Kisah seorang anak gadis yang melarikan diri ke negri Jiran Malaysia untuk jadi TKW,
perjalanan panjang dan penuh perjuangan, hingga bertemu dengan seorang pria
penasaran kan yuk simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tentang Fuad
Setelah Husna dan Ais puas bercerita panjang lebar tentang masa masa Ais di rantau dan rasa kehilangan Husna. Husna begitu kaget, dengan kabar pernikahan Ais, dan lebih kagetnya lagi ketika Ais bercerita bahwa Fuad kakak tertua mereka telah menyakiti Ais.
Setelah malam tiba. Mereka berkumpul di meja makan. Sambil makan mereka bercengkrama .
Tiba tiba pintu di ketuk dari luar.
Tok tok tok tok.
" Siapa yah , bertamu malam' begini. " Tanya Ais pada ayahnya.
" Ayah juga tidak tau. Coba ayah lihat dulu. Mungkin tamu penting. " Ucap ayah
" Iya ayah. Husna ikut. Lagipula saya sudah selesai makan. " Ucap Husna ikut berdiri .
" Ais juga sudah kok. Alex lanjut makan saja dan kak Raditya temani Alex makan juga Satria. " Ucap Ais sambil berjalan keruang tamu .
Sedangkan Husna dan ayahnya sudah berada di dekat pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.
Dan pintu di ketuk lagi .
Tok tok tok.
" Siapa " tanya pak Ramli ayah mereka.
" Namun tak ada jawaban. Pintu di ketuk lagi kali ini lebih keras.
Tok tok tok tok tok tok
" Siapa sih yah. Coba lihat. " Gerutu Husna.
"
Ceklek,,,,,,
Pintu terbuka dan apa yang dilihat pak Ramli dan Husna . Membuat mereka melongo dan juga syok. Karena pemandangan yang diluar dugaan mereka.
" Fuad, kenapa kamu seperti ini kak. " Husna berbicara lebih dulu karena pak Ramli diam karena syok.
" Boleh kakak masuk Husna?" Fuad malah balik bertanya . Bukan menjawab pertanyaan Husna.
Yah penampilan Fuad begitu hancur . Bahkan darah mengalir di pelipis Fuad. Bukan itu saja baju dan celana Fuad robek . Dan itu juga bukan kebiasaan Fuad. Fuad sangat rapi dalam berpakaian. Namun malam ini Fuad berpenampilan sangat hancur.
Itu lah yang menjadi kan pak Ramli dan Husna syok melihat nya.
" Ayo kak, masuk. " Ajak Husna sambil memapah kakak'nya berjalan.
" Mana Ais Husna ?" Tanya Fuad lagi.
" Mau apa kamu cari Ais. Jangan sakiti dia lagi kak. " Husna meninggikan suaranya pada Fuad.
Fuad pun paham akan kemarahan Husna. Dan Fuad pun merasa bersalah pada Ais dan semua adik adik nya.
" Tidak Husna. Kakak kesini ingin meminta maaf padanya. " Ucap Fuad.
" Ais disini Kakak dan Ais sudah memaafkan kakak " ucap Ais sambil berjalan kearah Kakak nya dan memeluk nya.
Selama ini Ais tidak terlalu dekat dengan kakaknya yang satu ini. Bahkan seakan mereka bukan saudara. Namun malam ini Ais begitu bersyukur . Fuad mau di peluk Kakak nya.
" Maafkan kakak Ais. Kakak salah. Hiks hiks hiks. " Ucap Fuad sambil menangis.
" Sudah kak jangan menangis lagi. Ais sudah melupakan semua Kak. " Ais pun semakin mengeratkan pelukannya.
" Kak Fuad serius mau minta maaf sama Ais. " Tanya Husna , seakan akan dia tidak percaya dengan perubahan Fuad kakak'nya.
" Fuad menyesal Husna. Setelah apa yang terjadi hari ini Fuad sadar kalau selama ini Fuad sudah kasar pada Ais . padahal Ais adik kita. " Ucap Fuad sambil terus menangis dan memeluk Ais dengan erat seakan tak ingin terlepas.
" Ayah bahagia kalau seperti ini anak anak ayah berbaikan semua. " Ucap pak Ramli.
" Husna juga yah. "
" Ais juga yah bahagia , dengan begini Ais tidak segan lagi untuk melakukan resepsi pernikahan nanti dengan adanya kak Fuad dan kakak Ais yang lain. " Ucap Ais haru
" Kita tunggu saudara kita yang lain agar kebahagiaan kita semakin lengkap . " Ucap Husna.
" Maksud kalian bagaimana ?" Tanya Fuad bingung.
" Ais akan mengadakan resepsi kak. Dan sekarang kita lagi berencana untuk membuat konsep nya , iya kan Lex ?" Tanya Husna pada Alex yang sedari tadi hanya diam tanpa merespon apapun.
" Iya kak Fuad. Kami akan melakukan resepsi pernikahan nanti. Apakah kakak setuju dengan ii ?" tanya Alex antusias.
" Asal Ais bahagia , kakak ikut saja rencana kalian. " Ucap Fuad sambil memeluk Alex. " Maafkan kakak mu ini Lex. Kakak berdoa semoga kalian bahagia dan kakak' cepat memiliki keponakan . " Ucap Fuad menambah kan sambil menggoda Ais dan Alex.
Ais pun menjadi salah tingkah dengan apa yang di ucapkan kakak nya.
" Kakak ada ada saja. " Ucap Ais malu malu.
" Kau kan harus begitu. Iya kan Husna ?" Tanya Fuad pada Husna sengaja , supaya suasana yang kaku jadi mencair.
" Ihk kakak apaan coba. Ayah Kak Fuad nih ,, tapi kenapa penampilan kakak seperti ini ? Apa yang terjadi?" tanya Ais sambil memperhatikan kondisi Fuad yang begitu hancur ,,
" panjang ceritanya dek. Ini semua karena istri kakak yang tidak tahu diri itu. " ujar Fuad dingin.
semua orang menatap wajah Fuad dengan tatapan bingung.
" nanti aku ceritain semuanya,, tapi biarkan aku istirahat dulu dan mengganti pakaian ku dulu yah"
******
Di rumah mertua Fuad.
" Jadi kalian sudah menghajar laki laki tak berguna itu ?" Tanya Resti pada orang suruhannya.
" Beres bos. Dia bahkan babak belur. Dan tidak berdaya lagi. Mungkin dia tidak akan selamat. " Ucapnya percaya diri. Padahal sekarang Fuad sedang berada di rumah ayah nya.
" Bagus, dengan begitu saya tidak perlu repot-repot untuk minta surat cerai agar bisa menikah lagi hahahahahahahahahah " ucap Resti sambil tertawa terbahak-bahak.
" Jadi bagaimana Resti. Si Fuad itu sudah koid kan ?" Tanya ibu' nya.
" Tenang saja Bu , Fuad tidak akan mengganggu kita lagi. " Ucap Resti.
" Oh iya apa tabungan Fuad kami sudah ambil. Dan ATM nya ada sama kamu kan. ?" Tanya ibunya lagi.
" Oh iya Resti lupa akan hal itu. Di situ kan uang yang dikirim ais tersimpan. " Ucap Resti sambil bergegas ke kamar mereka.
" Kalian boleh pergi. Dan ini uang bayaran kalian. Oh iya jangan coba-coba memberi tahu kepada siapa pun tentang hal ini paham!!?" Ucap ibunya Resti pada orang suruhannya tersebut.
Namun di luar dugaan . Fuad sudah mengetahui semua rencana mereka. Dan ketika Fuad meninggalkan rumah mertuanya. Dia sudah mengambil semua barang berharga nya. Termasuk uang tabungan dan perhiasan lainnya tanpa sepengetahuan Resti dan ibunya.
Setelah orang suruhannya pergi , tiba Resti berteriak memanggil ibunya.
" Ibu ,,,ibu,,,!!! gawat Bu .!! Gawat !!. " Resti berteriak memanggil ibunya .
" Ada apa sih. Kenapa teriak hah.?" Ibunya Resti jengkel mendengar Resti berteriak. Takut tetangga sebelah tau akan rencana mereka. Bisa bisa mereka di laporkan polisi.
" Fuad Bu ,,, Fuad. " Resti masih saja berteriak. Dan bingung mau mengatakan apa
" Iya Fuad kenapa , dia kan kita sudah singkirkan Resti " ucap ibunya semakin geram dengan Resti.
" Tapi Fuad sudah mengambil semua milik Resti Bu. Tabungan, uang tunai dan perhiasan lainnya. " Ucap Resti frustasi.
" Apa ?" Ibunya Resti kaget bukan main.
" Coba ibu periksa . Siapa tau kamu lupa menaruh dimana" ucap ibunya sambil masuk kedalam kamar Resti dan membongkar semua barang barang Resti.
" Gawat Bu. Kalau Fuad sudah mengambil semua milik kita berarti Fuad masih hidup Bu. Dan Fuad sekarang pasti berada diruma ayahnya. " Resti jadi frustasi dan gelisah.
" Gawat kalau sampai terjadi Resti. Kita akan miskin kalau begini uang di tabungan itu tidak sedikit. Dan sekarang kita tidak punya apa-apa lagi Resti , selain rumah ini. " Ibunya langsung lemas
" Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang Bu. Kita harus pergi dari kota ini. Kita kan jual rumah ini ,"
" Iya itu harus. Tapi bagaimana dengan uang itu Resti. Tapi kalau kita meminta uang kepada Fuad. Bisa bisa rencana untuk menguasai dan menghabisi nyawa Fuad akan ketahuan "
" Kita jual saja rumah ini Bu , lalu kita pergi dari kota ini. Kan masih ada Ferdy. Yang akan jadi calon suami ku nanti Bu. Jadi masalah uang itu kita relakan saja toh itu juga uang Ais kan. "
" Ok. Baiklah kalau begitu. Segera kita tinggal kan rumah ini sebelum Fuad datang kesini. "
" Iya Bu. "
***********