NovelToon NovelToon
Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: chiechie kim

Ibu hamil yang wafat di tempat kejadian,sebut saja Rini bersama dengan anaknya yang belum lahir. Rasa cinta yang dalam pada anaknya dan kemarahan pada mereka yang menyebabkan kematiannya membuatnya menjadi arwah penasaran yang tak bisa pergi ke alam lain. Setiap malam, dia muncul di jalan raya tempat kejadian itu terjadi—bayangan dia dengan perut membuncit dan tas yang masih tersangkut di bagian tubuhnya sering dilihat oleh sopir yang lewat, membuat mereka merasa dingin mendadak dan merasakan kesedihan yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamar Kenangan

Malam pun tiba dengan cepat, suasana rumah yang tadinya penuh dengan emosi kini mulai kembali tenang. Rizky menghampiri ibu mertuanya yang sedang membersihkan meja ruang tamu dan mengajukan permintaan dengan sopan.

"Bu... bolehkah saya menginap disini malam ini?" tanya Rizky dengan nada hormat.

Sri langsung berbalik dan memberikan senyum hangat pada Rizky. "Ohh tentu boleh nak! Bahkan kalau kamu mau tinggal disini saja pun boleh lho, dari pada kamu ngontrak sendirian di kosanmu yang jauh dari keluarga."

Rizky mengangguk dengan rasa terima kasih yang mendalam. "Untuk tinggal disini, nanti saya pikirkan dulu ya Bu. Terima kasih atas usulnya."

"Kamu tahu sendiri kan Bu cuma sama Ayah dan Bibi aja disini. Rumahnya jadi terasa sepi tanpa anak-anak ibu yang sering datang," ucap Sri dengan nada sedikit sedih tapi segera kembali ceria. "Kalau kamu mau nginap, tidur aja di kamar biasa ya itu kan kamar khusus kamu sama Rini dulu kan? Ibu sengaja buat kamar masing-masing buat anak-anak Ibu biar mereka nyaman kalau mau menginap disini."

"Iya Bu, saya ingat. Terima kasih banyak ya Bu," ucap Rizky dengan suara penuh rasa syukur.

"Sama-sama nak! Sekarang ibu mau pergi masak dulu ya untuk makan malam. Kamu tunggu aja ya, nanti kita makan bareng sama Rasti dan cucu-cucu ibu," ucap Sri sambil mengambil apronnya dari dinding lalu berjalan ke arah dapur.

"Iya Bu, saya tunggu saja," jawab Rizky sambil mengangguk. Ia kemudian berdiri dan berjalan ke arah kamar yang dulu pernah menjadi miliknya dan Rini, merasa campuran rasa rindu dan kehangatan saat mendekati pintu kamar itu.

Rizky mengambil kunci kamar dari meja laci yang sudah ia kenal, lalu memutarnya perlahan pada pegangan pintu. Saat pintu terbuka, aroma yang sudah lama tidak ia rasakan langsung menyambutnya campuran aroma parfum Rini dan pewangi kamar yang dulu selalu mereka gunakan bersama.

Kamar itu tetap sama seperti dulu. Seprai kasur masih berwarna biru muda yang disukai Rini, boneka beruang besar yang pernah diberikan Rizky pada ulang tahun pertamanya masih berada di sudut kasur, dan rak buku penuh dengan buku-buku kesukaan mereka berdua masih rapi di sisi kamar. Bahkan foto mereka berdua saat liburan ke pantai masih terpajang di atas meja rias.

Rizky masuk dengan hati yang berat dan duduk di tepi kasur. Ia menyentuh seprai yang masih terasa lembut, lalu mengambil boneka beruang itu dan memeluknya erat. "Rin... aku kembali lagi ke kamar kita," ucapnya dalam hati, air mata mulai menggenang kembali.

Tiba-tiba, ia merasakan kursi di depan meja rias sedikit bergoyang seolah ada yang duduk di atasnya. Ia melihat ke arah sana dan melihat sekeliling, tapi tidak ada orang pun. Namun kemudian, matanya tertuju pada sebuah botol parfum Rini yang mulai sedikit bergerak dan mengeluarkan aroma yang lebih kuat.

Rizky tahu bahwa Rini ada di sana bersama dia di kamar yang dulu menjadi tempat mereka berbagi banyak kenangan. Ia menoleh ke arah kursi itu dan berbisik pelan, "Kamu juga ada disini kan, Rin? Kamu masih merawat kamar kita ya..."

Di sisi yang tak terlihat, Rini duduk dengan tenang di kursi itu, menatap Rizky dengan mata penuh cinta. Ia ingin mengelus wajah suaminya, tapi dia tahu bahwa tidak bisa. "Kamar ini selalu untuk kita berdua mas... selalu," bisiknya dalam hati, sambil melihat foto mereka berdua yang terpajang di dinding.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!