinding ruangan menyala. Tampil gambar Jenderal Song dari dalam bunker markasnya di ibu kota.

Kondisi jenderal itu sangat menyedihkan. Seragam militernya yang biasanya rapi kini kusut berantakan. Wajahnya sangat kuyu, matanya cekung, dan bibirnya kering karena dehidrasi. Di belakangnya, Agen Leng Yue berdiri menunduk dengan wajah yang sama pucatnya karena tidak makan dengan layak.

"Yao Wi... Tuan Yao Wi," sapa Jenderal Song dengan suara serak dan lemah. Tidak ada lagi nada memerintah atau arogan dari suaranya. Yang ada hanyalah keputusasaan.

"Selamat pagi, Jenderal. Anda terlihat sedikit kurus hari ini. Apakah menu makanan di markas rahasia negara tidak sesuai dengan selera Anda?" ejek Yao Wi sambil tersenyum sinis.

Jenderal Song menelan ludah. Dia tahu Yao Wi sengaja mempermainkannya.

"Tuan Yao, saya mohon... buka kembali jalur logistik kami," Jenderal Song memohon dengan suara bergetar. "Pasukan saya kelaparan. Helikopter kami tidak bisa menyala. Kami bahkan tidak bisa menyalakan mesin pemanas di bunker. Kami menyerah. Divisi Sembilan menyerah sepenuhnya kepada Anda."

Yao Wi menatap layar itu dengan pandangan dingin dan tajam.

"Menyerah saja tidak cukup, Jenderal Tua," kata Yao Wi dengan suara rendah yang mengancam. "Aku sudah membeli semua rantai pasokan kalian. Artinya, aku yang memberi kalian makan. Dan di duniaku, siapa yang memberi makan, dia adalah majikannya."

Yao Wi mencondongkan tubuhnya ke depan.

"Mulai detik ini, Divisi Sembilan bukan lagi anjing penjaga milik negara. Kalian adalah anjing penjaga milik Linzhou Corp. Kalau aku menyuruh kalian menggigit, kalian menggigit. Kalau aku menyuruh kalian diam, kalian diam. Jika pemerintah pusat mencurigai sesuatu, kalian yang akan menutupi semua jejakku. Mengerti?" perintah Yao Wi dengan nada mutlak.

Jenderal Song menutup matanya dengan pasrah. Sebagai seorang prajurit negara, ini adalah penghinaan terbesar. Tapi dia tidak punya pilihan lain. Nyawa ribuan anak buahnya ada di tangan pemuda arogan ini.

"Kami mengerti, Tuan Bos. Divisi Sembilan bersumpah setia kepada Linzhou Corp," jawab Jenderal Song dengan suara pelan namun jelas.

Agen Leng Yue di belakangnya juga ikut menundukkan kepala dalam dalam, mengakui kekalahannya secara total.

"Sangat patuh. Shen Yue, kirimkan satu ton makanan mewah dan ratusan barel bahan bakar ke pangkalan mereka siang ini. Biarkan mereka makan sampai kenyang," perintah Yao Wi sambil tersenyum lebar.

"Siap, Tuan Bos," jawab Shen Yue.

Layar panggilan video dimatikan.

Ping!

[Sistem: Misi Penyatuan Faksi Regional Selesai.]

[Sistem: Dunia bawah tanah dan divisi intelijen militer telah resmi berada di bawah kendali Tuan Rumah.]

[Sistem: Hadiah Misi Diberikan. Blueprint Mega Proyek Benteng Langit Linzhou telah terbuka. Dana konstruksi harian ditingkatkan menjadi 10 Miliar Rupiah per hari.]

Yao Wi tertawa keras. Semua pionnya kini sudah berada di tempat yang tepat. Dunia bawah melayaninya, militer melindunginya, dan sistem memberinya uang yang tidak ada habisnya. Sekarang saatnya untuk membangun mega proyek terakhir yang akan membuat seluruh dunia tunduk padanya.

1
Fajar Fathur rizky
aturan mentri zhou di bantai
Hadi Hadi
mantap🤭
Hadi Hadi
sikat💪
Hadi Hadi
up up
Kirigaya Haruto
tinggi gedungnya 5 kali burj khalifah
Kirigaya Haruto
alur ceritanya bagus dan gak berbelit-belit walaupun aku gak tau uangnya dari mana bisa ngeluarin uang sebanyak itu
Fajar Fathur rizky
hahahaha mampus kau
Kirigaya Haruto
linzhou itu kota di China gimana bisa di linzhou ada jalan sudirman yang lekat sama kota2 di Indonesia
Kirigaya Haruto
kan harusnya jumlah uangnya itu 4.348.550.000 kenapa dia bisa ngeluarin 5m hari ini kan uangnya seharusnya gak cukup
Kirigaya Haruto: aku sebagai pembaca veteran selalu menemukan pola yang sama jumlah uang yang keluar sama jumlah uang yang masuk itu gak seimbang banyakan uang keluar dari pada uang yang masuk
total 2 replies
Hadi Hadi
up💪
Nissa Safira: terima kasih kaka hadi🥰🙏
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
lanjut💪
Hadi Hadi
good😍
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
mantap😍😍💪
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
mantap
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!