NovelToon NovelToon
Menaklukkan Om Duda Tampan

Menaklukkan Om Duda Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Dunia Masa Depan
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ell.ellsan

Andreas Bramawijaya, seorang CEO ternama yang tampan dan selalu bersikap dingin. Sikap dingin nya itu, tidak lain karena dia kecewa dengan keluarga nya, dan kehilangan istri dan anak tercinta nya karena kecelakaan.
Akibat kehilangan istri dan anak nya, Andreas menjadi seseorang yang sangat dingin, ketus dan jarang tersenyum sehingga ditakuti banyak orang.
Bu Stella, kepala pembantu di rumah Andreas, yang sudah menemani Andreas sejak kecil, sangat kasihan melihat tuan yang sudah dianggap seperti anak nya itu berubah menjadi pendiam setelah ditinggal anak istri nya.
Akhir nya Bu Stella inisiatif untuk mendatangkan anak semata wayang nya ke rumah Andreas untuk menemani dan merawat Andreas supaya mau berubah menjadi Andreas yang seperti biasa lagi.
Savanna Zelindra anak yang baru lulus SMA, terpaksa harus menuruti kemauan ibu nya untuk ikut pindah kerumah bos nya. Apakah Savanna akan bisa berhasil menaklukkan sang bos duda tampan yang dingin?
Ikuti terus ya cerita nya🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ell.ellsan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejadian tak terduga

Ketika sedang makan, Andreas teringat perintah Savanna yang menyuruh nya mengirim kan foto Selfie.

Andreas menurut, dia akhir nya memfoto wajah nya ketika sedang menyuap makanan, dan tanpa ekspresi, bahkan mata nya tak melihat ke arah kamera.

Terkirim lah foto nya ke nomor Savanna.

Ting.... Suara notifikasi masuk, ke hp Savanna.

Buru buru Savanna membuka hp nya.

Ketika di buka, Savanna langsung ketawa melihat wajah Andreas yang lucu sedang menyuap makanan.

"Hahaha Astaga Tuan Andreas lucu nya." Savanna gak berhenti tertawa.

Bu Dini yang sedang mencuci piring, kaget mendengar Savanna tertawa.

Begitu juga bu Yuni, yang sedang membereskan bahan makanan bingung melihat Savanna.

"Apa ada yang lucu, sampai Savanna gak berhenti ketawa?" Bu Yuni penasaran.

"Bu sini, ibu harus lihat ini. Sumpah ini lucu banget." Savanna memperlihatkan layar hp nya.

Bu Yuni juga akhir nya tertawa melihat foto nya.

"Ya ampun Tuan Andreas kok nurut nurut aja di suruh Savanna."

"Padahal aku cuma becanda bu. Cuman aku bilang, kalau foto nya buat aku lapor ke ibu juga. Eh dia nurut aja lagi. Haha."

"Oh pantes, kalau soal Bu Stella, Tuan Andreas pasti nurut."

"Mana foto nya flat banget lagi tanpa ekspresi, tapi dilihat lihat tampan juga ya bu." Savanna terus saja memandangi foto Andreas.

"Hati hati loh, nanti suka, di liatin terus gitu." Bu Yuni noel noel Savanna.

"Ah gak lah bu, kita kan beda jauh usia nya. Dia udah om om, sedangkan aku masih anak anak, hihi."

"Isss tidak menutup kemungkinan loh, apalagi tuan Andreas masih seperti berusia 25 tahunan kok. Dia gagah dan tampan. Wajar kalau nanti punya pacar remaja."

"Iya juga ya. tapi kalau sama aku gak mungkin lah bu. Dia aja kalau ketemu aku, kaya liat musuh, benci banget kaya nya kalau ngeliat aku."

"Siapa tahu lama lama dari benci jadi cinta hehe." Bu Yuni ketawa.

"Ah Bu Yuni malah ngaco, aku ke kamar dulu ya, mau telepon ibu."

"Telepon ibu atau liatin lagi tuan Andreas? Hayooo."

"Ih ngga gitu ah bu."

Bu Yuni ketawa melihat Savanna yang langsung lari ke kamar nya.

Di kamar, Savanna jadi teringat kata bu Yuni. Dia jadi memikirkan kalau dia pacaran dengan Andreas.

Savanna jadi teringat Badan Andreas yang gagah dan berotot. Savanna membayangkan dia dipelukan Andreas lalu Savanna di elus elus pipi nya, dan mereka saling bertatap tatapan, semakin dekat, semakin dekat dan.

Drtttttt.. Drttttt...

Buyar lah lamunan Savanna karena telepon masuk.

"Astaga, hampir aja. Eh ya ampun, bisa bisa nya malah mikirin yang engga engga." Savanna menepuk dahi nya.

"Siapa ini nomor baru, vidio call lagi."

"Halo, Savanna, ini nenek."

"Aaaaa. Nenek, hai nek, apa kabar?"

"Baik sayang, kamu apa kabar? Apakah senang tinggal di sana?"

"Aku juga baik sekali nek. Senang nek, aku senang di sini."

"Syukurlah sayang, nenek ikut bahagia mendengar nya."

"Nek, sekarang kita bisa bertatap muka setiap hari. Aku seneng banget."

"Iya nak, nenek juga senang dan kaget juga, kok bisa kaya gini ya sekarang. zaman ini canggih banget."

"Tentu lah nek, dulu nenek mau aku ajarin gak mau. Sekarang nenek harus bisa ya, biar kita bisa telponan tiap hari."

"Iya, sekarang nenek sudah bisa kok, kan sudah diajari sama ibu mu."

"Bagus kalau gitu nek. Oh iya, Ibu sedang apa nek? Apakah sudah beres ke sekolah nya?"

"Sudah, sekarang ibu mu sedang memasak. Seperti nya malam baru pulang lagi kata nya. Gak papa ya nak."

"Gak papa kok nek. Sekalian ibu temenin nenek aja dulu. Aku seneng denger nya nek. Nenek sehat sehat ya nek."

"Iya sayang. Kamu juga di sana jaga kesehatan, semoga banyak orang yang sayang sama kamu ya. Ya sudah kamu tutup telepon nya. Nenek mau makan dulu sama ibu mu."

"Aamiin. Ya sudah aku tutup ya nek. Dadah nenek."

Savanna sangat senang, akhir nya dia bisa tahu keadaan nenek nya setiap hari.

Sore tiba, Andreas telah selesai dengan pekerjaan nya.

Dia akhir nya pulang. Suasana hati nya sedikit membaik, selain dia menang dari perusahaan Adiguna, dia juga sedikit senang dengan sedikit tulisan dari Savanna tadi.

Seperti biasa ketika Andreas pulang, Selalu ada Bu Stella yang menyambut nya. kali ini, Savanna lah yang menyambut nya pulang.

"Selamat sore tuan Andreas, silahkan membersihkan diri dulu, lalu bersiap untuk makan malam." Savanna menunduk di depan Andreas, seperti menyambut tamu.

"Terima kasih." Andreas berlalu pergi.

"Eh eh tuan sebentar." Savanna mengejar Andreas.

"Maaf, aku mau tanya, wadah bekal nya mana?"

"Saya simpan di kantor. Mungkin nanti sudah ada yang membuang nya."

"Apa???" Savanna menganga lebar.

Andreas mengedikan bahu nya, dan berlalu pergi.

Savanna mengejar nya lagi.

"Tuan, kenapa harus dibuang sih, itu kan harga nya lumayan mahal, itu masih bisa di cuci loh, harus nya tuan bawa lagi pulang. Biar wadah nya dicuci lagi buat besok. Kenapa malah di tinggal di kantor, jangan jangan bekal yang kemarin kemarin juga tempat makan nya di buang lagi? Astaga tuan."

Savanna terus saja mengomel sambil mengikuti Andreas berjalan. Dan Andreas tetap menghiraukan Savanna yang mengomel.

Tanpa sadar, Andreas sudah membuka lift, Savanna kaget, dia kehilangan keseimbangan nya, Savanna maju ke depan, dan refleks menarik baju Andreas.

Karena posisi nya Andreas tertarik Savanna. Akhir nya Andreas tak sengaja mencium bibir Savanna.

Savanna memejamkan mata nya.

Andreas juga sangat kaget, buru buru dia berbalik. Untung nya adegan ciuman itu tak terlihat siapa pun, karena pintu lift langsung tertutup otomatis.

Hening, setelah kejadian itu, Savanna terdiam. Dia masih mencerna kejadian tadi, yang terjadi begitu cepat.

Sampai pintu lift terbuka pun, Andreas dan Savanna masih sama sama terdiam.

Ketika pintu lift akan tertutup lagi, buru buru Andreas menahan nya, dia menarik lengan Savanna keluar dari lift.

Savanna langsung menarik tangan nya lagi.

"Maaf, itu tidak disengaja." Andreas langsung membuka pembicaraan karena Savanna masih terdiam.

Savanna melihat wajah Andreas, lalu dia lari, turun kebawah menuju ke kamar nya dengan menggunakan tangga.

Andreas ingin menahan nya, karena tidak ada jawaban dari Savanna, tapi Andreas juga merasa tidak karuan.

Setelah sampai di kamar, Savanna langsung terduduk di depan pintu, kaki nya sangat lemas, dia sangat kaget.

"Ciuman pertama aku. Kenapa harus dengan Tuan Andreas. Bodoh nya aku, kenapa tadi aku membayangkan aku berciuman dengan Tuan Andreas. Giliran ini terjadi, aku merasa diriku sangat kotor. Astagaaaa." Savanna mengacak wajah nya.

"Awas ya Tuan Andreas, kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan mu." Savanna bergumam sendiri sambil melotot.

Andreas juga masih memikirkan kejadian tadi. Tak percaya kenapa harus berciuman dengan Savanna, bocah tengil itu.

"Astaga, kenapa aku harus merasa bersalah. Itu kan salah dia yang tiba tiba menarik baju ku. Andai dia tidak menarik baju ku, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi. Biarkan saja lah."

Andreas tidak mau ambil pusing, walau sebenar nya dia kepikiran. Akhir nya supaya tidak terlalu kepikiran terus, Andreas pergi membersihkan diri nya.

1
Ell.ellsan
jangan lupa kasih masukan ya teman teman. terimakasih sudah membaca😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!