cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
VIP
Di rumah sakit Harapan Bangsa tepatnya di ruang VIP tempat Azizah di rawat, setelah beberapa menit kemudian Azizah telah siuman.
" Heemmmm.... Aku dimana ini?" Gumam Azizah sambil mengucek mata
" Aduuhh.... Sakit banget kepalaku auuuwws" rintih azizah
" Ya Allah Arofik..... di mana dia?" Teriak Azizah dengan panik saat mengingat adiknya yang saat itu di ganggu para preman.
Sedangkan Arofik yang telah tertidur pulas di sofa langsung kaget ketika mendengar teriakan kakaknya.
" Kakak hhuhuuuu" ucap Arofik sambil berlari menuju brankar Azizah
" Aku takut kak... Huhuhuuu... Kenapa kakak gak bangun-bangun huhuhuuu..'' ucap Arofik sambil menangis
" Hey sudah jangan menangis kakak gak apa-apa kok" ucap Azizah dengan mengusap air mata Arofik
" Gak apa-apa gimana kepala kakak banyak mengeluarkan darah, kakak lama gak sadar-sadar aku takut kakak ninggalin aku kayak ayah dan ibu huhuhuuuu" ucap Arofik sambil memeluk Azizah dengan erat.
" Hey kakak gak akan pernah ninggalin kamu kok dek tenang ya" ucap Azizah sambil memeluk Arofik dengan erat
Di saat sepasang adik dan kakak yang telah menangis haru tiba-tiba pintu di buka dengan keras.
Brak....
" DIMAAAASSS....!!" Teriak seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik bersamaan dengan pintu ruangan yang terbuka.
Karena terkejut sepasang adik dan kakak yaitu Arofik dan Azizah yang larut dalam suasana haru, reflek meloncat dari brankar dan karena kaki Azizah yang masih sakit efek kecelakaan mengakibatkan dia jatuh terjengkang karena tidak bisa berdiri dengan benar.
"Auuuuuwwsss...." Rintih azizah sambil memegangi kaki dan bokong yang terasa ngilu luar biasa
Sedangkan si pelaku yaitu mama Casandra hanya diam mematung di ambang pintu dengan mata melotot dan mulut terbuka.
" kakaaakk " Teriak Arofik sambil berlari ke arah Azizah
" Eh.. Maaf ya Tante gak sengaja gak bermaksud juga ngagetin kalian" ucap mama Casandra setelah sadar dari keterkejutannya
" Iya Tante gak apa-apa kok" ucap Azizah sambil meringis menahan sakit
* Gak apa-apa gimana kaki kayak mau patah dan bokong sudah dangdutan rasanya nyut-nyutan ajib-ajib gini* Gumam Azizah dalam hati
" Mari saya bantu ke brankar" ucap mama Casandra sambil membopong tubuh Azizah
" makasih Tante" ucap Azizah setelah berbaring di atas brankar
" Maaf ya tadi saya panik karena dapat kabar kalau anak saya di rawat di RS ini dan setelah saya tanya ke resepsionis katanya ada di ruangan ini tapi.... Kok malah kamu yang di sini bukan anak saya?" ucap mama Casandra tak enak hati
" Iya Tante gak apa-apa" ucap Azizah
Di tengah obrolan mama Casandra dan Azizah suara bariton dari seseorang yang sangat di kenal mama Casandra terdengar.
" Loh mama kok ada di sini?" Tanya Dimas Anggara
" Dimas, kamu gak apa-apa kan? Tadi Hendra telpon mama katanya kamu di rawat di RS ini" ucap mama Casandra sambil memeriksa kondisi tubuh Dimas.
" Dimas gak apa-apa ma... Bukan Dimas yang kecelakaan tapi Dimas yang nabrak dia" ucap Dimas sambil menunjuk ke arah Azizah
" kok bisa kamu nabrak dia? Pasti kamu ugal-ugalan kan nyetir mobilnya? Hayo ngaku" ucap mama Casandra sambil menjewer telinga Dimas hingga kemerahan
" mama ini kebiasaan jewer telinga aku terus sakit mama" gerutu Dimas sambil mengusap telinganya yang nyut-nyutan efek jeweran maut mama Casandra
" Kamu harus tanggung jawab pokoknya Dimas sampai dia benar-benar sembuh" ucap mama Casandra
" Iya mamaku sayang ini juga sedang tanggung jawab" ucap Dimas
Sedangkan Azizah dan Rofik hanya bisa melihat antara mama Casandra dan Dimas Anggara secara bergantian.
" Eemmmm sebenarnya ini juga karena salah saya Tante karena saya gak lihat-lihat saat mau nyebrang karena saya panik pas lihat adik saya di gangguin preman mangkanya saya berlari tanpa melihat sekitar maaf ya pak Dimas" ucap Azizah
" Gimana ceritanya adik kamu sampai di gangguin preman?" ucap mama Casandra sedangkan Dimas hanya memperhatikan saja
" Jadi tadi saya dan adik saya sedang jualan cilok Tante, karena saos dan kecap pada habis saya pergi ke supermarket untuk membeli saos dan kecap tersebut, nah setelah saya beli pas mau menyebrang jalan saya lihat adik saya ini nangis histeris dan gerobak saya di hancurin para preman itu" jelas Azizah
" Oh ya aduh maaf Tante, pak Dimas saya harus segera ke taman kota lagi gerobak saya gimana nasibnya ini aduuuhh" ucap Azizah yang teringat gerobaknya
" Eh jangan kemana-mana dulu kamu belum sembuh masalah gerobak biarin saja" ucap Dimas dan mama Casandra
" Gak Tante saya harus kesana karena gerobak itu sangat berharga bagi saya, tanpa gerobak itu saya gak bisa jualan cilok lagi dan kalau saya gak jualan Gimana nasib saya dan adik saya maaf Tante saya permisi dulu" ucap Azizah yang langsung berdiri dan mencoba berjalan dengan tertatih
" Biar asisten saya yang urus gerobak kamu mending kamu istirahat saja di sini sampai kamu benar-benar sembuh" ucap Dimas Anggara
" Tapi pak...." ucap Azizah
" Kamu nurut saja dengan Dimas Tante jamin gerobaknya akan aman" ucap mama Casandra meyakinkan
" Terimakasih tapi.... Saya gak punya uang untuk membayar biaya perawatan saya ini Tante apa lagi ini kamarnya bagus banget pasti mahal" lirih Azizah
" Sudah tenang saja kamu gak usah mikir soal biaya biar Dimas yang tanggung " ucap mama Casandra
" Terimakasih" ucap Azizah dengan lega
Setelah 1 jam kemudian Hendra datang dengan beberapa paperbag di tangannya yang berisi baju ganti Dimas dan Arofik.
" Nih pesanan kamu " ucap Hendra sambil mengulurkan paperbag itu ke arah Dimas
" Hem lama banget kamu belanjanya sudah macam perempuan saja" ucap Dimas Anggara
Dan mama Casandra yang mendengar ucapan Dimas Anggara seketika melotot dan mulut terbuka tak habis pikir dengan omongan Dimas yang menyinggungnya.
" Apa kamu bilang? Perempuan kalau belanja lama?" ucap mama Casandra dengan nafas memburu karena kesal
" Engg...enggak kok ma... Mama salah dengar" ucap Dimas dengan bergegas berlari ke arah Arofik
" Nih dek kamu ganti baju dulu " ucap Dimas sambil mengulurkan paperbag ke arah Arofik
" makasih om" ucap Arofik
" Iya sama-sama" ucap Dimas Anggara
Beberapa jam kemudian mama Casandra berpamitan untuk pulang.
" Azizah Tante pulang dulu ya" ucap Tante Casandra
" Oh ya kamu jangan lupa ya Dimas nanti jam 7 bertemu dengan meli"ucap mama Casandra
" Hemmm iya ma" ucap Dimas Anggara
" Ya sudah mama pulang dulu sebentar lagi papa kamu mau pulang jadi mama harus sudah standby di rumah untuk menyambut kedatangan papa" ucap mama Casandra
" Iya ma ayo aku antar pulang" ucap Dimas sambil berdiri
" Eeeiiiits jangan kamu harus ada di sini kasihan Azizah dan adiknya kalau di sini sendirian nanti kalau butuh apa-apa gimana?" ucap mama Casandra
" Ya sudah hati-hati ma" ucap Dimas Anggara
Setelah kepergian mama Casandra kini hanya ada Azizah dan Dimas Anggara tak lupa juga dengan Arofik yang telah tertidur pulas di sofa.
Krruuuukkk....
Bunyi perut Azizah yang minta di isi, karena dari siang sampai sore belum sempat di isi.
" Eemmm mas Dimas saya boleh minta tolong gak?" ucap Azizah
" Iya ada apa?" ucap Dimas Anggara
" Mas saya laper tapi di sini belum ada makanan kalau saya minta tolong belikan makanan boleh gak?" ucap Azizah
" Heeemmm" jawab Dimas Anggara
" maaf ngrepotin" ucap Azizah tak enak hati
" heemm" ucap Dimas Anggara
" Dasar cowok irit omong banget ham Hem ham Hem terus udah kayak gak ada stok omongan lain saja untung ganteng" gerutu Azizah
*** Hai kakak-kakak tersayang makasih ya udah mau baca ceritaku jangan lupa tanda kasihnya dan rangkaian bunganya makasih***