NovelToon NovelToon
Ramalan Cinta Yang Terkunci

Ramalan Cinta Yang Terkunci

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:437
Nilai: 5
Nama Author: Jasmine Oke

Judul: RAMALAN CINTA YANG TERKUNCI

Sub-judul: Takdir bukan untuk diubah, tapi untuk dijalani.

~~~~~~ ~~~~~~~ ~~~~~~~~

Langit malam yang gelap dengan bulan berwarna merah darah (Gerhana). Di kejauhan, siluet kota tua dengan arsitektur menara yang tinggi dan misterius.

▪︎Objek Utama:

- Di tengah, terdapat sebuah gembok antik yang besar dan berkarat, namun terbuat dari emas murni yang berkilau samar.

- Gembok itu terbelah dua, dan dari celah di antara keduanya memancarkan cahaya yang sangat terang, perpaduan antara warna Perak (Elara) dan Merah Gelap (Kael).

- Sebuah kunci tua melayang di udara, tepat di atas gembok, seolah baru saja membukanya atau hendak menguncinya.

.
.
.
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Pertemuan dengan Penjaga Sumur

Perjalanan menuruni Sumur Kehidupan terasa seperti melintasi waktu. Mereka tidak jatuh bebas, melainkan melayang perlahan, diselimuti energi sihir kuno yang kental. Dinding-dinding sumur terbuat dari batu hitam pekat yang dingin, diselingi urat-urat bercahaya hijau redup. Semakin dalam mereka turun, semakin kuat aura yang mereka rasakan.

"Energinya sangat murni, tapi juga sangat kacau," bisik Elara. "Seperti kekuatan yang tidak punya arah."

"Ya," sahut Kael. "Ini seperti pikiran bayi yang baru lahir, tapi dengan kekuatan alam semesta."

Akhirnya, mereka tiba di dasar sumur.

Di sana, terbentang sebuah danau besar yang airnya berwarna hijau zamrud, memancarkan cahaya lembut yang menerangi seluruh gua raksasa itu. Di tengah danau itu, mengapung sebuah kristal raksasa yang berdenyut-denyut, mengeluarkan aliran energi sihir yang tak terhingga. Itu adalah inti dari Sumur Kehidupan.

Namun, yang membuat mereka terkejut adalah...

Di atas kristal itu, meringkuk sebuah sosok.

Itu adalah seorang wanita. Wajahnya cantik tanpa cela, dengan kulit seputih pualam dan rambut panjang keperakan yang mengalir seperti air terjun. Matanya tertutup, dan ia terlihat seperti sedang tidur pulas. Namun di sekeliling tubuhnya, terdapat aura gelap yang terus-menerus menyedot energi dari kristal di bawahnya.

"Siapa dia?" bisik Elara.

"Dia adalah Sang Penjaga, atau lebih tepatnya, Jiwa Sumur Kehidupan itu sendiri," jawab Kael. "Dia lahir dari inti sihir sumur ini, dan dia adalah esensi kehidupan Avalon."

"Tapi kenapa dia menyedot energinya sendiri?"

Kael mengerutkan kening. "Dia... tidak sadar. Jiwanya sedang terperangkap dalam tidur yang sangat dalam, dan dalam tidurnya itu, dia secara tidak sengaja menguras kekuatannya sendiri. Seperti seseorang yang terus bernapas saat tidur, tapi tidak pernah bangun."

"Kita harus membangunkannya," kata Elara. "Ini bukan kutukan, ini hanyalah kecelakaan."

Elara melangkah maju, mencoba mendekati sosok itu.

Namun, saat Elara mencapai tepi danau, tiba-tiba danau itu bergolak hebat. Tangan-tangan air raksasa muncul dari permukaan danau, mencoba mencengkeram Elara.

"Dia merasakan kehadiran kita," kata Kael. "Tapi dia menganggap kita ancaman. Dia dalam keadaan 'bertahan' dalam tidurnya."

Kael mengeluarkan pedang kristalnya, bersiap membelah tangan-tangan air itu. Namun Elara menghentikannya.

"Jangan gunakan kekerasan," kata Elara. "Ini adalah dirinya sendiri. Kita harus berbicara dengan jiwanya."

Elara memejamkan mata. Ia memusatkan semua kekuatan Penciptanya, semua cinta dan kehangatan yang ia miliki, dan memancarkannya ke arah Jiwa Sumur itu.

"Bangunlah," bisik Elara, suaranya lembut namun penuh kekuatan. "Kau telah tidur terlalu lama. Avalon membutuhkanmu. Anak-anakmu membutuhkanmu."

Cahaya keperakan yang hangat keluar dari tubuh Elara, menyentuh sosok yang tertidur itu. Aura gelap di sekelilingnya mulai bergetar dan menipis.

Namun, Jiwa Sumur itu tidak langsung bangun. Sebaliknya, mimpinya berubah menjadi lebih gelap. Aura negatif yang mengelilinginya malah membesar, dan tangan-tangan air yang tadinya hanya mencoba mencengkeram, kini mencoba menghantam Elara dengan kekuatan penuh.

"Elara, itu terlalu berbahaya!" teriak Kael.

Kael tidak bisa diam saja. Ia melesat maju, mengayunkan pedangnya, membelah tangan-tangan air itu sebelum menyentuh Elara.

"Dia melawan. Dia terlalu lama terjebak dalam tidurnya sendiri," kata Kael.

"Kalau begitu, kita harus masuk ke dalam mimpinya!" seru Elara. "Kita harus membangunkannya dari dalam."

Kael menatap Elara. "Itu berisiko. Jika kita tersesat di dalam mimpinya, kita mungkin tidak akan bisa keluar."

"Tapi jika kita tidak melakukannya, Avalon akan mati," kata Elara tegas. "Dan kita tidak akan membiarkan itu terjadi."

Kael menghela napas, lalu tersenyum. "Kau memang yang terbaik, istriku. Baiklah. Ayo kita masuk ke dalam mimpinya."

Mereka berdua berjalan menuju tepi danau. Elara menyatukan tangan dengan Kael. Mereka menutup mata. Energi cahaya dan kegelapan berputar mengelilingi mereka, lalu mereka melompat bersama ke dalam danau hijau zamrud itu.

Saat tubuh mereka menyentuh air, mereka tidak merasakan dingin atau basah. Sebaliknya, mereka merasakan sebuah dorongan kuat yang menarik jiwa mereka ke dalam kegelapan yang pekat.

Ketika mereka membuka mata lagi, mereka tidak berada di dalam gua lagi.

Mereka berada di sebuah tempat yang sangat aneh. Langitnya berwarna merah darah, tanahnya gersang, dan di kejauhan terlihat sebuah gunung berapi yang terus-menerus memuntahkan lahar. Di mana-mana, terdengar suara tangisan dan rintihan kesakitan.

Ini adalah Alam Mimpi Buruk Jiwa Sumur. Tempat di mana semua ketakutan dan penderitaan Avalon terakumulasi.

"Ini tempat yang menyedihkan," bisik Elara.

"Kita harus menemukan inti mimpinya," kata Kael. "Tempat di mana dia terikat pada rasa takut yang paling dalam. Hanya dengan begitu kita bisa membangunkannya."

Mereka mulai berjalan, menembus lautan penderitaan itu, mencari satu titik cahaya kecil yang bisa menembus kegelapan mimpi buruk ini. Tugas mereka kali ini bukan hanya menyelamatkan dunia, tapi menyelamatkan jiwa yang tersesat.

(Bersambung ke Bab 35...)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!