Karina, seorang wanita cantik yang sangat mandiri. Karena di usianya yang baru 23 tahun sudah memiliki toko bakery sendiri hasil kerja kerasnya.
Namun, tiba-tiba saja hidupnya berubah drastis saat ada seorang laki-laki yang datang ke tokonya mencari roti untuk sang ibu, hingga membuat hidupnya terus di hantui oleh laki-laki itu yang ternyata seorang duda.
Andrian Jayatama Persadha, seorang duda berusia 41 tahun, yang sudah menduda selama 7 tahun tiba-tiba saja di paksa menikah lagi oleh ibunya, hingga dia bertemu seorang wanita cantik yang menurutnya tipe idaman ibunya sekali.
Akankah perjuangan Andrian membuahkan hasil untuk mendapatkan hati Karina?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pertama
Setelah pertempuran panjang mereka malam tadi, Adrian terbangun dengan suasana hati yang sangat luar biasa bahagianya.
Dia kembali merasakan kenikmatan yang luar biasa dan itu bersama dengan Karina. Pagi hari pertama sebagai pasangan suami istri, membuat Adrian terlihat begitu menikmatinya.
Keduanya masih sama-sama naked di balik selimut putih yang menjadi saksi bisu atas pertempuran mereka tadi malam.
Cup...
Sebuah kecupan manis Adrian hadiahkan untuk sang istri yang masih berada dalam pelukannya.
Karina menggeliat kecil, ketika mendapatkan kecupan dari Adrian. Tapi hal itu tidak membuatnya bangun, karena dirinya benar-benar sangat lelah.
Melihat istrinya begitu menggemaskan, membuat Adrian tersenyum lebar. "Tidurlah sayang, kamu sudah bekerja keras tadi malam." kata Adrian sebelum turun dari tempat tidur.
"Lekas tumbuh dalam perut Mami kalian, anak-anak. Papi menunggu kalian hadir." ucap Adrian sebelum dia benar-benar meninggalkan Karina di atas tempat tidur untuk membersihkan dirinya.
Adrian mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin yang keluar dari shower. Dia membiarkan air dingin itu membasahi tubuhnya. Masih teringat jelas ingatannya apa yang mereka lakukan tadi malam. Senyumannya benar-benar penuh kemenangan.
Setalah selesai membersihkan tubuhnya, Adrian keluar dari dalam kamar mandi dia melihat posisi istrinya yang sudah berubah.
"Astaga, sayang...kamu menggemaskan sekali." Adrian tersenyum melihat posisi istrinya yang sudah berubah.
Lihat, bahkan Karina sama sekali tidak terganggu dengan sinar matahari yang sudah masuk ke dalam kamar mereka.
Karena tidak ingin mengganggu tidur sang istri membuat Adrian turun ke bawah untuk membuatkan sarapan. Dia tahu jika istrinya itu benar-benar sangat lelah karena ini adalah pertama baginya.
Beberapa saat kemudian, Karina terbangun karena dia merasa terganggu oleh sinar matahari.
"Ahhh...capek..." rengek Karina merasakan seluruh tubuhnya sakit, seolah-olah semua tulang-tulangnya terlepas.
"Anjir, geragas banget mantan duda yang sekarang jadi suami gue." gumam Karina mengingat apa yang terjadi kemarin.
Dengan malas dia mengambil ponselnya dan melihat jam berapa ini. "Ampun! Gue bangun jam 10?" pekiknya kaget saat melihat jam ternyata juga sudah jam 10.00 pagi.
"Kebo banget lu Karina!" makinya pada dirinya sendiri yang terlambat bangun seperti ini.
Eh, tapi tunggu dulu. Dimana suaminya itu? ke mana mantan duda yang sudah membuat tubuhnya remuk redam seperti ini? apa dia sudah pergi ke kantor? tapi sepertinya tidak mungkin. Lalu di mana dirinya?
Ceklek!
Suara pintu yang terbuka membuat Karina langsung menutup tubuhnya lagi, sampai hampir menutupi seluruh tubuhnya dan hanya memperlihatkan bagian matanya saja. "Sayang, sudah bangun?" tanya Adrian kaget ketika melihat istrinya sudah bangun.
"Morning..." ucapnya penuh cinta pada sang istri.
Sementara Karina, dia menatap kesal pada laki-laki yang baru saja datang ke kamar mereka saat ini. "Sayang, kenapa menatapnya seperti itu?" tanya Adrian ketika melihat tatapan sang istri.
"Apa? emangnya nggak boleh aku melihat suami aku sendiri?" jawab Karina kesal pada sang suami.
"Bukan seperti itu, sayang. Tapi-"
"Ini semua gara-gara Om tau nggak! badan aku sakit semua, aku capek..." rengeknya hampir menangis, membuat Adrian langsung panik dan berbalik untuk meletakkan sarapan yang sudah dibawanya untuk Karina.
Karina tersebut ketika melihat penampilan suami. "Om, itu punggungnya kenapa? Terus lengannya kenapa?" tanya Karina panik ketika melihat punggung dan lengan suaminya yang luka-luka bekas cakaran seperti itu.
"Ini?" tunjuk Adrian pada lengannya.
"Iya, itu kenapa?" Karina benar-benar tidak sadar bahwa yang melakukannya adalah dirinya.
"Oh, ini tadi malam di cakar kucing cantik." jawab Adrian tersenyum.
"Kucing cantik?" gumamnya masih mencerna semua itu.
Sampai dia sadar, jika kucing yang dimaksud Adrian adalah dirinya membuat Karina benar-benar merasa malu.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Adrian melihat istrinya yang sudah menutupi seluruh tubuhnya lagi.
"Karina, ayo buka dulu selimutnya. Kamu sarapan dulu oke?"
"Gak mau! Om tadi bilangin aku kucing! Pokoknya aku marah sama om!" Adrian tersenyum mendengar istrinya yang menggerutu padanya.
"Oke, saya minta maaf ya. Sekarang buka dulu selimutnya, ya." terpaksa Karina menurunkan selimutnya, dan menatap sengit ke arah sang suami.
"Makan dulu, oke?"
"Gak mau! Aku mau mandi, tapi sakit buat jalan itunya." cicit Karina malu untuk menyebutkan miliknya yang terasa perih.
Lagi-lagi Adrian tersenyum melihat istrinya yang merajuk begitu. "Ya, ayo saya antar ke kamar mandi. Air hangatnya sudah siap." ajak Adrian yang bersiap menggendong istrinya.
"Jangan ngintip pokoknya!"
"Kenapa? Lagi pula saya juga sudah melihat semuanya." jawab Adrian membuat Karina kembali merasa kesal pada suaminya, hingga mengigit dada bidang laki-laki itu.
"Dasar suami nyebelin!" umpat Karina setelah mengigit dada Adrian.
Sayangnya laki-laki itu tidak bereaksi apapun, dan membiarkan Karina melakukan hal itu. Karena menurut Adrian, itu adalah cara Karina meluapkan kekesalannya.
***
belajar memangil mas jan om