karena Ayahnya tewas di tangan Arya saat melakukan Pemberontakan Nirmala pergi ke negeri Bharat, guna belajar ilmu kanuragan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kutukan Yeti
Ular besar itu mengangkat kepalanya tinggi, matanya bersinar merah seperti lentera
SSSSSH
Uap es keluar saat ia medesis, saat sinar keemasan dari Buah Ling Ce itu memantul di matanya , ia segera bergerak tak mempedulikan manusia yang ada di sekitarnya, ia bergerak mendekat ke arah Buah Ling Ce, setiap gerakannya membuat tanah bergetar
"Jangan biarkan dia mendekat!" teriak seorang pendekar
Buah itu milik kita!" seorang Pendekar Gobi berteriak dan melesat menyerang Ular Es itu, melihat ada seorang yang mendahului bergerak semua jadi ikut bergerak
Hiaaaaat
Wuuuut
Sriiing
Puluhan cahaya dari senjata melesat ke arah Ular Es, cambuk baja mencoba melilit, tongkat bambu menghantam bahkan pukulan jarak jauh yang di sertai tenaga dalam di lepaskan tanpa ragu
Claaang
Traaaang
Blaaaang
Namun saat semua serangan itu mengenai tubuh Ular Es semua terpental, pedang pecah seperti kaca menghantam baja, cambuk baja yang menoba melilit ular itu membeku seketika dan putus, tongkat bambu langsung menjadi serpihan
Semua terbelalak dan mundur dengan kaget, tetapi Ular Es itu menganggap serangan itu tak ada ia terus mendekat ke arah Buah Ling ce
Iblis Bayangan yang melihat serangan pertamanya gagal meraung marah
" Aku tak percaya kau kebal akan Pukulan Penghancur Jantung milikku!" Iblis bayangan melesat menyerang , ia menghimpun semua sisa tenaganya ke telapak tangannya
" Mati kau "
Hiaaaaat
Wuuuut
Dhuaaaaar
Aaaaargh
Telapak tangan Iblis Bayangan mengenai telak kepala Ular es itu, bukan raung kesakitan ular es yang terdengar tetapi jerit kesakitan dari Iblis Bayangan , lengannya patah saat memukul kepala Ular es itu, dia sendiri terpental dan menabrak dinding batu di belakangnya
" Ular Es itu akhirnya menoleh, matanya menatap ke Iblis Bayangan sekilas, lalu satu ayunan ekornya menyusul
Syuuuut
BLAAAAM
Ekor itu menghantam ke arah Iblis bayangan, tanah langsung terbelah, beberapa pendekar yang berada di jalur ekor itu langsung remuk menjadi bubur darah tanpa sempat menjerit
" Lari" melihat serangan Ular itu beberapa pendekar melarikan diri ketakutan
Ular es itu kini berada tepat di depan pohon Ling ce, dan dengan gerakan anggun ia membuka mulutnya
Cresh
Buah ling ce di telan bersama pohonnya, cahaya keemasan langsung hilang
" Tidaaaak!" beberapa pendekar yang masih berada di sana dan tak rela buah itu di makan Ular Es, nekat menyerang , namun ular Es tak peduli, dan tiba tiba tubuh ular es itu memancarkan sinar biru terang di sertai ledakan energi dingin
Whooooosh
Gelombang es menyapu seluruh lembah, beberapa pendekar yang tak sempat bertahan membeku di tempat
Biksu Kong Hui menghentakan Tongkatnya ke tanah, seketika sebuah perisai penghalang tercipta melindungi Biksu Kong Hui beserta pengikutnya
" Amitaba...!" inilah akibat keserakahan
Sedangkan di pihak kaypang, tetua lu menyatukan kekuatan dan memukul tanah membuat gelombang itu terpecah dan melewati mereka
" Kita tak berjodoh dengan Buah Ling Ce" Ucap tetua lu pelan, Ular es itu dengan gerakan lambat masuk kembali ke dalam goa dan menghilang
Para pendekar terdiam tak ada yang berani mengejar
Hening sesaat , lalu satu persatu pendekar itu meninggalkan lembah itu dengan perasaan kecewa
Tetua Lu menatap kosong pada jurang tempat Han le terjatuh
" Tetua , Iblis bayangan melarikan diri!" seorang pengemis yang melihat Iblis bayangan tak ada di tempat ia pingsan tadi segera melapor pada tetua lu
Tetua Lu mengepalkan tangannya
" Amitaba....! Aku melihat peruntungan Han Le tidak buruk, semoga ia selamat dari jurang ini" ucap Biksu Kong Hui pada tetua Lu sebelum ia pergi bersama murid Shaolin
" Ayo kita kembali, kita harus mencari keberadaan tetua Han An" ucap tetua lu dan langsung meninggalkan tempat itu
Lembah itu kembali tenang
Hanya menyisakan bercak darah sebagai jejak pertarungan
Di bawah jurang Coa Lin dengan telaten merawat Han le bagai anak sendiri, namun keadaan Han le memang sangat parah, di minggu kedua ia baru bisa bergerak namun tubuhnya sangat lemah, sudah beberapa kali ia melatih tenaga dalamnya namun, seperti balon yang bocor tenaga itu tak tersimpan sama sekali
" Kau latih fisikmu saja dulu, jika kau memang tak bisa menggunakan Singkang ( tenaga dalam), kau masih bisa menggunakan tenaga gwakang ( tenaga luar)
'Ya locianpwe" sahut Han Le. Ia juga sudah mencoba beberapa kali tetapi gagal, hingga ia akhirnya memutuskan berlatih fisik saja
Keesokan harinya han Le berlatih fisiknya, dan rupanya Kakek Coa lin mempunyai tehnik baju besi dari Shaolin, tehnik itu jika di latih sampai sempurna maka akan kebal terhadap pukulan dan senjata, ia menurunkan tehnik itu pada han le
Han le berlatih dengan tekun tehnik baju besi itu
Siang itu setelah berlatih fisiknya han le duduk di dekat mulut goa
Coa lin duduk di dekat Han le
"Han Le, kau mau tahu mengapa aku sampai terperangkap oleh Kulit Yeti Ini?" ucap Coa Lin saat mereka beristirahat di malam hairi
" aku ingin tahu tetapi jika itu rahasia locianpwe aku tak mau" sahut han le
" Ini bukan Rahasia, tetapi aib dan ini kutukan untukku" Coa Lin berdiri dan menatap langit langit goa, sinar matanya menunjuk penyesalan yang besar
" Bila locianpwe keberatan lebih baik jangan di ceritakan" Han le yang melihat sorot mata penyesalan itu menjadi tak enak hati
" aku tak keberatan, Han Le yang perlu kau ingat adalah setinggi apapun ilmu itu kau harus mempunyai nurani!" ucap Coa lin " tiga puluh tahun yang lalu aku sedang jaya jayanya di dunia persilatan, namun gelar kosong itu membuatku buta dan sombong, merasa aku yang paling sakti, aku selalu memaksakan kehendakku, apa yang ku mau harus ku dapatkan, suatu hari aku datang ke lembah naga, mengunjungi sahabatku, tetapi sahabatku sadang keluar dan hanya ada istrinya, aku yang berjiwa kecil terpesona oleh kecantikan istri sahabatku, aku mencari cara bagaimana bisa menikmati kecantikan istri sahabatku, saat itu aku mendaki gunung ini, dan bertemu dengan Yeti, aku berhasil membunuh Yeti itu, melihat bentuk tubuh Yeti dengan ku tidak jauh berbeda, aku menguliti dan memakai kulit Yeti itu, aku kembali ke lembah Naga yang memang tak jauh dari gunung ini, saat sampai di sana sahabatku ternyata sudah datang, aku yang di hinggapi nafsu setan menyerang mereka , sahabatku mati di tanganku, dan istrinya ku gagahi, dan saat aku akan memakai kulit yeti kembali, istrinya tersadar ia jelas melihat wajahku, karena panik aku membunuhnya, sebelum ia menghembuskan napas terakhirnya ia mengutukku, dan sampai saat ini kulit Yeti ini menempel di tubuhku tak bisa ku lepas" Coa lin menuturkan kisahnya
Han le diam tak tahu harus berkata apa, Coa lin jelas salah tetapi ia juga penolongnya
" Jangan ragu jika ingin memakiku, aku tahu aku berdosa" Coa lin kembali berkata meihat Han le hanya diam
" Ya , Locianpwe memang salah, tetapi kini kau sudah sadar mengapa kau tak meminta maaf pada keluarga mereka dan menerima hukuman dari mereka?" sahut Han Le
" Mereka tak punya sanak sodara, karena itu aku mengurung diriku di sini berpuluh tahun lamanya, aku tak menyangka jika di akhir hiduku masih bertemu denganmu" sahut Coa lin
" Apa belati ini bisa membuka kulit Yeti ini Locianpwe?" tanya Han Le sambil memperlihatkan belati Meteor yang ia dapat dari Juragan Tenzin
" Belati Meteor?" Coa lin memegang belati itu dan mengiris kulit lengan Yeti
Sreeet
Kulit itu terpotong, tak ada darah yang mengucur namun kulit itu seakan menyatu dengan tubuhnya .
" Sudah lah biarkan saja ini memang dosaku" Coa lin menghela napas pasrah sadar akan kesalahan dan dosa besar dirinya di masa lalu.
Han Le melatih fisiknya dengan giat di bawah bimbingan Coa Lin, karena tak bisa menggunakan tenaga dalam untuk meringankan tubuh Coa lin melatih kecepatan Han Le dengan memberi beban pada kaki dan tangan Han Le, selama beberapa bulan Han Le melatih fisiknya, kini kalau untuk pukulan biasa atau benda tumpul ia sudah bisa menahan dengan kekuatan fisik saja, Langkah ajaibnya yang sempat tak bisa di gunakan kini bisa ia gunakan kembali .