Namanya Alesha Khalila seorang office girls di sebuah perusahaan besar yang berada di Ibukota. Dia mempunyai cowok yang bernama Dani Pratama . Alesha berpacaran sama Dani sudah lama sekali tapi setiap Alesha meminta untuk meresmikan hubungan mereka Dani selalu menghindar dan mempunyai seribu alasan untuk menolak.
Suatu hari Alesha sengaja pergi ke Bandung untuk memberikan surprise untuk sang pacar tapi sampainya di Apartemennya sang cowok. Alesha terkejut ketika membuka pintu Apartemennya, Alesha mendapatkan Surprise yang sangat menyakitkan dari sang Cowok...
Apakah Surprise yang didapatkan Alesha dari sang Cowok..
Ikuti kelanjutannya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
SELAMAT MEMBACA !!!
" Hehehehe Iya Pak akan aku ingat pesannya tapi kalau ada yang disakiti begitu aku nggak janji ya Pak. Kasian sekali Pak ternyata dia dikeroyok orang suruhan Ibu tirinya dan Adik tirinya ingin menguasai warisan yang ditinggalkan Ayahnya Pak ." Jawab Alesha dengan mata yang khawatir dengan Bayu.
" Begitulah manusia Nak, sudah dikasih jatahnya sendiri-sendiri masih juga menginginkan milik orang lain. Orang kayak begitu hidupnya selalu merasa kurang dan nggak puas Nak. Kalian berdua harus selalu mengingat Allah jangan pernah tinggalkan Sholatnya dan jangan pernah berbuat sombong sama orang lain Nak ." Pesan Pak Rr.
" Tapi kalau ada yang sombong bolehkan Pak kalau kita balas dengan kesombongan. Gantian lah Pak biar mampus ." Ucap Siska
" Sis, bicara kamu itu lho ingat ada Rara hati hati kalau berucap !" Tegur Alesha memgingatkan sahabatnya yang kadang mulutnya itu nggak bisa direm kalau sudah kesal sama orang lain.
" Ya ya maaf Sha, nggak lagi tapi kadang mulut ini keceplosan kok. Kesal banget aku Sha kalau cuma gara-gara warisan bisa menghalalkan cara buat menguasai warisan itu ."
" Tapi juga harus direm tuh mulut, awas kalau Rara nanti bicara seperti itu berati kamu yang ajarin dia ." Ucap Alesha lagi menatap wajahnya Siska dengan kesal tapi yang di tatap malah membalasnya dengan cengengesan .
" Kalian sudah pulang ?" Tanya Bu RT sambil menggendong Rara.
Rara senang ketika melihat Mamanya sudah pulang dan tangannya mengulurkan ke arah Alesha.
" Kangen sama Mama ya Sayang ." Ucap Alesha mengambil Rara dari gendongan Bu Rt.
Rara memeluk tubuhnya Alesha dengan Sayang.
" Berarti nggak ada yang kangen sama Tante nih !" Seru Siska .
Rara langsung menegakkan tubuhnya menoleh kearah Siska.
" Aa aaa aaa ." Jawab Rara .
" Tadi Ac sama tempat tidurnya sudah dibawa ke atas semua Nak, besok kamu Cek. Acnya juga semua sudah dipasang. Tinggal Tvnya tadi Pak Nanang melihatnya cuma ada satu mau ditaruh dimana belum tau jadi belum dipasang." Ucap Pak RT.
" Ya Pak, Tvnya memang sengaja aku beli cuma satu dan akan dipasang di ruang keluarga saja Pak, supaya kami keluarga bisa mengobrol sambil menonton Tv Pak . Kalau setiap kamar dipasang Tv aku takut kurangnya komunikasi bisa menimbulkan keretakan dan akan menimbulkan masalah ." Jawab Alesha memberikan pendapatnya kepada Pak RT.
" Benar yang kamu ucapkan Nak. Terus nanti orang yang kamu bantu bagaimana Nak ?" Tanya Bu Rt.
" Rencananya aku mau melatih dia bekerja Bu. Tapi kalau harus tinggal dirumah aku nggak mau menimbulkan fitnah Bu. Tapi bagaimana ya Bu ." Jawab Alesha. Dia memang berniat ingin menjadikan Bang Bayu orang kepercayaan memimpin sebuah perusahan yang akan dia buka tapi dia harus menggembleng otaknya Bang Bayu supaya bisa bekerja dengan baik.
" Ya kalau siang sih nggak apa apa Nak, kamu mau mencari satpam nggak Nak ?" Tanya Pak RT.
" Ya Pak, tapi untuk malam saja dulu ya Pak. Kalau siangkan kampung ini rame dan warganya saling menjaga jadi insya allah aman. Tapi kalau malam kan nggak tau. Aku juga mau memperkerjakan Dek Nisa kok Bu, Pak. Bagaimana menurut kalian? Dek Nisa orangnya bagiamana ?" Tanya Alesha sambil bermain sama Rara yang berada dipangkuannya.
" Nisa baik kok Nak orangnya, Kasian dia Nak mungkin apa gara-gara cuma lulusan SMP mau daftar kerja di Butik atau toko yang dibutuhkan lulusan minimal SMA. Kemarin dia bekerja dipasar pagi sampai sore cuma digaji tiga puluh ribu Nak. Kalau kamu pilih dia benar Nak, Ibu terima kasih sama kamu sudah bantu Nisa dan keluarga mereka termasuk warga yang kurang mampu ." Jawab Bu RT.
" Baik Bu, aku juga memperbolehkan kalau siang sudah selesai pekerjaannya boleh pulang, kalau sore waktu menyetrika baju silahkan balik lagi dan aku kasih gaji tiga juta rupiah Bu sudah cocok ya Bu tapi nanti kalau pekerjaan Dek Nisa baik akan aku suruh Dek Nisa menjaga Rara Bu.Apalagi kalau Siska sudah masuk kuliah dan Aku harus bekerja biar nanti aku cari orang lain lagi untuk membersihkan rumah ." Ucap Alesha lagi.
" Masya Allah Nak gajinya besar sekali Nak, ya lebih baik Rara percayakan pada orang yang sudah kita kenal Nak. Bukannya Ibu menakut nakuti kalian tapi mendengarkan berita-berita kalau seoarang pengasuh menganiaya anak asuhnya Ibu jadi takut kalau Rara seperti mereka. Tapi kalau Nisa Ibu percaya dia orangnya sabar dan baik Nak. Ya sudah sana bawa Rara pulang dan mandikan dia sudah sore takut kesorean nggak baik buat bayi Nak ." Pesan Bu RT.
" Baik Bu, Pak kami pamit dulu ." Ucap Alesha dengan mencium tangan kedua orang tua paruh baya itu. Dan Alesha membiasakan Rara untuk bersalaman dengan mencium tanganya.
" Da da Nenek, Kakek !" Seru Alesha melambaikan tangannya Rara kepada mereka.
" Masya Allah baiknya Nak Alesha ya Pak, dulu kita nggak terlalu dekat sama Nak Alesha karena jarang ketemu dengan dia. Pagi kerja berangkat jam enam langsung pulang kerja lanjut kuliah dan pulangnya malam begitu terus jadi kita nggak terlalu akrab. Eh dengan adanya Rara di lingkungan ini jadi bisa mengenal Nak Alesha yang ternyata begitu baik sama orang lain. Dan mau membantu dana masjid begitu besar. Yang kaya saja belum tentu mau kasih dana yang begitu besar buat amal ya Pak !" Seru Bu RT yang masih berdiri di depan pintu rumahnya menatap kepergianan Alesha, Siska sama Rara.
" Ya Bu, mungkin dulu karena kesibukannya jadi jarang ketemu sama warga dan nggak mengenal warga satu sama yang lain ." Jawab Pak Rt menanggapi ucapan istrinya .
Sampainya dirumahnya Mbak Celine. Alesha langsung ingin mandikan Rara tadi sebelum pergi ke rumahnya Bu Rt dia sudah merebus air untuk mandinya Rara.
" Mandi dulu ya Sayang supaya cantik kayak Mama hehehehe ." Ucap Alesha terkekeh memuji dirinya sendiri .
Malam harinya setelah Rara tidur. Alesha menyalakan laptopnya untuk bekerja.
" Nih aku buatkan cemilan buat teman kamu kerja Sha ." Ucap Siska sambil membelikan kacang bawang yang dibuatnya tadi sore.
" Terima kasih Besti ." Jawab Alesha masih fokus dengan layar hapenya.
Siska ikut duduk di sebelahnya Alesha. Dia mengamati jari-jarinya Alesha yang menari-nari di atas keyboard laptopnya sangat mengagumkan menurut Siska tapi kenapa dia nggak bisa selincah Alesha sangat menggunakan laptopnya.
" Alhamdulilah Sis, lihatlah uang aku banyak lagi !" Seru Alesha menoleh ke arah Siska yang melamun. Alesha senepuk kakinya Siska.
" Eh ada apa Sha ?" Tanya Siska kaget.
" Kamu yang ada apa Sis, kok melamunnya kayak begitu sampai diajak bicara saja nggak dengar. Ada apa ?" Tanya Alesha menatap matanya Siska.