NovelToon NovelToon
Petualangan Dua Bersaudara

Petualangan Dua Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:257
Nilai: 5
Nama Author: LanLan.CNL

membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.

bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.

mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.

dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 12

...12: MOGOK LATIHAN, MENIKMATI KEBEBASAN...

...****************...

Duel sengit antara murid dan guru di bawah terik matahari pagi telah usai. Kini, Arvendel berdiri dengan tangan bersedekap, meminta Kenzie untuk memperlihatkan sudah sejauh mana pemahaman dan perkembangan jurus pergerakan kaki yang telah ia hadiahkan kepada pemuda itu beberapa tahun lalu.

Tanpa menunda waktu, Kenzie langsung memulai aktivitas latihannya. Ini adalah kesempatannya untuk membuktikan kepada sang guru bahwa ia tidak hanya menelan teori mentah-mentah, melainkan telah membuat lompatan perkembangan yang masif dan gila dalam memahami makna di balik jurus tersebut.

Nama asli jurus hadiah dari Arvendel itu adalah **Langkah Pengguncang Langit** sebuah ilmu pergerakan tingkat tinggi yang berfokus pada kekuatan tumpuan kaki dan manipulasi kecepatan yang sanggup melesat secepat kilatan cahaya.

Di dalam kitab usang yang diberikan Arvendel dulu, sebenarnya hanya tertera manuskrip kuno berisi teori dasar penggunaan langkah kaki dan metode sirkulasi energinya. Namun, melalui proses penempaan neraka selama delapan tahun di Gunung Celestara, Kenzie berhasil merangkai dan menyusun konsep orisinalnya sendiri.

Kenzie mengambil potongan konsep *Langkah Pengguncang Langit* dan memodifikasinya menjadi Langkah yang mematikan. Ia menamakannya demikian karena di dalam struktur gerakannya, terdapat ritme langkah kaki yang begitu hebat, yang sanggup menggocek dan membunuh seorang pendekar yang telah berdiri di puncak kejayaannya sekalipun. Sementara untuk teknik pertama dan kedua, ia beri nama **Langkah Hening Kabut dan Langkah senyap**, sebuah pergerakan senyap yang terinspirasi langsung dari kesunyian kabut tebal yang menyelimuti tempat tinggal mereka.

Selama delapan tahun ini, Kenzie dan Arvendel memang mengisolasi diri di Gunung Celestara. Mereka baru menyadari nama wilayah ini ketika enam tahun lalu mereka melakukan eksplorasi ke bagian terdalam gunung dan dikejutkan oleh kemunculan monster-monster buas (*beast*) kuno. Itulah alasan mengapa hampir tidak ada tanda-tanda kehidupan manusia biasa di sekitar tempat latihan mereka.

Kenzie mengambil posisi kuda-kuda. Ia berniat mengombinasikan jurus langkah kaki tersebut dengan jurus pedang ciptaannya sendiri, *Jurus Bulan Berkabut*.

"Jurus Pengguncang Langit... Teknik Pertama: Langkah hening kabut!"

*Sshoosss—!*

Dalam satu hentakan, tubuh tegap Kenzie melesat dengan kecepatan yang mengerikan. Rambut peraknya berkibar memotong angin saat ia melompati barisan bebatuan besar, bergerak sangat lincah di sepanjang dinding tebing yang terjal dan curam. Tepat saat tubuhnya melayang di udara melewati sudut tebing, Kenzie menarik tangan kanannya ke belakang, memasang posisi siap menebas. Targetnya adalah sebuah batu gunung raksasa yang berdiri kokoh di antara bukit cadas.

Dari titik tertinggi lompatannya, Kenzie mengayunkan tangannya memotong lurus. "Jurus Bulan Berkabut... Teknik Pertama: Tebasan Bulan Sabit!"

*SLASH!*

Ayunan tangannya bergerak begitu halus namun membawa tekanan ratusan kilogram. Tebasannya meluncur sempurna, menciptakan gelombang energi perak vertikal yang seketika membelah batu raksasa di hadapannya menjadi dua bagian dengan potongan melengkung yang rapi layaknya bulan sabit.

*Prok! Prok! Prok!*

Dari kejauhan, suara tepukan tangan ritmis memecah kesunyian cadas. Kenzie memalingkan kepalanya dan mendapati Arvendel sedang bertepuk tangan dengan raut wajah yang menyiratkan kepuasan luar biasa atas pencapaian yang diasah mandiri oleh muridnya.

"Bagus, Kenzie. Kamu telah berhasil memantapkan jurus yang kuberikan... Sungguh, keturunan dari klan Laurent memang memiliki talenta yang hebat serta kejeniusan yang sangat gila," puji Arvendel, memberikan sanjungan tinggi yang sangat jarang ia obral.

Kenzie membungkukkan tubuhnya dalam-dalam, memberikan gestur hormat tertinggi. "Terima kasih banyak atas sanjungannya, Master." Puji aku.. Pujilah aku master, lihatlah kehebatan dari murid tampanmu ini. Sambung Kenzie di benaknya, berbangga diri atas pencapaian dirinya.

"Kalau begitu, aku pamit pergi dulu," ucap Arvendel, dadanya membusung bangga. "Oh, aku hampir lupa mengatakan hal penting. Hari ini aku akan pergi meninggalkan gunung untuk mengunjungi Vargan. Aku ingin melihat sendiri sudah sampai sejauh mana perkembangan dan kekuatan adikmu, Reinzie dan Chelsea, saat ini."

Mendengar nama adiknya disebut, mata Kenzie seketika berbinar penuh semangat. "Apakah aku boleh ikut dengan Anda, Master? Aku sudah sangat merindukan dan segera ingin bertemu dengan Reinzie serta Chelsea!"

"Tidak perlu," tolak Arvendel tegas tanpa ruang bantahan. "Tetaplah di sini dan berlatihlah dengan giat untuk memantapkan sisa jurusmu. Karena setelah aku kembali nanti malam! Kita akan beristirahat untuk persiapan besok, sebab kita akan langsung berangkat bersama untuk memburu sisa-sisa roh jahat Zatrah!"

Kenzie yang berdiri tegap seketika merosot, wajahnya ditekuk murung. "Haaah... Baiklah, Master. Kalau begitu hati-hati di jalan, dan tolong sampaikan salam rinduku pada mereka jika Master sudah tiba di sana."

"Baik, aku tidak akan melupakan salammu. Manfaatkan waktumu yang berharga untuk latihan, selagi aku pergi kamu bersiaplah untuk hari esok. Aku berangkat," utas Arvendel. Dalam satu kedipan mata, tubuh sang Master melebur bersama embun gunung, meninggalkan Kenzie sendirian di pelataran batu.

Kenzie memastikan hawa keberadaan Arvendel benar-benar telah menghilang radius beberapa kilometer dari Gunung Celestara. Begitu dirasa aman, gurat murung di wajahnya lenyap seketika, digantikan oleh seringai lebar yang terukir jelas di wajah tampannya.

"Hahaha! Kalau begitu, aku bebas untuk tidak latihan hari ini! Merdeka!" serunya kegirangan, suaranya menggema di sepanjang tebing. "Saatnya berkeliling memburu monster dan berpesta daging panggang besar-besaran!"

Kenzie tertawa lepas, menikmati kepuasan tak terkira karena hari ini tidak ada mata elang Arvendel yang mengawasinya. "Saatnya beraksi, hehehe... Para hewan spiritual Celestara, kuharap kalian tidak mengecewakan lidahku hari ini ya!" gumamnya iseng sembari menyeringai nakal.

Di saat yang sama, jauh di dalam keheningan vegetasi hijau yang lebat, beberapa monster hewan spritual tingkat tinggi mendadak menghentikan aktivitas mereka. Bulu-bulu kuduk mereka berdiri tegak, merasakan sebuah hawa dingin yang mengerikan mendadak mengalir merasuki sekujur tubuh mereka. Insting liar mereka berteriak bahwa predator puncak tinggi baru saja lepas dari kandangnya.

...----------------...

Beberapa saat kemudian, Kenzie tiba di vegetasi terdalam hutan Celestara. Tubuhnya yang kokoh kini hanya dilengkapi oleh satu-satunya alat latihan setianya: sebilah pedang kayu hitam.

Meskipun hanya terbuat dari kayu, pedang itu telah ditanamkan Kristal Magic Gravitasi legendaris oleh Arvendel, membuatnya memiliki ketahanan yang setara dengan baja dewa, dengan bobot ratusan kilogram yang bukan main beratnya.

Sembari memutar-mutar pedang kayu berat itu dengan satu tangan seringan memegang ranting, mata merah padam Kenzie mulai menjelajahi semak-semak, bersiap memulai pesta perburuannya di hari libur dadakan ini.

...----------------...

Sreeet!

Kenzie melangkah santai menembus semak belukar purba. Di hadapannya, seekor Celestara Frost-Boar (Babi Hutan Es Celestara) berukuran sebesar kereta kuda sedang mendengus berang. Hewan spiritual ini terkenal memiliki kulit sekeras lapisan baja batin dan sepasang taring es yang sanggup membekukan aliran darah mangsanya dalam sekali gores. Di dunia luar, monster ini dikategorikan sebagai ancaman tingkat tinggi yang setara dengan kekuatan seorang pendekar di ranah Master Tingkat Guru.

Namun bagi Kenzie, monster itu tidak lebih dari sekadar tumpukan daging iga yang berjalan.

Groaaar!

Babi hutan es itu melesat maju, memecah tanah di bawah kakinya dan memancarkan hawa pembeku yang masif. Kenzie bahkan tidak mengubah ekspresi wajahnya. Di usianya yang ke dua puluh tiga, dengan Lautan Ki garis darah Laurent yang bergemuruh di dalam dirinya, persepsi bertarungnya sudah berada di level yang sangat berbeda.

"Terlalu lambat," gumam Kenzie rileks.

Tanpa menggunakan Jurus Bulan Berkabut, Kenzie hanya mengandalkan kekuatan fisik murninya. Ia mengaktifkan Teknik Kedua: Langkah Senyap. Dalam sekejap, hawa keberadaannya hilang dari radar insting sang monster.

Wush! Kenzie tahu-tahu sudah berdiri tegak di atas punggung babi hutan tersebut. Dengan gerakan santai namun presisi, ia mengayunkan pedang kayu hitam berbobot ratusan kilogram miliknya ke bawah, menghantam tepat di titik saraf belakang leher monster tersebut.

BUMMM!

Gelombang kejut gravitasi dari pedangnya menghancurkan pertahanan babi hutan itu seketika tanpa merusak dagingnya. Monster setingkat Master Guru itu ambruk ke tanah, tewas dalam satu serangan bersih.

"Daging malam ini aman," Kenzie tersenyum puas. Namun, ia tidak berhenti di situ. Mengingat perutnya yang sangat lapar setelah disiksa latihan super esktrim, Kenzie berburu satu monster lagi: seekor Fiery Phoenix-Pheasant (Ayam Pegar Phoenix Api) hewan spiritual langka yang memiliki inti sari elemen api murni.

...----------------...

Beberapa jam kemudian, aroma harum yang teramat memikat mulai menguar di sekitar kliring air terjun.

Kenzie telah membuat api unggun besar. Di atas bara api yang menyala, potongan-potongan daging tebal dari Celestara Frost-Boar dipanggang dengan lemaknya yang meleleh menetes, menimbulkan suara mendesis yang menggugah selera. Di sisinya, daging Fiery Phoenix-Pheasant dikocok dengan rempah-rempah hutan, mengeluarkan minyak kemerahan yang harumnya sanggup membuat perut siapa pun berdemo.

Kenzie duduk selonjoran, merobek paha besar babi hutan es itu dan langsung mengunyahnya dengan lahap.

"Nyam... Luar biasa! Perpaduan yang sangat sempurna!" seru Kenzie kegirangan.

Begitu daging itu masuk ke dalam perutnya, esensi spiritual dari kedua monster itu langsung bereaksi. Energi es dingin dari babi hutan dan energi api hangat dari ayam pegar itu melebur menjadi satu pusaran energi murni yang masif.

Di dalam tubuh Kenzie, Lautan Energi Ki miliknya bergejolak lapar. Energi dari makanan lezat itu diserap dengan kecepatan gila oleh sel-sel tubuhnya. Kenzie merasakan setiap jengkal ototnya yang lelah akibat latihan Arvendel mendadak disegarkan kembali. Arus Ki keperakannya mengalir deras, memperkokoh fondasi dantiannya dan memberikan sedikit dorongan batin yang membuatnya merasa selangkah lebih dekat untuk menembus batas kultivasi berikutnya.

"Makanan ini benar-benar obat kultivasi terbaik. Ah, andai saja Master pergi setiap hari," gumam Kenzie kekenyangan, menyandarkan tubuhnya ke batu besar sambil menatap langit yang telah berganti malam bertabur bintang, dengan senyum puas. Kebebasan ini benar-benar nikmat tiada tara.

...****************...

1
LanLan.CNL
Tolong dong setelah membaca novelnya berikan tanggapan kalian agar aku sebagai author bisa menjadi lebih semangat lagi updatenya🙏🙏

setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
Ibar, {iba'rat Askar}
Dari sini kita tahu bahwa kebaikan seseorang bisa jadi adalah?...
Ibar, {iba'rat Askar}: @Abdul Halim @💕NEKO DES!🐈 @Mystorios _ Writer @Yedija Agung@أسوين سي @knovitriana @Yedija Agung @nia♡ @zichani @Gaizra
total 1 replies
LanLan.CNL
berbagi pengalaman itu adalah kebaikan.. jadi sering seringlah menerima kebaikan Kenzie ya🤣🤣
Ibar, {iba'rat Askar}
gue komentar pertama disini..
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!