Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eh, tunggu!
Dia adalah Arnold, di mana Arnold yang awalnya tertidur dengan pulas karena di peluk oleh Kimberly dan di tambah lengan Kimberly sebagai bantalan kepalanya.
Namun ketika Kimberly mengangkat kepala Arnold dengan tangan satunya dan dipindahkan ke bantal, Arnold mendadak terbangun membuat Kimberly tersenyum dan memintanya untuk tidur lagi sambil memeluknya.
Arnold hanya menganggukkan kepalanya dan pura-pura tidur hingga beberapa saat Kimberly melepaskan pelukannya. Kimberly dengan perlahan turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah kamar mandi.
Arnold langsung membuka matanya ketika Kimberly membuka pintu kamar mandi. Setelah pintu agak tertutup, Arnold diam-diam turun dari ranjang kemudian berjalan dengan perlahan ke arah kamar mandi.
Arnold dengan perlahan mendorong pintu dan melihat Kimberly menghubungi seseorang dan ternyata adik kembarnya. Arnold mendengarkan apa yang mereka bicarakan dengan perasaan sedih.
("Aku ingin bersama Mommy dan ke empat adik kembarku. Tapi Aku tidak tega meninggalkan Daddy. Apa yang harus Aku lakukan?" Tanya Arnold dengan perasaan sedih dan kecewa dalam waktu bersamaan).
Arnold kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah ranjang kemudian berbaring sambil memaksakan untuk tidur.
Sedangkan di tempat yang berbeda di mana ke empat anak kembarnya sedang berkumpul di kamar yang sangat luas sambil berbaring di ranjang.
"Sepertinya Mommy tidak suka dengan Daddy." Ucap Alexander sambil menatap ke arah Adrian yang juga sedang menatap dirinya.
"Kak Alexander, hari ini Kak Alexander bertemu dengan Daddy. Menurut Kak Alexander, Daddy bagaimana?" Tanya Amanda dan Alma dengan serempak karena sangat merindukan kasih sayang ayah mereka yang belum pernah mereka dapatkan).
"Daddy mengira kalau Kakak adalah Kak Arnold. Daddy mengira kalau Kakak sedang berbuat nakal karena menusuk-nusuk tubuh Daddy dengan jarum akupuntur tapi Daddy tidak melarang ataupun memarahi Kakak. Jadi menurut Kakak kalau Daddy adalah orang baik." Jawab Alexander.
"Kalau saja Mommy bisa bersama Daddy, pasti sangat bagus karena keluarga kita menjadi lengkap." Ucap Adrian penuh harap.
"Tapi sayangnya Mommy tidak mau." Ucap Amanda dengan wajah sedih.
"Aku sangat sedih jika Daddy tidak bersama kita." Ucap Alma yang wajahnya juga sedih.
"Sekarang ini Daddy memakai kursi roda, mungkin karena itu Mommy tidak mau menerima Daddy." Ucap Adrian yang mengira Kimberly tidak menyukai Diego karena lumpuh padahal bukan karena itu.
"Kalau begitu Aku sebagai ahli medis akan menyembuhkan ke dua kaki Daddy. Mungkin setelah Daddy bisa berdiri lagi maka Mommy akan mau bersama Daddy." Ucap Alexander yang ingin Diego bisa menjadi Ayah mereka.
"Semoga saja." Ucap Amanda penuh harap.
"Tapi ke dua kaki Daddy membutuhkan akupuntur selama satu minggu lebih. Aku takut jika tiba-tiba Mommy sudah berhasil membawa Kak Arnold sedangkan Aku belum melakukan akupuntur. Apa yang harus Aku lakukan? Mengingat Mommy melarang kita untuk menemui Daddy." Ucap Alexander sambil berpikir.
"Kak Alexander, bukankah Kak Arnold sangat mirip dengan Kak Adrian dan Kak Alexander di tambah orang sangat sulit membedakannya kecuali Mommy dan kita?" Tanya Alma sambil tersenyum.
"Apa idemu?" Tanya Adrian, Alexander dan Amanda dengan serempak.
Selain menguasai desain, Alma memiliki banyak ide, di mana idenya selalu brilliant dan hal itu membuat ke tiga kakaknya sangat terbantu jika mereka mendapatkan masalah yang sulit dipecahkan.
Alma kemudian duduk di sisi ranjang dan diikuti oleh ketiga kakak kembarnya. Alma kemudian menceritakan idenya dengan suara berbisik agar para pembaca tidak mendengarnya kecuali yang di Atas dan Author.
Ke tiga kakak kembarnya langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju ketika sudah selesai mendengarkan rencana Alma.
Kemudian mereka kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat karena sudah malam. Tidak membutuhkan waktu lama ke empat anak kembar tersebut tidur dengan pulas hingga pagi menjelang.
xxxxxxxxxxxxx
Malam menjelang pagi di mana ke empat anak kembar tersebut sudah bangun dan sudah selesai mandi. Mereka berempat memakai pakaian santai setelah itu mereka berempat pergi meninggalkan villa tersebut menuju ke tempat kediaman Roberto.
Jarak dari villa mereka menuju ke villa Roberto tidak begitu jauh. Karena itulah mereka berempat berjalan kaki menuju ke halaman belakang milik Roberto yang sangat luas dan dikelilingi banyak pohon.
Mereka berempat berjalan dengan perlahan-lahan tanpa diketahui oleh para bodyguard dan para pelayan yang sedang bekerja.
Hingga mereka melihat Arnold sedang bermain seorang diri di rumput namun pikirannya melayang jauh entah kemana.
Mereka berempat menatap sekeliling lapangan dan setelah di rasa aman mereka berempat berjalan ke arah Arnold. Arnold yang mendengar suara langkah-langkah kaki membuat Arnold berdiri kemudian membalikan badannya.
"Kakak, apa Kakak ingin Daddy dan Mommy bersama?" Tanya Adrian tanpa basa basi sambil menatap ke arah Arnold.
("Kalau Mommy bersama Daddy maka Aku tidak perlu berpisah dengan Daddy." Ucap Arnold).
"Eeh ... Eeh ... Eeh ..." Ucap Arnold sambil mengangguk-anggukan kepalanya berulang kali tanda setuju.
"Kami berempat mempunyai ide tapi kami butuh kerja sama Kakak." Ucap Adrian.
Arnold hanya menganggukkan kepalanya kemudian Adrian mengajak ke empat saudara kembarnya untuk saling berpelukan untuk menjalankan rencananya.
"Kak Arnold, bagaimana kalau Kak Arnold memberikan bajunya ke Kak Alexander? Lalu ...." Ucap Alma menceritakan idenya.
Arnold yang mendengarkan ide Alma langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian Arnold dan Alexander melepaskan pakaian mereka masing-masing.
Di mana Arnold memakai pakaian milik Alexander sedangkan Alexander memakai pakaian milik Arnold. Amanda dan Alma yang merupakan anak perempuan langsung membalikkan badannya ketika kedua kakak mereka melepaskan pakaiannya.
Sedangkan di tempat yang sama dan tidak jauh dari kelima anak kembar, dimana Kimberly sedang menghubungi seseorang. Siapa lagi kalau bukan Ronald yang merupakan sahabat Kimberly.
("Hallo, Kimberly." Panggil Ronald basa basi).
("Bagaimana perkembangan tugas yang Aku berikan?" Tanya Kimberly tanpa basa basi).
("Kamu tenang saja. Akhir-akhir ini Aku terus membeli saham Grup Baskoro. Sekarang ini Grup SESERAKADAJU sudah menjadi pemegang saham terbesar ketiga Grup Baskoro." Jawab Ronald).
SESERAKADAJU adalah kepanjangan dari Arnold, Adrian, Alexander, Amanda dan Alma.
("Bagus sekali. Aku sangat suka cara kerjamu" Puji Kimberly sambil tersenyum bahagia).
("Terima kasih atas pujiannya. Oh ya, Kimberly. Bagaimana keadaanmu di Keluarga Roberto? Selain itu bagaimana dengan anak pertamamu?" Tanya Ronald dengan nada kuatir).
("Keadaanku baik-baik saja. Mengenai Putra pertamaku, putra pertamaku sudah mengakuiku sebagai Ibu kandungnya. Begitu waktunya tiba Aku akan membawanya pergi ke luar ne ...." Ucapan Kimberly terhenti ketika tiba-tiba datang seseorang dan berlari melewati dirinya).
("Eh, tunggu!" Perintah Kimberly sambil memegang lengan orang tersebut agar berhenti berlari).
("Kimberly, apa yang terjadi?" Tanya Ronald dengan nada kuatir).