Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.
12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .
Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.
" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.
" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .
" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .
" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.
Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 Ikut dong Om
" Cepat nikah Om, aku nggak sabar untuk mengasuh anak Om nanti aku ajak naik dan jahili dia " gemas Ayra membayangkan anak Hans .
" Belum lahir aja udah kamu niatkan untuk menjahili nya " ucap Hans yang jadi hanyut dalam lamunan membayangkan bayi nya dengan Ayra nanti .
Tok
Tok
" Masuk " kata Hans .
" Hai Om Dave " sapa Ayra bersalam ketika Dave masuk dan duduk di sebelahnya.
" Kenapa?" tanya Dave menyenggol lengan Ayra yang senyum-senyum sendiri itu .
" Aku lagi bayangin bayi Om Hans kalau dia sudah menikah, aku akan bermain dengan nya " kata Ayra .
" Tentu saja , kamu bisa bermain dengan nya setiap hari " ucap Dave mengulum senyum memandang Hans dengan sudut matanya, berkesimpulan bahwa Hans tidak akan menikah jika bukan dengan Ayra .
" Jadi kapan Om mau nikah sama Tante Vallen?" tanya Ayra pada Hans yang hanyut dalam lamunan nya .
" Tante mau kan nikah sama Om Hans?" tanya Ayra pada Vallen yang tersenyum terus sejak tadi .
Vallen mengangguk yang membuat Hans tersadar dan segera mengatakan sesuatu " Ayra , Om belum lama kenal sama Tante Vallen mana mungkin langsung menikah kami butuh ruang untuk saling mengenal " alasan logis Hans yang diangguki Vallen .
" Iya juga , Om sih sibuk kerja terus jadi nggak punya waktu untuk ngajak Tante Vallen jalan . Aku kalau jadi Tante udah tantrum dan mengamuk ajak Om Hans jalan " kata Ayra yang geram sendiri .
" Tante paham posisi Om kamu seperti apa , karena itu Tante tidak ada komplen " jawab Vallen yang merupakan wanita dewasa dan paham posisi Hans yang memang sibuk dengan pekerjaan.
" Ihhhhh, Tante pengertian banget dan sayang sama Om Hans " ucap Ayra dengan senang karena akhirnya Hans menemukan wanita yang benar-benar mencintai nya .
" Ayo kita makan " ucap Vallen .
Selesai makan Vallen pulang karena harus kembali ke perusahaan tempat nya bekerja .
" Om sebenarnya cinta nggak sih sama Tante Vallen?" pertanyaan Ayra menatap Hans yang masih duduk disebelahnya.
Ayra merasa Hans terlalu slow respon!.
" Kenapa kamu bertanya seperti itu?" ucap Hans.
" Ya kayak Om itu nggak ada feedback gitu , padahal Tante Vallen baik dan kelihatan cinta sama Om " ucap Ayra yang bisa melihat itu .
" Hans memang tidak mencintai nya Ayra " pernyataan Dave yang duduk disamping kiri Ayra menjawab dengan senyum kecut .
" Astaga Om, kalau memang nggak cinta kenapa Om pacari , jahat banget jadi laki-laki, ngasih harapan palsu " kesal Ayra memukul lengan Hans merasa tersakiti sebagai sesama wanita .
" Ayra " ucap Hans memegang kedua tangan Ayra yang sedari tadi memukul lengan nya .
" Om jahat permainkan perasaan wanita, tega Om, coba bayangkan jika aku yang digituin sama laki-laki" ucap Ayra membayangkan nya .
" Kalau ada laki-laki yang berani mempermainkan perasaan kamu , Om yang bakal eksekusi mati dia " pernyataan Hans yang sangat tidak terima .
Ayra sampai kaget dan menyandarkan punggungnya di lengan Dave yang duduk disampingnya mendengar ucapan Hans .
" Jangan dekat-dekat kamu dengan dia , kesini " ucap Hans yang tidak rela Ayra bersandar pada Hans .
" Om kenapa sih ?" kaget Ayra melihat Hans yang tiba-tiba marah bahkan menarik nya agar duduk mendekat .
" Entah, Om kamu sebentar lagi akan gila , hati-hati" ucap Dave tertawa melihat Hans yang bahkan merasa cemburu ketika Ayra bersandar pada nya.
" Mungkin saja, Om Hans sering marah nggak jelas akhir-akhir ini " tawa Ayra bersama Dave yang langsung dilempar bantal oleh Hans .
" Pergi kalian berdua , kurang ngajar berani mengatai aku gila " ucap Hans dengan emosi masih melempari mereka berdua dengan bantal .
....
1 Minggu kemudian.
Ayra berjalan menuruni tangga sambil memangku kucing kesayangan nya dan bercerita banyak hal pada Molly sampai beberapa pelayan tergelak mendengar cerita Ayra pada kucing nya .
" Makin gembul aja kucing kamu Ay" ucap Hans yang duduk diruang tengah memperhatikan Ayra sejak tadi .
" Ehhhh, ada Om Dave , hallo " kata Ayra melambaikan tangan Molly dan duduk didekat Dave yang sepertinya sedang menunggu Hans .
" Mau kemana Om ? Ganteng banget " ucap Ayra mengedipkan sebelah matanya menatap Dave yang kelihatan tampan memakai kemeja biru tua .
" Aku lebih ganteng dari nya " pernyataan Hans yang tiba-tiba saja sudah berdiri di samping sofa .
Ayra menoleh menatap Hans yang memang tidak kalah tampan memakai kemeja putih dengan beberapa kancing atas terbuka , membuat tampilan pria dewasa itu semakin hot saja .
" Om mau kemana?" tanya Ayra begitu Hans duduk disampingnya .
" Ke club' " jawab Hans .
" Ikut dong Om" kata Ayra memohon menatap Hans dan Dave bergantian.
Dave langsung buang muka seolah-olah tidak melihat wajah Ayra yang sedang memohon yang membuat orang tak sampai hati menolaknya .
" Ikut Om,, mmmm, ikut" mohon Ayra memeluk sebelah tangan Hans dan Dave bersamaan .
" Om aja diajak Om Hans " jawab Dave untuk melepaskan diri yang membuat Hans melotot padahal Dave lah yang mengajaknya keluar malam ini .
" Ikut ya Om, mau joget" kata Ayra meminta semakin manja hingga Hans tidak sanggup menolaknya.
" Boleh ikut tapi ,"
" Yeeee, ganti baju bentar Om" Kata Ayra berlari mengurung kucing nya dengan cepat .
" Ayra , dengarkan Om dulu " ucap Hans .
" Iya Om" kata Ayra menghampiri Hans balik setelah mengurung kucing nya .
" Boleh ikut tapi nggak boleh jauh dari Om , paham " ucap Hans yang membuat Dave langsung mendelik mendengar sahabatnya yang semakin hari semakin posesif saja .
Ayra berlari menaiki tangga untuk mengganti bajunya dengan cepat dengan sangat senang, karena dia sedari dulu memang tidak dibolehkan keluar malam oleh Hans kecuali bersamanya.
" Hans sampai kapan kau akan mengurung nya?" pertanyaan Dave .
" Aku tidak pernah mengurung nya , aku menerapkan aturan tidak boleh keluar malam karena dia adalah seorang gadis dan itu tidak lah salah " pernyataan Hans .
" Tidak salah kau selalu benar " ucap Dave dengan tatapan sebal nya mempelototi Hans .
" Aku harap dia tidak melawan mu suatu hari" sambung Dave .
" Ayra itu anak yang patuh dan penurut tidak pernah sekalipun dia melawan keputusan ku " ucap Hans mengingat selama ini Ayra selalu patuh pada setiap keputusan nya .
" Dia tidak pernah melampaui batas yang telah aku tetapkan" Hans yang sedang bicara itu langsung menoleh begitu Ayra berdiri di dekat nya .
" Ayo pergi Om " kata Ayra merapikan jepitan pita di rambutnya.
Dave langsung menahan tawa melihat wajah marah Hans karena Ayra memakai mini dress pendek yang sangat membentuk postur tubuh nya .
" Sekarang apa kau masih ingin mempertanyakan keputusan ku salah atau benar?" pertanyaan Hans yang membuat tawa Dave lepas mendengar nya .
" Ayo Om , nggak sabar mau joget " kata Ayra dengan semangat .
Hans melepas jaket nya dan memakaikan pada Ayra " Om kok di pakaikan jaket , baju cantik aku jadi nggak kelihatan " komplen Ayra .
" Pakai atau Om tinggal "
yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol, gmn tuh tindakan Hans selanjutnya ya
Ayra gak sengaja dengerin gak ya saat Hans ngomong mencintainya, mungkin dengerin dan sikapnya berubah 🤔