NovelToon NovelToon
Ustadzah Pengganti Pengantin

Ustadzah Pengganti Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Malam yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi Adrian berubah menjadi mimpi buruk ketika ia mendapat kabar bahwa calon istrinya, Liana, mengalami kecelakaan fatal. Saat tiba di lokasi kejadian, Adrian terkejut menemukan Liana meninggal bersama seorang pria bernama Jamie, yang ternyata adalah kekasih Fatma.
Fatma, seorang ustadzah yang salehah, hancur mengetahui pria yang dicintainya telah berselingkuh dengan wanita yang bahkan tidak dikenalnya. Di tengah duka dan amarah, Adrian melampiaskan kesalahannya kepada Fatma dan menuduhnya tidak mampu menjaga Jamie. Meski Fatma menegaskan bahwa dirinya juga korban pengkhianatan, Adrian yang dipenuhi emosi membuat keputusan nekat: pada malam yang sama ia memaksa Fatma untuk menjadi istrinya.
Dari tragedi yang menyatukan dua hati yang sama-sama terluka, dimulailah kisah penuh konflik, luka, dan takdir yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Adrian bangkit dari kursinya dengan gerakan yang sangat cepat dan mengintimidasi.

Langkahnya lebar, menghampiri Fatma hanya dalam beberapa detik.

Tanpa basa-basi, Adrian melemparkan tumpukan foto yang dicetak kasar ke lantai di depan kaki Fatma.

Foto-foto itu memperlihatkan Fatma yang sedang tersenyum saat Hakam memberikan sepiring makanan di meja prasmanan.

"Hebat sekali aktingmu hari ini!" bentak Adrian. Suaranya menggelegar, memecah kesunyian rumah.

"Belum genap satu bulan menjadi istriku, kamu sudah berani menggoda adikku sendiri, hah?! Menjual cerita sedih agar dikasihani? Kamu benar-benar wanita murahan yang tidak tahu malu!"

"Astaghfirullah, Mas! Dia adikmu dan aku tidak mungkin—"

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Fatma, membuatnya terhuyung hingga punggungnya membentur dinding.

Adrian tidak berhenti di sana. Dengan kasar, ia menarik paksa hijab yang dikenakan Fatma hingga lepas dan tergeletak di lantai, lalu mencengkeram rambut wanita itu dengan kuat, menarik kepalanya ke belakang.

"Kontraknya jelas! Kamu dilarang berhubungan dengan orang luar! Termasuk adikku!" raung Adrian di depan wajah Fatma yang sudah berlinang air mata dan pucat pasi.

Di luar pintu, Bryan mengepalkan tangannya hingga buku-bukunya memutih.

Ia mendengar suara debuman tubuh yang dibanting ke dinding dan jeritan tertahan Fatma.

Hatinya menjerit ingin mendobrak pintu, namun ia tahu itu hanya akan membuat situasi Fatma semakin buruk.

Ia hanya bisa memejamkan mata, memanjatkan doa agar Fatma memiliki kekuatan.

"Aku tidak melakukan itu, Mas! Demi Allah, aku tidak melakukannya!" teriak Fatma di tengah sisa tenaganya.

Ketakutan yang selama ini menyekapnya berubah menjadi kemarahan yang meluap.

Ia sudah tidak tahan lagi dihina dan disiksa atas dosa yang dilakukan wanita lain.

Dengan gerakan nekat, Fatma merenggut tasnya, mengeluarkan buku harian hitam milik Jamie, dan melemparkannya tepat ke dada Adrian hingga pria itu terhuyung mundur karena kaget.

"Buka matamu, Mas! Baca itu!" teriak Fatma dengan suara yang parau namun tajam, menantang Adrian yang kini tampak bingung dengan tindakannya.

"Baca semuanya! Wanita suci yang kamu tangisi dan kamu bela sampai menyiksaku ini, da mati saat sedang berselingkuh dan kabur dengan Jamie! Liana tidak tahan denganmu, Mas! Sampai ia melakukan hubungan intim dengan Jamie berkali-kali! Baca, Mas! Baca bukti betapa bodohnya kamu selama ini!"

Adrian mematung. Tatapannya tertuju pada buku harian yang kini jatuh di lantai di antara kaki mereka.

Napasnya memburu, matanya yang tadi menyala oleh amarah kini perlahan berganti dengan kilatan ketidakpercayaan.

Ia menunduk, tangannya gemetar saat hendak meraih buku harian yang menjadi saksi bisu pengkhianatan wanita yang paling ia cintai.

Di luar pintu, Bryan menahan napasnya dalam-dalam.

Jantungnya berdegup kencang, terkejut bukan main karena Fatma berani mengambil langkah senekat itu untuk membongkar hal paling sensitif sekarang.

Bryan tahu, ini adalah pertaruhan hidup mati bagi Fatma di hadapan seorang Adrian yang sedang murka.

Adrian sempat tertegun selama beberapa detik. Tatapannya tertuju pada buku harian bersampul kulit hitam yang kini berada di genggamannya.

Dengan rahang yang mengeras, jemarinya yang gemetar mulai membuka beberapa halaman secara acak.

Matanya menyusuri baris demi baris tulisan tangan Jamie.

Begitu matanya membaca kalimat demi kalimat yang mendeskripsikan secara detail tentang hubungan intim Liana di apartemen, raut wajah Adrian langsung berubah padam.

Wajahnya memerah padam bagai terbakar, dan seluruh tubuhnya bergetar hebat menahan badai emosi yang membuncah di dalam dadanya.

Rasa syok, malu, dan hancur berbaur menjadi satu.

Namun, ego dan logikanya yang telah lumpuh total oleh delusi cinta menolak keras kenyataan pahit itu.

Adrian tidak sanggup menerima kenyataan bahwa wanita yang selama ini ia agungkan telah mengkhianatinya sedalam itu.

Alih-alih sadar, Adrian justru tertawa sinis—sebuah tawa hambar yang terdengar mengerikan di dalam ruangan yang gelap itu.

Tanpa belas kasihan, tangannya bergerak kasar lalu melemparkannya tepat ke wajah Fatma.

"Kamu pikir aku bodoh, hah?!" raung Adrian dengan urat-urat leher yang menegang tebal.

"Kamu merekayasa buku harian sialan ini bersama keluarga mantan tunanganmu itu, kan?! Jawab!!"

Adrian melangkah maju, memojokkan Fatma yang sudah menangis histeris melihat satu-satunya bukti kebenaran dirobek begitu saja.

"Kamu membuat drama ini hanya untuk membersihkan namamu yang kotor dan memfitnah Liana yang sudah mati! Liana adalah wanita terhormat, dia suci! Dia tidak mungkin melakukan hal semenjijikkan ini dengan pria miskin dan rendahan seperti Jamie! Jangan pernah kamu berani mengotori nama Liana dengan mulut busukmu itu, Fatma!" bentak Adrian.

Ia benar-benar menutup mata dan telinganya dari kebenaran demi mempertahankan delusi cintanya yang semu.

"Sumpah demi Allah, Mas. Itu, tulisan Jamie,"

"Diam!! Jangan berani kamu sebut nama Liana lagi dengan mulut kotormu itu!" raung Adrian, benar-benar telah kerasukan setan dendam.

Tanpa memedulikan tangisan histeris dan rasa sakit yang mendera sekujur tubuh istrinya, Adrian mencengkeram pergelangan tangan Fatma dengan kasar.

Ia menyeret tubuh wanita itu tanpa belas kasihan, menaiki anak tangga satu per satu menuju kamar isolasi di lantai atas.

Kepala dan punggung Fatma beberapa kali membentur pegangan tangga, menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat hingga kesadarannya timbul tenggelam.

"Bryan tolong!! Bryan, tolong aku!!" jerit Fatma parau, menyuarakan satu-satunya harapan yang tersisa di rumah neraka ini.

Mendengar teriakan histeris itu, Bryan tidak bisa lagi tinggal diam.

Ia mendobrak pintu utama dan berlari masuk ke dalam rumah.

"Tuan! Hentikan, Tuan! Nyonya bisa mati!" teriak Bryan, mencoba menaiki tangga.

Namun, Adrian berbalik dan menatap Bryan dengan sorot mata membunuh.

"Jangan melangkah satu senti pun, Bryan! Atau aku tembak kepala wanita ini sekarang juga!" ancam Adrian sembari meraba saku jasnya.

Langkah Bryan terhenti di tengah tangga. Tubuhnya bergetar menahan amarah dan ketidakberdayaan.

Ia tahu Adrian tidak pernah main-main dengan ucapannya.

Adrian kembali menyeret Fatma masuk ke dalam kamar dan membanting tubuh ringkih itu ke atas lantai yang dingin.

Sebelum Fatma sempat menjerit lagi, Adrian menyambar selembar kain selendang di atas meja, menyumpal mulut istrinya hingga jeritan Fatma berubah menjadi rintihan tertahan yang pilu.

Dengan cepat dan kasar, Adrian menarik kedua tangan Fatma ke belakang dan mengikatnya erat-erat menggunakan tali tambang kecil yang sudah ia siapkan.

"Diam!!" bentak Adrian, napasnya memburu menderu-deru.

Pria itu melepas sabuk kulit tebalnya. Detik berikutnya, suara desingan sabuk yang membelah udara terdengar, disusul suara hantaman keras yang mengenai punggung dan lengan Fatma.

Plak!

Plak!

Plak!

Fatma hanya bisa memejamkan mata rapat-rapat, sambil menahan rasa sakit yang teramat sangat.

Air matanya mengalir deras membasahi kain yang menyumpal mulutnya.

Adrian mencambuknya dengan membabi buta, meluapkan seluruh rasa hancur, malu, dan penolakan atas kebenaran isi buku harian Jamie yang sebenarnya telah mengguncang jiwanya.

Adrian terus mencambuk hingga telapak tangannya sendiri yang memegang kepala sabuk itu memerah dan terasa panas.

Setelah puas meluapkan amarahnya, Adrian menurunkan sabuknya dengan napas terengah-engah.

Ia melangkah keluar kamar yang pintunya sengaja dibiarkan terbuka setengah.

Di depan tangga, Bryan masih berdiri mematung dengan wajah pucat dan rahang mengeras, menyaksikan kekejaman yang baru saja terjadi.

Adrian berjalan menuruni tangga perlahan, lalu berhenti tepat di hadapan orang kepercayaannya itu.

Dengan tatapan yang sedingin es, Adrian merogoh dompetnya, mengeluarkan selembar cek yang sudah ia tanda tangani dengan nominal yang sangat besar, lalu melemparnya tepat ke dada Bryan.

"Dan kamu, Bryan," ucap Adrian, suaranya terdengar datar namun sarat akan pengusiran yang mutlak.

"Ini uang pesangonmu. Kamu dipecat. Angkat kaki dan pergi dari rumah ini sekarang juga. Jangan pernah menampakkan wajahmu lagi di hadapanku!" ucap Adrian sambil masuk ke ruangan kerjanya.

1
ahs@
Adrian stress... melampiaskan kekesalannya kepada fatma yang tidak tahu apa" .Liana sendiri yang selingkuh dengan Jamie..
falea sezi
mau like kasih hadiah yo males
falea sezi
🤣🤣 uda di aniyaya tp di beri kesempatan 🤣🤣 maaf ya thor. pantes like sepi wong goblok
falea sezi
males MC nya oon skip aja😒 emosi q liat cwek bloon lulusan pesantren tp goblok
falea sezi
goblok klo. uda. ketauan belangnya jangan ampe balikan mending crrai😒
falea sezi
🤣 orang gila cari tau dlu calon istri mu yg gatel nyalahin orang😒
Soviani
lanjut up ny
sri hastuti
huuhh goblok banget sih fatma ini, mau mati ya, sdh bongkar aja kejahatan suamimu, bikin jengkel, jd wanita jangan ngalah terus, km gak salah, ayolah thor kelamaan, cepet dibongkar kejahatan Adrian 😡😡😡
sri hastuti
huuh pengen tak bunuh aja adrian thor, bikin jengkel aja, kelamaan thor ,bisa mati itu fàtma, 😡😡😡😡
sri hastuti
pie to ini,sdh gila si adrian,ah jd males aku, orang kok goblok dan kejam spt itu dibiarkan thor , huuhhh bikin 😡😡😡
keynara
si Adrian emang bener bener udah gila nyiksa Fatma tanpa ampun
Himna Mohamad
lanjut kk
keynara
la kasian Fatma nggak tau apa apa jadi sasaran dendam si Adrian duh ujian Fatma berat banget💪
lanjut thor🙏
sri hastuti
konyol ini adrian thor, huuhhh pengen tak pukul aja ,jd laki2 kok spt itu, gak mau trima kenyataan, dasar pengecut , 😡😡😡
bikin jengkel aja thor 😡😡
my name is pho: sabar kak🤭🙏
total 1 replies
sri hastuti
dasar Adrian konyol, yg selingkuh tunangannya kok gak mau trima, dasarr laki2 bego, malah memaksa orang lain, sdh gila dia 😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!