Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.
Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23.
Qiandra hanya menjawab ucapan ibu mertua nya dengan anggukan patuh, lalu ke dua nya kini ber jalan ber dua.
Dari kejauhan ada segerombolan murid perempuan yang sedang berkumpul, mereka tampak menatap Qiandra dengan tatapan penuh kebencian, segerombolan perempuan yang terkenal akan kepintaran dan juga kebengisan nya dalam membully murid murid yang tidak mempunyai power di sekolah ini.
"Bukan kah itu si penjual donat," ucap seseorang sembari terus menatap Qiandra tanpa ber kedip.
"Dan itu, bukan kah Julia Wayne, seorang pebisnis wanita yang terkenal sukses. Dan juga Viral di TV mau pun media sosial," ucap salah satu murid.
"Iya benar, kok bisa Qiandra mengenal Julia Wayne orang yang terkenal akan kekayaan nya."
"Iya ya, kok bisa!"
"Apa kalian tadi tidak mendengar, jika Julia Wayne mengatakan jika Qiandra itu putri nya."
"Elo kalau bicara jangan ngasal, gue tahu kalau Qiandra anak kandung dari Sari dan juga Sarno. Dan gue itu saksi hidup kalau ke dua orang tua Qiandra itu memang sudah meninggal dunia," ucap Mirna yang ikut andil. Atas meninggal nya ke dua orang tua Qiandra, gara gara Qiandra nama nya begitu buruk sewaktu dia masih berstatus sebagai siswa sekolah dasar.
"Serius, gue gak asal bicara dan juga bicara bohong, tadi nyonya Julia Wayne mengatakan itu, sebelum diri nya keluar dari dalam mobil." Ucap teman Mirna kekeuh, karena dia yang di juluki miss kepo dalam geng nya, tadi mendengar ucapan Julia itu, dengan telinga sendiri.
*****
Kini Qiandra dan ibu mertua nya sedang duduk di kursi sofa yang berada di kantor kepala sekolah, Qiandra hanya bisa menunduk kan wajah nya. Selama ini, selain adik kandung yang suka membully bahkan menghina diri nya, nyata nya pihak guru dan juga kepala sekolah di sekolah ini.
Banyak sekali yang menghina dan merendahkan Qiandra, hanya karena di sekolah dia berjualan donat, dan berasal dari orang miskin. Dia bisa bersekolah di sekolah negeri ini di bantu oleh surat keterangan miskin dari pemerintah.
Apa lagi, otak nya yang pas pasan, menambah alasan orang untuk tambah membenci diri nya.
"Mommy kan sudah bilang berkali kali pada mu, kalau kamu itu merasa tidak melakukan kesalahan apa pun? Jangan tunduk kan kepala mu itu!" Ucap Julia dengan nada meninggi ke pada menantu nya.
Membuat kepala sekolah dan wakil nya yang duduk di sofa yang berada di depan Qiandra ibu mertua nya hanya bisa memasang wajah kaget serta membulat kan mata nya. Tapi ke dua buru buru mengubah mimik wajah nya menjadi biasa saja.
"Sebenar nya, apa yang membuat orang sibuk seperti Nyonya Julia Wayne harus susah susah datang ke sekolah kami, yang kumuh ini!" Ucap kepala sekolah yang terkenal mata duitan itu.
"Saya ingin menjadi wali untuk putri angkat saya, Qiandra Januar Wayne." Ucap Julia, sembari menyerah kan semua berkas, beserta bukti akta lahir Qiandra. Yang awal nya bernama Qiandra Januar putri, kini nama itu sudah berubah menjadi Qiandra Januar Wayne.
Kepala sekolah dan wakilnya hanya bisa saling tatap, bahkan berkali-kali kedua nya menatap Qiandra dengan tatapan mengancam. Karena kedua nya sangat takut jika Qiandra mengatakan hal yang sejujurnya kepada Julia tentang pihak sekolah yang sering menyakiti hati perempuan polos itu.
Karena Julia adalah orang yang terkenal tidak mempunyai rasa ampun untuk orang orang yang membuatnya sakit hati.
Kini Qiandra dan Julia pun menjadi pusat perhatian para murid, setelah keluar dari ruang kepala sekolah.
"Maaf mommy tidak bisa mengantar mu ke kelas, ada urusan!" Ucap Julia dengan wajah tidak enak.
"Tidak apa apa mommy, Qiandra mau masuk ke kelas dulu," ucap Qiandra sembari mencium punggung tangan ibu mertuanya.
Kini ke dua nya berpisah, Julia terlihat jalan dengan langkah buru buru.
Sedang kan Qiandra berjalan menunduk kan kepala nya.
Tiba tiba ada seseorang yang menarik tangan nya.
"Jelas kan sama gue, apa hubungan elo sama si kupu kupu malam itu?" Tanya Rio sembari menarik Qiandra menuju ke gudang belakang kelas nya.
Qiandra menurut, hanya diam. Walau pun tangan nya ini memerah, karena Rio menarik tangan nya dengan perasaan benci yang mendalam.
Brukk
Rio dengan kasar mendorong tubuh Qiandra sampai tubuh nya menghantam ke dinding.