NovelToon NovelToon
Not Our Time

Not Our Time

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Keluarga
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku lahir dari puncak sebuah ego yang membara, Tapi aku dikunci rapat oleh darah dan rahasia maut di malam badai.
Aku membuat dua orang yang saling mencintai menatap dengan tatapan es,
Dan aku terukir abadi sebagai garis pucat di perut sang wanita. Siapakah aku?"

Enam tahun lalu, ego memisahkan mereka.
Sebuah kecelakaan maut yang merenggut nyawa Amara, sahabat dari Vexana Valerio Dan Landon Dasmon—mengubah cinta membara menjadi kebencian pekat yang saling menyalahkan.

Kini, takdir memaksa Vexana dan Landon kembali berhadapan di koridor kampus yang sama.

Di antara dendam yang membakar dan penyesalan yang terlambat, mampukah mereka mengungkap kebenaran malam badai itu, atau justru hancur bersama puing-puing masa lalu?

~~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#20

Atmosfer di dalam Laboratorium Robotika Utama itu tidak lagi sekadar menegang—ia telah meledak, hancur berkeping-keping menjadi puing-puing kewarasan yang berserakan.

Cengkeraman tangan Landon pada pergelangan tangan Vexana terasa begitu panas, mengalirkan getaran konfrontasi yang membakar kulit.

Di hadapan mereka, Kimberly masih berdiri mematung laksana patung lilin, dengan mulut yang menganga lebar dan sepasang mata yang nyaris melompat keluar dari kelopaknya.

Vexana Valerio, yang selama ini menahan seluruh sesak, kebingungan matematika waktu, dan rasa cemburunya di balik topeng keangkuhan, akhirnya mencapai titik batas kepatuhannya pada norma.

Isyarat-isyarat akademis berselubung kata 'portofolio' dan 'sistem pengaman' yang digunakan Landon untuk mempermalukannya justru memicu singa betina di dalam dirinya untuk bangkit.

Jika pria ini ingin bermain kotor dan v*lg*r di depan tameng formalitasnya, maka Vexana tidak akan tanggung-tanggung untuk menelanjangi realitas masa lalu mereka tanpa sensor sedikit pun.

Vexana menyentakkan tangannya dengan kekuatan penuh, berhasil melepaskan diri dari cengkeraman Landon.

Dia melangkah maju satu tapak, memangkas jarak hingga ujung sepatu hak tingginya berbenturan dengan sepatu kulit mahal milik Landon. Matanya menyalang tajam, terbakar oleh amarah yang murni.

"Hentikan omong kosong istilah itu, Landon!" seru Vexana, suaranya melengking tinggi, bergema kasar di antara dinding kaca laboratorium.

Dia tidak lagi peduli pada etika, tidak lagi peduli pada Kimberly yang menguping dengan wajah syok.

"Kau mau membahas kebocoran? Biar kuperjelas ingatan otak geniusmu yang payah itu! Kau yang merobek beberapa kali pengaman kita malam itu! Kau yang tidak berhati-hati, brengsek!"

DEG.

Kalimat yang meluncur tanpa saringan dari bibir ranum Vexana membuat Kimberly tersedak ludahnya sendiri.

Gadis seni itu memegangi dadanya, melangkah mundur dua tapak dengan wajah yang kini memucat lalu memerah padam.

Kata 'merobek pengaman' bukanlah sesuatu yang pantas didengar di dalam lingkungan universitas bergengsi, apalagi keluar dari mulut seorang mahasiswi bisnis anak konglomerat kepada dosen mudanya.

Namun, alih-alih merasa malu atau panik karena reputasi akademisnya terancam di depan anak Dekan, Landon Desmon justru mendengus sinis. Pria itu sama sekali tidak melirik Kimberly. Dunianya saat ini sepenuhnya tersedot oleh pusaran emosi Vexana.

"Aku tidak berhati-hati?" jawab Landon tanpa sungkan, suaranya meninggi, menantang balik jeritan Vexana tanpa memedulikan kehadiran Kimberly yang berada di ruangan yang sama.

"Kau yang menuntutku untuk lebih cepat, Vexa! Kau memintaku memelukmu, kau yang menarik kerah kemejaku hingga kancingnya lepas semua! Kau pikir pria normal mana yang bisa menggunakan logikanya dengan tenang saat wanitanya bertingkah seliar itu?!"

Kimberly kembali menganga lebar, tangannya secara refleks menutup mulutnya sendiri yang bergetar. Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri, menatap dua orang yang sedang saling melempar rincian masa lalu mereka dengan intensitas yang mengerikan.

Ini gila. Kimberly benar-benar baru melihat sisi lain dari Landon Desmon hari ini.

Pria yang selama berbulan-bulan ini dia kenal sebagai sosok dosen yang cuek, sangat dingin, irit bicara, dan selalu menjaga jarak aman dari wanita mana pun—termasuk dirinya yang anak Dekan—kini bertransformasi menjadi pria yang luar biasa cerewet, emosional, dan tidak tahu malu.

Mereka berdua tidak terlihat seperti dosen dan mahasiswa yang sedang berselisih; mereka terlihat persis seperti sepasang suami istri yang sedang mengibarkan bendera keruntuhan rumah tangga mereka di depan umum.

"Oh, jadi sekarang kau menyalahkanku?!" Vexana tertawa histeris, air mata amarahnya menetes melintasi pipinya.

Dia memukul dada Landon dengan map kulit di tangannya. "Kau yang terlalu bergairah sejak kau berusia tujuh belas tahun, Landon! Kau yang selalu tidak bisa menahan dirimu setiap kali kita hanya berdua di dalam kamar! Kau terlalu mesum! Kau itu genius yang mesum, brengsek!"

"Vexa!!!" Kimberly akhirnya berhasil mengeluarkan suaranya, meskipun kedengarannya seperti cicitan ketakutan. "Kalian... kalian benar-benar... menjijikkan!"

Landon mengabaikan pekikan Kimberly laksana suara angin lalu. Pria itu menangkap map kulit yang digunakan Vexana untuk memukulnya, melempar benda itu hingga mendarat tragis di lantai laboratorium.

Dia mencengkeram kedua bahu Vexana, menatapnya dengan mata yang kembali memerah berkaca-kaca, dipenuhi oleh rasa frustrasi yang mendalam karena rasa bersalah dan cinta yang berbaur menjadi racun.

"Ya! Aku mesum karena aku mencintaimu setengah mati, Vexana! Aku genius mesum yang menyerahkan seluruh kewarasanku hanya untuk memuaskan egomu selama bertahun-tahun!" teriak Landon, suaranya pecah, mengguncang keheningan ruangan.

"Tapi setidaknya aku tidak pernah berniat membuang hasil dari kegilaan kita malam itu! Aku tidak pernah tahu kau hamil! Jika saja kau mengatakannya malam itu sebelum kau pergi... jika saja kau tidak menyembunyikannya dariku..."

Suara Landon mendadak merendah, bergetar hebat oleh rasa sakit yang menusuk ulu hatinya saat ingatan tentang 'bayi mereka yang tiada' kembali menghantamnya.

"Kau yang menghilangkannya, Vexa... Anak kita... darah dagingku sendiri... kau melenyapkannya hanya karena ego sialanmu!"

Melihat air mata Landon yang kembali luruh di depan matanya, dan mendengar bagaimana pria itu meratapi 'anak mereka', dada Vexana bergemuruh hebat.

Rahasia tentang AJ yang hidup dan sehat di mansion Valerio mendadak terasa seperti bom waktu yang berdetak semakin kencang di dalam lidah Vexana.

Dia harus menghentikan perdebatan gila ini sebelum dia tergelincir mengucapkan fakta bahwa anak mereka tidak mati, melainkan sedang digendong oleh ibunya di rumah.

"Landon... cukup," bisik Vexana, suaranya mendadak melemah, dipenuhi oleh keletihan emosional yang luar biasa.

Dia menatap Kimberly yang kini mulai menangis karena merasa terasingkan dan terhina di sudut ruangan. "Lihat kekasihmu. Kau menghancurkan hatinya hanya untuk membahas pengaman yang robek bersamaku. Kau benar-benar kekanakan."

Landon melepaskan cengkeramannya dari bahu Vexana dengan perlahan. Dia memejamkan matanya, membiarkan air mata kekecewaan mengalir bebas di wajah tampannya.

Pria itu mundur dua langkah, memunggungi Vexana dan Kimberly, mencengkeram pinggiran meja kerjanya dengan tubuh yang gemetar hebat.

"Pergi..." bisik Landon, suaranya terdengar sangat parau dan dingin, mengusir semua orang dari ruang pribadinya yang kini telah hancur total. "Kalian berdua... pergi dari sini sekarang juga."

Kimberly, dengan air mata yang membasahi riasan wajahnya, langsung menyambar tas tangannya dan berlari kencang keluar dari laboratorium tanpa menoleh lagi, membiarkan pintu itu terbuka lebar.

Sementara Vexana, dengan perlahan membungkuk untuk mengambil map kulitnya yang kotor di lantai.

Dia menatap punggung tegap Landon yang naik-turun menahan tangis untuk terakhir kalinya hari itu, sebelum akhirnya melangkah keluar dengan hati yang remuk redam, menyadari bahwa takdir mereka kini telah benar-benar berubah menjadi lingkaran setan yang tidak memiliki jalan keluar.

1
Mei TResna Rahmatika
ngakak bangett🤣dady maximilian ada aja idenya ngerjain landon🤣
Ros 🍂: susuai reques pembaca 🤭😭😭😭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
satu kata buat pak Desmon"MAMPUSSS" ketawa jahat dulu aku Thor hahahahaha aduh sampai kering ini gigi ketawa Mulu dari tadi🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: huhuhu terharu loh aku kak, Kalo Cerita bikin ketawa 🤭🤣🤣🤣
btw ini kenapa pada musuhan sama bapak Desmon 😭
total 1 replies
nayla tsaqif
Baru bogem daddy max nihh,,, mana nih grandpa kensingtone,, gk mau kasih salam bogem jg,, 😌
Ros 🍂: entah kenapa Saya sulit menghadirkan para Tetua kak 🤭🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
belum puas cuma tiga kali doang harusnya sampai masuk UGD🤭🤣🤣
Ros 🍂: kak astagaaa 🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Vibesnya kayak ketemu musuh bebuyutan waktu masa kcil lihat mommy Eleanor dan daddy max,, 🤣
Ros 🍂: Udahlah kak Author nggak tanggung-jawab sama mereka 🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Hukumannya ringan itu,, harusnya larinya pake baju balet warna pink,,,!!
Ros 🍂: kak😭 ngakak aku kak🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
aaah cuma sepuluh kali doang harusnya hukumannya yg lebih berat misal nyapu halaman mansion,nyabutin rumput mansion🤭🤣🤣🤣🤣🤣 itu terlalu ringan Thor mohon tambahkan hukuman pak Desmon🤭🤣
Ros 🍂: hahaha sesuai request para Reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
emaknya Mr. Desmon kocak asli🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader suka nggak ?🤭😅
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
akhirnya😍 gak sia" perjuangan landon🤣
Ros 🍂: Wkwkw 🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Nunggu daddy max ngasih bogem dan khotbah sama landon,, 😌
Ros 🍂: wah ide bagus itu kak🤭 sesuai request 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh landon siap bertarung ngadepin daddy max
Ros 🍂: semangatin kak🤭🤣
total 1 replies
Agus Hidayat
jreng jreenngggg akhirnya pak Desmon bisa liat jagoannya juga😍😍😍
Ros 🍂: Yahoooo🤭🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya bomnya meledak juga
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Yunie
akhirnya mulai terungkap
Ros 🍂: iya kak🫶
total 1 replies
Yunie
ada apa selama 2 tahun?
Vanni Sr: ohh Aj ank ny vexa dn london , tp daddy ny nutupin seolah itu makam ank mereka , mkny london benci vexa.
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
pliss thorr abis ini bkin mereka sama" mengakui masih cinta😭 nyesek bangett baca dr bab 1 nangisin mereka mulu
Ros 🍂: huhuhu Maafkan author yaa kak 🤭🙏🏻 nanti dibuat sesuai request 😅
total 1 replies
N I S
kak ceritamu bagus banget😍
Ros 🍂: ma'aciww ya Kak 🫶🥰
total 1 replies
Thee-na Tooth
ayoo kak up maraton 🤭
Ros 🍂: siap ya kak🫶
total 1 replies
Kristina NellaWara
semngt up thorrr
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Kristina NellaWara
lnjut thor
Ros 🍂: siap kak 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!