NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:118.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara yang sebelumnya mengejarnya karena tak terima diputuskan malah berbalik pergi setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Mamas Ganteng

Jordi dan Pak Nurdin melihat sapi yang ingin dibeli Jordi. Sedangkan Ryu berdiri di gerbang kandang, menahan pusing dan mual.

"Jordi," seru Ryu sambil menutup hidungnya. "Cepetan!"

"Iya, Bos. Bentar," sahut Jordi. "Lagi milih nih."

"Gak usah milih. Tanya aja yang harganya mahal pasti bagus." Suara Ryu jelas terdengar tidak sabar.

"Iya, iya... sabar dikit napa," balas Jordi ringan. "Kan bukan cuma nego harga sama milih doang, Bos."

"Itu Nak Ryu kayaknya gak tahan bau kandangnya, deh," ujar Pak Nurdin.

Ia menatap Ryu yang menunduk sambil menumpukan satu tangan di tiang gerbang yang terbuat dari kayu gelondongan.

"Maklum saja, Pak," sahut Jordi. "Bos saya sensitif sama bau. Tapi demi istri tercinta, rela ikut beli hewan ternak meski harus... ya begitulah." Jordi tertawa kecil.

Pak Nurdin ikut tertawa. "Ya sudah. Kalau gitu ACC ya. Bapak mau bilang sama bos Bapak."

"Iya, Pak," sahut Jordi tersenyum ramah. "Kalau begitu saya pamit, Pak. Terima kasih banyak."

"Sama-sama," sahut Pak Nurdin.

Dengan langkah lebar, Jordi meninggalkan kandang. Jelas ia khawatir melihat kondisi Ryu.

Sedangkan Pak Nurdin, wajahnya penuh senyuman. "Rezeki nomplok ini. Mending bersih-bersih dulu biar sapinya sehat dan laris manis."

-

Sementara itu, Jordi akhirnya tiba di gerbang kandang. Ryu masih berdiri di sana, wajahnya hampir kehilangan warna.

"Sudah beres, Bos. Harga diri dan gengsi Bos gak bakal nyungsep, malah bakal melambung tinggi," ujar Jordi dengan dagu terangkat.

Jelas pemuda itu merasa puas setelah mendapat kambing dan sapi yang gemuk-gemuk.

"Ayo, kita balik, Bos," ajaknya dengan nada ringan.

Tapi--

"Hueek... hueek..."

Ryu yang tak bisa menahan gejolak di lambungnya akhirnya muntah. Ia membungkuk, mengeluarkan isi perutnya.

"Eh, eh... Bos." Jordi langsung mendekat.

Satu tangan pemuda itu memegang lengan Ryu agar tidak jatuh. Satunya lagi mengusap punggungnya.

"Astaga, Bos. Sampai segininya." Jordi menggeleng-gelengkan kepala, tak menyangka Ryu sampai muntah-muntah.

"Berisik," sergah Ryu dingin. "Ini semua gara-gara kamu."

Ryu menyeka mulutnya dengan tisu.

"Lah, ini 'kan demi Bos juga," sanggah Jordi. "Setelah ini nama Bos bakal terkenal dan dikenang di kampung ini sebagai suami dan menantu idaman. Teladan."

Ryu mendengus. Meski perutnya masih mual, kepalanya terasa berat, dan tubuhnya terasa lemas karena muntah, ia tetap melangkah meninggalkan area kandang itu.

Dari kejauhan, Agus menatap kedua pemuda itu. "Ngapain mereka ke sana?"

Agus mengalihkan pandangannya ke arah kandang sapi, lalu tanpa pikir panjang ia pergi ke sana.

"Pak! Pak Nurdin!" serunya setelah tiba di kandang sapi.

Tak lama kemudian Pak Nurdin muncul dengan sepatu boat dan sarung tangan karet.

"Eh, Nak Agus. Ada apa ya, Nak?" tanyanya sedikit heran dengan kedatangan Agus.

"Itu tadi...dua orang dari kota, ngapain mereka ke sini, Pak?" tanyanya yang tak bisa menahan rasa penasaran.

"Oh, suaminya Seroja?" sahut Pak Nurdin tenang. "Dia beli sapi lima ekor buat acara tahlilan nenek Winarsih."

Tanpa sadar tangan pemuda itu terkepal. Ia enggan mengucapkan nama Ryu, apalagi menyebutnya sebagai suami Seroja. Tapi saat orang lain mengatakan "suaminya Seroja" dadanya terasa panas.

Pak Nurdin menepuk pelan pundak Agus. "Sudah, Nak. Lupakan saja Seroja. Dia sudah ada yang punya."

Agus tersenyum samar. Pahit. Ia teringat bagaimana selama ini ia selalu datang membantu nenek Winarsih, berharap suatu hari bisa lebih dekat dengan Seroja.

Namun nyatanya usahanya sia-sia belaka.

"Aku permisi, Pak," ujar Agus akhirnya.

Pak Nurdin hanya mengangguk kecil. Ia menatap punggung Agus yang makin menjauh.

"Dari wajah, penampilan, dan kekayaan, jelas sudah kalah. Apalagi statusnya sudah jadi istri orang."

Pak Nurdin menggeleng pelan. "Ben pungkasane ora kuciwa, kudu ngerti kapan wektune ngarep lan kapan wektune kudu mandeg."

Ia berbalik kembali masuk ke kandang sambil bersenandung...

"Arepa gedhene roso tresnoku... Sak jerome atiku dinggo sliramu. Yen udu sing dikarepke... Sanes sing dipingini... Durung sempet duweni Pun kon ngikhlaske ...

Nyatane sak singkat-singkate ceritane ...Ngelalekne tetep ora gampang...."

-

Sementara itu, Ryu yang baru beberapa meter melangkah dari gerbang kandang--

"Akh!"

"Bos!"

Ryu yang kondisinya tidak fit karena aroma ternak dan kandang jadi kurang fokus hingga tergelincir di jalan yang berlubang. Beruntung refleks Jordi cepat dan sempat menyambar tangan Ryu.

"Bos, gak apa-apa?" tanya Jordi cepat, jelas khawatir.

"Jordi..." Rahang Ryu menegang samar. "Kayaknya kakiku terkilir."

"Apa?!" Jordi langsung menunduk melihat kaki Ryu.

Sepatu dan celana bagian bawah majikannya itu kotor oleh lumpur. Ia berjongkok memeriksa kaki Ryu.

"Waduh, kayaknya beneran terkilir ini, Bos," katanya saat melihat pergelangan kaki Ryu memerah.

"Bisa jalan gak, Bos?" tanyanya sambil berdiri.

"Masih bisa," sahut Ryu.

Jordi memapah Ryu, memastikan pria itu tidak tergelincir lagi, apalagi sampai terjatuh.

Ryu terus melangkah meski harus menahan nyeri. Namun, tiba-tiba Jordi membuang napas kasar.

"Bos, kalau begini caranya, lebaran haji kita baru nyampe rumah Seroja. Udah, aku gendong aja."

Tanpa menunggu lama, Jordi langsung berjongkok di depan Ryu.

Tapi Ryu malah terdiam. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana tatapan semua orang kalau dirinya pulang digendong Jordi. Apalagi kalau Seroja melihatnya.

"Aku bisa jalan sendiri," ucap Ryu datar.

Ia berusaha melanjutkan langkahnya meski tertatih menahan mual, pusing, dan nyeri sekaligus.

"Astaga... benar-benar kepala batu," dumel Jordi yang akhirnya berdiri.

Ia menatap majikannya yang bersikeras tak mau digendong.

"Bos," katanya akhirnya. "Jangan karena malu, kaki Bos tambah cedera. Memaksakan kaki Bos berjalan bakal memperparah kondisi Bos, tahu. Bos pilih malu sebentar atau mau sakit berhari-hari?"

Ryu masih keras kepala. Namun, tak bertahan lama saat matanya tak sengaja melihat kotoran sapi tak jauh darinya. Aromanya lumayan membuat perutnya kembali terasa seperti diaduk-aduk.

Ryu buru-buru memalingkan wajahnya. Dan--

"Hueek!"

Jordi berdecak. "Makanya, jadi orang jangan ngeyel, Bos."

Jordi hampir bergerak menghampiri Ryu, namun dua tangan tiba-tiba melingkar di pinggang Jordi dari belakang.

"Mamas ganteng..."

Jordi membeku.

"ASTAGA!"

Ryu menoleh lambat dan seketika terdiam.

Jordi langsung menepis tangan yang mulai bergerak nakal naik ke dadanya.

"Lepas!"

Ia berbalik dengan rahang mengeras, dan melihat wanita di depannya menyeringai lebar sambil memainkan kepangan rambutnya.

"Mamas mau dibawa ke pelaminan sekarang atau habis magrib?" Wanita itu mengedipkan matanya nakal dengan senyum menggoda.

Jordi langsung merinding. "Ondel-ondel. Jangan mendekat!"

Ryu menelan ludah kasar, tiba-tiba firasat buruk menyerangnya. Ia buru-buru melanjutkan langkahnya meski kakinya makin nyeri.

"Mamas ganteng, peluk Imah..." Wanita itu mendekat cepat. "Ayo kita bikin anak di semak belukar. Pasti seru deh."

Wanita itu menerjang ke arah Jordi. Tapi Jordi sudah mengambil langkah seribu.

"Wanita gila!" umpatnya panik.

"Mamas ganteng tungguin Imah!" teriaknya yang terjatuh.

"JORDI!" teriak Ryu panik.

"Maaf, Bos! Insting bertahan hidup!"

Dan Jordi benar-benar kabur karena mode survival.

Namun drama belum usai. Imah berdiri, matanya bergeser ke Ryu.

"Mamas..."

Imah pindah target ke pemuda itu. Tanpa aba-aba ia memeluk Ryu dari belakang sama seperti Jordi tadi.

"Lepas!"

Ryu yang sulit bergerak makin panik.

"Mamas dingin banget. Imah suka..."

"Jordi! Balik sekarang juga!"

 

...🔸🔸🔸...

..."Memaksakan diri mengejar sesuatu yang bukan takdir kita hanya akan mendatangkan luka. Cinta memang butuh perjuangan, namun juga butuh keikhlasan untuk tahu batas."...

..."Tidak semua yang datang terlambat kalah karena cinta. Kadang mereka kalah hanya karena takdir sudah memilih lebih dulu."...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
mery harwati
Jordi ada kopi online bwt mu agar kau cepet dipertemukan dengan jodohmu 😃💪
mery harwati
Waahh saat Seroja di kantor ketemu sama Clara yang selama ini sepengetahuan karyawan Ryu adalah pacar Ryu 🤣
Drama apalagi yang dimainkan Clara demi perusahaan keluarganya tetep hidup?
Seroja jangan tanggung² nyleding Clara ya 🤣
Hanima
😍😍🔥
Puji Hastuti
AQ gak sabar Ryu di ledek Jo habis²an😄😄😄
Anitha Ramto
Nah kan sudah pasti di goda habis sama Jordi,,banyak peta merah di leher Bosnya perbuatan kaka ipat🤣
Eliermswati
lnjut lg lah lg seru gmn reaksi 1 kantor melht bos nya dah menikah😂😂smngt thor up nya
Siti Jumiati
ditunggu kelanjutannya kak nana semangat💪🙏
Felycia Fernandez
aku lupa kk Thor,
apa para karyawan udah tau Ryu boss mereka sudah menikah?? atau sudah ada di jelaskan di Bab sebelum nya??
abimasta
lanjut thor
Felycia Fernandez
wow...
selamat ya Ryu dan Seroja akhirnya jadi suami istri sesungguhnya
Felycia Fernandez: bukan gtu kk,jadi suami istri sesungguhnya adalah mereka sudah memenuhi hak dan kewajiban masing2..
banyak kan yang menikah hanya di atas buku saja.apa mereka memenuhi hak dan kewajiban suami istri?? sama dengan nikah kontrak,tanpa melibatkan urusan ranjang.
itu namanya bukan suami istri sesungguhnya
total 2 replies
Azda Syafril
no coment... nunggu up slnjt'x Seroja kekantor Ryu .......
Jordi jodohnya yg waktu itu meluk n kejar2 Jordi di desa Seroja.... wkwkkkwkk
Ass Yfa
akhirnya jebol juga gawang Seroja...Ryu kamu pake bau belum kelar udah jekuar tuh tanda cibta betetbaran dimaba2,,,dimana mau ditaruh tuh muka Seroja😄😄
Dek Sri
selamat ya kalian udah unboxing, kapan nih pesta pernikahannya?
vj'z tri
jawaban salah 🤧🤧🤧🤧🤧/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Azda Syafril
wow..... tanda cinta yg mmbuat Ryu candu hingga lupa kesiangan da meeting 🤭😄
jgn lupakan nnti smpe kantor tuh kemeja msh terbuka dn terekspos gegara abz unboxing.....🤭😄
slmt eaaa dh pecah telorrr....
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Ksk 🙏🙏🙏😁

Semangat Ksk Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Mulai lagi deh! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Injak saja Nek! Kalau perlu sampai Remuk! 😂😂😂 Jangsn segan-segan! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Itulah Prua Sejati Seroja!:😂😂😂 belum tentu Pria lain memiliki Prinsip yang sama! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kalimat ini sudah menegaskan sih! Siapapun orangnya Ryu nggk akan membiarkannorang ketiga itu masuk kefalam Rumah tanggsnya! Siapapu itu! 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!