NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Cerai
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9 ~ Hubungan Arga Dan Shella

“Samuel istirahat dulu ya sayang…” bujuk Ayra lembut sambil merapikan bantal dipranjang kecil putranya.

Namun bocah itu langsung menggeleng cepat. “Nggak mauu… Sam mau main dulu!” serunya antusias sambil memeluk robot mainan barunya.

Ayra tersenyum kecil meski wajahnya masih terlihat lelah.

“Tapi jangan terlalu capek ya…”

“Iyaaa…” jawab Samuel asal sambil kembali sibuk bermain.

Dibelakang Ayra, seorang pelayan muda bernama Nita akhirnya memberanikan diri membuka suara pelan.

“Nyonya… kalau boleh, biar saya saja yang menemani Tuan kecil bermain.”

Ayra menoleh.

“Nyonya pasti capek sejak dirumah sakit,” lanjut Nita hati-hati. “Tuan kecil juga sedang semangat sekali.”

Ayra sempat terdiam sesaat sebelum akhirnya mengangguk kecil.

“Kalau begitu tolong perhatikan dia ya.”

“Tentu Nyonya.”

Samuel langsung bersorak kecil senang saat Nita ikut duduk dikarpet bermain bersamanya.

Sementara Ayra berjalan pelan meninggalkan kamar putranya.

Namun langkah wanita itu mendadak terhenti saat melewati ruang kerja Arga. Tatapannya jatuh pada jas hitam milik suaminya yang tersampir rapi dikursi.

Ayra terdiam beberapa detik.

Lalu perlahan masuk kedalam ruangan. Tangannya terulur mengambil jas tersebut. Aroma parfum khas Arga masih begitu jelas menempel disana.

Namun baru saja Ayra hendak membawanya keluar, sebuah benda kecil terjatuh dari saku bagian dalam.

prak. Ayra menunduk lalu mengambilnya.

Seketika keningnya berkerut. Sebuah bukti pembelian perhiasan mewah.

Kalung Blue Sapphire Diamond Necklace.

Nominalnya membuat napas Ayra tertahan sesaat. Sangat mahal.

Dan tanggal pembeliannya, kemarin.

Perlahan jemari Ayra mulai dingin.

Tanpa sadar wanita itu langsung mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor butik perhiasan yang tertera dibagian atas nota.

Tak lama kemudian sambungan tersambung.

“Selamat siang, Azure Jewels Boutique. Ada yang bisa kami bantu?”

Ayra menelan ludah pelan.

“Saya ingin menanyakan pembelian kalung Blue Sapphire atas nama Arga Ferdinan Lorenzo yang dibeli kemarin.”

“Baik Ibu, mohon tunggu sebentar ya…”

Ayra menahan napasnya pelan sambil menunggu di ujung telepon. Jemarinya tanpa sadar meremas kertas bukti pembelian yang masih ada di tangannya.

Beberapa detik terasa sangat lama.

“Mohon maaf atas penantian Ibu,” suara pelayan toko kembali terdengar. “Untuk pembelian kalung Blue Sapphire tersebut benar dilakukan kemarin atas nama Arga Fernando Lorenzo.”

Jantung Ayra terasa menegang.

“Boleh saya tahu… barang itu dikirim ke siapa?” tanyanya pelan, berusaha menjaga suaranya tetap stabil.

Ada jeda singkat di seberang sana.

“Baik, kami cek kembali datanya.”

Hening lagi.

Dan beberapa detik kemudian, suara itu kembali terdengar.

“Pesanan tersebut dikirim ke atas nama penerima Shella Anastasia.”

Deg.

Dunia Ayra seperti berhenti sepersekian detik.

Tangannya yang memegang ponsel perlahan melemah, sementara tatapannya kosong menatap ke depan tanpa fokus.

“Baik…” jawabnya pelan, nyaris tak terdengar. “Terima kasih.”

Tut.

Telepon diputus.

Ruangan itu kembali sunyi.

Ayra masih berdiri di tempat yang sama, menatap kertas di tangannya seolah benda itu tiba-tiba berubah menjadi sesuatu yang lebih berat dari sebelumnya.

Kalung mewah yang Suaminya beli kemarin dikirim untuk wanita lain. Dan yang paling menyakitkan, Arga menyembunyikan semua ini darinya.

Perlahan jemarinya menggenggam kertas itu semakin kuat hingga sedikit berkerut di ujungnya. Tanpa berkata apa-apa, Ayra memutar tubuhnya lalu berjalan keluar dari ruang kerja Arga.

Langkahnya pelan. Tapi setiap langkah terasa berat.

Sampai akhirnya ia kembali masuk ke dalam kamarnya, menutup pintu pelan di belakangnya.

Di dalam ruangan yang sunyi itu, Ayra berdiri lama tanpa bergerak. Kertas bukti pembelian masih tergenggam di tangannya.

Cukup lama Ayra terdiam didalam kamar. Tatapannya terus tertuju pada bukti pembelian yang kini sudah sedikit kusut digenggamannya.

Kalung semahal itu jelas bukan untuk dirinya.

Ayra bahkan tidak pernah memakai perhiasan berbahan tertentu karena kulitnya sangat sensitif. Arga tahu itu lebih dari siapa pun.

Dan justru karena itulah dadanya terasa semakin sesak.

Perlahan Ayra memejamkan mata sambil menarik napas panjang. Kepalanya mulai dipenuhi berbagai kemungkinan yang sejak tadi berusaha ia tepis.

Namun kali ini ia butuh memastikan sesuatu. Tanpa berpikir lebih lama, Ayra langsung mengambil ponselnya lalu mencari satu nama dikontaknya.

Jonathan. Asisten pribadi Arga.

Tut…

Tak butuh waktu lama hingga sambungan telepon langsung diangkat.

“Halo, selamat siang Nyonya,” suara pria itu terdengar sopan seperti biasa. “Ada yang bisa saya bantu?”

Ayra sempat terdiam sepersekian detik sebelum akhirnya membuka suara pelan.

“Jo… a-apa kamu sedang sibuk?”

“Tidak, Nyonya. Saya sedang diruangan.” Jonathan terdengar sedikit bingung. “Apa terjadi sesuatu?”

Ayra menggigit bibir bawahnya pelan.

“Kamu tidak sedang bersama Mas Arga?”

“Tidak, Nyonya,” jawab Jonathan cepat. “Tuan Arga keluar sejak pagi tadi.”

Tatapan Ayra menyipit. Entah kenapa jawaban itu membuat hati Ayra semakin tidak tenang. Tapi bukan itu yang ingin dia tanyakan pada Jonathan, ada hal yang lebih penting sekarang.

Ayra sangat percaya pada Jonathan. Selama ini pria itu selalu bekerja dengan sangat profesional, dia tau Jonathan adalah satu-satunya orang yang bisa dia percaya sekarang.

“Kalau begitu…” suara Ayra terdengar sedikit ragu. “Apa kita bisa bertemu?”

Ada jeda sejak. Jo tampak ragu, karena Ayra tidak pernah berbicara terlalu banyak seperti ini padanya. Apalagi sampai meminta untuk bertemu.

“Tentu saja, Nyonya.” Jonathan langsung menjawab tanpa banyak tanya. “Anda mau bertemu dimana?”

Ayra terdiam sesaat sambil menatap kosong ke arah jendela kamarnya.

Lalu perlahan menyebut satu tempat.

“Di Lumina Cafe saja.”

“Baik, Nyonya. Saya akan segera datang.”

Sambungan telepon terputus. Ayra perlahan menurunkan ponselnya. Tatapannya kembali jatuh pada jas hitam milik Arga yang masih tergeletak diatas tempat tidur.

Beberapa detik wanita itu hanya diam. Lalu dengan gerakan pelan, ia meletakkan kembali jas tersebut sebelum akhirnya melangkah keluar dari kamar.

Ayra berjalan menuju kamar Samuel.

Didalam sana, bocah kecil itu masih asyik bermain bersama Nita diatas karpet.

“Nita,” panggil Ayra lembut.

Pelayan muda itu langsung berdiri. “Iya Nyonya?”

“Saya mau pergi sebentar,” ucap Ayra pelan. “Tolong pastikan Samuel minum obat setelah makan nanti.”

“Baik Nyonya.”

Samuel langsung menoleh cepat.

“Mama mau kemana?” tanyanya polos.

Ayra tersenyum tipis lalu mendekat mengusap rambut putranya lembut.

“Mama ada urusan sebentar sayang,” jawabnya pelan. “Samuel dirumah dulu sama Bi Nita ya?”

Samuel mengangguk kecil meski wajahnya tampak sedikit kecewa.

“Mama cepat pulang?”

“Iya.”

Ayra mengecup kening bocah itu singkat sebelum akhirnya pergi meninggalkan rumah.

••

••

Tak lama kemudian, mobil Ayra berhenti tepat didepan Lumina Cafe.

Wanita itu langsung masuk kedalam cafe dengan langkah pelan. Suasana siang terlihat cukup tenang, hanya beberapa pengunjung yang duduk menikmati waktu mereka.

Ayra memilih meja pojok sebelum duduk perlahan. Tangannya saling menggenggam gelisah diatas meja. Entah kenapa jantungnya terus berdebar sejak tadi.

Tak lama kemudian, sosok Jonathan akhirnya muncul memasuki cafe.

Pria itu langsung menghampiri Ayra lalu menundukkan kepalanya sopan.

“Maaf sudah membuat Nyonya menunggu.”

Ayra menggeleng kecil.

“Tidak masalah, Jo.” Wanita itu mencoba tersenyum tipis. “Duduklah. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan.”

Jonathan tampak sedikit bingung, namun tetap duduk dengan sopan didepan Ayra.

Suasana sempat hening beberapa detik.

Ayra menarik napas panjang sebelum akhirnya membuka suara pelan.

“Aku ingin tahu…” bisiknya lirih. “Sejauh mana hubungan Shella dengan Mas Arga?”

1
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
Ma Em
Makanya Bu Ratna , Lisa kalau hdp mewah mu dari harta orang lain jgn sombong sok berkuasa sedangkan uang yg kalian untuk senang2 beli ini itu uang dari perusahaan milik Ayra dan setelah diambil sama yg punya nya kamu jadi gembel , sekarang kalian rasakan menyesal pun sdh tdk ada gunanya lagi .
sunaryati jarum
Kalian mau kembali ke asal 🤣🤣🤣🤭
sunaryati jarum
Nikmati saja buah dari perbuatan kalian, karena dilimpahi kemewahan kalian lupa diri asal ada harta melimpah hingga berani membohongi orang yang sangat berjasa pada kalian.
Zhao_Xena: kacang lupa kulitnya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!