NovelToon NovelToon
Petani Ndeso Di Dunia Game

Petani Ndeso Di Dunia Game

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Romansa / Slice of Life
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Bima Saputra, seorang sarjana pariwisata yang hidupnya terjerat lilitan utang keluarga, kini terjebak menjadi juragan warung sayur di Kabupaten Jatiroso. Realita yang pahit, ibu sakit, dan pernikahan diam-diam dengan wanita impiannya, Dinda, membuatnya merasa terhimpit. Namun, nasibnya berubah drastis saat ponselnya kesetrum, membuka gerbang menuju ladang virtual game Harvest Moon! Kini, ia bisa menanam buah dan sayur berkualitas dewa yang tumbuh sekejap mata, memindahkannya ke dunia nyata, dan menjualnya untuk meraup omzet gila-gilaan. Dari semangka manis hingga stroberi spesial, Bima menemukan jalan ninjanya menuju kekayaan. Bisakah ia melunasi utang ratusan juta, membahagiakan ibunya, dan meresmikan pernikahannya dengan Dinda secara terang-terangan, tanpa ada yang mencurigai rahasia ladang gaibnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria Mana Pun yang Pernah Coba Pasti Bilang Mantap! Satpol PP Datang Nangkap Anjing!

Bima bangun dari tidurnya sambil merenggangkan otot-otot badannya.

Efek Okra Kualitas 2 itu benar-benar bukan main. Khasiatnya bahkan sudah setara dengan obat herbal kelas berat, bedanya yang ini seratus persen tanpa efek samping dan murni menutrisi ginjal.

Setelah nyawanya terkumpul penuh, ia memusatkan pikirannya ke layar antarmuka game, memanen okra dan stroberi yang sudah matang, lalu kembali menaburkan benih yang baru.

Sehabis sarapan, Bima meluncur ke gudang sewaannya, mengangkut seluruh okra dan stroberi yang baru dipanen, lalu menyetorkannya ke Toserba Makmur Jaya. Setelah urusannya selesai, ia kembali ke warungnya untuk bersantai.

Warung buahnya kini sudah bersih melompong tanpa dagangan sayur eceran. Ia sengaja membeli sebuah kursi malas lipat dan merebahkan dirinya di sana dengan sangat nikmat.

Menjelang sore, okra dan stroberi di ladangnya kembali panen. Ia pun bangkit, melakukan rutinitas kuli panggul lintas dimensinya, dan kembali menyetorkan barang ke Makmur Jaya.

Kloter sore ini menghasilkan 303,5 kilogram stroberi dan 1.525 kilogram okra. Dengan harga grosir yang sudah disepakati, omzet Bima hari ini menembus angka Rp 73.020.000. Saldo di rekeningnya kini membengkak menjadi Rp 557.494.000!

Cuma butuh setor sehari lagi, dan duit tabungannya bakal tembus setengah miliar rupiah lebih!

Namun, saat Bima sedang berjalan santai memegang map faktur menuju ruangan Manajer Cipto, kebetulan yang sangat absurd terjadi. Ia kembali berpapasan dengan wanita muda berpakaian ketat yang kemarin keluar dari ruangan si manajer! Saat wanita itu melewatinya, aroma khas yang sangat dipahami oleh laki-laki dewasa kembali menusuk hidungnya.

Tiba-tiba ponsel wanita itu berdering. Dengan senyum manis dan nada suara manja, ia menjawab teleponnya, "Halo, Suamiku... Iya sayang, ini aku lagi antre belanja sayur di Makmur Jaya kok. Nanti malam aku masakin hidangan yang enak ya buat kamu."

"..." Bima cuma bisa geleng-geleng kepala. Edan, pinter bener main gilanya.

Begitu Bima membuka pintu ruangan Cipto, ia disuguhi pemandangan si manajer tambun itu sedang meringis memegangi pinggangnya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya sibuk menyemprotkan pengharum ruangan ke segala penjuru.

Di dalam keranjang sampah dekat meja, secarik stocking hitam yang sudah robek tergeletak dengan pasrah.

Lagi-lagi, Bima cuma bisa membatin betapa liarnya kelakuan si lintah birokrasi ini.

"Eh, Bos Bima, mari masuk!" Cipto meletakkan botol semprotan pengharum ruangan. Tanpa ada raut canggung sedikit pun, ia dengan antusias menggiring Bima untuk duduk di kursi meja teh kebanggaannya.

Laki-laki kalau udah berduit memang kadang suka bertingkah seenak udelnya. Bagi sebagian orang, punya simpanan begini malah dijadikan bahan flexing alias pamer kalau lagi nongkrong di meja judi atau warung remang-remang. Siapa juga yang mau meremehkan laki-laki hidung belang berduit? Toh pihak laki-lakinya nggak rugi apa-apa. Yang ujung-ujungnya dipandang hina sama masyarakat ya si wanita simpannya itu.

"Ini faktur untuk pengiriman hari ini, Pak Cipto," ucap Bima sopan sambil menyodorkan dokumennya.

Cipto menerima kertas itu, membubuhkan tanda tangannya dengan cepat, lalu berkata sambil tersenyum lebar, "Bos Bima, okra yang Sampeyan kirim kemarin itu udah naik rak, dan gila, hari ini penjualannya meledak! Pokoknya saya pegang omongan awal ya, dengan harga grosir Rp 24.000 per kilo itu, berapapun stok yang Sampeyan bawa bakal saya sikat habis!"

"Pak Cipto, stok okra reguler saya memang mentok di angka 1.500-an kilo per harinya," balas Bima. Tiba-tiba, sebuah ide terlintas di kepalanya. "Tapi kebetulan... saya punya pasokan okra varietas budidaya khusus. Khasiatnya buat melancarkan saluran kemih sama menutrisi ginjal itu kuat banget. Bener-bener setruman buat stamina bapak-bapak, efeknya jauh lebih joss dari jamu kuat manapun. Kira-kira Pak Manajer mau coba?"

Mengingat pemandangan Cipto yang meringis memegangi pinggangnya tadi, Bima yakin seyakin-yakinnya kalau manajer tambun ini staminanya udah ngos-ngosan dan hampir mencapai batas limit tenaga kudanya. Kesempatan emas ini bisa Bima manfaatkan untuk menarik kembali sedikit 'uang pelicin' yang selama ini dikeruk Cipto!

"Wah, Bos Bima... ada ya okra budidaya khusus yang kayak gitu? Efeknya beneran senyata itu?" Mata Cipto seketika berbinar terang benderang.

Bima tersenyum penuh arti. "Pak Manajer, masa iya saya berani nipu Bapak? Cuma ya itu, harganya lumayan pedas. Per kilonya jatuh di angka Rp 800.000. Barangnya langka banget dan susah dicari. Tapi kalau Pak Cipto minat, saya usahakan bawa ke sini."

"Rp 800.000 sekilo?! Buset, mahal amat!" Cipto terlonjak kaget. Ini pertama kalinya ia mendengar ada okra yang harganya nyaris menyamai harga daging sapi Wagyu. Tapi di sisi lain, Bima memegang kendali supply komoditas premium supermarketnya, jadi mustahil anak muda itu berani menipunya pakai sayur abal-abal.

Ia langsung menimpali, "Bos Bima, kalau gitu tolong usahain barangnya buat saya ya. Saya mau test drive dulu khasiatnya."

Mengingat iming-iming khasiat dari Bima, Cipto mendadak merasa darah mudanya bergejolak.

Namanya juga laki-laki. Kalau udah masuk fase gampang loyo dan encok, keluar duit berapapun buat beli obat kuat pasti bakal diikhlaskan.

"Siap, saya cek stok ke petaninya dulu ya, Pak. Nanti kalau barangnya ready, langsung saya antar ke mari," ucap Bima, lalu berjalan keluar dari kantor Makmur Jaya.

Bima sengaja mengulur waktu nongkrong di warung kopi terdekat selama satu jam penuh. Setelah itu, ia meluncur ke gudang sewaan, mengeluarkan 4,5 Kilogram (sekitar 9 jin) okra Kualitas 2 dari dalam gamenya, lalu kembali menemui Cipto.

Begitu masuk kembali ke ruangan manajer, Bima membuka bungkusan plastiknya dan memamerkan okra Kualitas 2 itu sambil tersenyum, "Pak Manajer, ini barangnya udah dapat. Totalnya ada 4,5 kilogram, jadi harganya pas Rp 3.600.000!"

Mata Cipto meneliti sayuran hijau di depannya. Benar saja, okra ini bentuknya lebih jumbo dan warnanya hijau pekat merona, beda jauh dengan okra kualitas pasar.

Entah seberapa dahsyat efek aslinya nanti, tapi laki-laki paruh baya yang staminanya udah error pasti nggak bakal nolak buat eksperimen.

Bagi pria seusia Cipto, harga diri di atas ranjang itu urusan nyawa! Kalau nggak, buat apa coba suplemen penambah vitalitas yang harganya mahal dan nipu akal sehat laku keras di pasaran?

Cipto dengan sigap membuka dompet dan menghitung uang tunai tanpa babibu. Kelancarannya membayar justru bikin Bima membatin, Jangan-jangan harga Rp 800.000 per kilo ini masih kekecilan buat dia?

Keesokan paginya.

Begitu Bima bangun dan mengecek ladangnya, ia kembali panen 2,5 Kilogram okra Kualitas 2.

Setelah menabur benih baru dan sarapan pagi, ia pergi mengantar setoran rutin okra dan stroberi ke Toserba Makmur Jaya.

Ajaibnya, saat ia sedang mengawasi proses penimbangan di area loading, Manajer Cipto dengan perut buncitnya tergopoh-gopoh berlari menghampiri Bima. Ia langsung menarik tangan Bima ke sudut sepi bak orang mau transaksi barang gelap. "Bos Bima! Okra yang kemarin Sampeyan bawa masih ada stoknya nggak?!"

"???" Bima menatapnya heran. "Pak Manajer, kemarin kan udah saya bawain 4,5 kilo? Masa iya sehari langsung habis?!"

"Bukan habis, Bos Bima!" bisik Cipto berapi-api. "Barangnya masih nyisa di kulkas rumah. Tapi khasiatnya itu lho... edan banget! Saya cuma mau nyetok yang banyak buat persediaan pribadi!"

Awalnya, Cipto sempat ragu dengan harga Rp 800.000 per kilo yang dipatok Bima. Tapi tadi malam ia iseng memasak okra itu untuk makan malam. Hasilnya? Pagi ini saat ia bangun, rasa pegal, nyeri linu di pinggang, dan lemas yang biasanya menyiksa tulang belakangnya lenyap tanpa sisa!

Itu membuktikan kalau khasiat okra dewa itu bukan cuma mitos. Efeknya seratus persen nyata dan sangat instan!

Pagi tadi, Cipto diam-diam sudah menyuruh anak buahnya muter-muter pasar induk kabupaten untuk melacak dari mana Bima mengulak sayuran itu. Sayangnya, hasilnya nihil. Otomatis, dia cuma bisa mengemis ke Bima selaku distributor tunggalnya.

Melihat tampang Cipto yang kelaparan, Bima langsung sadar kalau khasiat okra Kualitas 2 ini bekerja lebih ekstrem pada pria berumur yang mesinnya mulai 'rewel', melampaui efek yang ia rasakan sendiri kemarin.

Meski begitu, Bima pura-pura memasang wajah serba salah dan menggaruk kepalanya. "Waduh, Pak Manajer. Bapak kan tahu saya ini cuma perantara. Okra se-premium ini barangnya gaib, Pak. Kalau nggak cepet-cepetan, pasti udah diserobot bos-bos lain di luar kota."

Mendengar itu, Cipto langsung panik. "Aduh, Bos Bima, Sampeyan tolongin saya lah! Gini deh, kemarin kan harganya Rp 800.000 sekilo? Sekarang saya berani bayar cash Rp 1.600.000 per kilonya! Duit segitu mah merem aja saya keluarin, toh lebih manjur daripada beli obat kuat herbal impor harganya jutaan!"

Langsung berani markup harga dua kali lipat?!

Bima terperangah. Obsesi bapak-bapak untuk mengembalikan masa kejayaan di atas ranjang memang nggak bisa diremehkan.

Tanpa Bima sadari, Cipto diam-diam menyusupkan satu slop rokok Surya 12 ke dalam pelukan Bima. "Bos Bima, saya titip urusan ini ke Sampeyan ya. Pokoknya diamankan buat saya!"

"Wah... kalau begini ceritanya, saya usahakan lobi petaninya deh, Pak Manajer." Bima menghela napas, pura-pura terbebani, padahal di dalam hatinya ia sedang tertawa terbahak-bahak. Dinamika kekuasaan di antara mereka kini resmi berbalik!

Sekarang giliran si manajer korup ini yang ngemis-ngemis kepadanya.

Melihat Bima mengiyakan permintaannya, Cipto pun bernapas lega.

Tak lama setelah Bima pergi, Cipto mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sebuah nomor VIP. Dengan senyum licik dan nada menjilat, ia berbicara, "Halo, Bos Tirto! Iya Bos, ini Cipto... Bos, kebetulan banget saya baru nemu barang bagus nih. Khasiatnya dewa banget buat 'mesin' kita..."

...

Di sisi lain, Bima tentu saja punya stok okra Kualitas 2 di tangannya. Tadi pagi ia baru saja memanen 2,5 Kilogram. Tapi ia sama sekali tak berniat menyerahkannya langsung.

Cipto boleh panik, tapi Bima harus main santai.

Prinsip jual beli barang langka: tarik ulur biar harganya melambung!

Dengan harga Rp 1.600.000 per kilo, kalau sore nanti panennya dapat 2,5 kilogram lagi, artinya dari 5 kilogram okra sultan itu ia bisa meraup Rp 8.000.000 tunai! Duit segitu sudah melibas habis total uang pelicin yang dipotong Cipto dari nota harian semangka dan stroberinya selama ini, bahkan sisa banyak.

Ternyata main di pasar barang eksklusif premium itu cuannya jauh lebih gila.

Dengan hati bersenandung riang, Bima melajukan motornya kembali ke jalanan pasar Jatiroso. Namun, baru saja tiba di depan warungnya, ia melihat kerumunan orang membentuk lingkaran besar di tengah jalan, asyik menonton sesuatu.

Di tengah kerumunan itu, beberapa petugas berseragam Satpol PP tampak sibuk mengayunkan jaring bambu panjang, mengepung dan mencoba menangkap seekor anjing hitam dekil.

Anjing hitam itu berlari zig-zag panik menghindari sergapan. Setiap kali tubuhnya tak sengaja tersabet gagang jaring bambu, anjing itu melolong kesakitan "Kaing! Kaing!", suaranya terdengar sangat memilukan. Matanya liar menatap sekeliling kerumunan warga, seolah mengemis pertolongan dari siapapun yang mau berbaik hati.

Jelas sekali ada pedagang atau warga yang lapor ke aparat setempat untuk menertibkan anjing jalanan ini.

Pasalnya, pengunjung pasar rata-rata adalah ibu-ibu rumah tangga yang sering membawa anak kecil. Mereka pasti ketakutan anak mereka digigit anjing liar atau tertular rabies. Sebelumnya, sudah banyak anjing jalanan di sekitar pasar ini yang ditangkap oleh dinas terkait untuk dieksekusi mati suntik.

Anjing liar memang gampang cari sisa makanan di jalanan pasar, tapi nyawa mereka juga paling gampang melayang di sini.

Hal ini murni karena ulah manusia-manusia tidak bertanggung jawab yang seenaknya membuang hewan peliharaan mereka, membuat populasi anjing liar meledak tak terkendali.

Bima mendadak teringat berita viral beberapa waktu lalu: seorang dokter hewan perempuan muda yang dihujat habis-habisan oleh netizen Social Justice Warrior (SJW) gara-gara dia menjalankan tugas dinas menyuntik mati 800 anjing liar yang ditelantarkan.

1
Yuliana Tunru
kapqnnih kejutan x buat dinda ..pasti dinda ternehek2 takjub bina sdh jd orkay 🤭🤭
Maz Shell
lanjutkan Thor
Yuliana Tunru
mantap bima hrs jd suami setia hempaskan cwek2 halu sok cantik pula mulut x penuh filter racun 🤭🤭
Yuliana Tunru
bima mmg the best tak sabar nunghu oeresmian vila oleh dinda jgn lupa klga x dinda ya sekian lamaran resmi ke ihu x dinda vila jd mas kawin bakqlqn shock habis tuh ibu2 💪💪💪bima up 3 napa thorrr blm puas ini
Tio Kusuma
mantappppp
Manusia Biasa
auto diborong🤣
Hardjoe Kewek
terima kasih
Hardjoe Kewek
cerita nya bagus,alurnya jg bagus
Jujun Adnin
lanjut
Yuliana Tunru
tak sabar gmn para karyawan bima yrrmehek2 liat bijit tanaman bogenvile x di tata aplg yg kelas sultan up x kurang thorrr 🤭🤭🤭
ZHIVER
thor tak bisa bahasa jawa
Yuliana Tunru
kwalitas gila tuh tak sabar nunggu bima nanam semua hunga di tanah koßoang trus buat gazebo2 buqt qisatawan nikmati ..cuan ngalir kyk air 💪💪 bimaa
Yuliana Tunru
smoga bimo yg dapat vila x buat hadiah pernikahan x dgn dinda ..gassss
Jack Strom
Lah dapat ikan hias legend, masalahnya mau diletak dimana itu ikan???🤔😁
Blue Izoel
tetap semangat thor bikin cerita petani 👍💪
Jack Strom
Ikan² kualitas 2 gak usah dijual, buat dikonsumsi saja, sayang efeknya tuh... 😁
Jack Strom
Selain lunasi pinjaman 100jt, juga kasih bantuan nikah 50jt cukup... 😁
Yuliana Tunru
mantal bima...bayarin utang2 mu duku bima hbs tuh siap2 ngumpuli buat beliin dinda rmh jd lapang tuh hati
Blue Izoel
update terus thor bakal saingan nih sma lahan mustika klo bnyk episode nya👍💪
Jack Strom
Wuih, sudah mulai ada acara mancing2nya, dapat ikan gede lagi... mantap!!! 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!