Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12
Liu Bisheng dengan cepat naik ke atas kuda, menyambut serangan cepat dari lawan di depannya .
Trang
Crsshhh
Crashhh .
" tuan kami menunggu anda di surga...!"
Karena kalah keterampilan dan juga kehabisan tenaga sebelum menang , satu persatu penunggang kuda mulai jatuh dan tewas dalam keadaan yang cukup menyedihkan.
" Bi Luo sudah saya katakan , kita harus membunuh beberapa sebelum menyusul semua rekan yang sudah pergi ke surga.. !"
" siap tuan ...!"
Kedua penunggang kuda yang tersisa, langsung merangsek maju ke arah sekumpulan para jenderal yang menjadi lawannya.
" hentikan dia ... lindungi pangeran pertama ...!"
Liu Bisheng sedikit terkejut mendengar bahwa ada seorang pangeran yang ikut dalam barisan para jenderal elit , dengan membabi buta , ia berhasil melukai berat dua jenderal tua dan seorang pemuda yang sama sekali tidak terlihat seperti seorang prajurit elit.
" hahahaha... kaisar anjing Lin , aku Liu Bisheng dengan nama kehormatan Liu Guanxi , adalah orang pertama yang memutus garis keturunan darimu... !"
Dengan menggunakan pedang sebagai tubuh dan tubuh sebagai pedang, ia maju dan melakukan pose menusuk menggunakan belati di tangannya.
Tujuannya adalah seorang pemuda yang sudah dikelilingi oleh para jenderal .
Shuuuthh....
Akhkkk...
" Bi Luo sekarang....!"
Pria bertopeng kayu yang sudah sedikit kelelahan mulai kembali bergerak.
Tangannya yang memegang senjata pedang , berhasil memutus beberapa lengan para jenderal , namun sebelum menuju target yang di tentukannya bersama , sebuah panah cepat melesat di kejauhan, tepat mengenai leher belakang pria bertopeng itu.
Cleb
Huuukkk
Karena mengenai titik vital yang begitu jelas, Bi Luo langsung tewas , namun tidak ada kesedihan di dalam ekspresi topengnya , hanya senyum menakutkan dari visi karakter pembuatan topeng.
Liu Bisheng tahu bahwa akhir hidupnya sudah datang , sekuat tenaga ia mengumpulkan kekuatannya dan melemparkan belati ke arah pemuda yang dikelilingi oleh para jenderal yang terluka.
Di saat bersamaan, satu panah menebus pergelangan tangan hingga menembus tulang tulang.
Dengan wajah penuh darah kering, Liu Bisheng menoleh ke arah depan , di mana seorang pria tua yang memiliki rambut berwarna putih berdiri dengan busur panah di tangan , siap untuk di tembakan .
" hehehehe... guru kekaisaran Qian , You Yuming , anda ternyata telah turun tangan , tidak sia sia aku mati di sini... walaupun aku mati , tapi misiku terus berjalan..... salam untuk guru para kaisar.... selamat tinggal ..."
Dengan senyum tipis di akhir hidupnya, setetes air jatuh dari atas langit dan perlahan semakin banyak dan deras , hingga hujan deras datang tanpa ada tanda tanda .
Pria tua berambut putih itu menurunkan busur panah di tangannya, langkah kakinya sedikit gemetar saat tahu siapa yang telah ia bunuh.
" Shenger , kenapa kamu lakukan itu , apakah janji darah mati dengan mediang kaisar Shu begitu berarti bagimu, tapi sekarang kamu telah pergi , tidak ada lagi dewa perang Qian yang tangguh , sepertinya kekacauan akan datang tidak akan lama lagi ... " gumamnya menatap langit hitam yang tampak begitu menakutkan.
" para jenderal veteran, sebaiknya kalian semua pensiun, dan kembali ke kampung halaman masing masing, biarlah generasi muda yang mengambil alih era ini ..!"
Para jenderal yang terluka parah saling pandang satu sama lain, mereka tahu bahwa tanpa kelengkapan anggota badan yang penting , mereka semua tidak akan mendapatkan tempat lagi di kemiliteran dan pensiun adalah salah satu jalan terbaik yang mereka punya .
" terimakasih atas nasihatnya tuan Ming !"
" sudahlah, semua jenderal tua kembali, biarkan yang tua ini mengantarkan pangeran pertama kembali ke istana ..!"
" baik tuan Ming ...!"
Segera para jenderal yang terluka parah kembali ke bagian kesatuan masing masing , mereka memiliki banyak pikiran dan suasana di tembok utara kembali normal, namun terasa mencekam , terutama sekitar tujuh ratus lebih prajurit dan warga sipil yang menjadi korban dalam pertempuran mendadak ini .
You Yuming meraih pemuda yang tampak begitu kesakitan itu , lalu menaikannya ke atas kuda , setelah itu memacu kudanya menuju Selatan, arah di mana istana kekaisaran Qian berada .
Istana utama kekaisaran Qian.
" guru kaisar, apakah yang tuan katakan benar... !" Seorang pria paruh baya yang memakai mahkota naga begitu gusar saat mendengar serangan mendadak di gerbang utara .
" benar Yang Mulia, pangeran ketiga , Yang Mulia kehormatan kaisar, Liu Bisheng yang menyebabkan semua ini , hamba tahu bahwa ini motif murni balas dendam terhadap mediang kaisar Shu... !"
Liu Xiaolin sebagai seorang kaisar baru , merasa ada yang salah dengan pertempuran mendadak di gerbang utara , ia merasa bahwa tidak sesederhana dalam perang hidup dan mati.
" apakah tuan guru melihat ada kavaleri berzirah hitam ?"
" tidak... hamba tidak tahu Yang Mulia...!"
Liu Xiaolin semakin gusar saat mendengar berita tersebut, ia tahu bahwa masalah pertama yang baru saja selesai akan datang masalah kedua , bahkan kemungkinan masalah takhta yang baru saja di dudukinya akan kembali berguncang.
" tuan guru bisa kembali... semoga tuan sehat selalu ..!"
" terimakasih atas anugerah hidup Yang Mulia...!"
Liu Xiaolin menatap kepergian kakek tua yang tampak begitu tua itu , kemudian menoleh ke arah para pejabat di kanan dan kiri .
" bagaimana pendapat semua pejabat , silahkan beri masukan ...!"
Seorang pria dari kursi ke enam dari area pejabat sipil berdiri, badannya membungkuk " Yang Mulia Kaisar, peristiwa ini pasti akan menjadi perbincangan hangat di negeri Da Qian kita , hal pertama sebaiknya kita menutupi apa yang sudah terjadi...!"
Mata Liu Xiaolin sedikit menajam saat mendengar usulan dari pejabat informatika masyarakat.
" menteri Qi , apa yang anda katakan memang benar , tapi kontribusi para pahlawan yang berhasil memadamkan pemberontakan ini tidak boleh tidak diketahui oleh masyarakat luas, mungkin menteri Qi takut reputasi keamanan ibukota Luoyang kita terganggu, tenang saja hal itu sudah di antisipasi oleh kepala militer kota Luoyang " jelas Liu Xiaolin dingin.
Pria paruh baya itu langsung berlutut dengan badan gemetar " Yang Mulia bijaksana dan berpengetahuan luas...!"
" kembali ...!"
Liu Xiaolin kemudian menatap ke arah barisan para pejabat militer yang di mana memiliki kontribusi besar di istana kekaisaran.
" jenderal besar Yuan , pimpin 15.000 kavaleri elit pasukan divisi Zhongmen , telusuri di mana keberadaan kavaleri hitam milik Liu Bisheng, aku ingin tahu sekarang ada di mana !"
" mohon maaf Yang Mulia , bilamana sudah di temukan, apakah harus melakukan serangan atau bagaimana..?"
" jenderal Yuan tidak perlu melakukan penyerangan, intai saja dan kemana mereka berjalan... !"
" hamba melaksanakan titah Yang Mulia Kaisar... !"
Liu Xiaolin hanya tersenyum samar , matanya yang tajam tampak penuh dengan ambisi liar yang begitu kuat , pandangan matanya tertuju tepat ke arah utara , tanah es yang penuh dengan misteri .
Gunung Changhe .Kabupaten Julu .
Dari balik pepohonan lebat , beberapa puluh orang dengan pakaian bermacam macam , berjalan mengendap endap, mata mereka terus tertuju ke arah depan, di mana tampak ada sebuah desa kecil yang tidak terlihat ramai .
" jenderal, kita telah memasuki Kabupaten Julu di prefektur Qingzhou... !"