NovelToon NovelToon
LEGENDA KULTIVATOR GILA

LEGENDA KULTIVATOR GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

​"Mengambil tempat pertama?" Wu Lin mengerjapkan matanya yang bulat, tertegun mendengar kalimat yang diucapkan dengan begitu santai oleh Wu Tian. Ia mengira pemuda di sebelahnya ini hanya sedang bermimpi besar untuk menghibur diri. "Wu Tian, aturan klan untuk kompetisi itu sangat ketat. Hanya murid luar peringkat sepuluh besar yang bisa mendapat pengecualian untuk ikut, itu pun harus melewati babak eliminasi darah yang sangat—"

​Belum sempat Wu Lin menyelesaikan penjelasannya, seikat hawa dingin yang pekat mendadak berembus kencang di sekitar bukit. Angin perbukitan yang tadinya sejuk seketika berubah menjadi sedingin es abadi, diikuti oleh tekanan aura spiritual yang tajam, berat, dan terasa menusuk kulit.

​Langkah kaki yang anggun namun sarat akan kekuatan terdengar dari arah jalan setapak tebing.

​"Berambisi itu bagus, tetapi membual tanpa tahu cermin adalah kebodohan yang memuakkan," sebuah suara bariton yang angkuh memecah keheningan.

​Sesosok pria bertubuh tegap dengan jubah putih berlapis pelindung bahu perak melangkah maju. Ia memiliki wajah yang kaku dengan bekas luka kecil di pipi kirinya yang justru menambah kesan garang. Di pinggangnya terikat sebilah pedang berat bertatahkan giok merah. Pria itu adalah Wu Yan, jenius peringkat dua di generasi muda Klan Wu yang terkenal bertarung dengan cara yang praktis, dingin, dan tanpa ampun.

​Namun, perhatian Wu Tian tidak tertuju pada Wu Yan. Sepasang mata hitam legamnya beralih pada sosok gadis yang berjalan di samping pria itu.

​Gadis itu berjalan dengan keanggunan yang sanggup membuat waktu seolah berhenti berputar. Wajahnya cantik manis, dengan garis wajah yang begitu sempurna bak bidadari surga yang turun ke bumi. Kulitnya seputih salju, kontras dengan rambut hitam panjangnya yang dibiarkan terurai hingga ke pinggang. Namun, di balik kecantikan manisnya yang memikat, sepasang matanya yang berwarna biru jernih memancarkan tatapan yang sedingin es abadi, seolah-olah ia memandang rendah seluruh makhluk hidup di dunia bawah dari atas singgasananya.

​Dia adalah Wu Xue. Cucu kandung kesayangan dari Tetua Agung Wu Cang, sekaligus jenius nomor satu tanpa tanding di generasi muda Klan Wu.

​Kehadiran Wu Xue di atas tebing seketika menciptakan medan persaingan aura terselubung dengan Wu Lin. Di klan ini, jika Wu Lin terkenal karena sifatnya yang ramah dan hangat, maka Wu Xue adalah bidadari es yang tidak tersentuh oleh siapa pun.

​"Kakak Senior Yan, Kakak Senior Xue," Wu Lin segera membungkuk hormat, mencoba menyembunyikan keterkejutannya atas kedatangan dua jenius tertinggi klan tersebut.

​Wu Yan mengabaikan Wu Lin, matanya menatap Wu Tian dengan pandangan penuh penghinaan. "Aku tidak sengaja mendengar bualanmu tadi, Murid Luar. Mengambil tempat pertama di turnamen? Siapa namamu? Berani-beraninya seorang sampah dengan pakaian biru tua murahan membicarakan panggung yang bahkan belum tentu bisa kau lihat seumur hidupmu?"

​Wu Yan sengaja melepaskan tekanan spiritualnya, mencoba memaksa Wu Tian berlutut di bawah kakinya karena merasa tersinggung dengan tatapan pemuda itu yang terlalu tenang.

​Namun, di luar dugaan, Wu Tian tetap berdiri tegak tanpa mengedipkan mata. Tekanan spiritual Wu Yan yang sanggup membuat murid luar biasa pingsan, mengalir melewati tubuh Wu Tian layaknya angin lalu yang tidak berarti. Wajah Wu Tian tetap datar, menatap Wu Yan dengan pandangan yang teramat bosan, seolah sedang melihat seekor serangga yang sedang mengepakkan sayapnya dengan berisik.

​Melihat reaksi itu, sepasang mata biru jernih milik Wu Xue sedikit menyipit. Sebagai kultivator paling berbakat yang telah menyentuh Ranah Pemurnian Qi setengah langkah menuju Ranah Pondasi Spiritual, instingnya mendadak menangkap ada yang aneh dengan pemuda di depannya. Tidak ada satu pun murid luar yang bisa tetap berdiri tegak dan menatapnya dengan pandangan sedatar itu tanpa ada rasa takut atau terpesona sedikit pun oleh kecantikannya.

​"Hei, bisu! Aku bertaruh kamu bahkan tidak akan bisa bertahan satu detik di babak eliminasi murid luar!" Wu Yan melangkah maju, tangannya mencengkeram hulu pedang beratnya, bersiap memberi pelajaran fisik pada murid luar yang ia anggap kurang ajar ini.

​Wu Tian sama sekali tidak membalas provokasi itu dengan kata-kata ataupun kemarahan. Ia mengabaikan eksistensi Wu Yan sepenuhnya, lalu membalikkan badannya menghadap Wu Lin dengan wajah tanpa dosa.

​"Lalat di atas bukit ini terlalu berisik," ucap Wu Tian dengan nada suara yang sangat enteng dan lempang. "Ayo kita pergi dari sini. Perutku mulai lapar lagi, cari tempat makan yang lain."

​Tindakan mengabaikan yang teramat sangat santai itu sukses membuat Wu Yan murka, wajahnya memerah menahan marah karena harga dirinya diinjak-injak oleh seorang murid luar kasta rendah. "Kurang ajar! Berhenti di tempat!"

​Tepat ketika Wu Yan hendak menarik pedangnya, sebuah tangan ramping seputih salju menahan lengannya dengan lembut namun bertenaga. Wu Xue menggelengkan kepalanya perlahan, menatap Wu Yan dengan tatapan esnya. "Cukup, Wu Yan. Aturan klan melarang murid dalam menganiaya murid luar tanpa alasan resmi. Jangan merusak nama baik klan menjelang kompetisi."

​Wu Yan menggeram kesal, namun ia terpaksa menurunkan tangannya kembali karena menghormati kata-kata sang bidadari es.

​Wu Tian dan Wu Lin berjalan melewati mereka berdua begitu saja, menuruni jalan setapak tebing tanpa menoleh ke belakang lagi.

​Sembari menatap punggung Wu Tian yang perlahan menghilang di balik tikungan jalan bukit, Wu Xue tetap berdiri terpaku di tempatnya. Entah kenapa, sesaat ketika Wu Tian berjalan melewatinya tadi, seikat debaran aneh yang sangat kuat mendadak bergejolak hebat di dalam aliran darahnya. Itu adalah sebuah resonansi spiritual misterius yang tidak mampu ia pahami dengan logika kultivasinya.

​Tanpa disadari oleh Wu Xue, darah di dalam tubuhnya—yang mewarisi garis keturunan murni dari Wu Cang—secara tidak sadar bereaksi terhadap energi sisa Shenzhou yang tersembunyi di dalam tubuh Wu Tian, bayi yang delapan belas tahun lalu pernah ditumbalkan secara kejam oleh kakeknya sendiri demi ambisi kekuatan.

​Wu Xue meraba dadanya, merasakan jantungnya yang berdegup lebih cepat dari biasanya. Pandangan matanya yang dingin kini dipenuhi oleh kabut misteri.

​"Siapa pemuda berbaju biru tua itu sebenarnya...?" gumam Wu Xue lirih pada angin malam, sebuah pertanyaan yang kelak akan menuntunnya pada kebenaran yang akan menjungkirbalikkan seluruh hidupnya.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe tubuh fisik yang kuat😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
LanzT0k3
keren ❤️❤️
Danzo28: Terimakasih 🥳
total 1 replies
ibarumbung
mantap... lanjut thor
Danzo28: siap KA
ditunggu yahhh🥳
total 1 replies
Was pray
ceritanya bagus sih cuma up nya yg terlalu lama dan sedikit pula... ntar para reader mundur Krn gak sabar nunggu up nya
Was pray: oke... 👍
total 2 replies
Was pray
sayang sekali wu Tian kuat tapi gaya bertarungnya gak ada seninya, kayak babi hutan yg nyruduk
Was pray
cari uang lah.. wu Tian, masak mau mengandalkan diberi makan sama orang lain terus?
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo Thor semangat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mereka tidak tau monster sesungguhnya mulai bangkit😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
monster sesungguhnya mulai beraksi👍😄😄
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii ayooooo bantaaaaaaaiiiiii 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehe..aroma pembantaian nih 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh konspirasi tersembunyi 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehehe pura2 jadi babi🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha harga diri yang hancur🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur ceritanya bagus dan menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
baca beberapa chapter di awal cukup bagus alur ceritanya 👍
ibarumbung
alur cerita yang bagus
Danzo28: Terimakasih
semoga betah yahh
Happy reading 🥳🥳🥳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!