apa jadinya jika seorang pemuda berumur 17 tahun transmigrasi ketubuh seorang duda berumur 36 tahun karena di seruduk oleh seekor domba?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
...Happy Reading...
.......
.......
.......
.......
.......
Kini saga sudah di tidurkan di kamar Revan, setelah itu Revan menuju ke lantai bawah untuk memasak sesuatu untuk makan malam.
setelah sampai ia membuka semua belanjaan nya dan memasukannya ke dalam kulkas khusus sayuran dan buah-buahan.
"sepertinya aku akan memasak sup untuk papa dan sayur pedas untuk adik dan Kakaku" ucapnya lalu dengan sigap tangannya mengambil pisau dan memotong beberapa sayuran setelah itu ia mengambil blender untuk membuat bumbu racik.
Revan mengambil mrica, cabai, bawang putih dll lalu memasukan nya ke dalam blender lalu ia mengambil beberapa rempah yaitu daun bawang dan seledri setelah itu Revan memotongnya kecil-kecil.
Skippp kita tinggalkan Revan yang memasak, kita ke sisi Rasya.
Rasya pemuda itu kini disibukkan oleh beberapa mata pelajaran di kuliahnya, jujur saja ia sungguh ingin pulang namun tanggung setengah jam lagi juga bell pulang berbunyi untuk kelas mereka siang ini
"ck bangsat gw kangen papa" gumamnya pelan namun matanya masih tertuju pada dosen yang mengajarnya.
"sya lu kenapa dah dari tadi keliatan badmood Mulu" bisik temannya yang berada di samping bangkunya, dia adalah Gavin teman Rasya sedari SMP
"gw kangen papa vin, kapan pul-" ucapannya terpotong oleh bell pulang.
KRINGGG?!!!
"tumben, dah sana pulang daripada kepikiran" ucap Gavin sambil mengemasi barang-barangnya.
"iya" jawab Rasya pelan, ia membereskan buku-bukunya dan memasukan nya ke dalam tas ransel hitam miliknya lalu ia keluar kelas.
Dipikirannya hanya tertuju pada sang ayah, jujur saja ia ingin menerkam ayahnya, memeluk dan menciumnya.
"kangen papa huhu" gunanya sambil terus berjalan menuju parkiran dimana motornya berada.
Disisi langit, ia masih saja melamun karena memikirkan sang papa, jam pulang juga masih lama sekolahnya pulang jam delapan malam karena ada kegiatan hari ini, karena akan ada kegiatan berkemah disekolahnya yang mewajibkan membawa orang tua mereka.
"bangsat lama banget pulang anjing" ucapnya dengan melemparkan pulpennya ke atas meja, sedangkan guru yang di depan hanya geleng-geleng kepala menatap anak bungsu dari keluarga Kalandra.
"Lang lu dari tadi kaya orang gila tau gak, di liatin noh sama Bu El" ujar teman sebangkunya bernama Rico
" ya habisnya bell pulang lama banget sih, gw pengen peluk papa gw" ujarnya dengan kesal lalu menelungkup kan kepalanya di belahan tangan yang berada di atas meja.
....
sedangkan Rasya kini sudah sampai di depan mansion ia langsung masuk ke dalam mansion setelah memberikan kunci motornya kepada pak Wisnu untuk dimasukan ke dalam garasi motor.
"papa Rasya pulang" teriaknya menggelegar di ruang tamu mansion yang membuat Revan terkejut dari arah dapur.
"ck Abang goblok apa gimana sih, udah tau jam segini teriak-teriak kaya orang stres aja anjir" gumamnya pelan sambil terus mengaduk masakannya.
Rasya langsung naik ke lantai atas dimana kamar saga berada , ia mencarinya ke dalam kamar namun tidak ada.
"hiks papa asya kangen hiks" tangisnya pecah saat itu juga namun ia belum mengecek kamar Revan siapa tau papanya ada disitu.
Dengan wajah berlinang air mata, ya Rasya menangis begitulah Rasya jika sudah sangat lelah pasti akan menangis harusnya sedari dulu ia begitu namun ia malu dengan adik-adik nya ditambah sang ayah juga dulu tidak peduli kepada mereka.