NovelToon NovelToon
My Queen

My Queen

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:45.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arisha Langsa

" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "

" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.

" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.

" karena kau hanyalah gadis manja" .

Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.

Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.

setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

" Meera kenapa bi? Dia makan apa kok bisa sampe demam tinggi?" Cecilia yang baru memasuki rumah Meera langsung mengintrogasi bik Munah saat wanita paruh baya itu membuka kan nya pintu.

" Bibi juga ga tau non,tapi seingat bibi non Meera ga makan yang lain selain sandwich dan jus strawberry yang nona Meera minta siang tadi setelah dari sekolah" jawab bik Munah yakin.

Keduanya melangkah menaiki tangga menuju lantai dua, tempat kamar Meera berada.

" Bibi udah kasi tau Tante Vanessa atau om Amran? " tanya Cecilia lagi,ia tak dapat menyembunyikan rasa khawatirnya.

" Belum non, mungkin tuan dan nyonya baru saja sampai di negara x, beliau berangkat menjelang siang hari tadi, mendadak ada masalah di perusahaan milik tuan besar di sana,bibik ga tega buat mereka khawatir" jawab bik Munah memberikan alasan.

Cecilia mengangguk setuju,ia juga berfikir demikian,tapi apakah tidak akan apa-apa jika mereka merahasiakan semua itu, Cecilia sangat paham seperti apa Meera jika sedang sakit.

" Bibik udah memanggil dokter keluarga?" tanya Cecilia,hanya itu yang paling sahabatnya butuhkan saat ini.

Dengan cepat bik Munah mengangguk" sudah non,sedang dalam perjalanan,tadi dokter Adam sedang menangani pasien darurat,beliau meminta waktu sebentar,tak mungkin meninggalkan pasiennya yang tengah kritis katanya " .

Cecilia mengangguk mengerti" semoga ga terlalu lama ya bik" harap Cecilia.

Cek lek...

Dua orang beda usia itu melangkah memasuki kamar, terlihat Meera yang terbaring di atas ranjang, tubuhnya tertutup oleh selimut sampai ke dada, wajahnya terlihat pucat.

" Babe...are you okay? Kamu makan apa Hem? bisa demam gini?" Cecilia menghampiri sahabatnya yang terlihat memejamkan matanya.

Mendengar suara sang sahabat,Meera membuka matanya perlahan, terlihat begitu lemah, matanya berkaca-kaca, menatap sendu sang sahabat.

" Aku cuma berenang,tapi tadi ga sengaja terkena hujan sedikit" jawab Meera jujur.

Cecilia memejamkan matanya mendengar jawaban sang sahabat,ia yakin, sahabatnya itu tengah sedih,dapat ia pastikan sesuatu terjadi pada sang sahabat dan ia belum mengetahui nya.

" Bibik buatkan teh jahe ya,non Cecil tolong temenin non Meera ya" bik Munah meninggalkan dua remaja tersebut.

" Ia bik,bibik jangan khawatir,Cecil akan jaga Meera" jawab Cecilia cepat.

" Aku ga suka teh jahe bik" Meera selalu menolak minuman apapun sejenis herbal,remaja cantik itu begitu sulit mengkonsumsi segala macam jenis obat-obatan,baik itu herbal atau generik.

" Teh jahe itu bagus untuk mencegah masuk angin,kamu harus meminumnya " ucap Cecilia cepat,ia menatap galak sahabatnya.

Bik Munah menggeleng melihat interaksi antara Cecilia dan nona mudanya, keduanya memang terlihat begitu dekat,dan persahabatan mereka terlihat begitu natural,tak ada yang terlihat di manfaatkan.

" Ada apa Hem? Ga mau cerita ke aku?" Cecilia mulai mengintrogasi Meera setelah bik Munah meninggalkan mereka.

Tak menjawab,Meera menyerahkan ponselnya yang sudah terlihat aplikasi chat miliknya.

" Sakit banget Cel, sumpah, apa Tuhan tak mendengar doa-doa ku tentang dia ya? atau aku harus menyerah ?" tanya Meera terdengar begitu lirih.

Cecilia tersenyum seraya menggeleng,ia mengusap lembut punggung kedua tangan sahabatnya" bukan Tuhan tak mendengar doa-doa mu,tapi mungkin belum saat nya Tuhan mengabulkan permintaan mu yang satu itu,menyerah atau terus berjuang itu adalah keputusan mu,tapi jika memang kamu sudah benar-benar merasakan lelah,maka istirahat lah" Cecilia memang selalu menjadi tempat curhat terbaik bagi Meera.

Obrolan mereka terhenti saat mengetahui dokter Adam telah tiba.

Pria paruh baya itu tersenyum lembut saat melihat putri dari sahabatnya sakit" kamu kenapa lagi cantik? Apakah kamu memakan sesuatu yang di larang? atau mungkin kamu bermain hujan? Atau terlalu lama berendam di air?" karena biasanya hanya tiga masalah itu yang menjadi pemicu Meera demam tinggi.

" Tidak paman,aku hanya berenang tapi tiba-tiba saja turun hujan dan aku terkena sedikit " jujur Meera.

Dokter Adam tersenyum seraya menggeleng pelan, mengusap lembut puncak kepala gadis cantik di hadapannya itu" Kita periksa ya" ucap nya riang.

" Bagaimana dokter?" bik Munah bertanya secara bersamaan saat melihat sang dokter telah selesai memeriksa.

" Demam nya memang cukup tinggi,tapi masih cukup aman, setelah mengkonsumsi obat penurun panas, semuanya akan baik-baik saja" jawab dokter Adam pasti.

" Terimakasih dok,maaf merepotkan malam-malam seperti ini " bik Munah mengucapkan terima kasih pada sang dokter, begitupun dengan Meera dan Cecilia.

" Itu sudah menjadi bagian dari tugas saya" jawab nya "cantik,ingat minum obat mu,agar cepat pulih " jawab dokter Adam santai.

Bik Munah mengantarkan dokter Adam hingga ke depan pintu, sedangkan Cecilia masih berada di dalam kamar Meera,tengah menatap menelisik wajah lesu dan sendu sang sahabat.

" Udah.. istirahat, jangan terlalu dipikirkan,masih banyak banget cowok lain yang tergila-gila sama kamu, walaupun mereka mungkin ga se tampan atau se kaya dia,tapi setidaknya mereka masih sama kekarnya dengan dia, tetap enak kok kalau untuk di peluk" Cecilia menggoda Meera seraya memberikan sedikit nasehat ringan untuk sang sahabat.

" Emang kamu yang mudah banget berpindah ke lain hati,dasar ABG labil" Meera ikut menanggapi candaan sang sahabat.

Di tengah candaan mereka, seseorang yang tak pernah mereka duga datang dengan wajah yang terlihat begitu dingin,namun tak dapat menyembunyikan tatapan khawatir nya.

" Non,ada pangeran Rafael " lapor bik Munah berada tepat di depan pintu kamar Meera,di belakang wanita paruh baya itu berdiri tubuh tegap yang tengah menatap ranjang dengan pandangan yang sulit di artikan.

" Cel..." lirih Meera seraya meremas pelan tangan Cecilia yang tadi mengusap lengannya.

Walaupun sedikit ragu,namun Cecilia mengangguk pelan" mungkin ada yang ingin di bicarakan,atau di jelaskan,aku keluar ya" pamit Cecilia cepat.

Dari tatapan tajam yang Rafael tunjukkan ia sudah paham, pria itu memintanya untuk meninggalkan mereka.

" Tapi Cel.." Meera terlihat begitu keberatan.

" Aku di kamar tamu,aku janji nginap di disini,udah izin mama juga tadi kok setelah bik Munah kabari kamu demam" Cecilia mencoba meyakinkan Meera.

Akhirnya walaupun dengan berat hati, Meera mengangguk patuh,ia memiringkan tubuhnya setelah kepergian Cecilia dan bik Munah,rasanya tak ingin melihat wajah pria yang tengah melangkah mendekatinya.

" Ada apa kakak datang malam-malam seperti ini?" tanya Meera pelan,setelah menunggu tak ada sebuah katapun dari Rafael.

" Kenapa demam ga kasi tau kakak Hem?" bukan menjawab, Rafael justru balik bertanya.

" Bik Munah juga ga kasih tau,kamu yang larang?" tambah Rafael lagi.

" Aku ga mau ngerepotin kakak terus,kakak kan sedang party merayakan hari kelulusan bareng yang lain,lagian ini juga udah lebih baik,paman Adam sudah kasi obat,kakak pulang aja" .

" kamu ngusir aku? Dokter Adam memang kasih obat,apa obatnya sudah kamu minum Hem?" geram Rafael bernada sedikit meninggi,hatinya menolak saat mendengar Meera mengusir nya.

" Nanti aku akan minum, sekarang ngantuk " alasan Meera, padahal Rafael sudah cukup hafal, gadis cantik itu tak pernah mau minum obat jika tanpa pemaksaan.

" Minum sekarang atau aku akan membuat mu minum dengan cara ku?" Meera langsung membalikkan tubuhnya saat mendengar sedikit ancaman dari Rafael.

Meminumkan dengan cara pria itu? Meera masih sangat ingat pada film romantis yang ia tonton beberapa hari yang lalu,dengan cepat Meera menggeleng membayangkan bibir Rafael menyentuh bibirnya.

" ia aku akan minum sekarang " jawab Meera ketus" tapi kakak haluskan dulu obatnya " pintanya manja,gadis cantik itu kembali ke mode manjanya.

" Sudah" jawab Rafael seraya menujukkan sendok yang berisi obat yang telah ia haluskan,dan menyodorkan nya ke bibir Meera.

Walau sangat terpaksa dan berat hati, akhirnya Meera membuka mulutnya seraya memejamkan matanya berusaha menelan obat yang memiliki rasa sangat tak enak menurut nya.

1
Umi Kolifah
udah mulai jatuh cinta si Alex, jangan mau cecil
irma hidayat
alex penjahat kelamin yg tidak berperasaan
Leha Leha
Patut nye thor ulat Bulu tu berjodoh dgn alex
Yensi Juniarti
ntah sampai kapan lah ya ulat bulu sama benalu itu tersingkir...
dan gimna rekasi si pangeran liat orang kepercayaannya sendiri nusuk dari belakang
Leha Leha
Kesian cecilia dia da troma dgn alex😭
KIM TAMIE
puasa dulu EL..bisa khaan ???????????🤣🤣
Queen AL
tolong yah, ini cerita kerajaan berarti bukan di Indonesia jadi jgn pake lo gue
irma hidayat
mantap ya kejutan menantumu arman
KIM TAMIE
adooooh siapa yg naroh bawang di siniiiiii 😭😭😭😭😭😭
Umi Kolifah
kalau ini ulah Alek ayo Rafael babat habis sahabat lahnatmu itu biar tau rasa, dan semoga kalau meera hamil janinnya g' kenapa2, ayo Thor up LG ini masih kurang
KIM TAMIE
jangan2 ini ulah si kampret Alex dan kroni2nya
irma hidayat
wah mau mudik ketanah air gimana itu kagetnya ortu merra kalau bilang udah nikah
irma hidayat
mudah2an junior rafaelnya segera hadir fi perut meera
Leha Leha
Mungkin kah ade khabar gembira untuk pangeran
Leha Leha
Kesian cecilia thor dia baik lepas tu ade org jahat bwat dia knp thor Tk bg dia cupel dgn dameris
Siti Naimah
yang penting Meera baik2 saja😍
irma hidayat
terlalu bersemangat berulang jadilah bengkak, rugi kn kamu hrs puasa dulu rafael
KIM TAMIE: Dia lagi maruk2nya kak 🤣
total 1 replies
Leha Leha
Tq thor I love you
Nurfi Susiana
next thor,,aq tunggu karma dan penyesalan alex
irma hidayat
jahat banget s alex,moga dapat balasan yg setimpal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!