NovelToon NovelToon
Kamu Satu Dari Sejuta

Kamu Satu Dari Sejuta

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hsnwy

Seseorang yang mengharapkan cinta dari orang yang paling ia cintai, justru adalah orang yang paling menyakiti. Hingga suatu saat mungkin harapan itu akan muncul dan menemukan seseorang jauh dan mampu memberikan rasa nyaman dan cinta.

Raisa adalah gadis yang baik, namun dia tidak seperti wanita pada umumnya yang di berikan cinta seluas samudera, berharap bahwa suatu saat nanti akan ada cahaya di balik kegelapan yang menyelimuti hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hsnwy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 - Pengakuan

Bab 12 - Pengakuan

Raisa terkejut, lalu menoleh perlahan. Matanya sedikit terbelalak, seolah tak menyangka apa yang mengganggu pikirannya bisa tertebak begitu saja. Ia menghela napas panjang, akhirnya mengakui kekhawatirannya.

“Mereka semua tahu hubungan saya dengan Kelvin… sudah bertahun-tahun. Jika saya datang bersamamu malam ini, tentu banyak yang akan bertanya-tanya, berbisik-bisik, atau bahkan menilai saya buruk,” jawabnya lirih, suaranya terdengar berat. “Saya tidak ingin Tiara merasa canggung atau pesta ulang tahunnya terganggu karena kehadiran Tuan.”

Senopati tetap memandang lurus ke depan, namun sudut bibirnya sedikit terangkat membentuk senyum tipis yang sulit diamati. Ia memutar setir dengan tenang saat memasuki perumahan tempat kediaman Tiara.

“Biarkan mereka berbisik dan bertanya,” ucapnya tegas namun tenang. “Apa yang mereka pikirkan bukan urusanmu. Yang terpenting, malam ini kau datang sebagai tamu yang dihormati, dan aku datang sebagai pendampingmu. Lagipula…” Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada yang lebih lembut, namun tetap pasti. “…Kelvin sudah memilih jalannya sendiri. Kau tidak bisa selamanya terikat pada kenangan yang sudah berakhir.”

Kalimat itu menusuk hati Raisa, bukan untuk menyakiti, tapi justru membuka mata yang selama ini ia tutupi. Ia terdiam, merenungkan kata-kata Senopati. Di satu sisi ia tahu itu benar, namun melepaskan semuanya bukan hal yang mudah dilakukan dalam sekejap, apalagi jika hubungan itu didasari sama-sama cinta, itu sulit sangat sulit.

Tak lama kemudian, mobil mereka memasuki halaman rumah yang sudah dipenuhi banyak kendaraan lain. Suara musik dan tawa riang sudah terdengar jelas dari dalam bangunan, menyambut kedatangan mereka. Senopati mematikan mesin, lalu menoleh ke arah Raisa.

“Sudah sampai. Tarik napas, angkat kepalamu. Kau tidak melakukan kesalahan apa pun. Ingat itu,” ucapnya, lalu turun terlebih dahulu dan segera berjalan mengitari mobil untuk membukakan pintu bagi Raisa.

Begitu Raisa melangkah turun dan kembali menyandarkan tangannya di lengan Senopati, kepala pengawal dan tamu yang berdiri di dekat pintu masuk langsung menoleh. Pandangan mereka seketika tertuju pada pasangan yang baru datang itu—terutama pada sosok Senopati yang dikenal sebagai salah satu orang paling berpengaruh di kota itu, dan jarang sekali terlihat menghadiri acara semacam ini.

Saat mereka melangkah masuk ke dalam ruang tamu yang sudah ramai, percakapan seketika meredup perlahan. Semua mata tertuju pada Raisa dan Senopati. Beberapa orang tampak terkejut, ada yang penasaran, dan tak sedikit yang segera berbisik pelan satu sama lain. Raisa merasakan jantungnya berdegup semakin kencang, telapak tangannya terasa sedikit berkeringat, namun genggaman lembut namun tegas dari lengan Senopati memberinya sedikit ketenangan.

Tiara yang sedang berdiri di tengah ruangan menyambut tamu, langsung melangkah cepat menghampiri mereka dengan tatapan terkejut sekaligus bingung. Namun senyumnya tetap terjaga agar tidak menimbulkan kecanggungan.

“Raisa… kamu datang,” sapa Tiara, lalu matanya beralih menatap Senopati dengan rasa hormat sekaligus rasa ingin tahu yang besar. “Dan ini Tuan Senopati. Sungguh suatu kehormatan menerima kedatangan Anda.” mereka selama ini hanya bisa melihat Senopati melalui TV atau ponsel, namun sekarang secara langsung siapa sangka, tapi itu bukan yang mengejutkan melainkan bagaimana pria itu bisa bergandengan dengan sahabatnya, yang selama ini ia ketahui memiliki kekasih.

Raisa tersenyum tipis, mencoba menenangkan diri. “Selamat ulang tahun, Tiara. Semoga panjang umur dan selalu bahagia.” Ia lalu menyerahkan kotak hadiah yang sudah disiapkan Senopati sebelumnya. “Ini hadiah dari kami.”

Senopati mengangguk sopan. “Selamat ulang tahun. Semoga acaranya berjalan lancar dan menyenangkan.”

Namun di balik sapaan itu, bisikan-bisikan mulai terdengar samar dari arah tamu yang lain.

“Bukankah Raisa yang berpacaran dengan Kelvin? Mengapa datang bersama pria lain”

“Sudah putus kah mereka? Belum lama ini masih terlihat akrab sekali…”

“Atau memang sudah ada hubungan lain selama ini?”

Raisa mendengar semuanya, dan rasa tidak nyaman mulai menjalar kembali ke seluruh tubuhnya. Namun tepat saat ia ingin menunduk karena malu, genggaman Senopati pada lengannya sedikit dipererat. Pria itu melirik sekilas ke arahnya dengan tatapan yang seolah berkata: Jangan pedulikan mereka.

"Perkenalkan semuanya saya adalah Senopati Aditama, saya adalah calon suami Raisa, pernikahan kami akan di adakan tiga hari lagi." Raisa tidak menyangka kalau Senopati akar berteriak mengatakan semua itu di tengah-tengah parah tamu undangan.

Tiara dan teman-teman lainya terkejut sambil membuka mulutnya berbentu O. Ini adalah kabar yang tak terduga, sedangkan Raisa di buat semakin malu oleh Senopati karena tiba-tiba mencium pipi kanannya.

Raisa lalu memegangi pipinya yang telah di cium oleh Senopati, ia melotot tidak percaya menatap Senopati. Para tamu undangan berteriak mengejek mereka karena bermesraan di depan banyak orang, tapi banyak juga orang berbisik kalau itu sangat romantis.

Suasana ruangan seketika hening sepenuhnya, seolah hanya tersisa suara detak jantung Raisa yang berdegup kencang seperti ingin melompat keluar dari dadanya. Wajahnya memerah merona, menjalar dari pipi hingga ke leher, membuatnya ingin menghilang begitu saja ke dalam lantai. Namun di sisi lain, pernyataan Senopati yang tegas itu seketika membungkam segala bisikan dan pandangan curiga yang tadi terasa menusuk.

Senopati berdiri tegak, tatapannya tenang namun berwibawa, seolah tidak ada satu pun di antara mereka yang berani mempertanyakan ucapannya. Ia tetap memegang lengan Raisa dengan lembut, sementara sudut bibirnya terangkat membentuk senyum percaya diri yang jarang ia tunjukkan di depan umum.

“Kenapa… kenapa kau katakan itu tiba-tiba?” bisik Raisa pelan sekali, suaranya nyaris tertelan suara musik latar yang perlahan kembali mengalun. Matanya masih melotot menatap pria di sampingnya, bingung sekaligus terkejut atas tindakan yang begitu mendadak.

Senopati menunduk sedikit mendekatkan wajahnya ke telinga Raisa, suaranya hanya terdengar oleh mereka berdua. “Daripada mereka terus menebak-nebak dan menciptakan cerita sendiri yang jauh lebih buruk, lebih baik aku katakan apa adanya. Sekarang mereka tidak punya alasan lagi untuk berbisik buruk tentangmu.”

Ucapan itu membuat Raisa terdiam. Ia sadar, setelah pengakuan itu, pandangan orang-orang berubah drastis—tidak lagi penuh kecurigaan, melainkan penuh kekaguman dan rasa hormat. Siapa yang berani meragukan atau menilai buruk ketika orang seberpengaruh Senopati secara terbuka mengakui kedudukannya sebagai calon istrinya?

Tiara yang baru saja pulih dari keterkejutannya, segera mendekat dan menarik tangan Raisa dengan senyum lebar yang tulus. “Kenapa baru bilang? Sahabat sendiri tidak diajak berbagi kabar bahagia ini,” katanya dengan nada bercanda namun hangat, berusaha menghilangkan kecanggungan. “Tapi sungguh… aku senang melihatmu terlihat begitu tenang malam ini.”

Raisa hanya bisa tersenyum canggung, masih merasakan sisa kehangatan ciuman di pipinya. “Maaf, Tiara… ini juga baru keputusan yang disepakati belakangan, jadi belum sempat kabari siapa pun.”

Senopati pun ikut tersenyum tipis kepada Tiara. “Kami memang berniat mengumumkannya secara resmi.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!