NovelToon NovelToon
PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Perperangan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33

Yan Qin tanpa merasa cemas atau takut langsung meninggalkan perkemahan, ia dan empat puluh kavaleri hitam yang memiliki kekuatan elit melaju kencang ke arah selatan, tempat di mana bukit serigala berada .

Tidak membutuhkan waktu lama, ia dan keempat puluh kavaleri langsung tiba di kaki bukit , tepat di pintu gerbang masuk ke dalam desa serigala yang ada di atas bukit serigala.

Matanya menatap secara seksama dan teliti, bahwa tempat desa serigala sangat bagus untuk bertahan dan juga penyerangan , di sisi bukit lain , hanya ada jurang yang dalam dan satu satunya jalan masuk hanya jalan utama dari arah selatan atau utara.

" tidak kadangkala bahwa pemimpin desa begitu cerdas memilih lokasi , bahkan aku saja tidak berfikir sejauh ini " gumamnya dengan nada tenang.

Setelah mengamati beberapa saat , ia memacu kudanya masuk ke jalan utama ke dalam desa , ia tidak khawatir bilamana ada serangan secara tiba tiba , karena tahu bahwa sebenarnya penghuni bukit serigala bukan bandit sejati , melainkan hanya warga pengungsi dan sisa sisa prajurit Da Qian yang terluka atau yang sudah pensiun.

Setelah berjalan beberapa menit , ia melihat bahwa pintu gerbang terbuka lebar , Cai Mu yang ada di sampingnya menjadi waspada , " tuan kita harus hati hati , bagaimana jika mereka melakukan penyergapan !" Katanya dengan nada yang dalam , tangan kirinya siap untuk menarik senjata di pinggang kiri, bilamana ada serangan penyergapan dari balik pintu gerbang .

Yan Qin tetap tenang, insting bertahan hidup dalam jiwanya mengatakan bahwa tidak akan ada pertumpahan darah yang jatuh , jadi ia tidak begitu cemas atau waspada.

Dengan kudanya , ia terus menuju ke dalam desa dan saat matanya menyapu isi keadaan sekitarnya, di tengah tengah desa , beberapa ribu orang berdiri dengan beberapa mayat tergeletak tenang di depannya.

Yan Qin tidak merasa gentar , ia menghentikan kuda hitamnya, dan turun untuk melihat siapa yang menjadi pemimpin desa serigala .

Dalam pandangannya, seorang pria tua dengan penampilan serba putih, mulai dari rambut hingga jubahnya terlihat putih .

Setelah berjalan mendekat , ia merasa tidak bisa percaya dengan apa yang telah dilihatnya .

Seorang pria tua familiar, bahkan sehari hari cukup akrab dengan dirinya .

" jenderal Lin Zhe ! Apakah anda kepala desa bukit serigala ini ?" Tanya Yan Qin terus menatap ke arah pria tua yang sama sama terkejut melihat dirinya.

" jenderal Hu Qin , ternyata anda.. !"

Orang tua itu begitu terkejut, sampai ia tidak bisa menahan diri untuk tidak memeluknya .

Bruak.

Yan Qin tersenyum canggung , di hadapannya tampak orang yang dikenalnya sudah begitu tua , bahkan ada beberapa luka pada lengan yang sudah tampak keriput itu .

" jenderal Lin , aku tidak tahu bahwa anda yang menjadi kepala desa serigala ini , andai saja aku tahu, aku akan berhenti untuk berkunjung, " kata Yan Qin sedikit melankolis.

Ia kemudian menoleh ke arah beberapa pria dan juga orang tua , di masing masing memegang berbagai jenis senjata atau peralatan pertanian yang biasanya dipakai untuk mengolah sawah atau ladang.

" jenderal Qin tidak perlu merasa bersalah, seharusnya kami yang bersalah, enam pahlawan ini telah kembali ke surga dengan bahagia , saya tidak bisa mencegah kematian mereka !" Lin Zhe membungkuk untuk meminta hukuman dan juga memuji keenam pria yang sudah menjadi mayat itu.

Yan Qin menunduk dan berjongkok untuk melihat bagaimana luka yang ada di tubuh mayat bawahannya .

" memang benar, mereka adalah pahlawan, itu juga bukan salah jenderal Lin , aku juga tidak memperingatkan mereka untuk tidak bunuh diri,"

" saya harap jenderal Lin bisa memberikan beberapa petak tanah untuk menjadi peristirahatan terakhir bagi mereka !" Kata Yan Qin menoleh ke arah pria tua yang sudah dipenuhi rambut putih itu.

" tidak masalah jenderal Qin... saya akan memberikan tanah terbaik untuk mereka !"

Lin Zhe kemudian menoleh ke arah seorang pemuda yang tampak diam sejak awal.

" Chuaner, panggil beberapa orang dan gali enam lubang untuk memakamkan mereka !"

" iya ayah.. !"

Pemuda itu berbalik dan mengajak beberapa orang untuk melakukan penggalian tanah guna memakamkan keenam mayat yang sudah siap untuk di kubur.

" jenderal Qin , ini sudah malam , sebaiknya jenderal beristirahat di kediaman kami , saya sebagai tuan rumah menyambut kedatangan jenderal Qin dengan tangan terbuka !" Kata Lin Zhe mempersilahkan tamunya untuk datang ke tempat tinggalnya.

Yan Qin berfikir sejenak, lalu menggelengkan kepala " jenderal Lin , saya memiliki jadwal yang padat , dalam satu bulan, kami harus sampai di tempat tujuan , masih ada beberapa kota yang belum kami lewati , jadi saya terburu buru untuk berangkat !" Katanya menolak dengan halus tawaran menginap di desa serigala.

" jenderal Qin , saya dengan lancang ingin meminta bantuan !"

" ada apa jenderal Zhe .?"

Pria tua itu menahan nafas lalu menghembuskan pelan " kalau boleh, bisakan kami ikut dengan jenderal Qin ke utara , kami hanya memiliki sekitar lima ribu orang saja dan tidak cukup kuat untuk menahan tekanan dari klan bangsawan " katanya dengan jelas.

Yan Qin langsung berbinar saat mendengar permintaan tersebut, " jenderal Zhe, apakah benar ,?"

" benar jenderal Qin , kami tidak ingin mati sia sia di sini, lebih baik kami mati di utara, bertarung melawan barbar Beiman yang ada di padang rumput " kata Lin Zhe dengan semangat yang masih berkobar jelas .

" baiklah, jenderal Zhe, itu bisa menambah jumlah rombongan kami , dan keamanan di jalan menjadi terjamin " Yan Qin berjalan ke arah kuda hitamnya yang tampak sedang beristirahat.

Melihat tuannya datang , kuda hitam itu langsung berdiri , siap untuk kembali ke perkemahan.

Setelah prosesi upacara pemakaman selesai, Yan Qin dan lainnya kembali , disusul oleh rombongan pria tua berambut putih yang sudah memberi tahu semua penduduknya untuk ikut serta ke wilayah utara .

Malam semakin larut , angin dingin terus menyebar ke berbagai arah, di mana mana binatang malam sudah banyak berkeliaran, namun itu tidak membuat ribuan orang yang berjalan itu ketakutan atau gelisah, mereka memiliki harapan dalam hatinya untuk memulai hidup baru di wilayah utara.

Setelah tiba di perkemahan, Yan Qin menjelaskan tentang tambahan rombongan yang baru datang itu dan membuat semua orang bersorak gembira .

" dengan banyaknya anggota rombongan, keselamatan semua orang menjadi terjamin !" Ucap salah satu pemuda yang tampak begitu kurus kering .

Malam yang biasanya tenang, menjadi begitu heboh dan ramai , tiga api unggun besar menyinari lingkungan sekitarnya, dan tampak begitu hangat serta damai.

Rombongan yang baru bergabung merasa bersyukur dengan sambutan hangat dari rombongan lama yang sudah terlebih dahulu ada , dan mereka menjadi akrab satu sama lain .

" kita semua bongkar tenda , secepatnya kita berangkat malam ini ... !"

" hurra.. !!"

1
y@y@
⭐👍🏻👍🏼👍🏻⭐
y@y@
🌟👍🏿👍🏾👍🏿🌟
y@y@
💥👍🏼👍🏻👍🏼💥
y@y@
⭐👍🏿👍🏾👍🏿⭐
y@y@
💥👍🏾👍🏿👍🏾💥
Aisyah Suyuti
good👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!