NovelToon NovelToon
Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: Lina Kotto

"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cinta semusim 12

Oh pil sun kembali ke kamar, ia duduk didepan meja kerja, awalnya ia hanya diam lalu kemudian mengambil salah satu berkas yang ada diatas mejanya. Ia membuka berkas itu tapi kemudian kembali menutupnya, saat ini dia benar-benar tidak memiliki mood untuk bekerja dan akhirnya memilih untuk berbaring ditempat tidurnya.

Ditempat tidur Oh pil sun hanya diam, ia menatap langit-langit kamarnya, perlahan ingatan nya kembali melayang ke saat-saat dimana ia menuduh Or ji oh melakukan sesuatu yang tidak dilakukannya. Yaitu memisahkan dengan Ye eun, padahal Ye eun sendiri yang telah mengkhianatinya, "huft" nafas Oh pil sun berat hari ini ia sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan kepada Or ji oh.

"haruskah aku meminta maaf padanya?" gumam Oh pil sun pada dirinya sendiri saat ia berbalik dan melihat handphonenya yang sedang di cas di atas meja, disisi kanan tempat tidurnya. Perlahan ia mengambil handphone tersebut dan menekan tombol on off, lalu mulai mencari sebuah nomor kotak yang tertera disana dengan nama Or ji oh, dan menghubungi nomor itu.

"tuuuuuuut" nada sambung pertama, Oh pil sun langsung mendekatkan handphonenya ke telinganya.

"tuuuuuuut" nada sambung kedua kembali terdengar Oh pil sun masih sabar menanti.

"tuuuut" nada sambung ketiga kembali terdengar, namun tidak berlangsung lama karena Or ji oh mengangkat panggil itu tapi langsung kembali mematikannya.

"dia mematikannya?! apa maksudnya?!" Seketika kening Oh pil sun mengkerut tidak terima, dan kembali menghubungi nomor Or ji oh, " tut, tut, tut, tut" namun nomor itu sudah tidak aktif. Or ji oh?! Sebetulnya dia pergi melanjutkan studinya, atau kabur??? kening Oh pil sun semakin mengkerut, akhirnya ia kembali meletakkan handphonenya dan mulai mencoba untuk tidur.

Oh pil sun tidak tahu bahwa Or ji oh belum lama sampai di Jerman, ia masih sangat lelah dan juga sangat mengantuk, ia bahkan baru tertidur sekitar sepuluh menit lalu, jadi wajar saja kalau tanpa sadar tangan Or ji oh mengangkat panggilan dari Oh pil sun, lalu dengan cepat mematikannya kembali, karena suara deringnya terlalu berisi dan sangat mengganggu tidurnya.

Akhirnya mereka berdua sama-sama tidur dengan nyenyak ditempat yang berbeda.

Saat bangun Or ji oh melihat handphonenya, ia tahu ada panggilan masuk dari Oh pil sun di handphonenya dengan durasi panggilan hanya lima detik, saat itu keningnya sedikit mengkerut, ia sempat berpikir untuk apa Oh pil sun menghubunginya. Namun dia sama sekali tidak berniat menghubunginya kembali, Or ji oh bahkan meletakkan handphonenya kembali, lalu bersiap melakukan aktifitasnya.

Tepat pukul delapan pagi Or ji oh pergi kekampus, ia pergi kekampus untuk menyerahkan laporan kedatangannya, setelah itu ia pun pergi perpustakaan, ia pergi kesana hanya untuk sekedar membaca buku. Dan pukul sebelas siang ia pergi mengikuti kelas pertama yang hanya berlangsung selama satu jam, setelah itu ia pun kembali ke asrama. Karena ia masih baru dan belum terlalu akrab dengan teman sekampusnya.

Begitu pula dengan Oh pil sun, saat bangun ia pun tak lagi mencoba untuk menghubungi Or ji oh. Jadwal nya sangat padat, banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan, seperti memeriksa dan menandatangani beberapa dokumen, rapat dan survey lapangan, untuk beberapa saat bahkan dia tidak ingat akan handphonenya.

"tuan muda hari ini para kerabat anda akan pulang kerumah mereka masing-masing, apakah saya perlu menyiapkan beberapa buah tangan untuk mereka dari anda?" bisik Kim mengingatkan Oh pil sun, karena sejak tadi Oh pil sun terus sibuk bermain golf bersama rekan bisnisnya. "hmm" jawab Oh pil sun hanya dengan sebuah anggukan.

Kerabat keluarga oh memang sudah hampir seminggu menginap di kediaman keluarga oh, sekarang sudah waktunya untuk mereka kembali kepada aktivitas dan kesibukan mereka masing-masing. "pukul berapa sekarang?" tanya Oh pil sun dengan berbisik pada Kim yang masih berdiri didekatnya, karena hari saat ini sangat cerah. "pukul lima" jawab Kim mengatakan bahwa hari sudah pukul lima sore.

"maaf direktur lee, saya baru saja ingat bahwa kerabat saya akan pergi hari ini, sepertinya kita harus mengakhiri permainan ini sampai disini dulu." kata Oh pil sun pada lawan main golf nya, meminta pengertiannya. "tidak apa presdir Oh, kita masih punya banyak waktu di lain hari." jawab direktur lee hangat, karena dia memang saat suka bermain golf dan Oh pil sun selalu mau diajak main golf bersama.

"baiklah kalau begitu saya permisi dulu." lanjut Oh pil sun tidak ingin membuang waktu dan mulai bersiap untuk pergi. "silahkan, silahkan." jawab direktur lee tidak ingin menahan dan hanya mengantar Oh pil sun dari kejauhan.

"tuan muda, apakah kita akan kembali kerumah sekarang?" tanya Kim masih dengan berbisik dan sedikit mengejar langkah Oh pil sun dengan mempercepat langkahnya, karena Oh pil sun berjalan begitu cepat. "tidak!" jawab Oh pil sun membuat Kim bingung. "lalu kita akan kemana?" tanya Kim akhirnya.

"kembali kekantor saja." kata Oh pil sun begitu mereka sampai ditempat parkir, dan langsung memejamkan mata begitu berada didalam mobil, tadi malam ia kurang tidur, ia bahkan hanya tidur empat jam dan hari ini pekerjaannya begitu banyak, hingga ia sangat lelah dan ingin tidur sebentar.

Namun saat memejamkan mata ia kembali teringat akan sesuatu, "cari tahu dimana alamat Or ji oh di Jerman! " perintah Oh pil sun dengan mata terpejam, membuat kening Kim sedikit naik, ia pikir mungkin bosnya ingin mengunjungi istrinya, namun kata-kata Oh pil sun selanjutnya segera membuat pikiran itu hilang. "dan juga nomor rekeningnya, jika sudah ketemu segera kirimkan beberapa hadiah dan juga uang setiap bulan!" mendengar itu "huft" Kim hanya menghela nafas pelan, sepertinya perjalanan cinta antara bosnya dan istri bosnya akan berlangsung lambat.

Di Jerman hari-hari Or ji oh lalui dengan biasa, dari kampus, ke kantin, paling sering ke perpustakaan, dan di hari libur biasanya akan ia habiskan dengan membaca buku dikamar asramanya, paling hanya sesekali dia akan pergi menonton bersama beberapa teman sekamarnya, yang berjumlah tiga orang.

Namun hari minggu ini dia tidak pergi ke mana-mana, karena setelah satu bulan lebih berada di Jerman ibu tiri Or ji oh datang mengunjungi nya, ia datang untuk melihat keadaan Or ji oh disana. "bagaimana suasana disini?" tanya ibu tiri Or ji oh begitu memasuki asrama dimana Or ji oh tinggal. "seperti yang terlihat" jawab Or ji oh tanpa melihat lawan bicaranya, nadanya dingin, matanya tetap fokus pada buku yang sedang ia baca, kebetulan disana hanya ada mereka berdua jadi dia tidak perlu berpura-pura.

"bukankah disini terlalu sempit?" lanjut ibu tiri Or ji oh mengomentari kamar yang ditempati oleh Or ji oh dan juga tiga orang penghuni lain, yang memang terlihat sempit untuk orang sepertinya, tidak terlihat sedikit pun ada rasa kecewa diwajahnya, karena sikap Or ji oh yang dingin itu, seperti sudah terbiasa. Ia malah terlihat seperti sangat perduli.

"lumayan" jawab Or ji oh masih tanpa melihat kearah lawan bicaranya. "pindah saja ke apartemen! Itu akan jauh membuat ayahmu lebih tenang." perintahnya tegas seperti seorang ibu. Mendengar itu Or ji oh hanya diam, "ayah mu sudah menyiapkan semuanya." lanjut ibu tiri Or ji oh karena Or ji oh sama sekali tidak bereaksi, saat itu kening Or ji oh sedikit mengernyit.

"bukankah ayah sudah tahu bahwa aku telah menikah dengan pewaris keluarga oh?!" kata Or ji oh akhirnya bertanya, dan melihat kearah lawan bicara nya, mengingat hubungan yang tidak baik antara ayahnya dan keluarga oh. "Pernikahan itu asli! Bukan pernikahan palsu seperti sebelumnya." lanjut Or ji oh dengan penuh penekanan, karena ibu tirinya terlihat begitu tenang. Or ji oh pikir ayahnya pasti marah saat mengetahui itu, hanya saja dia tidak melihatnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!