#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan
Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.
•
•
•
•
"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!
"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.
Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. membantu song xing lan
"Tapi aku tidak mau pulang aku tidak mau keluargaku sedih, melihat keadaanku seperti ini, mereka selalu memanjaku tidak boleh lecet sedikitpun, tapi melihat aku seperti ini mereka pasti sedih." Ucapnya lagi sambil menunduk, tidak mau melihat wajah wei jingguo begitu dekat.
Tambah kuatlah rasa bersalah wei jingguo, gadis begitu rapuh mengapa dia menyakiti dengan kuat, dia marah pada dirinya sendiri.
"Lelaki perempuan tidak boleh bersentuhan, mengapa kau mengendongku, aku tidak mau ada gosip nanti." Ucapnya lagi, membuat langkah wei jingguo terhenti, benar mengapa dia langsung mengendong song xinglan.
"Keadaan darurat, jika aku tidak mengendongmu apa kamu bisa berjalan." Tanya wei jingguo.
"Ini semua gara-gara kamu." Ucapnya dengan kesal, " turunkan, aku tidak mau pulang, aku disini saja." Ucapnya lagi.
"Jika kamu tidak mau pulang kamu mau kemana, keluargamu sudah mengawatirkanmu" Ucap wei jingguo lagi.
Song xinglan juga tidak mau keluarganya khawatir...
"Baiklah antar aku pulang, lebih baik mereka melihat keadaanku seperti ini, dari mereka membawa orang satu kampung datang kerumahmu." Ucap song xinglan pasrah.
Akhirnya wei jingguo membawa song xinglan kembali kerumahnya,
"Eh tunggu dulu jangan membawaku jalan ramai, lewat jalan ini saja sepi, arah ini juga dari pegunungan." Ucapnya kepada wei jingguo,
Wei jingguo hanya diam saja mendengar ocehan song xinglan dari tadi, tetapi ia menuruti apa yang dikatakan song xinglan.
Tidak lama setelah itu mereka melihat rumah keluarga song.
"Bawa aku jalan kebelang rumahku." Ucapnya lagi, wei jingguo hanya mengangguk baru kali ini ia patuh pada perempuan.
"Turunkan aku, setelah itu kamu pergilah jangan sampai keluargaku melihatmu." Ucapnya lagi, lalu wei jingguo menurunkan song xinglan, tetapi ia tidak pergi.
"Pergilah mengapa kamu masih disini, mau minta imbalan karena sudah membantuku pulang, jangan harap!
Dendamku belum terbalas kamu harus merasakan apa yang aku rasakan." Ucapnya lagi tanpa rasa takut pada wei jingguo
"Sembuh dulu, baru pikirkan untuk balas dendam." Ucap wei jingguo santai, lalu ia pergi dari sana.
"Dasar gadis cerewet" ucapnya saat berselisih dengan song xinglan, entah kenapa ia senag membuat song xinglan marah,
"Apa yang kau katakan, dasar pria kasar, dengarnya saat aku sembuh nanti, hati-hati dengan kaki dan juga tanganmu, aku akan mematahkannya." Ucap song xinglan, tetapi ia tidak lagi melihat wei jingguo.
"Huh! Percuma saja aku berbicara ternyata dia sudah pergi." Ucapnya lagi.
"Ya sudahlah biar kan saja dengar atau tidak aku sudah memberitahu dia bahwa aku akan membalasnya supaya dia tidak kaget nanti." Ucap song xinglan.
Sedangkan wei jingguo Ia tidak pergi tapi bersembunyi di salah satu pohon dekat sana ia masih khawatir bila meninggalkan song xinglan disana.
Dia juga mendengar ocehan song xinglan untuk balas dendam padanya, senyuman muncul dibibirnya, selama ini tidak pernah tersenyum, ia sendiri tidak menyadari itu.
"Dengan cara apa dia membalasku, dengan tulang lembutnya itu, dasar gadis manja tapi menarik." Ucapnya lagi tanpa sadar.
Lalu ia mendengar teriakan song xinglan, hampir saja dia melayang kesana untuk menghampiri song xinglan, untunglah niatnya ia urungkan karena ia melihat song xinghe disana.
"He gege..." ucapnya manja sambil menarik tangan xinghe dengan tangan masih utuh.
"Mengapa kamu seperti ini, apa ada yang menyakitimu." Ucapnya marah langsung mengendong adiknya, dan ia bawa kedalam.
"Xingfeng cepat panggil tabib.." teriaknya keluarga song mendengar teriak song xinghe mereka melihat apa yang terjadi.
"Ya ampun lanlan." Ucap neneknya begitu pula ibunya sangatlah sakit hati melihat putrinya seperti ini.
Sedangkan Xingfeng langsung mencari tabib.
Tidak lama setelah itu tabib datang, dan mengobati song xinglan dengan hati-hati.
Setelah selesai mengobati ia kembali setelah mendapatkan bayaran yang setimpal.
"Lan lan apa yang terjadi, apa wei jingguo menyakitimu." Ucap neneknya dengan sedih melihat kedaan cucunya.
Tanpa mereka sadari wei jingguo belum pergi, ia kembali menguping, pendengaran tajam, orang ahli bela diri sepertinya memiliki pendengaran yang tajam.
Entah kenapa sejak mengenal song xinglan ia sering menguping.
" wei jingguo siapa! dia tidak pulang kata Jingjing dia pergi berburu sudah tiga hari tidak pulang, lagian aku juga tidak mengenalnya mengapa dia menyakitiku." Ucapnya dengan santai.
"Nainai, ibu, ayah gege, aku seperti ini karena aku pergi diam-diam kepegunungan, tidak sengaja tangan terlihat agar, lalu kali terseleo, karena lambat pulang beginilah jadinya." Ucapnya lagi.
"Kamu pergi lagi kepegunungan kami sudah melarangmu." Ucap neneknya sambil menyentil dahi song xinglan.
"Hehe hehe maaf! Nanai aku ingin istirahat." Ucapnya lagi sambil cengengesan juga mengusir keluarganya secara halus.
"Baiklah istirahatlah, baru kemarin kamu terjatuh dari tebing dan kaki baru saja sembuh sekarang kaki kembali terseleo, untung saja baik-baik saja." Ucap neneknya, lalu ia mengajak yang lainnya keluar, tinggal song xinglan sendirian disana.
Sedangkan di luar sana, wei jingguo masih mendengar pembicaraan itu.
"Jadi dia baru siap jatuh dari tebing, lalu aku kembali menyakitinya." Ucapnya bertambah rasa bersalahnya.
"Kenapa dia bisa terjatuh dari tebing, tidak mungkin dia teledor seperti itu, kalau di lihat lihat dia tidak sebodoh itu." Ucapnya lagi.
"Song xinglan, mengapa kamu merahasiakan kejadian hari ini dari keluargamu." Ucapnya lagi dan tidak menyadari bahwa ucapannya sudah di dengar oleh seseorang.
"Karena hanya aku yang membalaskan dendamku, aku tidak ingin keluargaku khawatir." Ucapnya sambil membalas ucapan wei jingguo.
"Ka..mu..." wei jingguo tergagap dia ketahuan menguping, juga terkejut melihat song xinglan berdiri disana menggunakan tongkat dan mengetahui keberadaannya, yang anehnya mengapa song xinglan mengetahui dirinya padahal dia menyembunyikan auranya.
"Haha haha." Song xinglan tertawa ternyata dia bisa mengejutkan orang seperti wei jingguo.
"Ternyata aku bisa membuatmu tergagap seperti itu, mengapa kamu kesini mengintip kamar gadis." Ucapnya lagi sambil memperhatikan wei jingguo.
"Tampan." Gumamnya tanpa sadar, lalu ia menggelengkan kepalanya, " apa yang aku pikirkan, dia itu musuhmu xinglan." Gumamnya lagi menegur dirinya sendiri.
"Untuk apa aku mengintip gadis kecil sepertimu." Ucap wei jingguo santai lalu ia pergi dari sana menggunakan qinggong lalu menghilang.
mata song xinglan berbinar melihatnya...
"wah!!! dia bisa terbang, apa aku bisa melakukannya juga." ucap xinglan penasaran, ia ingin juga mempelajari ilmu seperti itu.
"Tuan tentu kamu bisa, kamu bisa mempelajari ilmu qinggong lebih baik lagi darinya, disini ada kitabnya tuan." baihu memberitahunya
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
pasti auto kabur.....😁