NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

...Malam yang penuh warna itu akhirnya ditutup dengan suasana yang jauh lebih tenang saat mereka tiba di depan gerbang kediaman Permana. ...

...Mobil Askhan berhenti perlahan, diikuti oleh motor si kembar yang langsung diparkir di halaman....

...Setelah itu mereka pulang. Udara malam yang dingin seolah tak terasa karena kehangatan yang menyelimuti hati mereka masing-masing. ...

...Sebelum Stella turun dari mobil, Khan menggenggam tangan calon istrinya dengan sangat erat, menyalurkan kekuatan dan rasa aman yang sempat hilang dari hidup wanita itu....

..."Lekas istirahat, besok aku jemput," ucap Khan dengan suara baritonnya yang lembut namun menenangkan. ...

...Ia menatap Stella, memastikan bahwa tunangannya itu benar-benar merasa tenang setelah drama yang melelahkan hari ini....

...Stella menganggukkan kepalanya patuh. Matanya berbinar menatap pria di hadapannya. ...

..."Kamu juga, Khan. Jangan lupa kompres lagi bibirmu itu sebelum tidur."...

...Tanpa diduga, Khan mencium pipi Stella dengan lembut. ...

...Kecupan itu singkat, namun cukup untuk membuat wajah Stella kembali memerah sempurna....

..."Selamat malam, calon istriku," bisik Khan sambil tersenyum manis....

...Di saat yang bersamaan, Axel dan Alexander yang ternyata belum masuk ke dalam rumah, menyaksikan momen manis itu dari teras. ...

...Bukannya masuk secara diam-diam, si kembar malah tepuk tangan dengan riuh, memecah keheningan malam....

..."Cie cie!" sorak mereka berdua bersamaan....

..."Ehem! Dunia serasa milik berdua, yang lain cuma kontrak di rumah ini ya, Bang!" goda Alexander sambil tertawa lepas....

..."Lanjutkan, Bang Khan! Kami tidak melihat apa-apa kok, cuma melihat pemandangan indah saja!" timpal Axel sambil bersiul menggoda....

...Stella segera turun dari mobil dengan langkah terburu-buru karena malu, sementara Askhan hanya tertawa sambil melambaikan tangan ke arah si kembar yang masih terus menggoda mereka. ...

...Malam itu, di bawah saksi lampu jalan dan sorak-sorai adik-adiknya, Stella tahu bahwa ia telah menemukan tempat berlabuh yang sesungguhnya. ...

...Tidak ada lagi ketakutan akan hari esok, karena ia tahu ada Askhan yang akan selalu menjemputnya—bukan hanya menuju kantor, tapi menuju masa depan yang lebih baik....

...Kehangatan malam itu terus terbawa hingga ke dalam rumah. ...

...Setelah berpamitan dengan si kembar yang masih asyik menggodanya di ruang tengah, Stella melangkah naik ke lantai dua dengan perasaan yang jauh lebih ringan....

...Setelah itu Stella masuk ke kamarnya dan mengganti pakaiannya. ...

...Ia melepas blazer kerjanya yang kaku, menggantinya dengan piyama sutra yang nyaman. ...

...Kamar yang biasanya terasa sepi dan penuh beban pikiran, kini terasa lebih hidup. ...

...Sambil menyisir rambutnya di depan cermin, ia sesekali menyentuh pipinya yang tadi dikecup oleh Askhan, senyumnya tak kunjung pudar....

...Tiba-tiba, ponselnya berdering. Stella segera meraih benda pipih itu dari atas nakas dan melihat Khan yang mengirim pesan singkat melalui aplikasi percakapan....

..."Lekas istirahat, jangan begadang. Aku tahu kamu sedang tersenyum sekarang, tapi tubuhmu butuh tidur agar besok tetap cantik saat aku jemput. Selamat tidur, Stella."...

...Membaca pesan itu, Stella tersenyum tipis seperti remaja yang sedang kasmaran. ...

...Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk, memeluk ponselnya di dada. ...

...Rasanya sungguh luar biasa; setelah dikhianati dan disakiti sedemikian rupa oleh Abbas, ia tidak pernah menyangka akan merasakan debaran jantung yang begitu manis lagi....

...Ia pun mengetik balasan dengan jari yang lincah:...

..."Iya, Dokter. Kamu juga jangan lupa kompres lukamu. Selamat tidur juga, Khan."...

...Stella berbaring miring di atas tempat tidurnya, namun matanya tak kunjung terpejam. ...

...Ia meraih sebuah album foto lama yang tersimpan rapi di laci meja riasnya. ...

...Dengan gerakan perlahan, ia membuka lembar demi lembar hingga jemarinya berhenti pada sebuah potret usang yang mulai menguning di bagian sudutnya....

...Stella memandang foto mereka saat sekolah dulu. ...

...Di foto itu, mereka masih mengenakan seragam putih abu-abu. ...

...Stella tampak tertawa lebar dengan rambut yang dikuncir kuda, sementara di sampingnya, seorang pemuda dengan tatapan teduh—Askhan remaja—tengah tersenyum tipis ke arah kamera sambil memegang tas sekolah Stella....

...Dulu, mereka adalah dua orang yang tak terpisahkan. ...

...Askhan adalah tempatnya mengadu tentang nilai ujian yang buruk, sementara Stella adalah orang pertama yang membawakan botol minum saat Askhan selesai bertanding basket....

..."Persahabatan menjadikan kita seperti ini, Khan," bisik Stella pelan pada foto itu....

...Ia mengusap permukaan foto tepat di wajah Askhan. ...

...Ia baru menyadari sekarang, bahwa di balik semua sikap protektif Askhan saat sekolah dulu, ternyata ada perasaan yang dipendam sedemikian dalam. ...

...Askhan tidak pernah pergi; ia hanya menunggu di waktu yang tepat, bahkan saat Stella melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya dengan memilih Abbas....

...Ternyata, fondasi persahabatan mereka yang begitu kuat itulah yang membuat perasaan Khan tidak pernah luntur oleh waktu. ...

...Khan bukan sekadar pria baru yang datang menawarkan cinta, melainkan bagian dari jiwanya yang sempat terlupakan....

...Sambil mendekap album foto itu di dadanya, Stella akhirnya memejamkan mata. ...

...Ia merasa beruntung karena setelah badai yang menghancurkan rumah tangganya, ia tidak perlu mencari rumah baru. ...

...Ia hanya perlu pulang ke pelukan sahabat lamanya yang kini telah menjadi pelabuhan terakhirnya....

...Pagi menyapa dengan cahaya matahari yang mulai menembus celah gorden kamar Stella. ...

...Setelah hari yang penuh emosi sebelumnya, tidur Stella terasa sangat lelap, seolah seluruh beban di pundaknya telah menguap....

...Keesokan paginya, di mana jam menunjukkan pukul tujuh pagi, Stella masih tertidur pulas. ...

...Ia masih bergelung di balik selimut sutranya, tidak menyadari bahwa seseorang telah mendapatkan izin dari si kembar untuk masuk ke dalam rumah....

...Khan yang sudah datang langsung masuk ke kamar Stella. ...

...Dengan langkah ringan dan senyum yang menghiasi wajahnya, ia mendekati tempat tidur sang kekasih. ...

...Melihat wajah tenang Stella saat terlelap, Askhan tidak tahan untuk tidak menggoda calon istrinya itu....

..."Putri tidur, ayo bangun," ucap Khan sambil mencium pipi Stella dengan lembut....

...Sentuhan hangat itu seketika memutus mimpi Stella. ...

...Stella membuka matanya dengan terkejut, mendapati wajah Askhan berada sangat dekat dengannya....

..."Khan!" seru Stella serak khas orang bangun tidur. ...

...Kesadarannya langsung pulih sepenuhnya saat menyadari ia hanya mengenakan pakaian tidur tipis yang belum tertutup sempurna....

...Dengan sigap, Khan balik badan, memunggungi Stella sambil menahan tawa....

..."Aku belum memakai terusan!" pekik Stella sambil buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan meraih bathrobe yang tersampir di dekat tempat tidur. Wajahnya merah padam karena malu....

...Khan menutup matanya dengan tangan, meskipun ia masih menghadap ke arah tembok. ...

...Ia terkekeh mendengar kepanikan Stella yang menggemaskan....

..."Salah sendiri bangun siang," ucap Khan dengan nada mengejek yang jenaka. ...

..."Dokter pribadimu sudah siap menjemput sejak sepuluh menit lalu, tapi pasiennya malah asyik berkelana di alam mimpi. Cepat mandi, Stella. Aku bawakan sarapan hangat di bawah, jangan sampai dingin!"...

...Stella segera beranjak menuju kamar mandi dengan langkah terburu-buru, sambil sesekali melirik punggung Askhan. ...

...Meskipun malu, ada kebahagiaan kecil yang menyelinap di hatinya; memulai hari dengan kehadiran Khan ternyata jauh lebih indah daripada alarm mana pun di dunia ini....

...Suara kucuran air di kamar mandi akhirnya berhenti, berganti dengan suara langkah kaki yang terburu-buru. ...

...Beberapa menit kemudian, Stella melangkah keluar dengan rambut yang masih sedikit basah dan sudah rapi mengenakan pakaian kerjanya, meskipun wajahnya masih menyisakan rona merah akibat kejadian tadi....

...Selesai mandi, Stella keluar dan mencubit lengan Khan dengan cukup keras hingga pria itu sedikit meringis....

..."Besok lagi jangan masuk sembarangan!" protes Stella dengan nada ketus yang dibuat-buat. ...

..."Bagaimana kalau aku sedang tidak pakai apa-apa, hah?"...

...Khan tidak tampak menyesal sama sekali. Ia justru menatap Stella dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu sebuah seringai jahil muncul di wajahnya....

..."Tapi sayang, kamu sangat seksi ternyata," ucap Khan dengan nada menggoda yang sangat percaya diri....

..."Khan!!" teriak Stella sambil meraih bantal di atas kasur dan melemparkannya ke arah dokter itu....

...Khan tertawa terbahak-bahak dan keluar kamar sebelum bantal kedua sempat melayang ke arahnya. ...

...Ia menuruni anak tangga dengan langkah ringan, masih menyisakan sisa tawa yang menghiasi wajah tampannya....

...Di ruang makan, seluruh keluarga ternyata sudah berkumpul. ...

...Si kembar melihat Khan yang seperti anak muda sedang kasmaran dengan dahi berkerut. ...

...Mereka belum pernah melihat dokter bedah yang biasanya sangat serius itu bertingkah sekonyol ini....

..."Pa, Ma. Lihat Bang Khan," bisik Alexander sambil menyenggol lengan ayahnya. ...

..."Baru saja turun dari kamar Kak Stella sudah tertawa sendirian seperti itu. Sepertinya dosis cintanya sedang berlebihan pagi ini."...

...Axel ikut menimpali sambil menggeleng-gelengkan kepala. ...

..."Lihat deh senyumnya, lebar sekali sampai menutupi luka di bibirnya semalam. Benar-benar ya, efek Kak Stella memang luar biasa."...

...Papa Stella hanya tersenyum bijak sambil menyesap kopi paginya, sementara Mama Stella tersenyum lembut melihat kebahagiaan yang kembali terpancar di rumah itu. ...

...Kehadiran Khan bukan hanya membawa kesembuhan bagi Stella, tapi juga menghidupkan kembali tawa yang sempat hilang dari keluarga mereka selama bertahun-tahun....

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!