NovelToon NovelToon
Manuver Nine

Manuver Nine

Status: sedang berlangsung
Genre:Drama / Musik / Light Novel
Popularitas:127
Nilai: 5
Nama Author: Awazaki Chiru

Daniel, Minami dan Latifa. Tiga sahabat yang bermimpi membangun sebuah roket bersama. Impian besar ini mereka rancang sedari mereka masih berada di sekolah dasar. mereka berambisius untuk membangun roket bersama.

Namun kondisi Latifa begitu kritis, disaat-saat terakhirnya, Latifa ingin impian mereka tetap berjalan meski tanpa dirinya.

Daniel dan Minami berjanji untuk menuntaskan misi besar yang diberikan Latifa sebelum dirinya tiada.

ini adalah kisah tiga sahabat yang bermimpi membawa umat manusia selangkah lebih maju.

ManuverNine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awazaki Chiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Polaris

...

Hari yang ditunggu Daniel tiba, Hari ini ia akan bersekolah di SMA setelah satu tahun gap year.

"Ini adalah hari besarku, aku akan memulainya lebih baik!" Daniel membuka pintu rumahnya dan perlahan berjalan keluar seperti seorang pahlawan-pahlawan yang ada di film fiksi.

Di depan Latifa dan Minami heran dengan tingkah Daniel. Seperti anak kecil yang baru saja dibelikan kostum Halloween.

"Minami, itu Daniel kenapa dah?" Ucap Latifa.

"Gak tau, antara kepalanya habis terbentur atau memang gila aja dia?" Jawab Minami.

"Hoii.. Nanti telat, Daniel" Teriak Minami, Daniel kaget saat melihat Minami dan Latifa berdiri di depan rumahnya.

"Ke-kenapa kalian bisa tau rumahku" Daniel memalingkan wajahnya lantaran malu dengan tingkahnya.

"Bagaimana aku gak tau, kan yang membantu mencarikan rumah di sini kan ayahku" Ucap Minami.

"Ahhh.. benar juga!!" Gumam Daniel.

"Ka-kalau begitu, ayo kita berangkat bareng." Daniel berjalan perlahan keluar dari rumahnya sembari menutup wajahnya.

Mereka bertiga akhirnya berangkat menuju sekolah. Karena hari ini adalah hari pertamanya, Daniel tidak diminta untuk ke Restoran. Pak Mil ingin Daniel lebih mengenal sekolahnya lebih pagi, urusan restoran masih bisa dikerjakan oleh Pak Mil.

...

"Sudah lama, ya kita tidak jalan bersama saat berangkat sekolah seperti ini" Minami memulai topik nostalgia mereka.

"Iya, terakhir waktu SD, ya." Jawab Latifa.

"Iya, Aku gak nyangka ayah kamu dan ayahku pindah di kota yang sama" Ucap Minami.

"Sama, aku juga gak nyangka, karna masalah bisnis dan politik waktu itu, kita bisa bersama meski tanpa Daniel, ya!" Ucap Latifa.

Daniel hanya diam dan tidak mengatakan apapun, ia masih merasa malu dengan tingkahnya pagi tadi.

"Ini Daniel kenapa, sih?" Minami perlahan mendekati Daniel. Daniel semakin memalingkan pandangannya agar Minami tidak melihat wajah malunya.

"Tidak, kita harus cepat" Daniel semakin mempercepat langkahnya.

Minami dan Latifa tertinggal sedikit jauh di belakang.

"Lagi malu, Tuh. hahaha" Ucap Minami.

"Lagian jadi orang aneh banget, sih" Ucap Latifa

...

Mereka akhirnya sampai di sekolah. Daniel buru-buru ke ruang guru untuk menanyakan di mana kelasnya berada. karna ia masuk saat semester 2..

"Permisi, pak. Saya murid baru yang kemaren mendaftar, Pak" Daniel dengan sopan menanyakan kepada guru yang sedang menjaga di sana. Daniel dihampiri oleh salah satu guru di sana, kebetulan dia adalah guru yang akan mengajar di kelas barunya Daniel.

"Kamu Daniel. Ya?" Sapa guru itu.

"Ah, iya. pak!" Daniel tersenyum lembut.

"Baik nak Daniel. ikuti bapak" Ucap Guru itu.

daniel mengikuti dan berjalan bersama menuju kelas barunya Daniel. Setelah satu tahun tidak merasakan sekolah lagi, Kini Daniel bisa kembali bersekolah. Hatinya campur aduk. ia takut tidak diterima, ia takut jika tak ada yang ingin berteman dengannya.

"Aku takut mereka tidak melihatku" Daniel melangkah, lorong demi lorong ia lewati, hingga sampailah ia pada kelasnya.

Di depan kelas, ia terhenti langkahnya, membayangkan apa yang akan ia dapatkan di dalam sana. Sang guru sudah menyebutnya, mempersilahkan Daniel untuk masuk ke dalam kelas. Daniel mengumpulkan keberanian dan mulai masuk ke dalam kelas yang akan menjadi rumah belajarnya.

Di depan kelas, Daniel memperkenalkan dirinya. Ia dipersilahkan untuk duduk di samping salah satu siswa.

Daniel berjalan perlahan, seluruh mata di kelas memperhatikannya. Daniel gugup namun terus melangkah ke meja yang akan menjadi tepat belajarnya selama satu tahun kedepan.

...

Saat bel istirahat berbunyi, Daniel duduk diam di mejanya. tak ada satu orangpun yang ingin mengajaknya berbicara.

"Hari pertama yang buruk" Gumamnya.

...

minami dan Latifa datang menghampirinya, Daniel seperti figure anime berdebu yang dipajang di toko dan tak ada orang yang ingin membelinya.

"Tuh kan, kemaren sipaling berani, ternyata perlu dipungut orang lain biar mau berbicara" Ucap Minami.

"Gitu deh, Daniel." sahut Latifa.

"Kalian enak masuk sekolah sini sedari awal. satu angkatan tidak mengenal kalian, sedangkan aku masuk setelah mereka kenal dan membuat koloni di kelas" Ucap Daniel.

"Kamu yang gak bisa nyari teman, Daniel. padahal kalau kamu mau saja berbicara dengan orang di sampingmu atau orang disekitarmu, pasti kamu ga akan sendiri lagi" Minami memberi ceramah pagi menjelang siang kepada Daniel.

"Iya, iya.. aku ingin makan" Daniel beranjak dari kursinya. ia ingin mencari makanan di kantin.

"Daniel, Tunggu!" Latifa mengejar Daniel diikuti Minami yang mengejar mereka.

...

''Apa yang bisa aku beli di sini" Daniel melihat-lihat makanan yang dijual di kantin dan ia melihat roti rasa matcha yang terlihat menggoda. ia langsung memesan roti tersebut dan membayarnya. tak lupa ia membeli susu full cream yang tak ada gulanya agar dia tidak ngantuk saat pelajaran selanjutnya.

"Wahhh. Matcha..." Daniel melahap roti itu dengan nikmat.

"Gak ada hal lain yang bikin aku bahagia selain Matcha" Ucapnya sembari menyantap roti itu.

minami dan Latifa melihat Daniel makan dengan lahap, sisi lain yang tak mereka ketahui akhirnya muncul. Meski Daniel begitu menyukai Matcha, tapi baru kali ini mereka melihat Daniel begitu excited saat memakan roti matcha itu.

"Sebelumnya Daniel gak gini kan, Latifa?" Bisik Minami.

"Tentu, aku yakin ini pertama kalinya aku melihatnya makan seperti ini" Jawab Latifa pelan.

"Apa-apa... kalian membicarakanku?" Daniel berbicara dengan mulut penuh yang membuat serpihan rotinya berhamburan dan mengenai mereka.

"Ahhhh Daniel, Makan itu habiskan dulu, baru ngomong! berantakan kan jadinya!" Ucap Minami yang membersihkan serpihan serpihan roti dari bajunya.

Daniel perlahan menelannya dan meminum susu agar tidak seret.

"Maaf, aku terlalu canggung hari ini, makanya kalau aku ketemu matcha, rasanya tuh kayak tameng ku agar bisa berlindung dari kejamnya dunia" Ucap Daniel. kemudian ia melanjutkan makannya tanpa memperdulikan Latifa dan Minami.

"ternyata selain kitaa punya teman pintar, dia juga agak gila, ya Latifa." Bisik Minami.

"Kamu benar!" Jawab Latifa pelan.

...

Beberapa saat kemudian bel berbunyi, pertanda istirahat pertama telah berakhir.

"Eh Latifa. Ayo kita ke kelas, habis ini ada mapel pak Dayat!" Minami menarik tangan Latifa dan meninggalkan Daniel sendiri yang masih duduk di meja kantin. Para murid berlarian untuk masuk ke kelas mereka masing-masing.

Daniel berjalan sendiri ke kelasnya.

Di kelas ia duduk dan mengambil buku untuk pelajaran selanjutnya.

Tak lama ada seseorang yang menghampirinya dengan wajah tidak senang. Daniel berusaha untuk menghiraukan orang itu, namun ia malah memulai pembicaraan dengan kasar.

"Hei kau" Ucap orang itu.

Daniel dihadapkan pada posisi yang tidak untung. ia tidak kenal siapa orang ini, namun tampaknya ia tak senang dengan Daniel.

1
miilieaa
kenapa latifa lari ke hutan? mending di mall aja gaes 🤭🤣
miilieaa
ayo Daniel ceritakan padaku jugaaa🤭
AkuNulis: Daniel blak blakan, nanti cerita hal ga penting 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!