Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
"Benar, ayo pulang!"
Tony Juga malu untuk tinggal setelah melihat ketiga orang itu pergi.
Namun, Kira malah menghentikan mereka.
"Jangan pergi dulu! selain makan, masih ada kerjaan lain!"
Basan pun menghentikan langkah kakinya.
"Kerjaan apa?"
Kira berjalan ke depan gentong yang berisi ikan yang dia tangkap kemarin, lalu berkata,
“Bantu aku ikat ikan nya jadi begini!"
Begitu melihat ke dalam gentong air, keempat orang itu pun terkejut.
Kepala dan ekor ikan yang ada di dalam gentong air di ikat membentuk busur dengan tali rami, sedangkan insang mereka mengapung di atas air. Namun, semua ikan nya masih hidup!
Biasanya, ikan yang di tangkap dari sungai akan mati setelah di biarkan selama beberapa jam. Akan tetapi, ikan yang di tangkap Kira kemarin malah masih hidup sampai sekarang. Wulan yang berada di dapur juga penasaran.
Kira pun menjelaskan,
"Ini namanya 'Teknik Busur Ikan', Kalau kepala dan ekornya di ikat begini, oksigen yang di hirup insang bisa lebih banyak. Jadi, biarpun cuman ada sedikit air, ikan nya juga nggak bakal mati karena kekurangan oksigen!"
'Kekurangan oksigen?'
Keempat orang itu terlihat bingung, tetapi juga sangat gembira.
Mereka tidak mengerti arti oksigen, tetapi mereka mengetahui dengan jelas perbedaan harga ikan yang masih hidup dan yang sudah mati.
Basan langsung menjawab sambil melambaikan tangannya,
"Kalau gitu, kita langsung ikat saja sekarang, Nggak bakal lama kok, buat apa makan lagi!"
Kira berkata sambil tersenyum,
"Teknik Busur Ikan harus dilakukan dua kali. Pertama-tama, kita ikat dulu ekornya. Setelah lewat dua jam, kotoran di dalam tubuh ikan bakal keluar. Habis itu, kita baru buka ikatan ekornya untuk ikat lubang pengeluarannya. Dengan begitu, daging ikannya bisa jadi lebih segar dan empuk"
Keempat orang itu memperhatikan ekor ikan dengan saksama, ternyata memang ada bekas dua ikatan.
Doddy langsung berkata dengan kagum,
“Kak Kira, kenapa kamu bisa mengerti begitu banyak teknik yang luar biasa?"
"Memangnya masih perlu tanya?"
Tony langsung berkata dengan penuh percaya diri,
"Kira itu seorang pelajar. Dia pasti belajar soal teknik rahasia menangkap ikan dan Teknik Busur Ikan dari buku. Kira, betul, kan?"
Kira tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.
"Kamu memang pintar!"
"Hehe!"
Tony langsung merasa bangga karena dipuji oleh seorang sarjana.
Saat mereka selesai mengikat ikan, makan malam mereka juga sudah siap,
Serabi yang hangat đan ikan goreng sudah disajikan di ruang utama.
Wulan tetap makan dl dalam dapur. Pada zaman ini, wanita biasanya tidak makan dengan duduk di meja.
Setelah bekerja seharian, kelima pria itu pun menyantap makanan mereka dengan lahap.
Meskipun ini sudah ketiga kalinya Basan, Danu dan Doddy menyantap ikan dalam dua hari Ini, mereka masih terlihat sangat bersemangat.
Tony yang sudah ingin makan ikan selama dua hari juga makan dengan lahap. Namun, dia tiba-tiba menangis.
Kira pun buru-buru bertanya,
"Tony, kamu kenapa?"
"Nggak apa-apa, Kak Kira!"
Doddy berkata dengan terus terang,
"Semalam, kami sekeluarga juga makan sambil nangis. Soalnya sudah lama banget kami nggak makan daging."
Begitu mendengar ucapan Doddy, Basan langsung memelototinya.
Doddy pun buru-buru menunduk dan lanjut memakan ikannya dalam diam.
"Aku teringat orang tuaku!"
Tony menyeka air matanya, lalu lanjut berkata,
"Sebelum mereka meninggal, aku tanya mereka pengin makan apa. Mereka bilang pengin makan daging. Soalnya mereka belum pernah benar-benar menikmati daging, Mereka pengin tahu gimana rasanya makan daging sampai kenyang! Awalnya, aku kira aku bakal seperti orang tuaku. Aku nggak nyangka hari ini aku bisa makan daging sampai puas ... Huhuhu!"
Tony menggigit serabi dan memasukkan sepotong besar ikan ke dalam mulutnya. Dia makan sambil menangis, seolah-olah sudah gila.
Basan, Danu dan Doddy tidak menertawakannya. Ekspresi mereka juga terlihat sed!h.
Warga desa tidak mempunyai banyak penghasilan, tetapi harus membayar pajak dan kerja rodi.
Jangankan makan daging sampai kenyang, bahkan ada banyak warga desa yang tidak pernah makan kenyang seumur hidupnya.
Namun, hidup mereka akan berubah setelah mengetahui teknik rahasia menangkap ikan.
"Sudah dua jam, aku pergi ikat kan dulu!"
Selesai berbicara, Basan pun pergi mengikat ikan.
Danu juga diam-diam mengikutinya.
"Malu-maluin saja!"
Tony menyeka air matanya sambil membereskan peralatan makan mereka. Doddy juga membantunya. Saat melihat keempat orang yang sedang sibuk itu, Kira merasa sangat sedih.
Mereka adalah orang yang paling rajin di era ini, tetapi juga merupakan orang yang paling miskin dan menderita di era ini. Mereka sudah melakukan upaya yang sangat besar dan melakukan pekerjaan terberat di dunia ini, tetapi mereka tetap tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup yang paling mendasar.
Setelah selesai mengikat ikan, mereka berempat pun pulang ke rumah masing-masing.
Tony pulang ke rumah Kak Surya dan mengetuk pintu. Begitu membuka pintu, istri Kak Surya yang bernama Sinta itu berteriak sambil memegang sapu,
"Dasar pecundang, sudah curi telur ku masih berani pu...Ahl"
"Nih"
Selama ini, Tony hanya bisa diam saat di maki kakak iparnya. Sekarang, dia bisa dengan bangga melemparkan kedua ekor ikan kecil itu ke dalam rumah mereka.
Dua ekor ikan hidup yang beratnya masing-masing sekilo itu menggelepar di atas lantai.
Sinta buru-buru menangkap kedua ekor ikan itu, lalu sikapnya terhadap Tony juga langsung berubah.
"Tony, kenapa malam banget pulangnya? Sudah makan belum? Sini aku buatin serabi."
"Nggak usah, aku sudah kenyang makan daging!"
Setelah itu, Tony berjalan dengan lambat ke kandang sapi sambil berkata,
“Keluarkan baju dan sepatu baru Kakak, besok aku mau ke kota. Kelak, selama ada aku di rumah, keluarga kita bisa makan daging tiap hari!"
“Apa?"
Sinta langsung tercengang. Omong kosong apa yang sedang di bicarakan Tony? Bahkan pemimpin kabupaten juga belum tentu bisa makan daging setiap hari.
Tony berbaring di dalam kandang sapi dan menyelimuti dirinya dengan sebuah selimut yang sudah robek.
Di sampingnya, ada seekor sapi tua yang sedang mengunyah rumput.
Dia menatap bintang di langit sambil bergumam,
"Ayah, Ibu, putra kalian sudah bangkit. Aku bakal jadi orang sukses! Kalian pantau saja aku dari langit! Tahun Baru nanti, aku bakal persembahkan daging untuk kalian!"
Di sisi lain, Kira dan Wulan sudah selesai mandi. Mereka sama-sama tidur di ranjang, tetapi tetap menggunakan selimut masing-masing,
Kira belum tidur, tetapi juga tidak memikirkan hal mesum. Dia hanya termenung sambil menatap langit-langit yang gelap.
Wulan bertanya dengan hat!-hati,
"Suamiku, kamu lagi sedih?"
"Sedikit"
Kira bertanya,
"Wulan, menurutmu dunia ini bisa berubah nggak? Berubah jadi dunia di mana semua orang bisa makan kenyang, punya baju, nggak ngidam daging lagi. Anak-anak juga bisa belajar, sedangkan orang yang sakit bisa berobat. Semua orang nggak perlu khawatir soal kekacauan lagi!"
"Nggak bisa!"
Setelah terdiam sesaat, Wulan mengatakan alasannya,
"Suamiku, yang kamu bilang itu persatuan dunia yang belum tentu bisa tercapai sampai sekarang!"
Kira tersenyum masam dan menjawab,
"Benar juga. Dengan teknologi dan produktivitas zaman ini, mana mungkin persatuan dunia bisa tercapai!"
"Teknologi?"