"Katanya, sebelum semua ilmu nya lepas.. nenek nggak akan bisa mati."
"Jadi sekarang nenek dimana?"
"Nenekmu sedang menjalani semua hukuman sebelum akhir nya dia mati. Selama 40 hari, dia akan dalam pengaruh Iblis."
"Tapi kan nenek udah meninggal!?"
Sebuah ilmu tua membuat seorang nenek mengalami hal di luar nalar ketika akan mendapatkan ajalnya.
Elma, gadis biasa yang baru saja datang dari Jakarta itu harus menelan bulat - bulat atas semua rentetan kejadian tak masuk akal yang dia alami selama mencari jasad nenek nya, dalam waktu 40 hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.29. Hari ke 2 mencari nenek.
Elma menembus jalan yang berkabut itu bersama abah Surip dan 3 orang pria lain yang ikut dalam pencarian nenek Tri. Meski mereka memakai jas hujan, dingin nya tetap menembus.
"Kita ke rumah kebun, tapi ingat ya nduk.. Nenekmu sekarang bukan nenekmu asli, hanya jasad nya saja." Ucap abah Surip, Elma mengangguk.
"Iya, bah." Jawab Elma.
Elma lalu kembali fokus berjalan, meski mereka serombongan, mereka tetap sedikit berpencar dalam jarak 5 meter atau selama jarak pandang mereka masih aman. Elma belok ke kanan saat dia melihat seperti ada yang lewat tak jauh dari nya, seseorang yang tidak menggunakan jas hujan.
"Nek?" Panggil Elma.
Bukan tanpa sebab Elma memanggil "Nek" Sosok yang lewat tadi berambut panjang dan perawakan nya seperti nenek - nenek. Sosok itu lantas berhenti, Elma berjalan makin mendekat. Dan saat dia sudah semakin dekat dengan sosok itu, tiba - tiba saja Elma merasakan sekitar nya sepi.
Tentu di tengah hamparan kebun teh terasa sepi, apalagi suasana sedang dalam keadaan gerimis dan berkabut, tapi ini sepi nya lain. Elma tidak mendengar suara langkah orang lain atau abah Surip di sekirarnya, tiba - tiba saja terasa begitu senyap.
"Ga beres ini." Gumam Elma. Meski dia tidak melihat sosok apapun, tapi dia yakin ada yang tidak beres di sana.
Lalu tiba - tiba, suasana yang semula mendung, gerimis dan berkabut tadi hilang.. Tiba - tiba cuaca jadi cerah saat itu, dan tiba - tiba juga ada banyak pekerja atau pemetik daun teh yang sedang memanen pucuk teh.
"Hahaha.. iyo - iyo."
Riuh terdengar suara ibu - ibu yang sedang memanen pucuk teh di sana sambil mengobrol, tentu Elma terkejut dan bingung sendiri. Elma celingukan melihat ke sekitar dan memang itu hamparan perkebunan teh milik nenek nya, terlihat dari bukit lereng demi lereng membentang.
Lalu, karena pohon teh itu tingginya sebatas dada Elma, dia jadi hanya bisa melihat orang - orang di sana dari bagian dada ke atas saja dengan topi - topi anyaman bambu mereka.
"Eh, kok berubah jadi rame gini." Gumam Elma, padahal seharusnya itu belum memasuki musim panen pucuk teh.
Sebelum sempat dia mencerna semua nya, Elma terkejut melihat satu ibu - ibu tua, pakai kebaya hitam jadul nya berjalan menyusuri jalan setapak. Elma kenal dia, dia tersenyum..
"Nenek, itu nenek?" Ucapnya, dia berlari hendak mengejar nenek nya.
Tapi tidak tahu kenapa, rasanya semakin dia lari untuk mengejar perempuan tua yang di duga nenek nya, rasanya dia malah semakin jauh. Seolah selangkah dia maju maka lima langkah nenek nya itu semakin jauh.
"Nek!" Panggil Elma.
Nenek nya tampak berhenti, saat itu Elma juga berhenti. Pelan tapi pasti nenek nya itu menoleh kan kepalanya, dia menoleh ke hadapan Elma tapi.. Elma terkejut saat dia melihat wajah nenek nya, wajah nya tinggal tengkorak saja dan berdarah - darah..
Dan entah kenapa, setelah melihat Elma.. sosok mengerikan itu malah hendak berbalik mengejar Elma..
"Opo!! Gara - gara koe aku koyok ngene (begini)!!" Ucap nenek nya, dia maju hendak menghampiri Elma.
Spontan Elma berbalik, dia tau itu bukan nenek nya. Elma pun lari dari sana, Suasana yang semula cerah tadi juga tiba - tiba perlahan mulai kembali berkabut.
"Ya Allah, tolong." Elma berlari ke sembarang arah sampai akhir nya dia terpojok di ujung tebing yang di bawah nya terdapat hamparan kebun teh lagi.
"Koe kudu (harus) mati!" Elma berbalik dan terkejut melihat nenek nya sampai di sana.
Sebelum sempat Elma bereaksi apapun, tiba - tiba saja sosok yang Elma pikir nenek nya tadi emncekik lehernya kuat - kuat. Elma spontan memegangi leher nya karena kesakitan dan kesulitan bernafas, dia terangkat seolah akan di jatuhkan dari atas tebing itu.
"Kkhhhk!!" Elma beradu tatap dengan sosok itu.
Dan saat sosok itu mencekiknya, cuaca di sekitar nya pun berubah menjadi suram, mendung dan dan berkabut. Bahkan gulungan awan kali ini lebih gelap dan bergulung - guling.
"Matio (matilah)!! Koe kudu (harus) mati!!" Ucap nya.
Mata Elma sudah mulai terbelalak ke atas karena kesakitan, sampai dia mendengar di telinga nya ada suara yang sama seperti nenek nya yang menyuruh nya untuk bangun.
"Bangun!"
"Bangun, nduk!"
Tubuh nya sudah gemetar hebat, tapi setelah dia mendengar panggilan suara nenek nya yang ketiga kali.. Elma pun..
"BANGUN!"
"HHHH!! HHH!"
"UHUK! UHUK!!"
Elma terbangun dalam keadaan terkapar di atas tanah dan wajah nya basah karena terguyur gerimis, Elma mengatur nafas nya lebih dulu karena rasa nya dia benar - benar sempat kesulitan bernafas.
"Hhh! Hhh! Hhh!"
Saat Elma akhir nya bangun dengan susah payah dan berdiri, rupanya dia berada di titik buta. Elma tidak melihat siapapun di sana karena jarak pandang yang terbatas, tapi dia yakin dirinya sudah terpisah jauh dari rombongan abah Surip.
"Bah!!" Teriak Elma, dia oun akhir nya melangkah pergi dari sana.
"Halo! Ada orang!?" Panggil Elma, dia terus melangkah maju ke depan.
Elma tidak tahu kenapa dia terus melangkah ke arah sana, dia merasa di belakang sana ada sesuatu yang membuat nya takut. Padahal Elma tidak melihat apapun dan siapapun, tapi rasanya dia seperti di kejar sesuatu sampai dia lari - lari.
"Bah!!" Teriak Elma, tapi tidak ada yang menyaut.
"Gue di mana ini, kok jauh banget." Gumam Elma sambil terus berlari ke depan.
Dan setelah cukup lama berlari, ternyata Elma sampai di sebuah gubuk atau rumah kebun. Tanpa pikir dua kali Elma langsung menggedor pintu rumah gubuk itu karena dia merasa sesuatu yang mengejar nya semakin dekat juga padanya.
"Tok! Tok! Tok!"
"Misi, Assalamualaikum!" Panggil Elma, dia mengetuk pintu itu berulang kali.
"Dug! Dug! Dug!"
"DUG! DUG! DUG!"
Dari ketukan biasa sampai akhir nya Elma menggedor pintu rumah kebun itu, tidak ada siapapun di sana yang membuka pintu. Tapi karena Elma sangat ketakutan, akhir nya dia membuka pintu itu yang ternyata tidak terkunci lalu menutup nya langsung.
"BRAKK!!"
Elma berdiri di belakang pintu dengan nafas tak beraturan, jantung nya juga juga berdetak tidak karuan dengan kaki gemetar lemas. Dia merasa tadi dia di kejar oleh sesuatu yang tidak dia lihat, saat baru saja dia merasa lega karena sudah masuk kedalam rumah itu.. Tiba - tiba.
"Tok! Tok! Tok!"
DEG!!
Elma menelan ludah nya saat ada yang mengetuk pintu rumah itu, Elma tidak menjawab, tidak bertanya, tidak juga membuka pintu, dia diam! Bahkan Elma sedikit menahan nafas nya karena takut, dan hanya bisa memejamkan matanya sambil berdoa di dalam hati.
"Tok! Tok! Tok!"
"Misi, Assalamualaikum!" Ucap suara di luar.
Elma membuka matanya dan terkejut, itu suaranya. Itu suara dia sendiri saat dia mengetuk pintu tadi, Elma makin kebingungan dan tidak mengerti sebenar nya apa yang sedang dia alami.
"Kreeeeet! Krreeett!" Terdengar seperti suara bilik kayu yang di cakar.
"As! sal! am! mu! al! a! i! kum!" Ucap Suara Elma lagi yang di luar.
'Ya Allah, tolong aku. Tolong aku, ya Allah.' Batin Elma, dia sangat takut.
Hening, tiba - tiba saja hening. Elma merosot ke lantai dan dia duduk masih bersender di belakang pintu, dia mengatur nafas nya sambil melihat kesekitar, sampai tiba - tiba.
"DUG! DUG! DUG! DUG! DUG!!!
"ASSALAMUALAIKUM!!"
"AAAAAAA!!!" Elma yang kaget pun teriak
BERSAMBUNG!
di cri g ketemu
di apa ain lagi coba
Kalopun iya, semoga nanti Ali bisa kerjasama dengan Elma dan Tian untuk menemukan jasad nenek Tri ☺🫰
semangat elma tian 🥰🥰
Kasihan Elma.. Eh, tapi Salsa gimana yah keadaannya? Kan terakhir kali, Salsa ikut ibunya kan?
jadi yg me dominasi itu sisi iblisnya ya
kok bisa sih